NovelToon NovelToon
Kontrak 5 Tahun

Kontrak 5 Tahun

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Ibu Pengganti / Konflik etika / Tamat
Popularitas:124.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jumli

🏥🏥

"Saya bersedia merawat dan membesarkan Bayi itu sampai 5 tahun, tanpa perlu ada kontrak pernikahan." ucap seorang gadis.

Dia adalah Ananda, seorang perawat baru di sebuah rumah sakit. Ibunya sakit dan harus melakukan operasi jantung.
Di tengah kesedihan tentang kondisi Ibunya serta biayanya yang Mahal.

Tiba-tiba seorang wanita datang menawarkan untuk membayar Administrasi, dengan syarat merawat cucunya yang lahir prematur dan telah kehilangan sosok Ibu karena bunuh diri.

Namun syarat yang di minta bukan hanya itu, tetapi juga terikat dengan sebuah pernikahan dari Ayah, anak malang tersebut.

Akan kah Ananda menerima bantuan bersama syaratnya? Ananda tahu tidak akan ada cinta dalam pernikahan itu. Tapi yang tidak di ketahuinya adalah, dialah yang akan menjadi orang ke-3.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulang Tahun

"Ananda, dimana Kelvin?" tanya Laily yang muncul tiba-tiba di pintu kamar Kelvin.

"Bu'. Kelvin ada di kamar kecil," jawab Ananda yang langsung berdiri begitu melihat kedatangan Laily.

"Mama."

Terdengar Kelvin memanggil, mungkin hajatnya sudah selesai sehingga memerlukan bantuan Ananda.

"Ananda, kamu duduklah."Laily mencegah Ananda yang siap melangkah menuju asal suara Kelvin namun di tahan.

Terlihat wanita yang sudah baya namun terlihat muda itu memasuki kamar kecil Kelvin.

"Oma!" 

Kelvin kaget karena Laily yang muncul dan bukannya Ananda.

Sstttt.

Laily mengisyaratkan Kelvin untuk tidak bersuara dan membiarkan Wanita itu membersihkan kotoran yang tertinggal.

Sebenarnya Kelvin sudah bisa membersihkannya sendiri, tetapi Ananda selalu mengajarkan untuk tidak keluar dulu sampai Ananda mengecek kebersihan nya.

"Rupanya cucu Oma ini sudah pintar ya."

Kelvin hanya memperlihatkan gigi-gigi kecilnya yang berjejer mendengar pujian dari Laily.

Anak itu tahu kalau tidak boleh berbicara banyak jika sedang berada dalam toilet, makanya hanya menyengir.

"Hari ini ulang tahun Kelvin, masih ingat dengan yang Kelvin janjikan dengan Oma?" tanya Laily.

Kelvin nampak berpikir dan dalam kepalanya samar-samar mengingat apa yang Laily bisikan padanya tempo hari.

"Ingat Oma," ujar Anak itu mengangguk.

"Ayo."

Laily mengajak Kelvin keluar dari toilet dan menemukan Ananda sudah menunggu mereka keluar.

"Kelvin sudah tahu apa yang harus di lakukan?"

Sekali lagi, Laily bertanya pada Kelvin dan menarik rasa penasaran Ananda melihat tingkah mereka.

"Iya, Oma."

Laily akhirnya merasa yakin kepada cucunya itu lalu keluar begitu saja.

"Nak, apa yang mau Kelvin lakukan?" tanya Ananda dengan lembut setelah kepergian Laily.

"Mama, Oma bilang hari ini ulang tahun Kelvin."

"Iya, sayang. Hari ini kita mau merayakan ulang tahun Kelvin, Kelvin senang?"

Kelvin mengangguk senang, tapi entah bagaimana Ananda merasa anak itu sudah pintar menyembunyikan sesuatu darinya.

"Ayo, Mama bantu Kelvin bersiap. Teman-teman Kelvin pasti sudah banyak yang datang dan menunggu."

Kelvin patuh lalu ia di mandikan oleh Ananda dan setelahnya menyulapnya menjadi anak yang semakin bertambah kegantengannya.

Laily banyak mengundang pejabat serta rekan-rekan bisnisnya yang memiliki anak seumuran Kelvin, mereka yang di undang tentu saja tidak akan melewatkan kesempatan yang ada.

"Ananda, dimana pakaian ku!"

Tiba-tiba Ananda mendengar teriakkan di kamar sebelah memanggilnya.

"Sayang, minum susunya dulu ya. Mama mau pergi lihat Papanya Kelvin."

Ananda memberikan susu hangat Kelvin, suhunya sudah tidak panas, jadi Ananda tidak ragu dan Kelvin juga sudah pintar minum susu sendiri menggunakan gelas anti pecah tersebut.

"Iya Mama."

Anak itu belum meminum susunya sampai Ananda menghilang di balik dinding.

"Pak, bajunya sudah saya siapkan. Ada di atas kasur," ujar Ananda setelah sampai di dalam kamar Mario.

Pria itu juga melihat baju yang Ananda maksud namun tidak mau memakainya.

"Aku mau pakai baju yang di pilihkan Monika."

Mario tidak mau mengingkari janjinya pada Monika, maka dia harus memakai baju yang wanita itu pilihkan sejak jauh-jauh hari.

"Tapi, Pak. Ibu Laily bilang_"

"Kau mau melawan ku," potong Mario.

"Tidak, Pak." 

Ananda tidak mungkin berani, ia juga tidak tahu jika Mario tidak mau memakai baju itu.

"Ya sudah, ambilkan bajuku cepat!" perintah Mario dengan ganasnya.

"I_iya, Pak."

Dengan langkah cepat Ananda menuju sebuah ruang dan muncul dengan setelan pakaian di tangan nya.

"Jemur handukku."

Mario menyodorkan handuk pengering rambutnya pada Ananda, Ananda meraih benda tersebut dan pergi mengerjakan apa yang Mario perintahkan setelah memberikan baju Mario.

"Ini."

Mario kembali menyodorkan handuk yang melilit pinggangnya setelah Ananda kembali. Pria itu sudah mengenakan bajunya dan tinggal merapikan tuksedo tersebut.

"Papa."

Kelvin muncul melalui pintu penghubung kamar mereka, dan kebetulan Ananda baru saja pergi menjemur handuk Mario satunya lagi.

"Kelvin. wah, Anak Papa sudah ganteng ya."

Kelvin berjalan masuk dengan setelan tuksedo mininya yang sangat pas di badan kecilnya.

Baju berwarna silver itu sangat terlihat indah bila Kelvin mengenakannya.

"Papa, Oma bilang baju kita sama. Kok beda."

Kelvin meneliti baju berwarna Navy yang Mario kenakan, sangat berbeda dengan warna bajunya.

"Oh, iya sayang. Kelvin mau hadiah apa dari, Papa?" tanya Mario agar Kelvin tidak bertanya tentang baju lagi.

Anak yang masih setia memegang gelas susunya itu menatap Papanya dengan wajah polos dan berpikir. Ia mungkin menunggu Ananda dan berharap meminum susunya di depan wanita itu agar mendapatkan pujian, tapi setelah masuk di sana ia tidak melihat keberadaan Ananda.

"Papa, Kelvin mau minum susu. Mama mana," ujar Anak itu mencari keberadaan Ananda dan belum ada niat mengatakan hadiahnya dari Mario.

"Sini, biar Papa yang bantu minum susunya."

Mario menghampiri anak itu dan berniat membantunya, ia berjongkok dan mengambil alih gelas berisi susu  di tangan Kelvin.

Anak itu dengan ragu menyerahkan gelasnya.

"Aaa, buka mulut," ujar Mario mengarahkan Kelvin untuk membuka mulutnya. Tapi anak itu malah merapatkan kedua bibirnya serta menggeleng, dan mendorong gelas tersebut sampai tumpah mengenai baju Mario.

"Kelvin!" 

Mario geram dan langsung berdiri melihat bajunya yang telah basa karena susu. Pria itu ingin memarahi anak itu tapi tersadar dan berusaha menahan emosinya.

"Mama."

Kelvin berlari pada Ananda yang telah kembali dan langsung meraih anak itu.

"Kenapa sayang?" tanya Ananda sedikit cemas melihat wajah takut Kelvin.

Kelvin tidak menyahut tapi langsung bersembunyi di balik leher jenjang Ananda.

"Pak, Kelvin kenapa?"

Ananda beralih bertanya pada Mario.

"Matamu buta?! Bajuku basah karena Susu yang Kelvin tumpahkan!"

Mario meluapkan amarahnya dengan mengeluarkan suara keras untuk Ananda. Wanita itu menerima teriakan Mario dengan sabar karena ia tidak mau jika Kelvin terkena imbasnya. Ia juga menutup telinga Kelvin saat suara nyaring itu mulai keluar.

"Ada apa ini?"

Laily muncul di pintu dan bertanya karena mendengar teriakkan Mario.

"Apa yang masih kalian lakukan? Tamu sudah berdatangan dan kalian malah teriak-teriak di dalam sini," ujar Laily tidak suka dengan sikap Mario.

"Ma, bawa Kelvin keluar. Aku harus mengganti bajuku yang basah," ujar Mario kemudian.

Pria itu sudah bisa mengontrol dirinya dan akan mengganti baju saja.

Laily meneliti Mario serta gelas yang masih ia pegang dan sudah habis isinya.

"Ananda, kamu bersiaplah juga."

Laily menghampiri Kelvin yang masih menghirup harumnya tubuh Ananda.

"Kelvin, ayo pergi dengan Oma. Di bawah sudah banyak yang menunggu Kelvin," ajak Laily pada cucunya itu.

Kelvin mengeluarkan kepala dan meraih tangan Laily yang terulur untuknya.

"Kelvin, pergi dulu dengan Oma, ya. Mama mau ganti baju."

Ananda izin pada anak itu agar tidak mencarinya sebentar untuk bersiap-siap, Kelvin mengangguk dan keluar bersama Laily.

"Wah, cucu Oma hebat sekali," puji Laily setelah mereka menjauh dari kamar Mario.

"Iya dong, Oma. Hehehehe."

Kelvin juga merasa bangga pada dirinya karena berhasil menjalankan misi dari Laily.

"Tapi Kelvin tadi tidak takut kan?" tanya Laily memastikan.

"Tidak, Oma. Kelvin tidak takut sama Papa," kata anak itu meyakinkan Laily.

"Pintar! Mau hadiah dari Oma? Oma sudah belikan banyak hadiah untuk Kelvin."

"Mau Oma!"

Laily melanjutkan langkah mereka untuk pergi menemui para tamu.

Semoga berkenan untuk memberikan dukungan kepada penulis berupa like, komen, dan hadiah 🌹 nya, serta mau memberi Vote pada cerita ini.

Follow juga Author Jumli agar tidak ketinggalan update terbaru 🤗

1
Syifa Nurbaety
semangat kak Jum , 💪🏼😊 maaf baru sempat mampir nieh jangan lupa mampir juga ya Kak
Jumli: semangat juga untuk, kakak💪
total 1 replies
sleepyhead
🥰
Jumli: terimakasih atas dukungannya, kak🙏
total 1 replies
sleepyhead
Seharusnya kalian sebagai orangtua Della dan Delli Instrospeksi diri. Apa penyebab kegagalan anak² kalian, Obsesi dan Kecintaannya membuat mereka Gila.
sleepyhead
bahahahhaahah
sleepyhead
sradaksruduk amat /Facepalm/
sleepyhead
"Expelliarmus" gua sihir lu jadi Kodok
sleepyhead
Obviously crazy
sleepyhead
Welcoming Kebucinan...
sleepyhead
Blueberry thor /Facepalm//Curse/
sleepyhead
Di Chop Thorr /Angry/
sleepyhead
Dilla Della Delli
Jumli: hahahaha 🤣
buntu tokoh, kak. akhirnya tercipta nama-nama seperti itu
total 1 replies
sleepyhead
Gumam Della kali thor 🙏 kan Cherry lagi Touch Up Ananda
sleepyhead
Cermin
sleepyhead
Victory..... Mulai ni percikan² jealous
sleepyhead
Curiga mau melamar Amanda
sleepyhead
whooaahh percikan cemburu mulai datang
sleepyhead
Apakah Amanda hasil hubungan dr Tn. Abbas dan Ibunda Amanda..?
sleepyhead
Morron, Listening Stupider.."Mark my word", I bet U guys regretted after this moment..
And for you my dear Amanda Just Leave from here Amanda, Go get your Dream.
Jumli: kak😭
aku nggak pintar bahasa inggris 😑
total 1 replies
sleepyhead
karena kamu licik... seperti lintah yang berlendir..
Jumli: mungkin kalau kakak baca cerita Monika akan menyesali ucapan kakak ini🥺
total 1 replies
sleepyhead
Betulkan tidak bs mengambil sikap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!