Putri Veronika Wijaya ia adalah seorang wanita cantik yang biasa di panggil Veronika, ia menutupi identitasnya hanya untuk bersama lelaki yang ia cintai.
Namun Veronika tidak percaya kalau lelaki yang ia cintai tega menikah lagi dengan Intan Safitri sahabatnya sendiri, pedahal ia belum mendapatkan cinta dari suaminya.
Namun tiba-tiba saja Rafa tergoda dengan kecantikan Veronika, istri pertamanya.
"Kamu ingin kita melakukan layaknya suami istri bukan? Mari kita lakukan malam ini." ucap Rafa
"Jangan gila Rafa! Aku tidak sudi memberikan tubuhku untuk lelaki sampah sepertimu!" ucap Veronika
lalu bagai mana pembalasan Veronika, apa ia masih mau bersama Rafa, atau ia memilih berpisah bersama Rafa.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 23 Intan Marah
Walau pun Intan sudah di suruh pergi oleh suaminya ia sama sekali tidak pergi, ia tidak ingin hidup miskin bersama ke dua orang tuanya.
Bahkan Intan juga berkali-kali membujuk suaminya, tapi ia sama sekali tidak mendapat hasil, ia semakin membenci Veronika yang selalu saja menang darinya.
Bahkan saat tidur saja suaminya mengigau dengan memanggil-manggil nama Veronika, Intan tidak mengerti kenapa suaminya sangat mudah melupakan ia yang suaminya cintai dari dulu.
Sekarang Intan juga merasa di asingkan oleh keluarga suaminya, kalau ia tidak miskin ia juga sudah ingin meninggalkan suaminya.
Apa lagi yang bisa di harapkan Intan dari suaminya, suaminya sekarang sudah menjadi orang biasa, Kakek dari suaminya sama sekali tidak ingin memberikan dana untuk perusahaan suaminya.
Intan menikah bersama Rafa karena ia pikir hidupnya akan terjamin, di tambah lagi perusahaan Kakek dari Rafa yang sudah di kenal berbagai negara.
Intan pikir dengan kehadiran anaknya walau pun nanti suaminya dan keluarganya tau ia berbohong, ia masih akan mendapatkan toleransi, tapi ternyata tidak, kehadiran anak yang ada di dalam kandungannya sama sekali tidak membuat suaminya dan keluarga suaminya memberikan toleransi.
Kalau saja Intan tau kehadiran anak tidak bisa mengubah segalanya, mana mungkin ia buru-buru mau hamil, kalau saja ia tau dampaknya akan seperti ini, mana mungkin ia mau menikah dengan Rafa.
Intan sangat menyesalinya telah menikah bersama Rafa, karirnya saat itu sedang di atas awan, tapi langsung jatuh begitu saja setelah menikah bersama Rafa.
Namun Intan tidak menyadari semua itu adalah pembalasan ia karena telah merusak rumah tangga sahabatnya, tapi ia semakin membenci sahabatnya.
"Dasar wanita sialan! Kamu enak bisa mendapatkan lelaki tampan dan kaya setelah Mas Rafa bangkrut! Sedangkan aku harus hidup menderita bersama janinku! Apa bagusnya kamu Veronika?! Sampai Dandi menginginkanmu dan sekarang suamiku juga mencintai kamu! Kalau saja dulu kamu tidak datang ke Indonesia, aku sudah hidup bahagia bersama Mas Rafa! Aku juga tidak akan menjadi istri ke dua, dan aku akan di sayang oleh keluarga Mas Rafa, semuanya gara-gara kamu Veronika! Rasanya aku ingin membunuhmu, agar kamu tidak terus saja menghangat kebahagiaanku!"
Intan marah sambil mengacak-acak bajunya yang ada di lemari, ia benar-benar marah, apa lagi suaminya memang sudah pergi dari pagi karena masalah perusahaan semakin banyak.
"Veronika, akan aku pastikan kalau hidupmu menderita dan akan aku pastikan kalau kamu tidak akan pernah bahagia karena telah membuatku menderita!"
Intan mengepalkan ke dua tangannya dengan sangat kuat, ia masih terus saja marah, namun tiba-tiba perutnya lapar ia langsung menuju meja makan, berniat untuk makan.
Intan melihat ibu mertuanya yang sedang duduk di sana membuat ia langsung mendekati ibu mertuanya.
"Pagi Ma."
Intan menyapa ibu mertuanya sambil tersenyum, seolah-olah ia tidak memiliki masalah bersama ibu mertuanya.
"Tidak perlu basa-basi, kamu di sini itu seorang menantu, tapi kamu jam 10 baru bangun, ingat kamu itu bukan tuan rumah, bisakah masak untuk keluarga suami kamu?!"
Mirna berbicara sambil masih memakan rotinya, ia sama sekali tidak menyuruh menantunya duduk untuk sarapan, melainkan ia langsung memarahi menantunya karena bangun siang.
"Ma, Intan tidak bisa masak, Intan juga bukan pembantu, Intan di sini juga menantu Mama."
Mirna langsung menghentikan makannya, ia langsung tertawa saat mendengar jawaban dari menantunya.
"Jangan manja, dulu juga Veronika masak, merapikan kamarnya sendiri, menyetrika baju suaminya dan baju saya, menyiram tanaman, lalu menguras kolam ikan di belakang, Veronika juga sama menantu saya, tapi Veronika tidak manja seperti kamu! Sedangkan kamu jangankan untuk melakukan semua tugas seperti Veronika, bahkan masak saja yang pekerjaan ringan kamu tidak bisa?!"
Mirna langsung berdiri sambil menatap tajam ke arah menantunya yang sangat ia benci semenjak tau kebohongan menantunya, tidak ada lagi kata maaf untuk menantunya.
Brak.!!!
"Lalu apa bisanya kamu hanya melempar tubuhmu saja ke ranjang putramu?!"
Mirna berbicara sambil menggebrak meja, tidak tau kah kalau tindakan ia membuat ke dua asistennya rumah tangganya tertawa kecil di dapur karena mereka berpikir kalau sekarang ia sedang mendapatkan karma.
Lagi pula mereka berpikir kalau dulu Mirna selalu menyia-nyiakan Veronika, wanita yang sangat menghormati Mirna dan Rafa.
Veronika bisa melakukan apa pun, tapi masih belum bisa membuat hati Mirna bersyukur, dan sekarang menantu yang sangat Mirna sayangi itu ternyata pembohong besar, dan tidak bisa memiliki kelebihan apa pun.
"Di kasih menantu sempurna tidak pernah bersyukur, menyayangi wanita cacat yang tidak bisa melakukan apa pun dan sekarang menyesal, mampus, karma itu berlaku untuk orang sepertinya."
Bagi Iis Intan adalah wanita cacat, walau pun tubuh Intan memang tidak memiliki kekurangan, tapi bagi Iis Intan adalah wanita cacat yang tidak bisa melakukan apa pun.
"Mama masih marah sama Intan? Intan sudah minta maaf Ma, lagi pula ini juga salah Veronika, kalau Veronika tau Rafa adalah orang yang Veronika tolong, kenapa Veronika tidak mengatakannya? Kenapa Veronika hanya mengulur waktu? Itu berarti selama Veronika dan Mas Rafa menikah Veronika memang sudah memiliki lelaki yang di cinta selain Mas Rafa, buktinya setelah Mas Rafa menikahi Intan, Veronika pergi bersama Dandi, itu artinya Veronika memang sudah menyusun rencana yang baik selama ini, jadi Mama jangan terus menyalakan Intan, di sini bukan hanya Intan yang salah."
Intan mencoba menghasut ibu mertuanya agar ibu mertuanya tidak membanding-bandingkan ia dengan Veronika, apa lagi ia sangat membenci Veronika.
Beberapa saat Mirna diam, ucapan dari menantunya memang masuk akal, kenapa Veronika tidak mengatakannya dari dulu kalau Veronika adalah orang yang menolong putranya.
Bahkan Veronika baru mengatakannya saat putranya menikah lagi, itu artinya Veronika memang sudah menyusun rencana agar Veronika bisa bersama Dandi dan kemungkinan besar saat itu bersama putranya hanya karena Veronika belum mendapatkan cinta dari Dandi.
Intan tersenyum sekilas saat tidak ada ucapan lagi yang keluar dari ibu mertuanya. Sedangkan ke dua asisten rumah tangga yang ada di dapur itu langsung memaki Intan karena Intan menjadi wanita ular, bahkan menurut mereka Intan lebih berbisa dari ular.
Setelah beberapa saat Mirna diam ia langsung melayangkan tamparan pada menantunya, karena ia yakin kalau menantunya sedang menghasut ia agar membenci Veronika.
Plak!!
Intan di tampar dengan sangat keras hingga telapak tangan ibu mertuanya membekas di pipinya.
"Jaga bicara kamu Intan! Kamu jangan pernah memfitnah menantuku! Menantuku bukan wanita seperti itu!"
Setelah mengatakan itu Mirna langsung pergi dari sana tanpa melanjutkan sarapannya lagi, ia sudah tidak berselera karena ulah menantunya.
Setelah ibu mertuanya pergi Intan langsung memegang pipi bekas di tampar, yang terasa sangat panas dan perih.
"Selama ini aku belum pernah mendapat kekerasan dari siapa pun, tapi gara-gara kamu Veronika, aku menjadi menderita, dasar wanita sialan!"
Intan masih saja menyalahkan Veronika, bahkan saat ia mendapat tamparan dari ibu mertuanya, ia semakin menyalahkan Veronika.
thorrr belajar lagi mengenal wanita berkelas itu spt apa. bnyk2 bergauj
jadi novelmu ini kyk ibu2 dipasar semua sifatnya. Menurut mu thorrr gini sifat wanita berkelas??? ENGGAK 🤣🤣🤣
dibunuh gk ada pengawal. dasar novel... serah lu thotrrr 🤣🤣
demi apapun thorrr kecewa baca karyamu
masa orang kaya tegas tidak rela diinjak-injak tapi ditampar diem aja??? atau aslinya vero agak ideot???
semangat