Selamat datang di novel pertamaku.
IG Sept_September2020
Gagal menikah sekali, membuatnya patah hati berkepanjangan. Abbas yang sudah mengunci hatinya rapat-rapat, perlahan terbuka dengan sendirinya setelah bertemu dengan wanita yang tepat.
Bagaimana jika mantan pacar Abbas kembali dan mengusik pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengantin Baru
Abas membuka pintu kamar, Ia mempersilahkan istri kesayangannya untuk masuk duluan. Mely sangat terkejut, karena kamar pengantinnya dihiasi banyak bunga mawar di atas seprai dan balon balon berbentuk hati bertebaran disana sini.
Dalam hatinya, ia sangat berterima kasih pada Bela. Ia tau, Bela mengetahui apa yang dia inginkan. Abas mengunci kamar. Ia berjalan menuju kamar mandi.
" Aku mandi dulu ya, rasanya gerah banget," ucap Abas seraya mengambil handuk yang dibentuk burung diatas bantal.
"He em."
Mendadak Mely jadi merasa canggung.
Aduh Mely, jangan kaku gini. Kalian udah nikah, masak jadi canggung begini. Gerutunya di dalam hati. Terdengar guyuran air dari dalam kamar mandi, Mely dibuat semakin salting. Dari pada pikirannya melayang kemana mana. Mely memilih membuka tas kopernya.
Ia ingin mengambil pakaian ganti untuk dirinya sendiri. Namun beberapa saat ia ingat, Abas lagi mandi. Mely membuka koper punya Abas. Dibukalah tas koper milik sang suami. Ia senyum senyum tidak jelas. Ini pertama kalinya ia menyentuh barang barang milik Abas.
Ini seperti misi pertama sebagai seorang istri.
Menyiapkan pakaian. Mely meletakkan baju ganti Abas diatas ranjang. Abas yang sudah selesai mandi, mengambil pakaian yang sudah Mely siapkan. Ia kembali kekamar mandi untuk ganti pakaian.
Selesai ganti pakaian, Ia menyuruh Mely lekas mandi. Menurut Abas tidak bagus mandi malam - malam. Dengan malu malu, Mely mengambil handuk terus jalan ke kamar mandi tanpa menoleh ke Abas. Ia masih belum terbiasa bersama pria di dalam kamar.
Canggung dan malu jadi satu.
Mely mandi cukup lama, karena harus membersihkan riasan dan membersihkan diri dari ujung kepala sampai kaki. Setelah selesai membersihkan diri, Mely membuka pintu kamar mandi dengan pelan. Ia mau mengintip Abas. Apa yang sedang suaminya lakukan saat ini. Tidak tahunya, Abas sudah tertidur di atas ranjang kamar mereka.
Mely jalan sambil berjinjit pelan. Ia takut menimbulkan suara yang akan membangunkan Abas dari tidur pulasnya.
Mely yakin, Abas pasti kelelahan. Hari ini adalah hari yang penting bagi mereka dan hari yang melelahkan juga. Ia sudah memakai piyamanya, dengan hati hati ia berbaring disamping Abas.
Tidak butuh waktu lama, Mely sudah masuk ke dalam alam mimpi. Mely sudah tertidur dengan pulas menyusul sang suami. Sedangkan saat tengah malam Abas terbangun dari tidur pulasnya. Dilihatnya Mely berbaring disamping dirinya. Abas mengeser tubuhnya perlahan.
Sekarang jarak antara dirinya dan Mely kurang dari satu meter. Dipeluknya tubuh Mely, Abas mencium bagian atas kepala Mely. Aroma wangi rambut Mely membuatnya menyungingkan senyum. Ia masih merasa ini seperti mimpi.
Abas membelai rambut istrinya, hingga sang istri sampai terbangun. Mely kanget, ia terbangun dalam pelukan Abas. Abas semakin merapatkan pelukannya, ia seakan tidak ingin berpisah.
" Gerah nih... Aku tidak bisa bernapas, "
Mely minta dilepasin. ia merasa seperti sedang disandera oleh Abas.
"Masa gerah sih, dingin begini kok gerah?" Tanya Abas tidak percaya.
Ia lantas mengambil remot AC. Abas menurunkan temperatur udara di kamar hotelnya.
"Gimana, udah adem kan. Enak kan Aku peluk gini," Ini mah akal akalan Abas saja. Mely cuma bisa menelan ludah.
"Gak enak, masih kerasa panas. Sepertinya malam ini surabaya panas banget," Mely berusaha ngeles.
Mely merasa panas dan gerah bukan karena cuaca atau udara dikamar loh. Ini panas dari dalam tubuhnya. Abas sendiri tidak memperdulikan ocehan Mely. Ia malah memeluk Mely semakin erat. Akhirnya Mely menyerah. Ia pasrah, sepertinya Abas tidak bisa dibujuknya untuk saat ini.
"Maaf ya Mel, tadi Aku ketiduran,"
Abas meminta maaf karena ketiduran pas Mely lagi Mandi, habisnya Mely mandinya lama banget pikir Abas.
"Gak papa, kamu pasti capek banget,"
Mely ngerti situasinya. Ia sendiri juga sangat lelah.
" Lapar gak Mel, aku kok laper nih,"
Tiba-tiba Abas merasa perutnyanya minta diisi.
" Laper ya? tapi udah malem nih, mana gak ada makanan disini!" kata Mely.
"Jalan yuk...!" Abas mau ngajak Mely keluar cari makan.
" Sekarang?" Mely hampir gak percaya sama ajakan Abas.
" Ya iya lah yang, sayangku," Lumer deh tuh hati Mely.
" Ya udah, aku cuci muka sama ganti baju dulu ya." Kata sang istri.
Dengan senyuman imutnya Mely mengambil baju ganti. Ia menuju kamar mandi untuk berganti pakaian. Sekarang giliran Abas yang ganti pakaian, ia memakai pakaian yang disiapkan istrinya. Sebuah kaos lengan pendek dan celana pendek jeans selutut. Makin kece saja Abas ini.
" Wuih... ganteng amat, punya siapa ini?" goda Mely.
" Punya siapa ya?" goda Abas balik.
"Hahaha...!" Mely hanya bisa tertawa.
Karena gemas Abas mencubit kedua pipi Mely. Membuat tambah merah saja kedua pipi Istrinya. Ketika mau mengunci pintu, abas kembali masuk kedalam. Ia lupa membawa jaket. Takut nanti masuk angin.
Mely sendiri gak memakai jaket. Ia masih merasa tubuhnya gerah.
Keduanya kini sudah berada didalam mobil. Abas menyusuri jalanan tengah malam. Ia kira bakalan sepi. Nyataannya banyak muda mudi disepanjang jalan. Maklum ini malam minggu. Kebanyakan mereka para kaula muda memilih menghabiskan malam panjang diluar rumah ketika malam minggu tiba.
Mely membuka sedikit cendela mobilnya, ia menikmati belaian angin yang menerpa wajah cantiknya. Abas meliriknya sekilas, memandang Mely saat ini ia ingin balik lagi ke kamar hotel. Namun ia sudah terlanjur mengajak Mely makan, yasudah.. Ia bisa menahanya, batin Abas
Sampai di sebuah cafe yang cukup sepi, jadi dari tadi Abas sengaja mencari tempat yang tidak begitu ramai dan bising. ia ingin suasana yang tenang untuk menghabiskan makan malam bersama. Setelah parkir, abas kembali membukakkan pintu untuk Mely.
Ia mengandeng tangan istrinya. Mereka berjalan berdampingan menuju kedalam cafe. Abas memilih tempat duduk yang ada di sudut ruangan. Ia ingin suasana yang pribadi yang tidak banyak orang lalu lalang di sekitarnya. Setelah duduk ditempat yang ia rasa paling nyaman, Abas dan Mely memilih menu makanan dan minuman.
Ia memanggil pelanyan, kemudian memesan makanan. Disela sela menanti pesanan datang, mereka asik mengobrol. Abas dan Mely menceritakan perasaannya masing-masing. Tidak lupa, mereka juga foto selfie.
Mereka ingin menyimpan moment Indah mereka sebagai pengantin baru.
Kebersamaan mereka buyar, setelah pelayan datang membawa pesanan mereka. Karena sedang lapar, Abas mengajak Mely langsung menikmati makanan mereka.
" Pelan pelang dong makannya, nanti tersedak," ucap Mely.
" Hehehe... dari pagi aku gak nafsu makan, jadi rasanya sekarang laper banget," balas Abas
"Duh, masak sampek segitunya!" ejek Mely.
Abas memilih memakan semua makanannya, ia gak terpengaruh sama ejekan sang istri. Ia hanya fokus mengisi energinya kembali.
Tunggu saja Mel, bentar lagi kamu yang akan dimakan. keduanya sudah selesai makan. Mereka berdua memutuskan langsung balik ke hotel.
Sampai di dalam kamar, Abas menyalakan tv.
Habis makan rasanya gak bagus kalau langsung tidur. Ia meminta Mely untuk membuatkannya kopi.
"Nanti gak bisa tidur loh kok minum kopi?"
tanya Mely.
" Gak papa, Aku emang mau bergadang kok?" jawab Abas dengan sejuta arti.
Bersambung.
gk abis fikir aq
gek ono seng keri ternyata 😅