Kisah cinta Reihan dan Sakinah yang menuai berbagai konflik dan masalah. Memicu sang nenek Hilda Pratama untuk melakukan balas dendam melalui Sakinah yang dianggap cucu dari musuh bebuyutannya yang juga orang yang paling dicintai Hilda yaitu Jamie Wirayuda.
Reihan yang merupakan cucu kesayangan Hilda dikendalikan oleh Hilda untuk misi balas dendamnya pada Jamie. Siapa sangka permusuhan dua keluarga itu menyingkap tabir bahwa Haris Wirayuda yang merupakan anak Jamie Wirayuda yang selama ini diincar oleh Hilda dan dianggap penyebab kematian putra dan menantu Hilda yang merupakan orang tua Reihan adalah anak kandungnya.
Ketika Hilda mengetahui Haris adalah anaknya yang saat itu sedang berada diambang kematian karena perbuatan Hilda, Hilda menyelamatkannya. Dirinya sangat menyesal dan berdosa karena hampir saja membunuh putra kandungnya sendiri. Disitu pula terkuak bahwa Sakinah bukanlah anak kandung Haris
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama
Reyhan dan Sakinah terlihat sangat lelah karena perhelatan panjang. Mereka segera menuju ke kamar mereka.
Saat baru saja memasuki kamar, Sakinah begitu terkejut dan kagum dengan suasana kamar yang begitu romantis.
Dekorasi kamar pengantin minimalis berhias kelopak mawar untuk membuat bentuk hati yang indah dan romantis sebagai ide desain dekorasi kamar pernikahan untuk membuat ruang lebih nyaman dan romantis. Tak lupa cahaya lilin adalah elemen yang tidak boleh diabaikan menghidupkan suasana romantis pasangan pengantin baru itu.
Reyhan memulai malam pertama dengan memulai percakapan yang sangat indah pada pasangannya. Dirinya mengungkapkan perasaannya pada Sakinah.
"Sakinah, aku sangat senang sekali karena kita bisa bersatu dalam ikatan pernikahan ini."
Sakinah yang mendengarkan ucapan Reyhan hanya tersenyum sambil menundukkan kepala.
"Aku juga senang tuan Reyhan." Ucapnya sambil malu-malu.
Wajah gadis itu bersemu merah karena untuk pertama kali baginya ada seorang lelaki yang mengungkapkan perasaan padanya.
Sakinah memang tidak terlalu dekat dengan banyak lelaki tapi entah mengapa semenjak mengenal Reyhan dirinya begitu merasa nyaman dan tidak ingin berpaling pada lelaki manapun. Mungkin baginya Reyhan adalah cinta pertamanya.
"Jangan panggil tuan, panggil sayang gitu." Goda Reyhan pada wanita itu sambil menatap mata gadis itu.
Sakinah semakin malu dan menunduk dalam, wajahnya memerah dan dirinya menjadi salah tingkah karena gombalan Reyhan.
Reyhan merangkup wajah gadis itu kemudian mengarahkan wajah itu ke wajahnya. Menyatukan keningnya dengan kening wanita pujaannya itu.
"Terimakasih sayang karena telah menjadi bagian dari hidupku." Kemudian dirinya mengecup pucuk kepala gadis itu.
"Iya Reyhan, aku juga ingin mengucapkan terimakasih karena kau telah memilihku untuk menjadi pasangan hidupmu,"
Interaksi ringan yang dilakukan Reyhan dan Sakinah sejenak menciptakan suasana romantis, membuat keduanya merasa terbuka, mendapatkan rasa percaya diri, dan keamanan.
Tanpa terasa Sakinah mendekatkan dirinya pada Reyhan. Merasa pertama kali begitu dekat dengan lelaki membuatnya sedikit canggung, namun Reyhan menuntunnya untuk tidak gugup.
Reyhan mulai lebih mendekat pada Sakinah. Dia membuka miqab yang menutupi wajah cantik wanitanya, kemudian menyentuh dengan lembut pipi wanita itu.
Sakinah memejamkan mata mencoba menikmati setiap sentuhan diwajahnya. Tanpa ragu Reyhan memulai mencium pelan bibir mungil Sakinah.
Awalnya Sakinah sempat menolak karena malu, dirinya menundukkan kepalanya. Reyhan, semakin gemas melihat wanita itu terlihat malu-malu. Dia mengangkat dagu Sakinah sehingga mendongak keatas.
Kali ini mata mereka saling beradu pandang. Perasaan yang mendalam telah tercipta diantara keduanya.
Reyhan mencium perlahan bibir merah muda itu, dengan sangat lembut hingga lumatan dan gigitan kecil.
Ada getaran yang sulit diartikan oleh Sakinah saat pertama kali mendapatkan perlakuan dari lelaki yang berada dihadapannya itu. Namun perlahan dirinya mulai membalasnya.
Merasa semakin menikmati ciuman balasan yang diberikan Sakinah, lelaki itu menuntun wanitanya untuk berbaring berhadap-hadapan. Kedua insan yang telah menjadi pasangan yang sudah resmi menikah itu melakukan ritual malam pertamanya untuk yang pertama kalinya.
Sakinah masih belum percaya, malam ini ia akan menyerahkan dirinya pada pria yang baru saja mengucapkan lafaz ijab Qabul bersamanya tadi. Pria itu menyusuri tiap inci dari tubuhnya. Mulai dari bibir turun ke leher, kemudian turun hingga ke bagian yang sangat peka bagi dirinya. Saat tangan kekar itu membelai lembut bagian disana membuat tubuh gadis muda itu menegang dan Reyhan dapat merasakan bagian tubuh gadis itu mulai mengeras.
Reyhan tersenyum penuh kemenangan tatkala desahan keluar dari mulut wanitanya "Aaaaakkhh... Reyhan ..."
"Iya sayang apa kau menyukainya?" goda lelaki itu yang semakin gemas saat melihat tubuh wanita yang berada dibawahnya menggelinjang, bahkan tangan pria itu sudah mulai menjalar kebagian inti Sakinah dan wanita itu telah berhasil klimaks berkali-kali oleh prianya.
Pria itu terlihat begitu puas melihat wanitanya menikmati perbuatannya. Kini dia yang ingin dipuaskan. Reyhan yang mulai bergairah melepaskan pakaiannya dan Sakinah yang baru pertama kali melihat tubuh pria yang begitu sempurna seutuhnya di depan matanya, langsung menutup matanya dengan kedua tangannya. "Tidak perlu menutup mata seperti, mulai detik ini aku milikmu dan kau milikku, kau bebas melihat apapun dariku termasuk tubuhku ini," jelas Reyhan sambil menjauhkan kedua tangan Sakinah dari wajah cantiknya.
Gadis itu malu sekali menatap prianya, meskipun tidak dapat dipungkiri hatinya begitu mendambakannya. Sakinah ingin sekali menyentuhnya namun, rasa malu dihatinya begitu kuat hingga membuatnya hanya menggigit pelan bibirnya.
Reyhan yang melihat kegelisahan dalam diri istrinya langsung mengambil tangan cantik sang istri, perlahan dia mengusapkan tangan mungil yang lembut dan kuning Langsat itu ke wajahnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus, getaran didalam dada Sakinah semakin bergejolak saat tangan itu menyentuh wajah pria itu mulai dari hidung mancungnya yang begitu kokoh,hingga ke pipi, dan dagu. Sesaat Reyhan berhenti kemudian mencium pelan punggung tangan wanita itu, sungguh dia sangat mengagumi wanita itu.
Senyuman manis yang begitu menawan di wajah sang pria membuat dadanya semakin bergejolak bahkan nafasnya jadi naik turun saat ini. Lelaki itu semakin menggodanya, dia mengusapkan tangan itu ke lehernya, tubuhnya hingga perut, dan kali ini Reyhan tak mampu menguasai dirinya, "aaaakkkhh," suara berat dengan lenguhan panjang itu keluar begitu saja, membuat wanita yang berada dalam kungkungannya merinding. Tapi bukan karena takut, dia merinding karena suara itu membuat dirinya juga semakin berhasrat.
Reyhan semakin menggila dia mulai mengusapkan tangan gadis itu pada bagian vitalnya yang sedari tadi telah berdiri. Wanita itu terlonjak kaget saat pertama kali menyentuh benda kenyal itu. Reyhan tidak memperdulikan keterkejutan wanita itu, dia sekarang malah menuntunnya kebagian inti wanitanya.
Ada bunyi robekan yang keras dan rasa sakit menjalar ditubuh gadis itu. Namun, perlakuan lembut sang suami membuatnya merasakan kenikmatan hingga dirinya juga menginginkannya.
Perasaan senang bercampur bahagia pasti tidak dapat tertahankan pada momen itu dan menjadi masa-masa tak terlupakan.
Malam itu juga Sakinah resmi melepas kegadisannya untuk pria yang kini menjadi suaminya. Mereka melewati malam panjang itu dengan saling berpagut mesra dalam satu selimut.
***
Pagi harinya, layaknya pasangan pengantin baru, Reyhan dan Sakinah memulai hari bersama.
Setelah melalui malam pertama, mereka membersihkan diri dan bersiap ke ruang makan untuk sarapan bersama.
"Wah... pengantin baru sudah bangun. Pagi-pagi sekali kalian sudah bangun? Apa kalian tidak merasa lelah?" Goda Firza pada sepasang insan itu.
Sontak saja wajah Sakinah memerah karena ucapan Firza. Sementara Reyhan hanya menggelengkan kepala menanggapai candaan sahabat nakalnya itu.
"Hei apa yang kau katakan? Biarkan mereka makan dulu. Ayo Sakinah sini kita makan bersama." Ajak sang nenek pada menantu barunya itu.
"Ayo sayang kita bergabung disana." Ajak Reihan pada sang istri.
Sakinah mengikuti permintaan sang suami kemudian duduk bersama disatu ruang makan itu dan menikmati makanan yang telah dihidangkan diatas meja.
Mereka satu meja makan dengan Adelia dan juga Sahnaz.
Saat akan makan, sebagai seorang istri Sakinah mengambilkan makanan untuk Reyhan, tapi entah mengapa Adelia langsung menyerobot dan memberi makanan yang baru saja diambilnya untuk Reyhan.
"Reyhan, ini makanan untukmu." Ujarnya sambil memberikan makanan yang telah diambilnya pada Reyhan.
Para keluarga yang menyaksikan perbuatan Adelia terkejut. Bukankah itu tidak sopan? Adelia kan tahu saat ini Reyhan baru saja menikah dan sudah sepantasnya istrinyalah yang lebih berhak untuk melayani lelaki itu tapi mengapa Adelia yang melakukannya?
Walaupun saat itu mereka memang berada di hotel tapi sudah selayaknya yang melakukan itu adalah Sakinah.
Hilda dan Firza menatap aneh pada Adelia, merasa tidak setuju dengan perbuatan Adelia. Sedangkan Sakinah, tertegun dan mengurungkan niatnya untuk memberikan makanan yang telah diambilkannya untuk Reyhan.
Sahnaz tersenyum miring, mengejek Sakinah yang kalah cepat dari Adelia, Reyhan yang menyadari situasi yang kurang kondusif, segera angkat bicara.
"Maaf Adel, Sakinah sudah menyiapkan makanan untukku, jadi aku makan yang ini saja." Tukasnya sambil.mengambil makanan yang telah diambilkan Sakinah untuknya.
"Tapi aku sudah lebih dulu menyiapkannya."
Seakan tidak memperdulikan Sakinah dirinya tetap memaksa.
Reyhan jadi bingung, disatu sisi dia tidak ingin menyakiti perasaan istrinya disisi lain dia kasihan terhadap Adelia.
Dirinya hanya menatap pada Sakinah menunggu respon dari wanita cantik itu.
"Tidak mengapa Reyhan. Sebaiknya kau makan saja makanan yang telah dibuatkan Adelia untukmu. Biar makanan ini aku yang makan." Ujar Sakinah mencoba mengalah.
Firza menggelengkan kepala melihat kelakuan Adel yang absurd itu. Entah apa yang ada dipikiran gadis itu, semenjak aksi percobaan bunuh diri yang dilakukannya waktu itu, dia seakan tidak ingin melepaskan Reyhan darinya.
Bahkan setiap kali ada kesempatan Adelia selalu membuat Reyhan hanya terfokus pada dirinya. Seolah tidak ingin perhatian Reyhan beralih pada siapapun juga.
"Adelia, sekarang Sakinah adalah istri Reyhan biarkan dia yang melakukan kewajibannya." Tegur sang nenek pada gadis muda itu.
Adelia hanya menundukkan kepala dan mengerucutkan bibirnya, merasa tidak terima dengan sanggahan sang nenek.
Sedangkan Sahnaz terlihat kesal dengan sikap Hilda hanya saja dia tidak berani membantah. Dirinya hanya menggeram dan mengepalkan tangannya dengan kuat.
Reyhan segera mengambil makanan yang telah dihidangkan oleh Sakinah. Kemudian menyantap makanan itu. Sakinah memperhatikan Reyhan sangat suka makanan yang diberikannya, namun dirinya merasa tidak enak pada Adelia yang telah berusaha untuk Reyhan.
Dia melihat sendu pada gadis yabg berada dihadapannya. Gadis itu terlihat sedih dan malu dengan sikapnya.
Sakinah ingin berucap namun Firza menahannya dengan memberi kode. Firza menggelengkan kepala sambil menatap Sakinah seakan melarangnya untuk membela Adelia. Agar sang nenek tidak murka pada gadis itu.
Firza sangat memamhami situasi dan sifat sang nenek yang tidak suka dibantah.