Bercerita tentang Kirana Daneswari dan Nathaniel Adhiwiguna yang telah menjalin asmara sebagai sepasang kekasih sejak keduanya duduk di bangku SMP hingga bertahun tahun kemudian keduanya tak kunjung bersatu dalam pernikahan,Kirana sibuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang Dokter sedangkan Nathaniel sibuk dengan perusahaan ayahnya yang akan diwariskan padanya. Hingga suatu ketika sosok Erina Gunawan yang merupakan teman dekat Kirana hadir di tengah keduanya bahkan kedua orang tua Nathaniel berencana menjodohkan Nathaniel dengan Erina hingga akhirnya Nathaniel dan Kirana harus berpisah meski Kirana masih sangat mencintai Nathaniel.
5 Tahun berlalu siapa yang akan menduga bahwa Kirana akan kembali di pertemukan dengan Nathaniel namun dalam KEADAAAN yang SANGAT BERBEDA
Lantas bagaimankah kelanjutan kisah Kirana dan Nathaniel? Mampukah Kirana menerima kembali Nathaniel dalam hidupnya? Atau memilih untuk tetap melanjutkan hidup tanpa Nathaniel?
*NEW SICKMALE STORY*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PRINCESSNOVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah dari Mami Felicya
Sebuah villa di Bogor,
"Kita sudah sampai, Tuan'' ujar Kiev asisten Baswara
Hingga beberapa saat Baswara masih diam mematung di dalam mobilnya
Ada rasa ragu dan lainnya yang membuat Baswara masih berat melangkahkan kaki nya
Pria paru baya itu keluar dari dalam mobil dia menatap villa di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan
"Anda akan masuk, Tuan?"
Baswara hanya melirik sekilas asistennya itu lalu dengan langkah yang agak berat
Pria paru baya itu melangkah masuk ke dalam villa milik keluarganya
"Permisi ,Nyonya.Tuan Besar baru saja tiba di depan" ujar seorang pelayan
Felicya mengerutkan keninganya,wanita paru baya itu masih kesal dan sangat kecewa pada sang suami
Dia mendengus dengan kesal,baginya kehadiran Baswara di tempat ini adalah hal yang sangat tidak di harapkan
Namun tetap saja, Felicya ke depan untuk menyambut sang suami
"Felicya" ujar Baswara
Wajah Felicya terlihat sangat datar saat menyambut kedatangan sang suami
"Apa yang membawamu kemari, Baswara?" tanyanya terdengar dingin
Baswara tidak kaget lagi dengan sambutan dingin dari sang istri
"Aku ingin melihat putraku" sahut Baswara
Felicya berdecak kesal ,apa katanya? Putraku?
"He's your rival,your enemy not your son Bas!" ujar Felicya
Baswara memutar bola matanya dengan malas
"Aku tidak pernah menganggapnya seperti itu, Feli" sahut Baswara
"Tapi kamu yang membuat putraku menjadikanmu musuhnya Bas!"
"Karena perjodohan gila yang kamu atur dengan sahabatmu itu!" pekik Felicya
"Kau menyalahkanku untuk segalanya, Feli" sahut Baswara
Felicya menyeringai mendengar penuturan sang suami,dia tahu kalau suaminya itu tidak pernah mau disalahkan
"Lihatlah, Bas! Lihat!Wanita yang kau agung-agungkan menjadi menantumu,wanita yang kau bela mati-matian! Apa yang dia lakukan pada putraku?"
"Kau telah membawa seorang j*lang ke dalam hidup putraku, Bas! Kau lah yang telah menghancurkan hidup putraku! Kau yang merusak segalanya!"pekik Felicya
"Cukup, Felicya Hutomo! Berhenti menyalahkanku! Tanpa kau salahkan pun aku sudah tahu aku yang bersalah disini!" sahut Baswara kesal
Felicya berusaha mengontrol emosinya wanita itu diam sejenak untuk mengatur nafasnya yang memburu
"Andai kamu tidak bersikeras menikahkan putraku dengan wanita itu,andai kamu tidak memisahkan putraku dengan wanita yang sangat dia cintai,maka semua ini tidak akan terjadi"
"Hidup putraku akan berjalan dengan baik,dia akan berbahagia dengan pilihannya, Bas! Dia tidak akan semenderita ini!" Felicya terisak dengan semua penuturannya
Baswara hanya bisa diam memejamkan matanya,pria paru baya itu sebenarnya sadar dengan semua kesalahannya pada sang putra
Felicya mendekat ke depan Baswara mentapnya dengan tajam
"Kamu tahu apa penyesalan terbesarku ,Bas?"
"Penyesalan terbesarku adalah aku yang tidak membantu putraku memperjuangkan cintanya,aku tidak menyadari betapa dalam terlukanya jiwa putraku karena dipisahkan dengan wanita yang sangat dia cintai,belahan jiwanya!"
Felicya terdiam sejenak coba mengurai rasa sakit didadanya,hatinya selalu sangat sakit tiap kali membahas ini
"Andai waktu itu aku melawanmu, andai aku lebih tegas dan berani mungkin putraku tidak akan berakhir seperti ini!"
Baswara memalingkan wajahnya dari sang istri,pria itu cukup tercengang mendengarkan luapan isi hati sang istri
"Katakan apa yang harus aku lakukan untuk menebus dosaku pada kalian, Feli?" tanya Baswara
Felicya tersenyum remeh dengan pertanyaan itu, what the hell?
"Kembalikan putraku seperti sedia kala, bisa kamu melakukannya?" tantang Felicya
Baswara hanya diam tidak tahu harus menjawab apa
"Kamu tidak bisa kan?"
"Sekarang dengarkan aku baik baik, Bas! Aku tahu apa yang dibutuhkan oleh putraku,apa yang dia inginkan karena itu apapun yang akan aku lakukan nanti"
"Jangan pernah coba menghalanginya,karena aku tidak akan tinggal diam! Sampai kamu menghalangiku aku tidak akan segan untuk membunuhmu" ucap Felicya sungguh sungguh
Baswara benar benar tercengang tidak menyangka kalau istrinya yang anggun dan elegan akan berucap seperti itu
Keduanya mungkin akan masih terus berdebat jika saja Suster Hanum tidak menginterupsi mereka
"Permisi ,Nyonya"
"Saya baru saja menyelesaikan rutinitas pagi untuk Tuan Muda", ujarnya sopan
Felicya merapikan penampilannya menghapus jejak air mata pada kedua pipinya lalu berjalan menghampiri kamar di depannya
Wanita paru baya itu mengatur nafasnya sebelum ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar ini