Aku Tetap Mencintaimu Di Setiap Semesta

Aku Tetap Mencintaimu Di Setiap Semesta

Ana dan Nath

Nathaniel Baswara Adhiwiguna adalah seorang lelaki kaya raya yang tak hanya kaya tapi juga tampan,tubuhnya tinggi ,tegap dan proporsional terlihat sangat gagah saat ia berjalan,tak hanya itu Nathaniel atau yang biasa di panggil Nathan adalah seorang pewaris dari ADHIWIGUNA GROUP sebuah perusahaan besar yang di kelola oleh Baswara Adhiwiguna yang merupakan ayah kandung Nathan,sejak kecil Nathan sendiri sudah di didik dan disiapkan untuk menjadi pewaris utama dari perusahaan besar milik sang ayah.

Ibunya adalah Felicya Adhiwiguna seorang wanita yang dahulunya di kenal sebagai seorang model ternama yang dinikahi oleh Baswara Adhiwiguna dan memutuskan untuk pensiun dari dunia modeling lalu fokus untuk mengurus keluarganya, beliau adalah seorang wanita yang anggun dan elegan juga berkelas, parasnya sangat cantik dengan tubuhnya yang juga menawan tetap terjaga meski tak lagi muda, sungguh latar belakang keluarga yang luar biasa

Kendati demikian tak menjadikan Nathan sosok yang angkuh dan arogan, ia justru adalah seorang pemuda yang sangat dermawan dan rendah hati, meskipun memiliki watak yang keras dan tegas namun ia juga sebenarnya adalah orang yang berhati lembut

Nathan adalah seorang penganut katholik yang taat dan setia, ia tidak pernah berkhianat atau pun mengingkari ucapannya sendiri, ia adalah pemuda yang sangat dapat di percaya dan diandalkan

Sosok anak lelaki yang manis dan patuh pada kedua orang tuanya, sosok anak lelaki yang penyayang terutama pada sang mama

Sempurna itulah kata yang mampu menjabarkan hidup seorang Nathan, hidupnya sangat sempurna dengan berbagai kelebihan yang dia miliki, membuat wanita berbondong bondong untuk mendekati Nathan dan berusaha untuk merebut hatinya.

Tak sedikit wanita dari kalangan atas sama seperti dirinya seringkali berusaha melakukan segala macam cara hanya untuk mengenal seorang Nathaniel Baswara Adhiwiguna

Tapi tentu saja tidak satupun dari mereka berhasil merebut hati seorang Nathan ya karena hati Nathan telah terpatri abadi oleh satu nama yaitu Kirana Maharani Daneswari yang merupakan kekasih hati Nathan, pacar Nathan sejak kelas 1 SMP hingga sekarang keduanya telah sama sama dewasa

Kirana Maharani Daneswari adalah seorang wanita berparas cantik,berpenampilan anggun dan elegan juga seorang wanita yang berasal dari keluarga terpandang, Kirana adalah putri tunggal dari seorang perwira TNI-AD, ayahnya adalah seorang perwira berpangkat Mayor Jenderal atau Mayjen bintang 2 di TNI-AD yang bernama Herlangga Daneswari, sedangkan ibunya yaitu Maharani Daneswari adalah seorang wanita yang juga memiliki latar belakang keluarga yang tidak sembarangan, ibunya adalah pemilik dari salah satu rumah sakit ternama di Ibu Kota sekaligus berprofesi menjadi seorang Dokter,Kirana sendiri memutuksan untuk mengikuti jejak sang ibu dan menjadi seorang Dokter.

Dengan latar belakang seperti itu tentu saja Tamara sangat pantas jika bersanding dengan seorang Nathan tak heran hubungan keduanya sangat langgeng meski sudah bertahun tahun bersama

Bagi Nathan sendiri Kirana adalah cinta pertamanya yang ia temui saat berada dibangku kelas 1 SMP, Kirana adalah wanita pertama yang mampu membuat Nathan jatuh cinta, membuatnya jatuh sedalam dalamnya hingga ia tidak bisa berhenti mencintai Kirana meski telah bertahun lamanya.

Begitupun Kirana, baginya Nathan adalah cinta pertamanya lelaki pertama yang membuatnya jatuh hati hingga sejatuh jatuhnya, hingga ia tak mampu berpaling dari Nathan walau hanya sesaat.

Namun meskipun sudah lama bersama dan juga saling mencintai dengan sangat dalam satu sama lain, hubungan Nathan dan Kirana seolah tidak ada kemajuan dan terus bertahan di satu titik

Bukan karena tidak cinta ataupun tidak ingin bersama, tapi karena keadaan yang membuat segalanya seolah sangat rumit.

Jika Nathan adalah seorang penganut katholik yang taat maka Kirana adalah seorang gadis muslim sejak lahir, meski ia bukanlah seorang yang sangat agamis namun tetap saja ia tidak mungkin berpaling dari Tuhannya

Dengan perbedaan besar ini tentulah menjadi satu tembok penghalang yang tinggi dalam hubungan keduanya, satu perbedaan yang menjadi jurang pemisah bagi keduanya

Kendati Demikian baik Nathan dan Kirana sama sama tidak mampu untuk berpisah satu sama lain, mereka tdak mampu untuk saling meninggalkan dan tetap bertahan meski dalam perbedaan ini.

Lalu bagaimanakah nasib hubungan keduanya nanti? Di tengah tengah perbedaan keyakinan yang sangat besar, mampukah mereka bertahan? Atau kah harus berpisah karena perbedaan yang memisahkan

Bagaimanakah Nathan dan Kirana memperjuangkan cinta mereka?

*****************************

Seorang wanita terlihat berjalan dengan buru buru memasuki sebuah rumah sakit setelah ia memarkirkan mobilnya pada parkiran rumah sakit, wanita itu berjalan dengan ngos ngosan sambil berusaha merapikan baju dan rambutnya

"Huftt akhrinya aku sampai, syukurlah masih ada waktu 2 menit sebelum aku terlambat", ujar wanita itu sebelum memasuki ruangan di depannya

Wanita itu membuka pintu dan ia sudah disambut oleh beberapa rekannya yang lain, seorang wanita menyapanya

"KIRAN!! akhirnya kamu datang, kamu tahu tidak aku sudah sangat panik menunggumu , aku takut kamu akan terlambat lagi Ki!,", ujar wanita itu pada Kirana, ya wanita yang masuk dengan terburu buru itu adalah Kirana

"Hhehe maaf, aku bangun kesiangan pagi ini, oh ya Dokter Danu belum datang kan?", tanya Kirana sambil memindai sekeliling ruangan itu

"Saya disini Kirana Daneswari", ujar seorang pria yang berhasil menginterupsi Kirana, gadis berusia 25 tahun itu langsung menoleh ke arah sumber suara

Ia hanya nyengir saja sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal

"Eh Dokter, saya ngga telat kan Dok? Ini masih ada waktu 2 menit sampai pukul 8", ujar Kirana sambil menunjukkan jam tangannya.

Dokter Danu hanya geleng geleng saja, ia lalu menyuruh Kirana dan rekannya bersiap karena mereka harus melakukan kunjungan pada pasien

Setelah bersiap Kirana dan Syifa dua rekan magang di bawah Dokter Danu lalu mulai berjalan mengikuti Dokter Danu di belakangnya, mereka sudah menyiapkan buku catatan disaku masing masing.

KIRANA menjadi Dokter Internship sudah 6 bulan ini, ia magang di salah satu rumah sakit besar di Yogyakarta, ia berada di bawah pengarahan Dokter Danu seorang spesial bedah saraf, sama seperti cita citanya yang ingin menjadi seorang Dokter Spesialis Bedah Saraf

Saat ini Kirana mendampingi Dokter Danu melakukan visit di salah satu pasien yang baru saja selesai melakukan operasi di kepalanya dan baru saja sadarkan diri semalam

Pasien yang seorang anak remaja lelaki berusia 16 tahun itu terus manatap Tamara tanpa sedikitpun berkedip, ia menatap kagum ke arah Kirana

Kirana tentu saja sadar bahwa pasiennya itu terus memperhatikannya, Kirana hanya tersenyum senyum saja lalu ia menyapa

"He kenapa kamu terus melihatku begitu hemm?", tanya Kirana yang sukses membuat bocah itu kelagapan dan malu bahkan wajah tampannya sudah memerah seperti kepiting rebus

Karena belum bisa bicara normal maka bocah itu hanya diam dan menggeleng pelan, ia memalingkan pandangannya ke arah lain

Kirana lalu memegang tangan bocah itu ia berusaha menyamangati pasien nya itu

"Hei, Riko kan namamu? Kamu yang semangat ya! Kamu tenang saja, kondisimu baik kok nanti seiring terapi yang akan kamu jalani aku yakin kamu bisa segera pulih", ujar Kirana sambil memberikan semangat pada bocah itu

Ia bahkan memberikan hadiah berupa gantungan kunci pada Riko katanya supaya Riko jadi lebih semangat

Mendapatkan semangat dan hadiah dari Kirana membuat Riko jadi kegirangan bocah remaja itu mengembangkan senyumnya dengan sempurna, ia menatap penuh kagum pada sosok Kirana

Dokter Danu yang melihat kehangatan itu juga ikut tersenyum, mesik ia berusaha keras untuk menyembunyikan senyumnya namun Dokter Danu tidak bisa menampik kebaikan dan kehangatan hati seorang Kirana.

Akhirnya Dokter pamit dari ruangan Riko dan memutuksan untuk melanjutkan kunjungan pada pasien yang lain

Setelah jadwal kunjungan akhirnya jam kana siang pun tiba, Kirana bersama Syifa berjalan bersama menuju kantin rumah sakit

Tamara merebahkan tubuhnya pada sebuah kursi dimana di tempat itu beberapa Dokter magang lain sudah berkumpul

"Kamu terlihat kelelahan Kirana, APA YANG KAMU LAKUKAN HARI INI?", Tanya seorang Dokter lelaki pada bernama Irfan pada Kirana

Kirana enggan menjawab dia masih sangat lelah dan lapar, jadi Syifa yang mewakili dan menjawab pertanyaan Irfan

"Biasa dia habis kena semprot dari Dokter Danu lagi", ujar Syifa santai

Sedangkan Kirana hanya melirik malas kearah Irfan dan Syifa, ia lalu mengeluarkan ponsel dari sakunya ia menatap layar ponsel yang menampilkan fotonya bersama Nathan sang kekasih senyum Kirana mengembang seketika begitu melihat foto itu ia lalu mengusapnya dan memeluk ponselnya seperti memeluk orang

Teman temannya yang melihat ia hanya bergidik ngeri saja, dasar bucin baru LDR sebentar saja sudah kayak apa gitu

"Ki, sepertinya kamu itu kangen sama Nathan makanya kamu jadi ngga fokus dan sering kena semprot Dokter Danu", ujar SYIFA santai

"Dasar Bucin, baru LDR JOGJA-JAKARTA aja dah kayak LDR INDO-BELANDA", sahut Nisa rekan Kirana yang lain

Mendengar ocehan teman nya Kirana hanya melengos saja dia benar benar malas menanggapi, mereka tidak tahu saja meski LDR JOGJA-JAKARTA tapi tetap saja terasa sangat jauh apalagi Tamara selalu terbiasa bersama NATHAN dan ia sangat merindukan sang kekasih saat ini

Rasanya ia tidak sabar untuk segera mendapatkan jatah liburnya, ia ingin pulang dan bertemu Nathan juga kedua orang tuanya, padahal selama LDR ini Nathan sering menghampiri Kirana ke Joga setiap seminggu sekali tiap weekend Nathan akan selalu menyempatkan waktu untuk bersama dengan Tamara

Kirana menatap senduh ponselnya, ia sedih karena sejak tadi Nathan belum mengirimkan pesan apapun padanya, padahal biasanya Nathan sangat rajin mennghubungi Kirana bahkan saat Kirana belum sempat membalas pesan dari NATHAN maka pemuda itu akan SPAM CHAT padanya, jadi kenapa sekarang tidak ada pesan apa apa? Ah Nathan mungkin sedang sibuk saja pikir KiranA.

Malamnya setelah Sholat Maghrib akhrinya Kirana bersiap untuk pulang, ia mulai merapikan barang barangnya dengan lesu, ia sedang sangat lelah saat ini setelah jam makan siang ada banyak hal terjadi padanya

Ia kembali merogoh ponsel di sakunya dan masih sama ternyata Nathan belum menghubunginya seketika membuat pikiran Kirana mulai buruk pada sang kekasih, ia tetap berusaha menutupi segala pikiran buruknya

Kirana bangkit dan mulai bersiap meninggalkan ruangannya, saat tiba tiba Syifa yang berlari muncul dan mengagetkan Kirana

"Astaga Syif!! Kamu itu loh mengagetkan aku saja loh", ujar Kirana kesal

"KIRAN!!, AKU yakin kamu tidak akan kesal setelah kamu tahu siapa yang sudah menunggumu di bawah", ujar Syifa penuh semangat

Sayangnya Kirana sangat malas untuk menanggapinya ia hanya memutar bola matanya malas dan menjawab

"Haha benarkah? Tapi aku tidak tertarik", ujar Kirana cuek ia lalu melangkah untuk meninggalkan ruangan

Tepat sebelum Kirana berhasil melangkah keluar, langkahnya tiba tiba terhenti begitu mendengar perkataan Syifa

"NATHAN!! Dia ada di bawah KIRAN! Dia datang untuk menjemputmu!!", ujar Syifa dengan semangat

Seketika Kirana membeku ia tidak salah dengar kan? Nathan? Sang pacar ada di depan? Tanpa menunggu aba aba Kirana langsung berlari kegirangan ia sudah tidak sabar untuk menemui sang pujaan hati.

Kirana berlari hingga ngos ngosan untuk menemui sang pacar yang sudah menunggunya di bawah, ia bahkan sangat tidak sabar saat lift serasa bergerak lambat baginya.

"TINGG" LIFT yang dinaiki Kirana akhirnya tiba di lobby rumah sakit, ia dengan cepat melangkahkan kakiknya keluar ia memindai sekitar dan berhasil menemukan sosok Nathan  yang sudah berdiri menunggunya tepat di depan pintu rumah sakit, dengan segera Kirana berlari ke arah Nathan

Gadis itu berlari sambil merentangkan kedua tanganya, sementara Nathan yang melihat kemunculan Kirana yang telah berlari lalu ikut merentangkan tangannya untuk menerima pelukan dari Kirana

Dan BRUGHH! Tubuh Kirana menghambur ke dalam dekapan Nathan ia memeluk erat Nathan begitupun sebaliknya, keduanya berpelukan dengan erat tanpa mempedulikan orang orang yang mulai melihati mereka

"NATHAN!! Aku benar benar merindukanmu", ujar kirana pada Nathan

"Aku juga sangat merindukanmu Ana aku sangat merindukanmu,makanya aku berada disini sekarang dalam pelukanmu", ujar NATHAN sambil  mengecup pucuk kepala Kirana

Kirana lalu melonggarkan pelukannya dan menatap intens wajah sang pacar yang terlihat sangat tampan

"Tapi kenapa kamu tidak bilang padaku?Kenapa tidak bilang kalau kamu mau kesini? Bahkan kamu tidak menghubungiku seharian ini", ujar Kidana sambil memajukan bibirnya

Nathan sangat gemas dengan tingkah wanitanya ini, ia lalu mencubit gemas pipi Tamara dan berkata

"SAYANGKU,CINTAKU ANA ku, aku ini ingin memberikan kejutan padamu, makanya aku sengaja tidak menghubungimu, aku ingin tiba tiba muncul begini dan membuatmu senang sayang", ucap Nathan dengan sangat lembut

"Sungguh seperti itu? Bukan karena kamu sudah bosan padaku? atau jangan jangan kamu sudah menemukan wanita lain selama aku di Jogja, makanya kamu berpaling?", ujar Kirana yang mulai berdrama

NATHAN hanya geleng geleng saja dengan pikkirann pacarnya itu HEMM DRAMA lgi batin NATHAN

Nathan dengan cepat meraih wajah Tamara dengan kedua tangannya lalu berkata , "Tak akan ada cinta yang lain, Tak akan ada wanita yang lain Hanya kamu seorang, HANYA kamu Ana ,hanya kamu yang akan selamanya bertahta dalam hatiku di hidupku dan aku yakin kamu juga tahu itu", ucap Nathan dengan sangat tulus

Kirana meleleh seketika ia mendengar ucapan Nathan, gadis itu lalu tersenyum manis ia menatap Nathan penuh cinta dan mengencangkan pelukannya

Nathan lalu kembali mencubit gemas pipi sang pujaan hati dan berkata "Sudah ayo masuk ke dalam mobil Tuan Putri, cacing di perutmu itu pasti sudah sangat lapar dan meminta dikasih makan", ucap Nathan

Ia lalu membukakan pintu untuk Kirna dan mempersilahkan gadis itu masuk duluan, baru ia segera berlari masuk ke dalam mobil menyusul Kirana

Sekarang Nathan sudah duduk di kursi kemudi, ia menoleh dan menggenggam tangan Tamara, "Tuan Putri mau makan apa? Apapun yang Tuan Putri inginkan akan saya turuti malam ini", ujar Nathan lalu mengecup manis punggung tangan sang pujaan hati

Kirana hanya tersenyum dan tersipu mendapat perlakuan manis Nathan ia hanya menjawab terserah Nathan saja, heem kebiasaan para wanita memang.

Akhirnya Nathan mengemudikan mobilnya untuk meninggalkan area rumah sakit, mobil itu berjalan dengan perlahan.

Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mobil yang dikendarai Nathan tiba disebuah restoran,Nathan dengan segera turun untuk membukakan pintu untuk Kirana

Ia membukakan pintu sambil menundukkan tubuhnya ala ala pelayan pada majikannya dan berkata , "Silahkan Tuan Putri"

Kirana memarahi Nathan dan meminta dia untuk berhenti menggodanya begitu, ia takut kalau orang orang berpikir Nathan memang pelayannya, Nathan cemberut mendengar penuturan Kirana

"Yang benar saja lagipula mana ada pelayan setampan ini? Tidak akan ada yang berpikir begitu sayang", ucap Nathan pada sang kekasih

Kirana hanya geleng geleng saja ia lalu berkata, "Ada! Awas saja kalau kamu menggodaku begitu, nanti aku akan benar benar mengakuimu sebagai pelayanku pada semua orang", ujar Kirana mengancam Nathan ia lalu dengan cepat melangkah masuk duluan meninggalkan Nathan yang masih membeku mendengar ancaman Tamara

"ANA!! Tunggu jangan tinggalkan aku sayang, baiklah tidak akan ku ulangi lagi, ANA tunggu dong", teriak Nathan pada Kirana yang berjalan kian menjauh

Nathan lalu menyerahkan kunci mobilnya pada petugas parkir dan mulai melangkah masuk menyusul Kirana

TBC

*HALLO INI ADALAH KARYA PERTAMAKU DISINI,AKU MOHON BANGET DUKUKANNYA UNTUK KARYAKU INI YA, JANGAN LUPA KRITIK DAN SARAN UNTUK KAYA KU INI,SUPAYA KEDEPANNYA AKU BISA MEMBERIKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI TERIMAKASIH*

Terpopuler

Comments

Mukmini Salasiyanti

Mukmini Salasiyanti

Hmmmmmmm

2023-11-12

0

Erni Fitriana

Erni Fitriana

lanjutttttttt

2023-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Ana dan Nath
2 Tanpa Kepastian
3 ABSTRAK
4 Tidak akan mendapat restu
5 Aku Milikmu [ 21+ ]
6 Rencana Perjodohan
7 Rencana Jahat
8 Awal sebuah Perpisahan
9 Runtuh
10 Runtuh [ part 2 ]
11 Harus Melangkah
12 Syarat dari Papi
13 Kepergian Kirana
14 Kirana sudah pergi, Nathaniel
15 Keputusan Nathan
16 Perubahan Nathaniel
17 Nathan ingin menghancurkan Baswara
18 3 Tahun Berselang
19 Setelah 5 Tahun
20 Keenan, semangatku
21 Mama Keenan
22 Kamu baik-baik saja,kan?
23 Amarah dari Mami Felicya
24 Kondisi Nathan
25 Janji dari Mami
26 Liburan sederhana
27 Bertemu orang dari masa lalu
28 Luka di hati Kirana
29 Perjuangan Kirana tanpa Nathan
30 Kedatangan Dokter baru
31 Bayi Besar
32 Yang Nathan butuhkan
33 Nevan jadi pengganti
34 Taman Bermain
35 Alergi Udang
36 Mengurus Nathan
37 Hanya Kirana yang dia mau
38 Parfum Papa
39 Benci tapi Rindu
40 Ulang Tahun Papa
41 Kue Ulang Tahun
42 Segera bawa Kirana
43 Mengandung dan Melahirkan bukanlah sebuah Dosa
44 Keenan salinan Nathan
45 Sebuah Tawaran
46 Aku Harus apa sekarang?
47 Hilangnya sebuah kebanggaan
48 Halangan
49 Darah lebih Kental daripada Air
50 Keputusan Kirana
51 Keenan mau diajak ke Jakarta
52 Selamat Tinggal Kirana dan Keenan
53 Smoothies
54 Tiba di Jakarta
55 Makan Malam Keluarga
56 Menggantikan Richard
57 Terguncang
58 Maafkan Papi
59 Amarah Kirana
60 Aku yang berdosa
61 Perjalanan ke Bogor
62 Drop
63 Semangat Hidup Nathan
64 Sebuah Kebenaran
65 Perjuangan
66 Segala Kesalahpahaman itu lenyap
67 Aku Disini
68 Lepasnya Rindu itu
69 Terimakasih, Dokter Aidan
70 Bucin
71 Kamu Harus sembuh
72 Berhak Bahagia
73 LDR
74 Memohon
75 Sebagai Dokter dan Pasien
76 Doakan Papa
77 Sebuah Tatto
78 Pemiliknya
79 Kabur
80 Ada aku disini
81 Mandi
82 Ketahuan?
83 Mengingatmu
84 Bukan Keinginan Nathan
85 Masih Sulit untuk Menerima
86 Sesuap
87 Janji
88 Sudah Pernah Merasakan
89 Nathan Berhak Tahu
90 Sosok Papa dalam pikiran Keenan
91 Sebuah Kunci
92 Harus Rajin Terapi
93 Terapi yang menyebalkan
94 Harus Pulang
95 Keenan marah sama Mama
96 Keenan Siap bertemu Papa
97 Tidak Tenang
98 Pertemuan Pertama Ayah dan Anak
99 Keenan takut sama Paman
100 Nathan Harus Tahu
101 Papa
102 Bermimpi
103 Nathan ingin pergi
104 Jangan Menangis, Papa
105 Perbedaan
106 Menempel dengan Papa
107 Keenan anak yang kritis
108 Berjuang bersama
109 Nanti Kirana ku ambil
110 Penentangan dari Herlangga
111 Rewel
112 Kesempurnaan
113 Pilihan ada di tanganmu
114 Nathan dan Keenan
115 Karena Terlalu mencintai ciptaannya
116 Ulang Tahun Keenan yang ke 5
117 Yang akan mengalah?
118 Mulai membaik
119 Berdamainya Ayah dan Anak
120 Pulang
121 Cara untuk merobohkan benteng
122 Biar Aku Yang Mengalah, ikuti caramu
123 Insecure nya Nathan
124 Melamarmu
125 Setelah belasan Tahun lamanya
126 Hari Baru Bersamamu
127 Keenan bucinnya Papa
128 Rumah Impian Kirana
129 Masih tidak terasa nyata
130 Pengasuh baru untuk Keenan
131 Anugerah
132 Harta Terindah
133 Biarkan Hama itu Menghilang
134 Ingin Berguna
135 Ngidam ala Kirana
136 5 Bulan berselang
137 Cepatlah besar, Matahariku
138 Malaikat
139 Amarah Nathan
140 Rasa sakit Kirana
141 Hukuman untuk Keenan
142 Ceroboh
143 Palsu
144 Kirana Menghilang
145 Pencarian terhadap Kirana
146 Dendam
147 Mama Erina
148 Upaya Penyelamatan
149 Berakhirnya Dendam
150 Pesan Terakhir
151 Pilihan yang sulit
152 Menyalahkan diri sendiri
153 Cintanya Papa
154 Cinta yang sempurna
155 Waktu
156 Terimakasih karena kembali
157 Pulang
158 Aku mohon bantu aku
159 Taman Bermain
160 Apapun akan diusahakan
161 Berobat
162 Keegoisan Kirana
163 Ulang Tahun Keenan dan Kayla
164 Tidak akan ada cinta setulus Nathan
165 Dari Nathan, untuk Kirana
166 Gelato
167 Dewasa karena keadaan
168 Hanya Rindu
169 Mama Sibuk Terus
170 Kangen Kamu
171 Aroma Tubuhnya
172 Final Chapter
173 I LOVE YOU IN EVERY UNIVERSE
174 Bonus Chapter 1
175 Bonus Chapter 2
176 Bonus Chapter 3
177 Bonus Chapter 4
178 Bonus Chapter 5
179 Bonus Chapter ( Keajaiban? )
180 Bonus Chapter ( Kejutan di Bali )
181 Bonus Chapter ( Pantai )
182 Bonus Chapter ( Ulang Tahun Perusahaan )
183 Bonus Chapter ( Pernikahan )
184 EPILOG
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Ana dan Nath
2
Tanpa Kepastian
3
ABSTRAK
4
Tidak akan mendapat restu
5
Aku Milikmu [ 21+ ]
6
Rencana Perjodohan
7
Rencana Jahat
8
Awal sebuah Perpisahan
9
Runtuh
10
Runtuh [ part 2 ]
11
Harus Melangkah
12
Syarat dari Papi
13
Kepergian Kirana
14
Kirana sudah pergi, Nathaniel
15
Keputusan Nathan
16
Perubahan Nathaniel
17
Nathan ingin menghancurkan Baswara
18
3 Tahun Berselang
19
Setelah 5 Tahun
20
Keenan, semangatku
21
Mama Keenan
22
Kamu baik-baik saja,kan?
23
Amarah dari Mami Felicya
24
Kondisi Nathan
25
Janji dari Mami
26
Liburan sederhana
27
Bertemu orang dari masa lalu
28
Luka di hati Kirana
29
Perjuangan Kirana tanpa Nathan
30
Kedatangan Dokter baru
31
Bayi Besar
32
Yang Nathan butuhkan
33
Nevan jadi pengganti
34
Taman Bermain
35
Alergi Udang
36
Mengurus Nathan
37
Hanya Kirana yang dia mau
38
Parfum Papa
39
Benci tapi Rindu
40
Ulang Tahun Papa
41
Kue Ulang Tahun
42
Segera bawa Kirana
43
Mengandung dan Melahirkan bukanlah sebuah Dosa
44
Keenan salinan Nathan
45
Sebuah Tawaran
46
Aku Harus apa sekarang?
47
Hilangnya sebuah kebanggaan
48
Halangan
49
Darah lebih Kental daripada Air
50
Keputusan Kirana
51
Keenan mau diajak ke Jakarta
52
Selamat Tinggal Kirana dan Keenan
53
Smoothies
54
Tiba di Jakarta
55
Makan Malam Keluarga
56
Menggantikan Richard
57
Terguncang
58
Maafkan Papi
59
Amarah Kirana
60
Aku yang berdosa
61
Perjalanan ke Bogor
62
Drop
63
Semangat Hidup Nathan
64
Sebuah Kebenaran
65
Perjuangan
66
Segala Kesalahpahaman itu lenyap
67
Aku Disini
68
Lepasnya Rindu itu
69
Terimakasih, Dokter Aidan
70
Bucin
71
Kamu Harus sembuh
72
Berhak Bahagia
73
LDR
74
Memohon
75
Sebagai Dokter dan Pasien
76
Doakan Papa
77
Sebuah Tatto
78
Pemiliknya
79
Kabur
80
Ada aku disini
81
Mandi
82
Ketahuan?
83
Mengingatmu
84
Bukan Keinginan Nathan
85
Masih Sulit untuk Menerima
86
Sesuap
87
Janji
88
Sudah Pernah Merasakan
89
Nathan Berhak Tahu
90
Sosok Papa dalam pikiran Keenan
91
Sebuah Kunci
92
Harus Rajin Terapi
93
Terapi yang menyebalkan
94
Harus Pulang
95
Keenan marah sama Mama
96
Keenan Siap bertemu Papa
97
Tidak Tenang
98
Pertemuan Pertama Ayah dan Anak
99
Keenan takut sama Paman
100
Nathan Harus Tahu
101
Papa
102
Bermimpi
103
Nathan ingin pergi
104
Jangan Menangis, Papa
105
Perbedaan
106
Menempel dengan Papa
107
Keenan anak yang kritis
108
Berjuang bersama
109
Nanti Kirana ku ambil
110
Penentangan dari Herlangga
111
Rewel
112
Kesempurnaan
113
Pilihan ada di tanganmu
114
Nathan dan Keenan
115
Karena Terlalu mencintai ciptaannya
116
Ulang Tahun Keenan yang ke 5
117
Yang akan mengalah?
118
Mulai membaik
119
Berdamainya Ayah dan Anak
120
Pulang
121
Cara untuk merobohkan benteng
122
Biar Aku Yang Mengalah, ikuti caramu
123
Insecure nya Nathan
124
Melamarmu
125
Setelah belasan Tahun lamanya
126
Hari Baru Bersamamu
127
Keenan bucinnya Papa
128
Rumah Impian Kirana
129
Masih tidak terasa nyata
130
Pengasuh baru untuk Keenan
131
Anugerah
132
Harta Terindah
133
Biarkan Hama itu Menghilang
134
Ingin Berguna
135
Ngidam ala Kirana
136
5 Bulan berselang
137
Cepatlah besar, Matahariku
138
Malaikat
139
Amarah Nathan
140
Rasa sakit Kirana
141
Hukuman untuk Keenan
142
Ceroboh
143
Palsu
144
Kirana Menghilang
145
Pencarian terhadap Kirana
146
Dendam
147
Mama Erina
148
Upaya Penyelamatan
149
Berakhirnya Dendam
150
Pesan Terakhir
151
Pilihan yang sulit
152
Menyalahkan diri sendiri
153
Cintanya Papa
154
Cinta yang sempurna
155
Waktu
156
Terimakasih karena kembali
157
Pulang
158
Aku mohon bantu aku
159
Taman Bermain
160
Apapun akan diusahakan
161
Berobat
162
Keegoisan Kirana
163
Ulang Tahun Keenan dan Kayla
164
Tidak akan ada cinta setulus Nathan
165
Dari Nathan, untuk Kirana
166
Gelato
167
Dewasa karena keadaan
168
Hanya Rindu
169
Mama Sibuk Terus
170
Kangen Kamu
171
Aroma Tubuhnya
172
Final Chapter
173
I LOVE YOU IN EVERY UNIVERSE
174
Bonus Chapter 1
175
Bonus Chapter 2
176
Bonus Chapter 3
177
Bonus Chapter 4
178
Bonus Chapter 5
179
Bonus Chapter ( Keajaiban? )
180
Bonus Chapter ( Kejutan di Bali )
181
Bonus Chapter ( Pantai )
182
Bonus Chapter ( Ulang Tahun Perusahaan )
183
Bonus Chapter ( Pernikahan )
184
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!