Allea, gadis SMA yang sangat berprestasi semasa sekolah. Allea terlahir sebagai anak bungsu dari keluarga yang kaya dan serba berkecukupan.
Dibalik Kehidupan Allea bak putri raja, ternyata Allea sudah dijodohkan sejak kecil. Lalu bagaimana Allea akan melanjutkan mimpi-mimpinya dan bagaimana kelanjutan Allea dalam Perjodohan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anne Chellyca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Cinta Kamu
Allea dan Gibran sedang berkeliling di sebuah toko pakaian di Mall. Setelah selesai foto prewedding Gibran memberitahu Allea bahwa malam ini Gewa dan Dewi mengajaknya untuk makan malam di sebuah restoran. Dengan terpaksa Allea mengiyakan dan sekarang mereka sedang mencari sebuah gaun yang akan dikenakan Allea nanti malam. Awalnya Allea sudah menolak karena Allea sudah punya banyak pakaian yang belum pernah digunakan dari Dewi namun Gibran tetap memaksa dan beralasan diminta oleh maminya, Dewi.
Dengan santai Allea berkeliling ditemani oleh Gibran. Sudah setengah jam namun belum ada yang menarik hatinya sehingga Gibran mulai jenuh.
"Belum nemu ya Le?" ucap Gibran memperhatikan raut wajah Allea.
"Belom! Gak usah yuk kak, Lea juga kan punya baju di kost!" ucap Allea namun karena Gibran cemberut ia pun merasa tak enak.
"Yaudah kita tanya Mbak itu aja" ucap Allea akhirnya.
"Iya" sahut Gibran. Sebenarnya Gibran sangat malas menemani perempuan berbelanja namun karena maminya memaksa ia harus menemani Allea membeli sebuah gaun.
"Maaf mba, saya mau gaun keluaran terbaru dong" ucap Allea pelan.
"Mari dek" ucap pelayan tersebut melihat Allea menggunakan seragam sekolah. Ia menunjukkan sebaris gaun yang sangat mencuri perhatian Allea. Ia mengambil sebuah gaun berwarna Navy dengan aksen putih pada leher bawahannya. Ia melirik Gibran.
"Itu?" tanya Gibran penuh penekanan, terlihat sekali Gibran sudah sangat bosan.
"Ho'oh! Jangan galak-galak dong kak, nanti kak Risya gak mau sama kakak!" ucap Allea cengengesan.
Gibran hanya terdiam dan memikirkan ucapan Allea. Ia berjalan ke kasir dan membayar gaun milik Allea.
"Makasih mba" ucap Allea menerima paper bag gaunnya. Di dalamnya juga terselip bill belanjaannya.
'Tiga juta? Gaun tadi harganya tiga juga? Gila!' batin Allea lalu menatap Gibran tak enak.
"Kenapa?" tanya Gibran menyadari raut muka Allea.
"Gaunnya mahal banget ya kak?" tanya Allea cengengesan.
"Emang harganya berapa?" tanya Gibran. Gibran tak mengetahui harganya karena sebelum kasir menyebutkannya ia sudah memberikan sebuah Gold Card.
"Tiga Juta kak, Sumpah Lea gak tau kalo gaunnya semahal itu" Allea.
"Ohh...Gak papa, segitu doang kok" ucap Gibran santai bagai di pantai. Allea tak menanggapi ucapan Gibran, ia sibuk mengutuki dirinya sendiri yang tidak melihat harga gaun itu terlebih dahulu. Dasar Gaun! 👗
Gibran masih terlihat banyak berpikir hingga mereka tiba di pinggir gang tempat tinggal Allea.
"Lea, kamu jangan bahas Risya terus ya, kakak jadi merasa bersalah sama kamu. Kita kan sebentar lagi menikah, gak seharusnya kakak seperti itu. Sudahlah kamu pulang, nanti kakak jemput jam 7 ya" ucap Gibran lalu masuk kedalam mobilnya.
Allea diam mematung memandangi mobil Gibran yang semakin menjauh, mendadak otak cerdasnya menjadi be*go karena mencerna ucapan Gibran.
"Maksudnya apaan si?" gumam Allea sembari berjalan memasuki gang.
"Allea!" panggil seseorang sehingga Allea memutar badannya melihat orang tersebut.
"Eh Jona, ngapain?" tanya Allea ramah.
"Gue cuman lewat tadi, karena ngeliat Elo jalan makanya gue berhenti" tutur Jona. Allea hanya be'OH ria menanggapi Jona. Karena merasa tak ada yang penting ia pun pamit.
"Yaudah Jon, gue duluan ya" ucap Allea namun tangannya ditahan oleh Jona.
"Tunggu Le, gue mau ngomong" ucapnya. Karena Allea menatap tangannya ia pun melepaskan genggamannya.
"Apa?" tanya Allea polos.
"Lo kok tinggal disini?" tanya Jona.
"Ohh gapapa, gue mau mandiri aja" ucap Allea.
"Jangan bohong Le, gue tau kok kalo Elo diusir sama mami Lo dan gue juga tau yang barusan nganterin elo itu calon suami yang dipilih mami Elo!"
Allea tertegun mendengar semua perkataan Jona, Jona mengetahui tentang kehidupannya.
"Gue juga tau Elo mau kabur dari pernikahan itu" bisik Jona membuat wajah Allea seketika memucat.
Allea lalu menarik Jona menuju kamar kostnya lalu menutup pintu dengan rapat.
"Lo nguntitin gue ya?" tuduh Allea.
"Lea, gue tau semuanya" sahut Jona.
"Lo mau apa? Lo mau aduin semuanya sama Mami gue terus gue beneran nikah dan semua mimpi-mimpi gue bakalan tinggal angan! Lo mau itu!? Iya!!!" Allea.
Belum sempat Jona membuka mulutnya Allea sudah menangis tersedu-sedu. Tangisan pilu itu sangat menyayat hati Jona. Entah sejak kapan Jona tertarik dengan Allea dan kehidupannya. Tangisannya seolah-olah mengiris-ngiris hati Jona.
"Lea! Gue sayang sama Lo!" ucap Jona kelu. Tak tega rasanya membiarkan Allea menangis seperti itu.
Allea tiba-tiba diam lalu melirik Jona. Ia mengamati matanya dan Allea dapat melihat tak ada kebohongan disana.
"Apa maksud Lo?" tanya Allea.
"Gue suka sama Lo Lea, gue sayang sama Lo! Gue gak mau Lo sedih!" ucap Jona lalu menggenggam tangan Allea.
"Demi apapun Le, gue gak mau Lo nangis, gue maunya Lo ketawa, Lo bahagia Lea!" tambahnya.
"Gue gak mau nikah Jona, gue gak mau! Jangan aduin ke mami gue!" isak Allea pilu bersimbah air mata.
"Ssttt...Maaf Le, gue gak bermaksud buat Lo sedih" Jona.
Allea menatap kosong, entah mengapa hidupnya menjadi semenyedihkan ini.
"Gue gak ada perasaan apa-apa sama Lo!" ucap Allea dingin. Ia beranjak lalu membuka pintu ruangan itu.
"Lo boleh pulang sekarang, gue gak peduli kalo Elo mau ngadu sama mami gue atau siapapun itu gue gak peduli!" Allea menatap Jona dengan tatapan sulit diartikan. Ia menyerah dengan kehidupannya, lelah ia berjuang namun nyatanya Alam Semesta selalu tidak berpihak padanya.
"Lea, bukan itu maksud gu..."
"Keluar!" ucap Allea dingin.
Jona mengangguk lalu keluar dari kamar Allea. Sebersit kekecewaan tampak dari wajahnya namun apa daya, Allea sudah tak peduli itu. Sekarang Allea tak tau lagi harus bagaimana, Allea ingin menyerah, ingin mengakhiri ini semua. Entah mengapa dunia begitu kejam padanya, dosa apa yang sudah dia perbuat di masa lalu sehingga kenyataan selalu berusaha mencekiknya.
Allea teringat makan malam bersama keluarga Aditama. Satu lagi penyiksaan yang akan menambah luka hatinya namun naasnya Allea tak punya kekuatan untuk menolak, jangankan menolak menghindar saja dia tidak punya kesempatan. Ia bangkit dan meraih handuknya, biar bagaimanapun ia tetap harus melewati kenyataan ini.
- Lonely For You Only (slice of life)
- Haunted School : Repeat 1989 (time travel + horror)
Mari saling mendukung, semangat untuk author♡
, smga bisa up tiap hari yaaa
1. My Innocent Girl (up)
2. I Love You Badly (masih new)
jangan lupa mampir ya guys, aku tunggu loh ya like, komen, dan juga vote okeeyyy? okey dongg wkwkk :v🙏
kenapa harus like dan komen?
-yaa karena like dan komen kalianlah yang bisa bikin Author semangat🤗
Sekian dan terimakasihh luvv🙏💛✨🤗
1.My Innocent Girl
2.I Love You Badly
jangan lupa ya mampir, aku tunggu like, komen dan vote juga yaa🙏😇🤗✨
luvvv bangettt💛😚
-JE; Sang takdir
-Touch Of Love
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaakk🤗
tkan prfil q aja yaaa😍
vielen danke😘