NovelToon NovelToon
Madelin Wanita Tangguh

Madelin Wanita Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Kaya Raya / Selingkuh / Pengganti / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:20.8k
Nilai: 5
Nama Author: Morie Elvina

Tolong sikapi cerita ini sebijak mungkin dan cerita ini murni fiksi.
Kisah CEO sukses bernama Sam yang mengalami kebangkrutan dan kehilangan semua hartanya. Ia menikahi seorang gadis miskin bernama Madelin yang mempunyai mimpi menjadi pengusaha.

Kehidupan mereka yang dulunya penuh keberuntungan berubah drastis setelah pernikahan mereka. Mereka berdua harus berjuang mencari nafkah setiap hari dan menemukan cara untuk memulihkan keadaan.

Tidak hanya menderita kebangkrutan, Sam dan Madelin juga harus menghadapi mertua Sam yang jahat dan manipulatif, yang merencanakan pengkhianatan dan dendam pada keduanya. Mertua Sam bernama Lily sangat tidak menyukai Madelin dan berusaha untuk menjatuhkan Madelin dan merusak hubungannya dengan Sam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morie Elvina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Iblis Jonatan

"Sayangnya tidak ada. Kau sendiri juga adalah salah satu orang yang harus bersiap menanggung karma karena sudah membuat Madelin menderita," ujar Jonatan dingin.

"Itu hanya salah paham. Semua yang terjadi juga bukan karena kesalahanku saja," elak Sam

"Bisa-bisanya kau bicara seperti itu." Emosi Jonatan memuncak sampai ke ubun-ubun. Jika saja Jonatan sudah kehilangan akal sehatnya, bisa saja ia langsung mengambil pistol dan menembakkan isinya ke kepala Sam.

"Aku tidak tahu siapa kau. Tapi percayalah padaku, bahwa aku sama sekali tidak pernah berniat untuk melukai Madelin. Tolong percayalah padaku, ini semua hanyalah kesalahpahaman." Sam terdengar seperti memelas.

Jonatan benar-benar merasa benci dan geli dengan sosok Sam, yang terlalu merengek. Terlihat dengan jelas di mata kepalanya sendiri, bahwa pria itu benar-benar tidak bisa bertanggung jawab. Jonatan muak, rasanya ia ingin memuntahkan semua isi perutnya di wajah pria itu. Bagaimana mungkin pria rendahan seperti ini, bisa menikahi Madelin. Madelin sepertinya benar-benar salah pilih, atau lebih tepatnya, nasib Madelin sedang tidak beruntung saat menikahi pria bernama Sam ini.

"Tolong lepaskan aku. Ini semua hanyalah salah paham. Kau tidak seharusnya memperlakukanku seperti ini. Sesungguhnya aku sendiri, juga tengah mengkhawatirkan keselamatan istriku sendiri."

Jonatan muak mendengar kata-kata yang terkesan seperti membela diri sendiri tersebut. Pria itu merebut pistol yang dipegang, oleh sosok yang berada di samping Sam.

DOR

Terdengar suara tembakan. Jonatan langsung membuang pistolnya dan meraih dagu Sam. Ia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Sam mengeluarkan air seni di celananya. Dan hal itu terlihat lucu di depan matanya. Ia baru menakut-nakuti pria itu, namun reaksinya sudah setakut ini.

"Murahan." Jonatan langsung memukul kepala Sam dan langsung membuat pria itu tidak sadarkan diri. Setelah Sam tidak sadarkan diri, Jonatan menyuruh anak buahnya untuk mengembalikan Sam pada Flora, dan tidak lupa memberinya pesan berisikan ancaman untuk wanita tersebut.

***

"Bagaimana bisa kau selamat?" tanya Micel penasaran. Dia terkejut mendapati sosok Madelin yang duduk berhadapan dengannya, dan terlihat dalam keadaan cukup baik-baik saja.

"Keajaiban. Sepertinya Tuhan masih ingin menyelamatkanku dan tidak ingin, aku mati dalam keadaan menyedihkan. Aku benar-benar beruntung," ucapan terakhir Madelin terdengar sangat pesimis.

"Madelin, apa kau baik-baik saja?" tanya Micel berhati-hati. Ia sadar bahwa saat ini keadaan Madelin dalam keadaan sensitif karena itu, ia harus berhati-hati dengan kata-katanya.

"Dalam keadaan seperti ini, tentu saja aku tidak baik-baik saja. Boleh aku minta tolong padamu, Micel?" Madelin menatap Micel lekat-lekat.

"Katakan."

"Aku ingin kau membantuku untuk menyembunyikanku sementara waktu. Ada yang harus aku lakukan untuk sementara waktu ini." Madelin menghela nafas berat.

Micel terlihat penasaran dengan hal seperti apa, yang akan diperbuat oleh Madelin. "Apa yang akan kau perbuat?"

"Sesuatu yang cukup penting untuk membuat seseorang merasa jera." Madelin tersenyum licik.

***

3 Hari kemudian

Flora terlihat sangat frustasi, ia terus berjalan mondar-mandir. "Aaaarggghhh ... sialan apa yang bisa aku perbuat sekarang? Bajingan itu mengerikan sekali." Flora mengacak-acak rambutnya frustasi. Matanya beralih ke arah Sam, yang saat ini tertidur pulas atau ... ah lebih tepatnya sengaja ia buat tidak sadarkan diri.

"Tenang saja, Sam. Orang gila bernama Jonatan itu, aku pastikan aku akan membunuhnya." Flora kemudian mengecup pipi Jonatan lalu tertawa seperti orang gila. Obsesi wanita itu semakin parah dan membuatnya mulai kehilangan akal sehat.

Flora mengeluarkan ponsel pintarnya, ia lalu menghubungi Nyonya Lily. Ia harus segera berbicara dengan wanita tua itu.

***

"Apa kau mendengarkanku!" bentak Flora kesal. Sedari tadi, Nyonya Lily tampak sibuk dengan pikirannya sendiri dan terlihat melamun. Flora bahkan sampai berbicara tidak formal dengan wanita itu, saking kesalnya.

"Eh ... ada apa? Kenapa kau sampai semarah itu?" Nyonya Lily sedikit gelagapan begitu mendengar Flora membentaknya.

"Tidak seperti biasanya, orang seperti kau mengabaikanku apa telah terjadi sesuatu? Sampai-sampai kau mengabaikanku seperti ini." Flora terlihat sangat tersinggung. Kali ini wanita muda itu seperti mulai menunjukkan sisi asli dalam dirinya.

Nyonya Lily merasa sedikit terintimidasi, begitu Flora sudah tidak berbicara formal lagi dengannya. "Maaf tapi kau tidak perlu semarah itu denganku. Aku tidak sepenuhnya mengabaikanmu dan masih mendengarkan kata-katamu." Nyonya Lily membela dirinya sendiri.

"Oh begitukah?" Flora menyilangkan kedua kakinya. "Aku mungkin masih mengacuhkan perbuatanmu saat ini. Namun kau tetap harus berhati-hati denganku karena sewaktu-waktu aku, bisa saja mencari tahu apa isi kepalamu itu!" ancam Flora dengan kejamnya.

"Sepertinya kau mulai keterlaluan. Hal seperti ini sangat berlebihan sekali, kau tunjukkan padaku. Kau seperti ingin melampiaskan amarahmu pada orang lain." Nyonya Lily mulai kesal dengan perilaku tidak sopan Flora.

Alis mata Flora terangkat sebelah. Namun bibirnya tersenyum miring. "Hm sepertinya kau mulai meremehkanku. Padahal aku tidak ingin membuat masalah denganmu. Dengar aku memanggilmu karena, sepertinya Jonatan sendiri sudah menyadari sosok yang mencelakakan Madelin. Jika dia sudah mengacamku, yang bahkan aku hanya sedikit saja menyentuh wanita itu. Maka jelas dia akan segera mengetahui kebenaran yang lebih, bahwa kau adalah orang yang lebih banyak mengotori tanganmu untuk menyingkirkan wanita itu."

"Diam! Kau sendiri juga sama saja. Aku melakukan itu semua karena mengikuti keinginanmu. Jangan bertingkah seolah-olah kau tidak pernah, mengotori tanganmu sendiri." Nyonya Lily murka.

"Sungguh? Tapi jika seandainya saja Jonatan tahu, bahwa kau adalah orang yang benar-benar menyentuh Madelin dengan tanganmu. Aku yakin, bahwa kau adalah orang pertama yang ia singkirkan," kompor Flora.

Nyonya Lily takut, dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa, jika seandainya Jonatan benar-benar muncul di depannya.

"Aku sendiri sudah merasakan ancaman jahat laki-laki itu. Bahkan Sam yang malang dan tidak tahu apa-apa mengenai perkara ini, bahkan juga ikut mendapat celaka. Jika kami berdua, sudah merasakan ancaman laki-laki, maka seharusnya kau juga merasakannya dan jauh lebih berkali-kali lipat dari ini." Flora menyentuh leher Nyonya Lily perlahan-lahan dan meraba-rabanya. "Aku yakin Jonatan pasti akan senang melihatmu, mati tergantung di depannya."

Nyonya Lily menepis tangan Flora. "Hentikan. Jika itu terjadi, maka aku tidak akan pernah tinggal diam. Lagi pula, dia sudah berani melukai Sam, aku juga akan membalasnya."

"Membalas? Hahaha ... naif atau memang sengaja berbuat bodoh? Ah ... semakin ke sini pembicaraan kita berdua hanya semakin tidak nyaman didengar. Sebaiknya kau pulang saja. Berlama-lama melihat wajahmu hanya membuatku semakin muak denganmu," usir Flora sembari cekikikan.

"Tunggu dulu, biarkan aku melihat Sam terlebih dahulu! Aku harus memastikan apakah keadaannya baik-baik saja?" Nyonya Lily terlihat khawatir.

Raut wajah Flora langsung berubah menjadi mengerikan. "Menjijikkan bagaimana mungkin kau ingin menemui Sam? Kau tidak berhak, sebaiknya kau segera pergi sebelum aku berubah pikiran untuk mencelakaimu hari ini."

Nyonya Lily terkejut juga takut melihat perubahan Flora yang sangat cepat. Ia segera berbalik dan pulang ke rumahnya. Ia yakin bahwa matanya tidak salah lihat, begitu menyadari tatapan membunuh yang dilayangkan oleh wanita gila tersebut.

***

1
Elisabeth Ratna Susanti
mampir 👍
Feby RA
aku mampir ka...

izin promot yah

Ayo dukung karya favorit mu, di event pembuatan topik!!
#Si pendatang baru

Jangan lupa mampir di novel ku
Malaikat pelindung (best secret of my life)

ayo mampir, jangan lupa tinggalkan jejak, like komen n subscribe yah

di jamin cerita nya seru dan menarik, banyak hal tak terduga yang akan kalian temui

Salam hangat dari Author
rintaanastasia41
hadeh... mertua macam apa itu...
Agatha Johan Yerevan: mertua busyuk
total 1 replies
Maria_dwi90
hallo kk, udah mampir ya..tetep semangat
Kak Cindy
hadir
Dewi Payang
5 🌹 dan subscribe buat kak author. semangat
Dewi Payang: Amin... sama2 kakak😊👍
total 2 replies
Dewi Payang
harusnya nyonya Lily bangga punya mantu kya Madelin yg ga mau bergantung pd kekayaan mertua.
Agatha Johan Yerevan: hatinya dipenuhi dengki susah
total 1 replies
Dewi Payang
syukurlah ada si Madelin yg mengggagalkan niat buruk Sam.
Semangat Sam-Madelin, jgn mudah menyerah
Agatha Johan Yerevan: sayangnya sam dan madelin bukan couple utama di sini, ini areanya semua🚩
total 1 replies
Mawar_Jingga
hallo aku SDH mampir nih ☺️
Megisa Grencera putri
sudah mampir saya kak💪💪
Reycaryuca
makasih udah mampir "transmigrasi Belvia" thor /Determined//Joyful/....semangka kakak /Determined//Proud/
Azizah Azzahra
hai kak,,, aku hadir dengan membawa boomlike untuk karyamu. aku bacanya nyicil yah 😁
semangat terus nulis nya 💪
salam hangat dari Novel " LOVE AND REVENGE " 🤗
Sewindu
Halo kak👋👋👋😊
Agatha Johan Yerevan: 😊halo juga
total 1 replies
shinci can
bagus kak ceritanya... lanjutt
putrijawa
Semangat terus nulisnya... Semangt kayak madelin 💪
Syava Navalena
keren Thor.Mari saling support...
Elisabeth Ratna Susanti
like, komen, and favorit ❤️👍
Ritasaff
Semangat ya thor
Gigi Kelinci
Wah. Aku mau baca sampai ending, sepertinya cocok untuk pecinta genre Romance. Jan lupa like, subscribe dan komentar ya teman-teman.
Agatha Johan Yerevan: ya kak baca soalnya genrenya 💏 banget
total 1 replies
Ibu Wawa
semangat terus thorr.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!