Tuan Reeve Ethan Duke ke-4 merupakan seorang vampire yang kesepian, dia memilih tinggal di sebuah Castile milik keluarganya yang ada di bukit pinus, bukit yang terkenal tidak pernah terlihat matahari, tidak dapat membedakan waktu apakah siang atau malam hari. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis yang memiliki tanda lahir yang sudah di ramalkan dalam kitap Xaffo. Gadis yang memiliki tanda bekas gigitan vampire di tangannya adalah gadis yang disiapkan kakeknya Benedic Ethan Duke ke-2 sebagai istrinya. Gadis itu bernama Jenna Weems. yang merupakan manusia biasa, pertemuan pertamanya membuat tuan Reeve penasaran, karena sangat sulit berbaur dengan manusia lainnya Reeve meminta bantuan seorang asisten vampire yang telah lama hidup bersama manusia lainnya yaitu Jasper Lacsen. Bagaimana kisah tuan muda vampir dalam mendapatkan jodohnya, nantikan terus kisahnya guys.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Semarak api unggun dibuat oleh Reeve, umtuk menghangatkan dinginnya malam ini, malam ini pun langit seakan mendukung, bertabur bintang dan hanya ada suara jangkrik yang menambah kesan romantis malam itu, Reeve tidak menyia-yiakan kesempatan, Janne yang duduk di sebelah api unggun itu mengenakan dress rampel berwarna soft, membuatnya terlihat bersinar dimata Reeve, di gendongnya Janne, mata mereka saling menatap, jalan menuju ke kasur tidak terlalu jauh, kamar mereka yang memang viewnya menghadap pantai, di kamar yang telah bertabur bunga itu sengaja di siapkan Jesper.
Reeve pun duduk dengan memangku Janne, perlahan di lepaskannya tiap helai pakian yang di kenakan Janne, sehingga tidak ada penutup pada tubuh Janne. Ngeblush wajah Janne memerah, disinari cahaya rembulan, Reeve memang lebih suka suasana kamar yang gelap.
Reeve merebahkan badan Janne perlahan, memberikan ciuman di bibir sang isteri, mata mereka saling terpejam, hanya deru nafas mereka yang terdengar, sembari mencium tangan Reeve perlahan melepas kancing pakaian kemejanya.
Keduanya pun terhanyut dalam buaian cinta, tidak dapat menahan gejolak, Kemuning hanya terdiam menikmati setiap sentuhan sang suami. Kini Sanjaya mencium bagian sensitif lainnya, gunung kembar yang terlihat kencang dan kenyal itu, sudah berada di bibir Sanjaya, Kemuning mengerang kenikmatan.
Mata Janne terus terpejam mengerang kenikmatan, Reeve sangat suka melihat Janne mengerang, mengeluarkan suara lirih yang membuatnya semakin bernafsu menikmatinya, bibir Reeve kembali mencium bibir merah sang isteri. Bahkan yang tidak pernah Janne rasakan, Reeve menerobos masuk ke dalam bibir Janne menggunakan lidahnya,
Sesaat Reeve menapaki, dua buah gunung kembar yang menjulang didepannya, sintal dan kencang dengan puncak merah muda membuat Reeve ingin ******* habis, Janne terus terpejam mengerang nikmat yang dia rasakan, tidak sadar dia membuka kedua pahanya, mempersilahkan tuan pucat menyatu dengan dirinya.
Reeve menggenggam tangan Janne di atas kepala Janne, tept di depan Janne, Reeve bersimpuh, dia akan memulai aksinya, samar-samar Janne melirik pada Reeve, lelaki itu tidak berpakaian sama sekali, perut sispek milik Reeve begitu indah di mata Janne.
Reeve perlahan memasukan sebagaian dirinya kepda Janne, refleks Janne mengangkat pinggulnya, dia menginginkan sesuatu lebih dalam, Janne merintih keenakan dan Reeve sangat menikmati rintihan wanita yang dia cintai.
Janne hanya mengikuti apa yang suaminya lakukan, Reeve mulai membuka kedua kaki Kemuning dengan tangannya, agar memberikan ruang untuknya masuk ke dalam.
"Aaaaahhh...."
lirik Janne.
Ini pertama kalinya, Janne merasa nikmat yang bercampur dengan rasa perih, Reeve terus memberikan dorongan hingga dengan leluasa masuk dan keluar. Ditambah rintihan isterinya, sesekali Reeve mencium bibir isterinya.
Janne hanya bisa menahan kedua rasa tersebut, lama-kelamaan yang tertinggal hanyalah rasa kenikmatan yang dirasakannya.
Reeve kemudian mengangkat badan Janne, sehingga posisi mereka bertukar, Janne duduk diatas pangkuan Reeve, dia dapat melihat wajah cantik sang isteri yang di sinari cahaya bulan. Kenikmatan malam itu berlangsung cukup lama, bahkan Janne sampai lemas dibuatnya.
Lirik suara burung berkicau di pagi hari, namun keduanya belum juga terbangun dari tidur yang panjang, malam tadi begitu melelahkan sekaligus menjadikan mereka semakin intim.
Janne kemudian terbangun posisinya dia berada dipelukan Reeve, matanya sedikit sembam karena begadang, dilihatnya pakaian mereka yang berserakan, Reeve masih tertidur dengan nyaman tanpa pakaiannya.
Janne melihat jelas wajah suaminya itu, ada rasa yang dia sendiri tidak bisa jelaskan, tapi karena hubungan yang panas malam tadi Janne merasa hawa nafsunya berkali-kali lipat, dia bahkan menelan air liurnya, hanya karena melihat wajah Reeve yang masih tidur.
Ada rada malu, gengsi dan nakal, dia ingin sekali menjadi gadis nakal di depan suaminya, tanpa pikir panjang, Janne yang belum mengenakan pakaian itu tiba-tiba naik diatas badan Reeve, kedua tangannya mengelus wajah suaminya, dia mendaratkan kefupn mesra di bibir suaminya, walau dia tahu Reeve tengah tertidur tapi Janne tidak dapat menahan rasa yang sedang membakar dirinya.
Kecupn demi kecupan yang di lakukan Janne membuat Reeve terbangun dan membakas kecupan Janne, ditemani tangannya yang mulai mencari sisi sensitive Janne.
"Ap kau menyukainya?" bisik Reeve yang bangun dan posisikan dirinya duduk di atas kasur.
"Suka...apapun itu aku menyukai mu" ujar Janne yang kemudian ******* bibir Reeve.
Keduanya terus beradu sampai Reeve mengangkat tubuh Janne, mereka mengulang kejadian malam tadi, keringat yang berbuah kenikmatan umtuk pasangan pengantin baru.
Di lain tempat, Hans dapat merasakan hawa nafsu yang belum pernah dia rasakan, bahkan dia dapat melihat dalam kepalanya, apa yang Janne lakukan dengan Reeve. Matanya terpejam meresapi kenikmatan yang Janne rasakan, apa yang terjadi Hans tidak mengerti tapi dengan ini Hans semakin ingin memiliki Janne,
Di kamar yang besar itu hanya terdapat Hans seorang diri tanpa mengenakan pakaian dia berdiri di depan jendela besar yang ada di kamarnya, bahkan dia terus merasakan kenikmatan yang Janne rasakan. Hans menelusuri di mana keberadaan Janne dan Reeve berada, namun dalam pandangannya hal itu tidak mungkin terjadi karena yang dilihat hanyalah kegelapan.
Setelah selesai melakukan aktivitas di pagi hari Janne dan Reeve bergegas mandi dan menyantap sarapan, tidak banyak yang mereka lakukan tapi mengajaknya jalan jalan ke dalam hutan, bahkan mereka camping di pantai yang berpasir putih itu. Melakukan semuanya berdua adalah hal yang menyenangkan untuk Janne, bukan hanya itu mereka juga berenang di pantai pada malam hari melakukan hal itu lagi dan lagi, Janne juga merasa heran apa karena dia menikah dengan seorang vampire sehingga nafsunya berkali-kali lipat, setiap saat dan waktu Janne selalu melakukannya dengan bahagia bersama begitu juga dengan Reeve.
"Apa aku akan berubah menjadi vampire?" tanya Janne yang mengenakan bikini dan berada dalam pelukan Reeve.
"Kalau pun kau vampire, aku akan terus mencintai mu" ujar Reeve yang mengecup bibir Janne.
"Apa kau menginginkan anak dari ku?" tanya lagi Janne.
"Adanya anak atau tidak, aku akan terus bersama mu" bisik Reeve yang sudah lihai, tangannya yang ramah menyentuh area sebsitive Janne, membuatnya mengerang sambil menggigit bibirnya.
"Aku suka kau melakukannya" ujar Reeve dengan ganas melubat bibir istrinya. Seminggu penuh mereka melepaskan gairah dirinya, bahkan selama mereka melakukan Hans terus merasakan ap yang Janne rasakan. Dia terus mencari apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dia merasakan hal itu, semua jawaban itu hanya ada dalam kitab Xaffo.
William juga di perintah oleh Hans untuk mencari gadis perawan, mungkin dengan melakukannya dengan gadia perawan rasa nafsu Hans yang dirasakan akan mereda, namun tidak rasanya semakin membara dalam jiwanya, gadia-gadis itu malah tewas karena gigitan Hans.