NovelToon NovelToon
Titisan Sunan Lawu

Titisan Sunan Lawu

Status: sedang berlangsung
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Spiritual / Mata Batin / Horor
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: deasy desiant

Terakhir aku merasakan kehadiranmu, saat dia menolong aku dari angin puting beliung di sawah yang sedang ku tanami cabai rawit.

Aku tergapar di sela-sela bedeng tanaman cabai bergelut dengan bedengan yang basah habis diairi air sungai.

Sedang adik keponakanku bergulung-gulung dibawa angin itu hingga ke tepian barisan sawah terakhir di bawah sana.

Ketika itu muncul sekawanan kuntilanak dan pocong dalam gelapnya awan mendung. Hanya keponakanku itu yang bisa melihat. Aku hanya bisa merasakan dari mata batinku.

Terima kasih Pangeran... Kamu selalu menolong, membantu, mengawasi, mengawal dimana saja keberadaanku. Seperti suami tapi bukan suami. Masak iya bersuamikan Pangeran ghaib.

Tampan sih wajahmu dengan mahkota itu, tapi engkau hanya amongku. Among penolong yang dikirim eyang buyutku yang tak lain adalah sunan Lawu.

Amongku Kuwi ULO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deasy desiant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pintu Ghoib Dunia Lelembut

Hai kak...maaf ya updatenya lama. Bukan saya menghilang, mbak Kuntinya yang gak mau ngebikinin cerita. Hahahaha...

Setelah berhasil memeluk perjaka sekeren Adi, si Kunti hendak melancarkan aksinya kembali menggoda yundaku yang bergaris indigo.

Entah itu maksudnya apa. Menggoda anak manusia untuk kesenangan dirinya seperti uji nyali tes kesaktian untuk memperoleh gelar suhu master Kuntil.

Yundaku Gendis yang saban hari ikut ke masjid Ibuku kalau pulang kampung libur kuliahnya. Ia merasa risih ketika melewati jalan setapak di belakang kantor Koramil menuju rumah kami.

Dunia yang ia lihat di mata batinnya adalah gambaran kehidupan para lelembut yang punya pintu ghaib di lorong antara pohon melinjo dan mangga gadung itu.

Dunia mistis yang ia lewati selalu menarik perhatian diantara dua penglihatannya. Menarik wahana mereka, banyak anak kecil berkeliaran berlarian berkejar-kejaran dengan canda tawa ria di wajah anak lelembut itu.

Keluarga mereka ada ayah Kunti dan ibu Kunti mereka juga tersenyum melihat anak-anak mereka tertawa girang. Tapi apa yang dilihat yu Gendis dengan tatapan kosong dengan apa yang dia lihat wajah mereka.

Dan eng....ing eng..... Wajah yang mendongak tak sengaja ke arah yu Gendis membangunkan lamunannya....wajah memerah penuh darah tersenyum ke arahnya dan membuat ternganga yundaku.

"Astaghfirullah hal 'adzim..." Ujar yundaku.

"Ada apa, nak ?" Tanya ibuku.

"Tidak Bu. Tidak ada apa-apa."

" Ibu tau kamu menyembunyikan sesuatu, nduk. Ayo bicara sama Ibuk. Ada apa ?" Ibuk berusaha menenangkan yundaku dengan memeluk pundaknya.

Yundaku tak berani menatap ke sebelah selatan kebun Koramil yang berbatasan dengan kebun singkong ketela pohon itu.

Suasana Maghrib ini belum begitu gelap namun yang tampak ketika kami melewati jalan setapak ini terasa mistis.

Aku yang sedari tadi mengawal mereka dengan berjalan di belakang mereka terasa bulu kudukku berdiri walau tak suruh duduk mereka berdiri sendiri.

Aku yang penakut ingin segera berlari menuju rumah, mencoba untuk tidak panik. Meski aku merasa dikuntit oleh makhluk lelembut itu.

Mata mereka menuju ke arah langkah kami. Ahh bodo amat....aku gak ngapa-ngapain kamu. Pikirku.

Setelah berjalan lima menitan, akhirnya sampai di rumah. Alhamdulillah kita ucapkan secara bersama. Lalu Bapak juga menyusul dibelakang kami dari masjid juga.

...----------------...

"Ro...kamu tau apa yang yunda lihat barusan di selatan kebun Koramil tadi ?"

"Apa yunda ? Hehehe..."

"Kamu tuh berlagak pilon apa bodoh ?"

"Pilon aja lebih aman."

"Apa yang kamu rasa ?"

"Ada segerombolan makhluk halus bergerombol di kebun itu seperti sebuah pasar malam. Tapi memang mereka rumahnya disitu. Pintunya disitu. Ada banyak anak bermain ayunan disitu, ada yang berlari dan bermain wahana disitu. Tak lain ayah ibu lelembut juga berada disitu. Satu RT mungkin ya....hihihi..."

"Top markotop....indera keenammu, Ro. Ku acungi jempol telu jempol kaki ngikut juga."

"Yunda Gendis lihat apa ?"

"Aku juga melihat hal serupa. Bukan merasa dari mata batin saja. Seperti kamu. Terlihat jelas ya ada mbak Kuntinya disitu !"

"Iya, bener yunda. Memang gerbangnya pintu Ghoib disitu kata Mas Joko." sambil melipat mukena kami bergegas mengaji melanjutkan hafalan kemarin.

...----------------...

Adzan isya' berkumandang, Bapak, Ibu dan kami bergegas menuju Masjid untuk sholat jama'ah Isya'.

Setelah membaca doa keluar rumah, kami berjalan menuju ke barat menuju Masjid bukan mengambil kitab suci seperti Sun Go Kong.

Aku dan yundaku berjalan di belakang Ibu dan Bapak.

1
ciwi mahal
uo dong thor
wiralingan77 wisa
keren cerita nya..renyah 👍
terusin sampai tamat Thor..🙏
Anik New
semangat kak❤️
Anik New
meanrik
Zolojulo
Semangat...

Mampir juga ya😊
calliga
Up
calliga
Ku kasih 5 bintang dan bunga thor, semangat terus ya!
Lien Ear: baik kakak.... terima kasih dah nyemangatin aku....
total 1 replies
calliga
Semangat ya kak author!
Lien Ear: Baik kak, terima kasih kembali atas semangatnya yang diberikan untuk saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!