NovelToon NovelToon
Aku Bukan Janda

Aku Bukan Janda

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:43.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Ketika sebuah tangisan bayi menyadarkan lamunan seorang Raina Saraswati dan membuat tangisannya sejenak berhenti. Bayi merah yang baru berusia satu hari itu terus menangis dan Raina hanya diam memandanginya.

Bagaimana nasib Bayi merah itu? Apa yang akan di lakukan Raina?... Simak terus ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hoek...

Mami Meli keluar dari kamar mendengar Rangga berteriak memanggil Raina. Mbok Parmi juga tergopoh-gopoh menuju kamar mandi yang berada di dekat ruang keluarga karena mendengar Rangga memanggil Raina. Tangisan Kelen pun pecah karena kepanikan Rangga.

"Ada apa?"

"Ada apa?"

Tanya Mbok Parmi dan Mami Meli bersamaan. Rangga segera memberikan Kelen pada Mami Meli karena panik mendengar Raina yang terus mengeluarkan isi perutnya di dalam kamar mandi.

"Sayang, buka pintunya ayo. Mas khawatir sayang." Teriak Rangga lagi.

Dengan sekuat tenaga Raina mendekati pintu kamar mandi. Badannya terasa lemas setelah semua isi di dalam perutnya dia keluarkan. Saat pintu kamar mandi terbuka Rangga segera menghampiri Raina untuk memastikan keadaan Raina namun baru saja Rangga memeluknya sebentar Raina kembali mendorong Rangga dan mengeluarkan isi perutnya hingga mengenai baju Rangga.

"Hoeek..."

"Astaga! Sayang, kamu kenapa?" Tanya Rangga yang kaget dengan Raina yang mengeluarkan cairan dan mengenai pakaiannya.

"Mas, Mas mandi dulu Rai ga suka bau parfum Mas. Rasanya mual." Protes Raina.

"Hah! Astaga sayang, ini parfum yang kamu belikan katanya kamu suka wanginya makanya Mas pake terus karena Mas juga menyukainya." Rangga.

"Tapi sekarang ngga Mas. Rasanya bau banget hoek..." Ucap Raina dan kembali mengeluarkan isi perutnya.

Mbok Parmi dan Mami Meli saling berpandangan kemudian mereka tersenyum bersama. Mbok Parmi mengulurkan tangannya meminta Kelen dari gendongan Mami Meli.

"Sebaiknya segera di selesaikan. Biar Kelen bersama saya." Mbok Parmi.

"Terima kasih Bu." Mami Meli.

"Kemari sayang, sama Mbok ya. Mama Raina tidak apa-apa anak ganteng jangan nangis ya." Ucap Mbok Parmi pada Kelen.

Mami Meli mendekati Rangga dan Raina yang masih berdebat. Rangga yang masih bersikeras untuk mendekati Raina dan membantunya sedangkan Raina tak ingin di dekati karena bau parfum Rangga dan itu tidak masuk akal menurut Rangga.

"Sebaiknya kamu mandi dan jangan gunakan parfum apapun di badan kamu." Perintah Mami Meli.

"Apa maksud Mami? Kalian kenapa sih?" Tanya Rangga bingung.

"Mandilah dulu nanti Mami jelaskan. Biar Rai Mami yang bantu." Mami Meli.

Dengan sedikit kesal Rangga menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk mandi. Sementara Raina di bantu oleh Mami Meli di papah ke luar dari kamar mandi. Raina begitu lemas tak bertenaga.

"Mau Mas Rangga Mi." Rengek Raina saat sudah sampai sofa.

"Iya. Sebentar Rangga mandi dulu ya." Ucap Mami Meli.

Tiba-tiba saja Raina menangis karena ingin sekali bertemu dengan Rangga padahal sebelumnya dia tidak merasakan hal ini. Tapi entah mengapa saat ini dirinya sangat ingin di peluk Rangga seperti tidak bertemu lama padahal baru saja dirinya bertemu.

"Sssttt,,, sayang, sabar sebentar ya. Rangga sedang mandi. Nanti setelah mandi Rangga segera menemui kamu." Bujuk Mami Meli.

"Rai mau sekarang Mi huhuhuuuu...." Raina.

Tak lama Rangga turun dengan mengenakan kaos rumahan dan celana pendek. Rangga bertambah bingung karena melihat Raina yang menangis sesegukan.

"Sayang," Panggil Rangga.

Raina menoleh dan tangisnya kembali pecah.

"Huhuhuhu... Mas Rangga.." Panggil Raina di sela isak tangisnya.

Rangga segera mendekatinya dan membawanya ke dalam pelukannya dan tidak ada penolakan sama sekali dari Raina karena Raina tak mencium aroma parfum. Rangga benar-benar mengikuti apa yang di perintahkan Mami nya.

Sampai makan malam Raina masih bermanja dengan Rangga. Bahkan Rangga hingga kewalahan karena Kelen pun ingin bersama dengannya. Raina pun tak masalah berbagi Rangga dengan Kelen. Raina tertidur di pangkuan Rangga bersama dengan Kelen. Rangga dengan sangat hati-hati menyimpan kepala Raina untuk memindahkan Kelen ke tempat tidur.

Setelah Rangga menyimpan Kelen Rangga kembali ruang keluarga dimana Raina masih tertidur di sana. Rangga melihat bahu Raina bergetar hingga saat Rangga tinggal beberapa langkah lagi mendekati Raina, Rangga mendengar suara isak tangis Raina.

"Sayang, kamu kenapa Hmm?" Tanya Rangga membawa Raina kedalam pelukannya.

"Mas..." Panggil Raina dengan terbata.

"Kenapa menangis hm?" Tanya Rangga mengusap sisa lelehan air mata di pipi Raina.

"Rai fikir Mas tinggalin Rai." Jawab Raina.

"Sayang,,, bagaimana mungkin Mas meninggalkan kamu. Kamu dan Kelen adalah hidup Mas sayang. Mas hanya memindahkan Kelen saja tadi. Ayo kita pindah ke kamar ya. Ayo biar Mas gendong." Rangga.

Raina mengalungkan tangannya ke leher Rangga dan Rangga menggendong Raina ala bridal. Sampai di dalam kamar Rangga membaringkan Raina dengan penuh ke hati-hatian sebelum dirinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

"Kenapa belum tidur?" Tanya Rangga saat melihat Raina masih membuka matanya ketika dirinya keluar dari kamar mandi.

"Rai menunggu Mas Rangga." Raina.

"Kenapa hm? Mau bobo Mas peluk?" Rangga.

Raina hanya menganggukkan kepalanya. Rangga pun segera naik ke atas tempat tidur dan mencari posisi nyaman untuk memeluk Raina. Raina pun masuk ke dalam pelukan Rangga. Tak lama terdengar dengkuran halus dari Raina menandakan jika dirinya telah tertidur pulas.

Pagi hari Rangga bangun lebih dulu dari Raina. Rangga membiarkan nya saja karena Rangga melihat wajah Raina sedikit pucat sejak kemarin setelah Raina mengeluarkan semua isi perutnya. Rangga bersiap di dalam walk incloset. Setelah siap Rangga pun keluar dari walk in closet untuk berpamitan terlebih dahulu pada Raina. Saat Rangga telah dekat dengan Raina tiba-tiba saja Raina terbangun dan berlari ke arah kamar mandi dan kembali mengeluarkan isi perutnya.

"Hoek... Hoeek..."

"Sayang, mual lagi? Mas antar ke rumah sakit saja dulu ya." Ucap Rangga sambil memijat tengkuk Raina.

"Ngga usah Mas. Mas jangan pake parfum itu Rai mual Mas. Ayo ganti Mas jangan pake baju itu." Rengek Raina.

"Tapi sayang, Mas akan ke kantor." Rangga.

"Ngga boleh Mas. Mas ga boleh pake minyak wangi itu huaaa...." Ucap Raina kemudian menangis.

Dengan segera Rangga mengganti pakaiannya dan tidak menggunakan parfum. Setelah berganti pakaian Raina pun menempel begitu saja dengan nya hingga Rangga berpamitan pun Raina tak memperbolehkannya. Raina ingin ikut bersama Rangga padahal dirinya belum mandi dan hanya menggunakan piyama tidur.

"Sayang, Mas sebentar saja ya ke kantor." Bujuk Rangga.

"Ngga, Rai mau ikut Mas. Boleh kan Mi. Rai mau ikut Mas Rangga." Rengek Raina meminta persetujuan Mami Meli.

"Lalu bagaimana Kelen. Kasian nanti dua main sendiri sayang." Rangga.

"Ngga, Kelen ada Mami sama Mbok Parmi. Rai May ikut Mas Angga." Raina.

"Boleh, sayang. Ikutlah bersama Mas mu ya. Biar Kelen sama Mami saja." Mami Meli.

Rangga membulatkan matanya mendengar pernyataan Mami Meli yang membiarkan Raina ikut bersamanya. Akhirnya Rangga pun membawa Raina ke kantor dengan keadaan Raina yang belum mandi. Dan terpaksa Rangga menggunakan supir karena Raina tak mau turun dari pangkuannya.

🌼🌼🌼

1
Nurlaila Hasan
cerutanya bagus bangt,, suka ga brtele tele,, 💪thor
Iges Satria
❤️❤️❤️
Iges Satria
diakhir² Ending, bikin mewek banget Thor 😭😭 meresap ke kalbu deh ceritanya, seperti nyata aj.. semangat bikin karya baru gi Thor 💪🥰❤️❤️
kimmy
terima aja rai..rangga pasti tulus mencintai kamu dan kelen
Ivy
alurnya menarik gak bertele2..dibacanya juga menarik
faaz❤
Kalau bukan janda lalu apa, gadiskah? semoga ceritanya menarik
bee
bukan janda..hmm judulnya menarik apa tokoh utamanya masih single ya🤔
jon
semoga menarik seperti karya yg lainnya..
nath
judulnya bikin penasaran kalo bukan janda..perawan dong 😁
shania
karya baru lagi..semangat thor
Mauli_datun
mulut mama nya Rama minta di tampol pakai sambal cobek sekilo,,,
Mauli_datun
wah,,, kelen mau dapat opa baru,,,, opa dokter
Mauli_datun
hamidun itu si Raina
Deni Asih
double up thor
tiara
Mampir thor
Mauli_datun
semoga bangun nya Rangga dari koma menjadi kado spesial di hari ulang tahun nya Kelen, dan tentu menjadi kebahagian untuk semuanya
Mauli_datun
kecelakaan, koma, trus amnesia gitu??? gak asik klo pakai amnesia2 thor,,, masak Raina baru bahagia udah sedih lagi
Deni Asih
double up thor
Mauli_datun
Rangga nih yg bertabrakan ama Raina itu y
Mauli_datun
wah langsung ada pejodohan nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!