NovelToon NovelToon
Status Palsu

Status Palsu

Status: tamat
Genre:Teen School/College
Popularitas:441.5k
Nilai: 5
Nama Author: Keke

Rara adalah gadis cantik di kampusnya. Setiap mata yang meliriknya, pasti langsung jatuh cinta padanya. Tapi sayang, sifat dinginnya itu membuat dia mengacuhkan segala perhatian cowok-cowok yang ada di kampus itu. Sampai suatu saat, dia merasa terus diikuti laki-laki. Setiap pulang menuju asrama, dia selalu ketakutan. Ia sering mendapat telepon gelap. Ia mengatakan bahwa ia telah memiliki tunangan, maksudnya agar tidak ada lagi orang yang akan mendekatinya. Pesta di kampus yang harus dia hadiri, memaksa ia untuk memperlihatkan pasangannya. Kebingungan terjadi saat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

*Flashback

Oke, nanti kita sambung ya. Setelah Maghrib, mas jemput makan ya, Ulang tahunnya harus dirayakan, tapi berdua"

Rara mengangguk. Hafiz membukakan pintu untuk Rara. Dan akhirnya ia pergi ke kantor dengan hati gembira.

Rasa lelah Hafiz terbayarkan sudah, setelah menjumpai Rara. Diperjalanan, ia selalu tersenyum, sampai di tengah jalan sepi, ia diberhentikan beberapa motor. Mereka memakai helm hitam, dan tidak membukanya sama sekali.

"Turun! Turun!"

Kaca mobil di pukul-pukul.

Hafiz terkejut, dan segera turun.

"Ada apa?"

"Jangan banyak tanya kamu"

Kemudian mereka memukuli Hafiz dengan stik baseball.

"Siapa kamu? Jangan kamu dekati Rara lagi, kalau kamu masih mau lihat matahari." Kemudian Hafiz pingsan. Mereka meninggalkan hafiz begitu saja.

*Di rumah sakit.

Rara mendekati Hafiz yang tergeletak di bed pasien.

"Nak Rara?" Tanya seorang wanita.

Rara menoleh, dan mengangguk.

"Saya mamanya Hafiz. Maaf mengganggu nak. Hafiz menyebut nama nak Rara. Dan saya menemukan nomor nak Rara dan mencari tau nak Rara."

"Mas Hafiz kenapa Tante?"

"Jangan panggil tante, panggil mama saja."

"Oh, ya ma. Mas Hafiz kenapa, ma?"

"Entah bagaimana kejadiannya, kami di telepon pagi tadi, mengabarkan Hafiz dibawa ke rumah sakit ini. Pagi-pagi sekali, Hafiz keluar rumah, mama gak tau kemana dia. Tiba-tiba, mama dapat kabar, kalau Hafiz ada di sini."

"Maaf ma, mungkin kalau tadi pagi mas Hafiz tidak menemui Rara, kejadian ini tidak akan terjadi."

"Jadi, kamu yang disebut hafiz, ia akan menjumpai menantu mama"

Rara terkejut. Entah apa maksud omongan itu.

"Rara boleh mendekati mas Hafiz, ma?"

Bu Arya, menganggukkan kepalanya.

Rara mendekati lelaki yang berjanji akan mengajaknya makan, malam ini. Tetapi, belum juga malam, ia sudah ada di sini.

"Mama tinggal ya nak" ucapnya sambil memegang pundak Rara.

"Mas.." ucap Rara pelan, sambil memegang tangan Hafiz.

Hafiz tetap tidak bergerak.

Ia memandang lelaki yang hanya tertidur itu.

Hari sudah Maghrib. Seharusnya ia sudah bersiap di kamar menunggu jemputan Hafiz. Tapi ia sekarang berada di ruangan ini.

Bu Arya kembali ke ruang itu. Dan duduk di seberang Rara, sambil memegang tangan anak semata wayangnya itu.

"Ma, apakah ada mukena? Rara mau sholat"

"Ada, sebentar, nak."

Bu Arya meletakkan sejadah dan mukena. Dalam doanya, ia memohon agar Hafiz kembali seperti semula.

"Hafiz baru pulang semalam. Papanya udah suruh dia gak usah keluar hari ini, karena perusahaan biar di handle oleh papanya dulu. Tapi, jabatannya di kantor memaksa ia harus pergi. Itu alasannya ke papanya."

"Bukannya mas Hafiz hanya karyawan biasa, ma. Seharusnya ia tetap di rumah. Kan bisa minta izin dengan bosnya"

"Bos? Maksudnya?" tanya mama heran.

Pintu kamar diketuk, seseorang mengantar makanan.

"Gimana kabar den Hafiz, Bu?" tanya mbok Asih.

"Belum ada perubahan. Itu Rara, yang ia sebut-sebut dari tadi"

Mbok Asih mendekati Rara, ia melihat Rara yang hanya memandangi Hafiz.

"Cah ayu, makan dulu" ucapnya kemudian ia kembali ke Bu Arya.

"Ya Bu, terima kasih. Saya belum lapar" ucap Rara bohong.

"Kemarilah, Ra. Kita makan dulu, ini sudah malam. Nanti kamu sakit." ucap Bu Arya pelan.

Sikap Bu Arya yang berwibawa, dan penyayang, membuat Rara nyaman.

"Ma, biar Rara yang menjaga mas Hafiz. Besok Sabtu. Rara libur kuliah. Ini semua salah Rara ma, seandainya mas Hafiz tidak menemui Rara pagi tadi, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi."

1
Fahri Kiyozie
lanjut kk semangat
Pingkan Runtu: d c
f
total 1 replies
Rosse Louis
Bagus ceritanya.ngak ngak kebelit2
De Afekh..
aku masih berharap hafids jodohnya
EL Tari
tadi smpet curiga dimas.. tp abis baca part ini kecurigaanku ilang... kira" siapa ya yg neror rara
EL Tari
smpe part ini feel aku ke dimas ya
Sekar Rasi Karimah
👍👍👍♥️♥️👌💪
Keke: Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya di Status Palsu. Aku masih ada beberapa novel lain, Kalau tidak keberatan, silahkan mampir dan aku tunggu ya🤗
total 1 replies
Nisha Husnul
terimakasih ceritanya bagus
Keke: kembali kasih🤗
total 1 replies
Nisha Husnul
aku disini lagi
Nisha Husnul
cieeee
Nisha Husnul
jatuh cinta ni
Nisha Husnul
hmmmmtttt
Andryani Yani
jangan2 laki2 misterus yang akan di jodoh kan sama rara
Baiq Dwi Yunita Ratmawa
up dong
Baiq Dwi Yunita Ratmawa
aku suka karyamu
Baiq Dwi Yunita Ratmawa
bagus
Dewi Rukmini
pasti hafiz
Dwpu
aku sedang menyimak author..
Dian Cahyono
Smpe sini ceritanya asyik, author g bertele tele dlm menyampaikan sesuatu
Lise Aritonang
siapa sih lskj laki misterius itu ?
DeDe Edis Edis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!