NovelToon NovelToon
The Bad Husband Antagonis

The Bad Husband Antagonis

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:365k
Nilai: 4.7
Nama Author: windanor

Ketika Diana, gadis yatim piatu yang terjebak dalam sebuah novel yang baru saja ia baca dan membuat ia masuk ke dalam raga seorang wanita yang sudah bersuami. Namun, pernikahan mereka dalam ending cerita akan berakhir perceraian.

Lalu, apakah alur akan berubah ketika Diana menempati raga wanita itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

A & D: Perasaan Tak Wajar

Alvaro, pria itu diam tak berkata apapun. Mata hitam kelamnya menatap bergantian tiga orang di hadapannya sekarang. Diana dengan susah payah bangkit dari lantai dengan kedua lutut yang lecet setelah menghantam lantai keramik cukup kuat. Dan kedua tangannya juga terasa ngilu di bagian pergelangan karna dorongan Hendrik sangat kasar.

"Sebaiknya Ayara diberi hukuman yang berat agar tidak melakukan hal seperti ini, Al. Kurasa dia tidak akan pernah berubah!" ucap Hendrik menatap sinis Diana.

Arin semakin mengencangkan suara tangisannya seraya mengusap pipinya yang memerah dan sudut bibir yang berdarah. Tentu untuk menarik kepercayaan Alvaro tentang apa yang Ayara lakukan padanya. Arin benar-benar tampak seperti wanita lemah tak berdaya.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" Setelah hampir satu menit lebih diam, akhirnya Alvaro membuka suara.

Arin melangkah mendekat pada Alvaro dan melirik Diana penuh ketakutan.

"Ini hanya masalah sepele, Al. Ayara memintaku untuk menjauhimu, sedangkan kamu tahu, kan, hubungan kita sudah lama terjalin sebelum kamu menikah dengan Ayara," Arin mengatakan hal tersebut dengan linangan air mata. Hendrik menatap iba pada Arin."Ayara menampar dan menyakitiku karna aku tidak ingin menjauhimu..." sambungnya.

Diana mengepalkan kedua tangannya dengan ucapan bohong yang Arin lontarkan. Ternyata wanita itu tidak lebih seperti ular yang sangat berbisa. Memanipulasi keadaan dan menjebak seseorang dengan wajah polosnya. Diana menatap Alvaro, ia berharap pria itu tidak termakan dengan ucapan Arin. Cukup dua orang itu yang membuat ia marah dan terhinakan.

"Baiklah, kamu obati luka di wajahmu. Ayara biar urusan saya," ucap Alvaro tenang tanpa ada terlihat raut emosi di wajahnya.

"Tapi Al_"

Ucapan Arin terpotong ketika Alvaro berjalan melewatinya. Ia berbalik badan menatap pria itu menghampiri Diana. Kenapa Alvaro berbeda? Biasanya pria itu akan mencaci maki dan memarahi Ayara di hadapannya.

"Ikut saya." Alvaro meraih tangan Diana, namun wanita itu langsung menepis tangannya dan melangkah mundur.

"Aku tidak melakukan apapun dengan Arin! Apa kamu juga ingin menyalahkan dan menghukumku atas perbuatan yang tidak aku lakukan? Kalau iya, kamu sama saja seperti mereka berdua!" sentak Diana terus menghindar ketika Alvaro mencoba menarik pergelangan tangannya.

Alvaro menatap menusuk pada Diana, membuat nyali wanita langsung menciut. Kini, ia menarik pergelangan tangan Diana lalu menggiringnya menuju ke ruangannya. Diana berusaha melepaskan lingkaran tangan Alvaro di pergelangan tangannya.

Arin menghentakkan kakinya penuh kekesalan. Bukan ini yang ia mau, seharusnya Alvaro menghukum Ayara di hadapannya. Agar wanita itu tahu seberapa penting ia di hidup Alvaro. Lain lagi dengan Hendrik mengepalkan kedua tangannya menyalurkan perasaan yang ia rasakan sekarang. Hati pria itu bergemuruh.

Diana menghempaskan tangan Alvaro, ketika mereka berdua sudah berada di ruangan pria itu. Ia mengusap kasar air mata yang hampir menetes dari pelupuk matanya, saking kesalnya ia hampir menangis.

"Menangislah."

Diana langsung menatap tajam pria kala mengatakan kalimat itu.

"Apa kamu mengejekku, heh? Kamu senang melihatku seperti ini, kan?" Napas Diana tak beraturan dengan rasa sesak di dadanya menatap Alvaro.

Pria itu melangkah mendekati Diana. Tangannya terulur mengusap sisa air mata di pipi Diana."Jangan langsung berprasangka buruk. Saya sedang berusaha menjadi suami yang baik." Alvaro menatap menyeringai pada Diana. Membuat wanita bergidik ngeri.

"Akh..."

Diana memekik ketika Alvaro menarik tubuhnya secara brutal, membuat ia merapat dengan tubuh pria itu. Alvaro mendekatkan wajahnya pada telinga Diana dan berbisik."Saya tertarik denganmu."

Bola mata Diana membulat sempurna. Ia langsung mendorong Alvaro hingga menciptakan jarak diantara mereka berdua. Napas Diana memburu dengan kenyataan yang ia dengar.

"Jangan bercanda! Dan kamu juga harus tahu, kamu hanya tokoh novel jadi jangan harap kita bisa bersatu!" Lebih baik ia mengatakan ini dari awal. Meskipun tidak masuk dalam akal sehat pria itu.

Alvaro menaikkan sebelah alisnya."Kamu pikir saya percaya."

Kan, pria itu tidak akan mempercayainya. Diana menggeram frustasi.

"Aku ini bukan istrimu jadi jangan meletakkan perasaan lebih padaku!"

"Tapi raga itu milik istri saya." Alvaro tersenyum miring..

Diana langsung mengantupkan bibirnya. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tangan Diana terulur menggenggam kalung batu zamrud. Alvaro melangkah mendekati Diana dengan mata yang menggelap seolah sesuatu menyelimuti mata pria itu.

Diana berlari menghindar dari Alvaro lalu menarik tuas pintu dan sialnya seseorang sudah menguncinya dari luar. Ia berbalik badan menatap Alvaro. Ada apa dengan pria itu?

"Sebaiknya kamu obati luka di bibirmu itu." Hendrik memberikan obat pada Arin. Namun, wanita itu langsung membuangnya dengan penuh kekesalan.

"Hei! Kenapa dibuang!" sentak Hendrik tak suka dengan apa yang wanita itu lakukan barusan. Saat ini mereka berdua tengah berada di balkon perusahaan. Yang menjadi tempat ternyaman bagi Arin untuk melepaskan kesedihannya.

"Yang kubutuhkan sekarang Alvaro! Bukan ini. Sebaiknya kamu pergi dari sini," usir Arin dengan suara isak tangis yang berusaha di tahan. Tapi semakin di tahan dadanya semakin sesak.

Hendrik diam tak menyahut dan tetap berdiri di sana. Ia tidak ingin pergi dari sini. Karna apa yang Arin rasakan sama dengan apa yang ia rasakan sekarang.

"Menangis tidak akan menyelesaikan masalah. Dan berdiam diri takkan mengubah sesuatu."

Arin yang mendengar itu menoleh ke arah Hendrik."Lalu, aku harus bagaimana agar bisa mendapatkan perhatian Alvaro seperti dulu? Aku ingin Alvaro yang dulu, tidak seperti sekarang."

_______

Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir

Jika ada kekeliruan atau kekurangan dalam cerita ini langsung komen ya! Nanti langsung ku perbaiki.

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen. See you di part selanjutnya:)

1
Nunung Elasari
cerita yg menarik, hanya saja gantung.
Rahma Wati
suka banget Dg ceritanya 👍🏻♥️
ayu cantik
suka
Thebora Siagian
penulisnya lebih bodoh.
jadi mau berak aku bacanya.
cerita taik ini
Liaastmrg
novel gblok pemeran utama kok menye menye cuih
Jumiati Jumiati
Luar biasa
Firgi Septia
ya thor knapa gantung Thor lanjutin dong ceritanya bagus sekali/Cry//Cry//Cry/
Firgi Septia
masa diana TDK bisa melawan saingannya cuman office girl yg TDK tau malu belum si Hendrik TDK tau diri
R'vina
Luar biasa
Sarita
di gerayanginbgenderuwo kalo tidur Diana .entar di bunting juga ga tau kapan bikinnya 🤣🤣🤣🤣
IndraAsya
👣👣👣
𝕗 𝕚 𝕚
semangat thor
Jeankoeh Tuuk
ok thor
Rodiah Rodiah
pertemukan Alvaro dan Diana thooor🙏🥰🥰🥰
Rodiah Rodiah
lanjuuut thoor👍👍👍
Rodiah Rodiah
coba hajar saja ibu tirimu itu Diana pasti seru🤭😃🤪
Natalia Luis Naik0fi
Thor coba ubahlah pemeran utama jngn krasukan mknan msa bubur msih panas ko dia mkn mcm orng gila
Natalia Luis Naik0fi
Thor pemeran utama lembek mcm mna pembaca trtarik
coba pemran tegas in mlm buat pemeran utama trsiksa
Natalia Luis Naik0fi
Na ketahuan dsar kmpngan bru lihat mknan mcm krusakn buat mlu
Natalia Luis Naik0fi
Si Diana bru lihat mknan jdi gk tau dri sya orng kmpung ju tau dri wlau pun bru lihat it mkanan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!