NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Hot Bodyguard

Terjerat Cinta Hot Bodyguard

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: GrendysS_08

Geofanny Guwencia Gabriel, seorang sosialita sekaligus putri sulung seorang taipan bisnis, merasa dunianya dijungkirbalikkan. Kebebasannya yang ia agung-agungkan direnggut paksa setelah serangkaian ancaman serius ditujukan kepadanya. Sang ayah pun menyewa seorang pengawal pribadi untuk melindunginya setiap saat.
​Masuklah Eric Abram. Seorang pria yang lebih mirip patung Yunani daripada manusia: tinggi, tegap, dengan wajah dingin dan tatapan setajam elang. Bagi Geofanny, Eric adalah pengganggu nomor satu, seorang "babysitter berotot" yang mengikuti setiap geraknya dan merusak semua rencananya. Geofanny bertekad untuk membuat pria itu tidak betah dan berhenti dari pekerjaannya.
​Namun, semua usahanya sia-sia. Eric adalah seorang profesional sejati yang tak tergoyahkan. Di balik sikapnya yang kaku, Geofanny tanpa sengaja melihat kilasan kerapuhan dan masa lalu kelam yang membentuk pria itu menjadi pelindung yang tangguh.
​Ketika ancaman itu bukan lagi sekadar gertakan dan sebuah serangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GrendysS_08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 | Perasaan

...~Happy Reading~...

Fany meninggalkan kantor perbankan milik Rio, tak lupa Fany membawa berkas tersebut,yang di masukan ke dalam amplop, kemudian Fany meminta Eric, untuk mengantarnya ke kampus.

Fany mengeluarkan tablet dari dalam tote bag yang dibawanya, ia mengotak-atik tabletnya, memperhatikan semua kegiatannya selama berada di kampus nanti.

"Sudah sampai Nona." Eric membukakan pintu mobil untuk Fany, senyum ramah terukir di bibirnya, mempersilahkan Fany turun, dan segera berjalan mengikuti Fany dari belakang, sambil mengawasi pergerakan semua orang, yang menyapa Fany, Eric menajamkan mata, saat melihat Arnold, mantan kekasih Fany, mendekati Fany, dengan sigap, Eric menghalangi Arnold yang berusaha untuk mendekati Fany.

"Minggir! " Arnold berteriak di depan wajah Eric, untuk Eric tak menghalangi langkahnya.

Eric diam, ia menatap tajam Arnold di hadapannya. Arnold menatap balik wajah Eric dengan tajam, suasana dingin menguar dari tubuh keduanya.

"Minggir! " Arnold membentak Eric, rahangnya mengeras, ketika Eric tak menggubris ucapannya, membuat Arnold semakin tersulut emosi.

Bentakan Arnold yang di tujukan untuk Eric, menarik perhatian semua orang, termasuk juga dengan Fany. ia menengok kebelakang, dan terkejut melihat Eric dan Arnold sedang berdiri berhadapan, dengan saling menatap tajam.

"Eric, Arn–" belum selesai Fany berbicara untuk memanggil kedua laki-laki itu, semua orang sudah di kejutkan dengan sebuah pukulan dari Arnold yang di tujukan untuk Eric, namun semua orang bernafas lega, sebab Eric dapat menepis pukulan yang di layangkan oleh Arnold.

"Eric, awas! " Fany berteriak, sebab tangan Arnold yang lainnya, berhasil melayangkan pukulan di pipi Eric para gadis berteriak histeris, membayangkan tubuh Eric yang akan terjatuh, pasalnya pukulan Arnold terdengar cukup keras, namun mereka terkejut, melihat Eric masih berdiri tegap, dengan memar di pipi bagian kanan.

Eric mencengkram keras, tangan Arnold yang berada di genggamannya, membuat Arnold meringis kesakitan. Arnold kembali berusaha memukul Eric dengan gerakan cepat. Eric tak menghindar, ia tak bergerak sedikit pun, Eric memanfaatkan situasi Arnold yang sedang bersiap untuk kembali memukulnya, ia memelintir tangan Arnold dengan sangat keras, membuat tubuh Arnold terjatuh ke lantai dengan keras.

Arnold berteriak kesakitan, ia memegang tangan kanannya, yang baru saja di pelintir Eric, para mahasiswi yang mengerumuni Eric dan Arnold, berteriak histeris, melihat tubuh Arnold terjatuh ke lantai dengan keras.

Eric jongkok di dekat tubuh Arnold, yang masih berteriak kesakitan, sambil memegangi tangan kanannya. "Maaf, aku tidak bermaksud untuk melukaimu." Eric berbicara pelan, namun Arnold dapat melihat, mata tajam Eric yang tersorot ke arahnya, membuat Arnold semakin geram.

Eric kembali berdiri, dan berjalan ke sebelah Fany, lalu tangannya menarik pelan tangan Fany, dan membawanya menuju ruang kelas Fany. Tak lama setelah Fany masuk, para mahasiswa/i juga masuk ke dalam kelas, di susul oleh seorang dosen, dan perkuliahan pun di mulai.

Beberapa saat berlalu, para mahasiswa/i satu kelas Fany keluar dari dalam kelas, membuat Eric yang berjaga di depan kelas, menjadi kebingungan. Fany yang melihat Eric kebingungan, Fany memberitahu kepadanya, bahwa mereka ada perkuliahan di luar kelas, sehingga membuat Eric kembali mempertajam penglihatan dan pendengarannya, Eric berjalan di samping kerumunan mahasiswa/i tersebut, Eric tak pernah melepaskan pandangannya dari Fany.

Pukul 14.12 siang..

Sudah 6 jam lebih, Fany berada di kampus, dan 5 jam berada di luar kampus, para mahasiswa/i itu, sedang berada di sebuah kantor perusahaan start up dekat kampus, mahasiswa/i itu memberikan gagasan dan pemikiran-pemikiran mereka, untuk mengembangkan perusahaan start up tersebut. Sudah 20 orang mahasiswa telah mempresentasikan gagasan dan pemikiran mereka, begitu pula dengan Fany dan Anggi temannya. Anggi mampu membuat pemilik perusahaan start up tersebut terkagum dengan gagasan dan pemikiran Anggi, sehingga setelah acara itu, Anggi akan mulai mewujudkan semua gagasan dan pemikirannya, sebagai digital marketer perusahaan start up tersebut, dan ada juga beberapa mahasiswa yang mendapatkan kesempatan yang sama seperti Anggi.

"Pengawalmu bagaimana Fan? " Anggi bertanya pada Fany, sambil melirik Eric sekilas, yang berdiri tak jauh dari posisi mereka duduk saat ini.

"Apa maksudmu? " tanya Fany bingung, dengan kening berkerut.

"Tadi pagi, aku mendengar Arnold memukul pengawalmu." kata Anggi, menatap Fany menunggu jawaban dari Fany.t t

"Seperti yang kamu lihat." balas Fany, sambil melirik sekilas ke arah Eric, dan di ikuti oleh Anggi.

"Itu sakit tidak ya? " gumam Fany lirih, namun masih dapat di dengar jelas oleh Anggi, membuat Anggi menarik sudut bibirnya tipis.

"Apa kamu takut dia kesakitan Fan? " tanya Anggi pelan. "Hnm." jawab Fany cepat, kepalanya mengangguk cepat. "Apa kamu menyukainya? " tanya Anggi lagi, sambil menahan tawanya. "Mungkin iya." balas Fany lirih, Anggi tersenyum, dan kembali memperhatikan seorang mahasiswa yang sedang mempresentasikan gagasannya.

Fany yang melihat Anggi sedang memperhatikan presentasi di depan, berfikir jika Anggi tak mendengarkan ucapannya tadi. "Anggi apa kamu tadi tidak mendengarkan ucapanku? " Fany menyentuh bahu Anggi, membuat Anggi tersenyum dan menoleh. "Aku mendengarnya Fan, apa kamu tadi berbicara dengan sadar? " Anggi menatap mata Fany, Anggi tersenyum melihat kepala Fany mengangguk.

...~To be continue......

...Telat up lagi.. 😁✌...

1
🍒WINA🍒
Bagus eric memberitahukan kpd pemilik kost menolong seorang gadis dijln....
Yati Suryati
ceritanya tersusun menarik
🍒WINA🍒
eric menolong gadis dibawa kekostnya...
🍒WINA🍒
mampir thor kayaknya bagus cerita ini.......tetep semangaf kak
arfan
up bos
Benediktus Grendys Sukresna
Semangat membaca!
vall
mampir ya kakak ... :)
Penelop3
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!