NovelToon NovelToon
Warwick

Warwick

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Dunia Lain / Perperangan / Fantasi Wanita / Barat
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lowdod

Di dunia bernama Proelium ini tidak ada yang namanya uang, kedamaian, ataupun cinta. Yang terdapat disini hanyalah pertarungan, kematian, dan juga kesengsaraan. Orang orang di dunia ini hidup dengan cara membunuh orang yang lemah kemudian mencuri apa saja yang mereka punya. Tidak ada yang namanya penjara atau penjaga keamanan di dunia ini.

Di dunia ini, yang haus akan darah menjadi semakin kuat layaknya seorang dewa, sementara yang lemah hanya akan menjadi batu pijakan bagi mereka yang haus akan pertarungan.

Keres Sanguis adalah seorang petarung wanita yang telah mencapai puncak tertinggi dengan cara membunuh semua orang yang dia temui. Namun pada akhirnya, dia tidak memiliki tujuan apapun selain terus bertahan hidup di dunia yang kejam ini. Apa yang diinginkannya sekarang adalah berubah menjadi orang yang lebih baik dengan cara meninggalkan dosa masa lalunya, sekaligus menjatuhkan kekuasaan yang telah menciptakan sistem keji di dunia ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lowdod, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Madness to Madness

Hari sudah malam. Aku sedang memperbaiki dua kaki Poppy yang rusak parah saat ini. Beruntungnya aku membawa berbagai peralatan perbaikan yang ku taruh di dalam dimensi lain. Sihir baru yang diajarkan oleh setan ini sedikit berguna memang, walaupun beberapa dari mereka, ada yang terlihat sedikit mengecil ? Benar-benar menyebalkan.

Tangannya sudah aku perbaiki juga, walaupun kecil-kecilan saja. Sebentar lagi, bagian kakinya akan selesai. Sepertinya, untuk sementara waktu ini, Poppy tidak akan bisa bertarung sementara, dan akan menjadi beban nantinya. Itu bukanlah masalah yang besar juga sebenarnya, karena ada satu orang tambahan lagi disini, yang seolah dikirim oleh alam langsung untuk menggantikan ketidakmampuan Poppy saat ini. Siapa orang itu ? Jangan tanya. Sudah pasti si babi yang selalu mengikuti dan mencari ku kemanapun aku pergi, bahkan sampai ke gurun ini sekalipun.

“Nona Keres ! Malam ini kita makan apa ??”

“Pikir sendiri urusanmu, bodoh !!”

Ah, sebenarnya aku tidak sekejam itu. Setelah si babi ini diam beberapa saat kemudian, aku mengambil sebuah biskuit dan memberikan itu kepadanya, tanpa menoleh ataupun berkata sedikitpun. Biskuitnya dari mana ? Tentu saja aku ambil dari dimensi penyimpanan ku, bodoh.

“Waw, ajaran gw langsung dipraktekin, huh ?”

“Kakak yang ngajarin ini sihir ke nona Keres ?”

“Heh, udah pasti !!”

Dua orang brengsek ini tidak pernah bisa diam, huh ? Lupakan saja, yang paling penting adalah kedua kakinya Poppy kini sudah selesai ku perbaiki. Walaupun sekarang bentuknya agak acak-acakan, tapi itu setidaknya masih bisa dibuat berjalan agak sebentar. Aku berdiri sambil menghela nafasku, kemudian memandang ke kejauhan. Angin malam seketika menerpa kami berempat, dan selalu saja itu memberikan perasaan yang sama. Cih, selalu saja dingin. Jangan bilang malam ini aku bakal kena hipotermia lagi.

“Poppy, jangan gerak dulu, oke ?”

Poppy hanya mengangguk, kemudian langsung mematikan sistemnya. Benar-benar anak yang baik. Ini seharusnya masih belum sampai jam 8 malam. Jadi, daripada aku duduk-duduk diam tanpa melakukan apa-apa, lebih baik aku memeriksa mayat-mayat dari makhluk aneh itu sendirian. Rasa penasaran itu, masih menghantui ku bahkan sampai saat ini. Makhluk macam apa mereka sebenarnya ?

“Nona Keres, kamu mau kemana ?”

“Pergi mencari udara segar. Kalian jagalah Poppy.”

“Tunggu, apa yang ada di tangan mu itu adalah luka ?”

Begitu mendengar pertanyaan Constantes, aku pun langsung mengangkat tangan kanan ku dan melihatnya. Benar yang ditanyakan oleh Constantes, ada sebuah luka di bagian punggung tanganku. Waw, luka ini lebar juga, tapi entah kenapa aku bahkan tidak merasakan apa-apa sama sekali. Mungkin karena sudah saking seringnya aku kena tebasan semacam ini, sampai-sampai ada beberapa bagian tubuhku yang mati rasa. Sejak kapan luka ini muncul ? Jangan-jangan waktu kalajengking-kalajengking sialan itu menyerang aku dan si setan untuk kedua kalinya ?

“Memangnya kenapa ? Aku tidak sekuat seperti yang kalian bayangkan, tahu. Julukan yang kalian berikan padaku itu sebenarnya adalah sebuah kutukan bagiku.”

“Oi, apa-apaan ini !? Ngungkit masa lalu !?”

Tiba-tiba si setan itu juga ikut campur dalam pertanyaan ini. Menyebalkan.

“Aku sudah muak disebut sebagai petarung terkuat kalian. Gara-gara sebutan itu, tubuhku hancur semua, tahu.”

Ucapanku itu berhasil mendiamkan mereka berdua sejenak. Benar, kalau diingat-ingat lagi, semua luka di badanku ini mulai bermunculan sejak aku disebut sebagai petarung wanita terkuat oleh mereka berdua, dan tiga belas orang yang lainnya. Manusia-manusia bajingan itu mulai memburu aku hanya karena ingin memiliki julukan yang sama. Mereka berdua, seolah mengutuk aku dalam kesenangan mereka.

Inilah kenapa, aku membenci dua iblis ini.

“Aku pergi dulu sebentar. Jaga Poppy.”

“Lu udah ngomong itu sampe dua kali, bodoh.” dengus si setan dengan nada yang kesal.

Aku sudah tidak peduli dengan mereka lagi. Mau merasa kesal ataupun tersakiti, itu adalah urusan mereka sendiri. Karena di sini, aku juga merasakan hal yang sama.

...****************...

[REKAMAN SELESAI]

[NAMA : Virginis DAN Constantes. TELAH MELUKAI TUAN KERES]

[ANCAMAN TERDETEKSI. MASUK KE MODE TEMPUR]

Poppy membuka kedua matanya, dan seluruh tubuhnya seketika mengeluarkan suhu panas yang luar biasa. Dalam wajahnya, terlihat raut kekesalan yang begitu luar biasa, seolah ia sedang ingin membalaskan dendam seseorang. Hanya dengan sekali dorongan dari kedua tangannya untuk bangkit berdiri, batu yang ia telah hancur menjadi berkeping-keping, membuat Virginis yang masih belum tidur akhirnya terkejut dan langsung menoleh ke arahnya.

“Poppy, lu napa ?”

“[ANCAMAN] bagi tuan Keres. [ELIMINASI] semuanya !!”

“Oi, ni bocah ngomong apaan sih ?”

Dengan cepat, Poppy langsung memasang kuda-kudanya, bersiap untuk melesat ke arah Virginis kapanpun itu.

“Eh ?”

Virginis menyadari ada sesuatu yang salah saat ini, namun itu semua terlambat. Poppy telah melesat ke arahnya dan meninggalkan ledakan api di sepanjang lintasannya, menabrakkan dirinya dengan Virginis saat itu juga.

“Loli bangsat !!”

Baik Virginis ataupun Poppy, keduanya sama-sama terhempas hingga jatuh ke atas gurun pasir yang kali ini sangatlah dingin. Poppy sempat melempar Virginis sekali lagi sebelum ia berguling, kemudian berdiri dan langsung memasang kuda-kudanya. Begitupun juga dengan Virginis, yang langsung memanjangkan katar ganda dari dalam sarung tangan miliknya. Keduanya saling menatap tajam satu sama lain, penuh dengan kebencian seakan mereka berdua adalah musuh bebuyutan sejak lama.

“Apa-apaan ini, bocah !!? Nyerang tanpa sebab !?”

“[Eliminasi]........ Semua ancaman !!”

“Cih ! Dasar loli ga punya otak !!”

Keduanya saling melesat ke arah satu sama lain, dan tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk berguling guling kembali di atas hamparan pasir yang dingin bagi kulit mereka. Setelah bergulat beberapa saat di atas pasir, Virginis mendapatkan posisi yang tepat untuk menendang perut Poppy hingga Poppy terlempar jauh ke belakang.

“Rasain tuh, bocah !!” seru Virginis sambil bangkit berdiri kembali.

Namun saat Virginis menoleh ke arah tempat yang ia yakini ke mana Poppy terlempar olehnya, tidak ada apapun di sana. Yang ada hanyalah jejak lingkaran berwarna hitam akibat hangus terbakar oleh sesuatu. Virginis dengan cepat mengerti apa itu sebenarnya, membuatnya mendongak ke atas malam yang seharusnya terlihat indah saat itu. Di atas sana, sudah ada Poppy, yang telah siap dengan kedua mantis blade miliknya.

“Senjata macem apaan itu !!?”

Poppy tiba-tiba tertawa keras, seraya ia menukik dari atas ke bawah dengan kecepatan secepat kilat. Gemuruh dari ledakan api terdengar begitu keras, sangat cukup untuk membuat Virginis tidak lagi meremehkan kekuatan Poppy. Hanya dalam beberapa detik kemudian, kedua mantis blade Poppy telah menancap di atas hamparan pasir, diikuti dengan beberapa ledakan dahsyat yang lainnya. Itu adalah serangan yang paling mematikan yang pernah dilihat oleh Virginis seumur hidupnya, nomor dua setelah serangan terkuat dari Keres dengan Tonitrui miliknya.

“Lari, LARI !!!”

“Ngeri banget lu, bocah !!”

Dari dalam ledakan, Poppy melesat kembali ke arah Virginis dengan sebuah senyuman lebar yang sangat mengerikan. Virginis melompat ke belakang untuk menghindari satu tebasan dari mantis blade kanan milik Poppy, kemudian mendarat beberapa meter jauhnya dari Poppy. Di atas padang gurun yang hanya penuh dengan pasir ini, itu adalah sebuah tempat yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai sarang jebakan. Virginis awalnya ingin melakukan itu, namun dia baru saja ingat kalau dirinya tidak membawa satu jebakan pun bersamanya saat ini.

“Cih, sialan. Sini lu, loli bangsat ! Gw ga takut gulat sama lu, anjing !!”

Poppy lagi-lagi melesat ke arah Virginis, dan seperti biasa, ia menyerang saat dirinya masih ada di udara. Namun kali ini berbeda. Alih-alih menghindar, Virginis justru menahan serangan dua arah dari mantis blade Poppy tersebut. Itu adalah sebuah data anomali bagi Poppy. Tidak pernah ia sangka lawannya akan menahan sebuah serangan seperti itu.

Anguis mengajariku cara bagaimana bertarung dengan liar lawan bocah kayak loli ini, jadi aku sudah terbiasa. Maju sini lu, bocah !!

Poppy menyeret kedua kakinya di atas pasir hingga dirinya berputar ke arah kanan, dan Virginis juga mengikuti putarannya itu. Ini mulai membuat Poppy kehilangan kewarasannya. Ia menusuk Virginis secara bertubi-tubi, namun tidak ada satupun dari rentetan serangan itu yang bahkan menyentuh tubuh Virginis. Seolah Virginis membaca seluruh pergerakannya.

[KEKUATAN MUSUH MENINGKAT]

[ALIHKAN SELURUH ENERGI CADANGAN ? YA]

Kecepatan serang Poppy semakin meningkat, namun itu tidak membantu sama sekali. Virginis dengan mudahnya menangkis seluruh serangan Poppy, bahkan sempat melakukan serangan balik dengan katar nya, dan itu mengenai wajah Poppy.

“Ada apa, loli brengsek, !!?”

Kini yang tertawa keras bukanlah Poppy, melainkan Virginis. Beberapa saat kemudian, ia menahan serangan tusukan dari dua arah yang dilakukan oleh Poppy kembali, setelah itu menghantamkan kepalanya sendiri ke kepala Poppy. Itu memang sedikit agak menyakitkan untuknya, tapi itu bukanlah apa-apa dibanding hasil yang ia dapat setelah melakukan itu. Virginis melompat ke belakang, dan ia melemparkan kedua katar nya yang telah menjadi cambuk ke arah Poppy. Dua ujung katar Virginis itu dengan cepat menusuk belikat kanan dan kirinya Poppy, yang setelah itu ia gunakan untuk menarik dirinya sendiri ke arah Poppy dan melakukan sebuah tendangan dahsyat dibantu oleh superposisi miliknya.

[KERUSAKAN DITERIMA]

[MASUK KE DALAM MODE TEMPUR : OVER RAGE]

Akibat tendangan dari Virginis barusan, Poppy terlempar beberapa meter ke belakang, dan sebagian dari kulit sintetis nya kini telah mengalami rusak parah. Poppy mendarat dengan kuda-kudanya lagi, dan setelah itu, ia mengeluarkan dua mantis blade lainnya di masing-masing tangan. Poppy dan Virginis menatap satu sama lain dengan tajam. Tidak ada satu detik pun yang mereka lewatkan untuk sempat menoleh atau bahkan melirik sekalipun ke arah yang lain. Suasana menjadi begitu menegangkan. Hening, namun mencekam. Cukup untuk membuat siapapun yang melihat adegan ini dari kejauhan ngeri hingga bulu kuduk mereka berdiri. Namun sepertinya, itu tidak berlaku sama sekali untuk seorang wanita yang baru saja berhenti dan mengamati mereka dari kejauhan.

“Dua bocah ini ngapain sebenarnya ?” gumam wanita itu.

Hingga setengah menit pun telah berlalu. Poppy dan Virginis masih saja menatap satu sama lain, menunggu lawan mereka untuk melancarkan serangan mereka terlebih dahulu. Baik Poppy maupun Virginis, keduanya sama-sama sedang memikirkan hal yang sama, yaitu berbagai kemungkinan yang akan dilakukan oleh lawannya. Keheningan masih menggantung di atas langit, sebelum akhirnya, dua orang itu memutuskan untuk melakukan hal yang sama di saat yang bersamaan. Keduanya melesat ke arah satu sama lain, membiarkan takdir yang menentukan serangan siapa yang akan kena dan siapa yang tidak. Namun bagaikan bintang jatuh dari atas langit, seorang wanita baru saja mendarat dan menancapkan pedang zweihander miliknya ke atas tanah, menciptakan sebuah ledakan yang melemparkan kedua orang itu hingga ke belakang. Ini adalah apa yang dikatakan wanita tersebut sebelum kedua kakinya mendarat.

“Dasar dua bocah bodoh dan gila !!”

Berkat serangan dari Keres, Virginis dan Poppy tidak saling menumpahkan darah satu sama lain malam ini. Keduanya masih hidup, dan sekarang, mereka berdua sedang sama-sama terkejut karena kehadirannya yang cukup tiba-tiba. Nafas Keres terengah-engah, dan kedua tangannya masih berpegangan pada pedangnya, Tonitrui. Setelah memastikan bahwa Poppy dan Virginis tidak melanjutkan pertarungan berdarah mereka lagi, Keres pun berdiri dan menarik Tonitrui dari hamparan pasir, sambil menunjukkan raut wajahnya yang penuh dengan kekesalan dengan sangat jelas, tidak ia sembunyikan sama sekali.

“Sebenarnya..... Kalian berdua ini kenapa ?”

Walaupun Keres seperti bergumam, namun suaranya masih dapat terdengar dengan jelas di telinga Poppy maupun Virginis. Padahal keduanya barusan saja seperti telah dilahap oleh kegilaan, namun sekarang, mereka justru seperti anak baik yang sangat ketakutan pada ibunya. Setidaknya, itu sebelum emosi Virginis meledak dengan hebat.

“Loli lu yang nyerang gw duluan tanpa sebab, ****** !!”

“[ANCAMAN] harus disingkirkan secepatnya.”

“Ancaman pantatmu, bangsat !! Gw nggak ngelakuin apa-apa tadi !!”

Keributan keduanya saling menyerang satu sama lain di dalam indera pendengaran Keres. Emosinya mulai memanas dan hampir saja ingin meledak, namun Keres berusaha semampu mungkin untuk menahannya. Sebelum ia sendiri juga ditelan oleh kegilaan seperti dua orang yang ada di kanan dan kirinya saat ini.

Dua orang ini...... Dua-duanya sama saja seperti bocah memang.......

Menyebalkan.

1
Amelia
salam kenal ❤️🙏
calliga
Ku kasih 5 Stars, Terus berkarya ya
calliga
Semangat!
Yu
aku kasih bintang 5. Semangat nulisnya
SweetWhimsy
masyaAllah suka banget novelnya padahal udah lama ga baca novel,tiba2 mau baca ini ternyata seru banget
LiveChic
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy~
Garden Rose
hwaaaa lanjut g thorrr...klo g aku nangisss😭😭
BeautyBabe
rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ biar semangat 😇 saling mendukung ya Thor 😇
TexasTiger
Ayok thor mana nih kelanjutannya?
Cinta Misnaming
Karakternya jangan dibikin yang sedih sedih gitu dong thor.. aku jadi ikut sedih
girlganggoodies
Good news! Cerita author bikin aku halu..
Garden Rose
author emang debest deh, pacar aja kalah nyenengin hati aku! karyamu selalu ditunggu!
monsoonblooms
Thor, kamu tahu artinya setia kan? Iya, aku dan kamu. Makanya tetap lanjut ya ceritanya:)
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
semangat selalu Thor aku suka ceritanya ❤️❤️
Amelia Handayani
semangat kaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!