NovelToon NovelToon
Pria Kejam Dan Gadis Jujur

Pria Kejam Dan Gadis Jujur

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Angst / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:437.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Anaya dijual kedua orang tuanya kepada seorang pria kaya raya untuk melunasi utang mereka. Selama ini Anaya dianggap sebagai pembawa sial.

Pria yang membeli Anaya karena ingin balas dendam atas kematian ayahnya.

Apakah Anaya pelaku sebenarnya atau dia hanyalah korban fitnah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Membawa Paksa Anaya Kembali

Hampir 15 menit Harsya menunggu di mobil namun sosok wanita yang dicari belum juga menunjukkan batang hidungnya.

"Dia belanja apa 'sih? Kenapa lama sekali?" keluhnya, seraya memperhatikan jam di tangannya.

"Mungkin saja dia singgah ke toko lain, Tuan." Biom berkata agar bos-nya itu tenang.

"Kalau bukan karena Anaya, aku tidak mau membuang waktu seperti ini!" gerutunya.

"Baru sadar 'kan kalau cinta, Tuan." Biom membatin.

Harsya mulai tampak gelisah.

"Tuan, bukankah itu Nona Anaya!" Sopir berucap dengan sedikit berteriak.

Harsya dan Biom mengikuti jari telunjuk sopir.

Ketiga pun gegas keluar dari mobil.

Anaya yang menenteng belanjaannya terperanjat, karena tiba-tiba mobil ia lewati terbuka.

"Ana!"

Anaya membulatkan matanya, tubuhnya seketika membeku.

Harsya perlahan mendekati mantan istrinya.

Anaya yang ketakutan memundurkan langkahnya, "Ma...mau...apa lagi?"

Harsya tak menjawab.

Anaya yang tidak ingin kembali kepada Harsya, dengan cepat membalikkan tubuhnya dan berlari.

"Anaya!" teriak Harsya.

Anaya tak mendengar dan terus berlari.

"Kejar dia!" perintah Harsya.

"Baik, Tuan!" ucap serempak anak buah Harsya yang lainnya.

Intan menghampiri Harsya, "Tuan, kenapa mengejarnya? Apa salahnya?"

Harsya tak menjawab.

Intan tampak cemas dengan keadaan temannya menyusulnya dengan berlari.

Beberapa anak buahnya Harsya berhasil menangkap Anaya.

"Lepaskan aku!" teriaknya dan memberontak.

"Maafkan kami, Nona!" ucap salah satunya.

Mereka membawa Anaya menghampiri Harsya.

"Hei, lepaskan mereka!" bentak Intan.

Namun, para pria bertubuh tinggi dan besar itu tak menghiraukannya. Mereka berusaha tidak menyakiti tubuh Anaya yang terus memberontak.

"Masukkan dia ke mobil!" titah Harsya.

"Tuan, mau di bawa ke mana Kakakku?" Intan menghalangi langkah Harsya.

"Kita tidak memiliki hubungan apa-apa lagi, kenapa masih mencariku?" Anaya berusaha melepaskan dirinya dari cengkeraman anak buah mantan suaminya.

"Hubungan?" Intan mengerutkan keningnya.

Anaya kini berada di dalam mobil bersama dengan Harsya.

"Tuan, jelaskan maksudnya? Sebenarnya siapa Kak Ana?" tanya Intan mendesak pada Biom.

"Nona Anaya mantan istri Tuan Harsya." Jawab Biom lalu bergegas memasuki mobil.

Rombongan Harsya meninggalkan kos-kosan Anaya.

Intan masih berdiri dan tampak bingung dengan pernyataan Anaya dan Biom. "Hubungan? Mantan istri? Apa itu artinya jika Kak Ana adalah orang kaya?" pikiran itu menari di kepalanya.

-

Di dalam mobil, Anaya terus memberontak dan ingin turun, namun tangannya terus digenggam Harsya.

"Kita sudah berpisah, kenapa belum puas juga menyakiti dan menyiksa saya, Tuan?"

"Kau harus menjelaskan semuanya di rumah!"

"Saya tidak mau kembali ke rumah anda, Tuan!" Anaya berteriak di depan wajah mantan suaminya.

Harsya yang tak suka, orang lain berteriak di depan wajahnya mencengkeram lengan Anaya dengan kuat.

Anaya memekik kesakitan.

"Jangan berkata kasar di hadapanku!" geramnya, lalu melepaskan cengkeramannya.

Anaya memegang lengannya yang sakit, air matanya kembali menetes.

Anaya lantas memundurkan tubuhnya, ia membuang wajahnya menatap jalanan. Namun, tangan kirinya masih memegang lengan tangan kirinya yang sakit.

Harsya hanya bisa menatap sekedarnya tanpa berkata, ia lalu memalingkan wajahnya.

Sesampainya di rumah mewah Harsya yang membutuhkan waktu perjalanan 50 menit karena menggunakan jalan tol.

Harsya menarik paksa tangan Anaya turun dari mobil, ia membawanya ke dalam kamar wanita itu yang beberapa waktu lalu sempat ditempati.

"Kenapa anda membawa saya kemari lagi?"

"Karena kau melakukan kesalahan."

"Kesalahan apa? Bukankah pelaku pembunuhan ayah Tuan telah ditahan dan kita telah bercerai? Seharusnya anda tidak perlu mengatur kehidupan saya!"

"Aku menyewakan rumah itu selama setahun agar kau merasa aman!" Harsya berkata dengan nada tinggi.

"Saya tidak meminta anda menyewa rumah," jawab Anaya.

"Kau ini!"

"Tuan telah melepaskan saya saja sudah membuat hidup saya lebih bahagia."

"Oh, bahagia?"

"Iya, Tuan. Saya ingin bahagia, apa anda tidak senang saya menemukan kebahagiaan diluaran sana?" sentaknya.

"Aku tidak mau kau bahagia!" Harsya berkata lantang.

Anaya tercekat.

Harsya lalu pergi meninggalkan Anaya di kamarnya.

Anaya terduduk di lantai dan menangis. Baru saja ia merasa kebahagiaan, sekarang kini dia harus menderita lagi.

-

Seorang pelayan membawa nampan berisi makan malam dan air putih. "Nona, silahkan dimakan!"

"Saya tidak mau!"

"Nona, saya mohon dimakan. Jika Nona tidak mau, Tuan akan menghukum saya!"

Anaya menatap wajah pelayan wanita itu. "Keluarlah!" dengan tatapan dingin.

Pelayan wanita itu keluar, Anaya meraih piring dan gelas lalu melemparkannya ke sembarang arah hingga terpecah berkeping-keping.

Suara pecahan kaca terdengar sampai ke lantai bawah.

"Tuan, itu dari kamar Nona!" ucap Biom.

Harsya dengan cepat berdiri, ia lalu melangkah ke kamar Anaya.

Begitu dibuka, Anaya sudah memegang pecahan kaca. "Lepaskan saya atau anda ingin melihat saya mati di sini!"

"Lakukanlah, aku yakin kau tidak akan berani!"

"Berikan saya alasan kenapa saya harus kembali ke sini?"

"Aku tidak memiliki alasannya."

"Bohong!" hardiknya.

"Untuk apa aku berbohong?" Harsya perlahan mendekati Anaya yang terus mundur.

"Jangan dekati saya!" Mengarahkan pecahan kaca kepada Harsya.

"Ini rumahku, kau tidak boleh mati di sini!"

"Maka biarkan saya pergi dari sini!"

"Tidak, kau akan tetap di sini!"

"Kita bukan suami istri lagi dan Tuan tidak berhak atas diri saya!" Anaya berkata dengan wajah ketakutan.

"Kita akan menikah lagi!"

Seketika Anaya diam. "Menikah?" lirihnya.

"Iya, kita akan menikah!" Harsya menarik tangan Anaya mencoba menjatuhkan pecahan kaca yang di pegang wanita itu.

Anaya yang kaget tangannya ditarik tanpa sengaja tangannya yang menggenggam pecahan kaca menggores lengan Hasya.

"Tuan!" pekik Biom dan beberapa pelayan yang ada dikamar.

Anaya dengan cepat mencampakkan kaca tersebut, ia melihat lengan mantan suaminya berdarah. Wajahnya semakin ketakutan dan gemetaran.

Harsya memegang lengannya yang berdarah lalu pergi.

Anaya mengikuti langkah Harsya yang berdarah, "Tuan, maafin saya!"

Harsya terus berjalan ke kamarnya begitu juga Anaya yang terus mengikutinya.

"Tuan, saya tidak sengaja. Tolong maafkan saya!" Anaya menangkupkan kedua telapak tangannya.

"Biom, biarkan dia yang mengobati saya!"

"Tuan, apa sebaiknya kita telepon Dokter Rissa saja?" usul Biom.

"Dia yang harus bertanggung jawab!" menatap Anaya.

"Baiklah, Tuan." Biom mengambil lalu meletakkan kotak obat di nakas kemudian ia pergi.

"Ayo cepat obati!" perintahnya lantang.

"I...iya, Tuan!"

Anaya membuka kotak obat dengan tangan gemetaran, ia mengambil kapas dan alkohol. Perlahan membersihkan darah di lengan Harsya lalu menempelkan plaster luka.

"Beruntung hanya luka goresan saja," Harsya menurunkan lengan bajunya. "Jika tidak, kau akan mendapatkan hukuman!" lanjutnya.

"Saya tidak mau menikah dengan Tuan!"

"Kau tidak bisa menolaknya!"

"Saya tidak mau Tuan menyiksa saya lagi!"

"Jika kau melakukan kesalahan tentunya ku akan menghukummu!"

"Saya tetap tidak mau menikah sebelum Tuan berjanji takkan menyakiti."

"Kenapa jadi kau yang mengatur aku?"

"Saya tidak memiliki hutang apapun kepada anda!"

"Baiklah, aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi!"

Anaya tak menyangka Harsya menerima syarat darinya.

"Aku akan membuat surat perjanjian agar kau percaya!"

1
Jamaliah
suami bego
Jamaliah
kasihan anaya
Jamaliah
di nikahi hanya untuk di siksa
Jamaliah
balas dendam tanpa menyelidiki pelaku sebenarnya
Jamaliah
manusia paling kejam
Ayu Lestary
Luar biasa
AnysMentari
tamat... ini karya ke 2 saya baca hari ini.
Mami AL: Terima kasih, Kak🙏
total 1 replies
Marlina
hmm
Ryani
bego memang si anaya😂😂
R'vina
jejak dulu 🔜
Evy
jika nanti menyesal dan minta maaf.mohon...jangan langsung dimaafkan... plonco dulu..biar tambah bucin..
Ruk Mini
Happy smua..senengggg bgt . thorrr... mewek2 d awal ..tpi greget sm kau thorr ..d ksh ujian ke sm s arogan..sebel gampang bgt nerima ..dh jahat bgt ..tpi gmn kau yg pny kuasa thorrr..yg pntg Happy ye ..tq thorr d tunggu karya2 mu lgi
Mami AL: Terima kasih, Kak..

Boleh lanjut ke cerita 'Cinta Asisten Dingin '..

Kisah cintanya asistennya Harsya.
total 1 replies
Ruk Mini
loyalitas x kau bank
Ruk Mini
Happy.. Happy.. thorrr.. sukaaaaa
Ruk Mini
jie..jie..penggemar el
Ruk Mini
lakik Cemen...👎👎👎
Ruk Mini
d diem in d tinggal baru rasa
Ruk Mini
jgn jsh kendor bankkkk
Ruk Mini
pepet bank Al
Ruk Mini
nenk..nenk...sial bener nasib mu pny lakik ky gono..pny mertua jg error
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!