NovelToon NovelToon
PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA

Status: tamat
Genre:Mafia / Hamil di luar nikah / Selingkuh / Pelakor / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Meta Janush

Belinda Alexandra Amani dijual oleh ayahnya pada seorang pria asing saat ia berusia tujuh belas tahun. Dia dikurung dalam kamar gelap, kaki serta tangannya dirantai dan matanya ditutup kain hitam. Hampir setiap malam dia disiksa.

Setelah dilepaskan dari tempat terkutuk itu, Bella dijual kembali ke Nightclub sebagai pembayar hutang ayahnya. Empat tahun kemudian dia bertemu kembali dengan pria yang merenggut kesuciannya.

Pria itu bernama Dante Sebastian, seorang pria beristri dan sudah memiliki seorang anak.

“Sejak kapan kau bekerja disini?” Dante melontarkan pertanyaan sambil tangannya menyentuh tubuh gadis itu. Tangannya mengusap kulit lembut dan mulus Bella.

“Ehmm…..sejak tiga setengah tahun lalu!” jawab Bella dengan jujur.

“Kenapa kau bekerja disini? Apa kau kekurangan uang?”

Trauma, dendam dan keinginan untuk membalas orang-orang yg menghancurkannya. Tapi takdir membuatnya menjadi orang ketiga untuk membalaskan dendam dan merebut kembali miliknya.

PELAKOR ISTIMEW

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23. TAK INGIN MERUBAH MEMORI

Dante hanya diam tak menjawab, dia melirik Bella sekejap dan kembali berjalan lurus ke pintu meninggalkan Bella seorang diri didalam kamar. “Kenapa sih pria itu dingin sekali?” decaknya jengkel. “Aduh….ada apa denganku? Kenapa badanku menggigil begini?” tanya Bella bahkan saat kakinya turun menginjak lantai, seluruh tubuhnya bergetar dan lemas. Bahkan kedua tangannya ikut bergetar hebat.

“Ayo Bella, kau harus kuat! Kau bisa melakukannya, jangan menyerah atau kau akan bernasib lebih buruk dari sekarang.” Bella berusaha sekuat tenaga memaksakan diri berjalan ke kamar mandi.

Setelah selesai mandi dia pun kembali ke ruang ganti dan memakai apapun yang bisa dipakainya. Toh tidak ada satupun pakaian di wardrobe itu pantas dikatakan sebagai  pakaian layak. ‘Huh….string romper lagi….ahhhhh pakaian bawahnya juga begini! Aku seperti kerja siang malam saja. Wah….aku suka model yang ini bagus!” Bella memilih pakaian dan segera turun ke bawah menemui Dante.

“Tadi malam aku pasti membuat kesalahan besar makanya dia datang. Dia pasti datang ingin menghukumku tapi karena kondisiku buruk justru malah aku yang menyusahkannya.” Bella bergumam sendiri dan melangkah keluar kamar dengan kaki yang berjalan dengan gemetaran.

“Kau terlambat dan kau membuatku menunggu!” ucap Dante ketika Bella sudah berada diruang makan.

“Maaf Tuan.” hanya kalimat itu saja yang bisa terucap dari bibir merah cherrynya sebelum dia duduk dihadapan pria itu.

“Makanlah!”

“Terimakasih.” ucap Bella singkat.

“Hei…..ada apa dengan tanganmu? Kenapa kau gemetar seperti itu?”

“Aku tidak tahu Tuan. Maafkan aku sudah membuat suara berisik dimejamu.” hatinya pun gemetar seperti tubuhnya karena takut pria itu akan marah dan menghukumnya lagi. ‘Apa dia marah padaku tapi mengapa dia diam saja? Ah sudahlah aku makan saja toh dia juga tidak peduli.’ gumamnya dalam hati lalu mulai menyantap makanannya.

‘Rasa apa ini sepertinya aku pernah memakannya?’ ucapnya didalam hati sambil berhenti mengunyah dan kembali menatap makanan dipiringnya.

“Apa kau tidak menyukai makananmu?” tanya Dante saat melihat Bella berhenti menyentuh makanan.

Bella mendonggakkan kepala menatap pria dihadapannya.

“Maafkan aku.” jawabnya sambil mengusap airmata yang tiba-tiba menetes.

“Kau tidak menyukai makanan itu? Kenapa sampai menangis begitu?” tanya Dante sambil meletakkan alat makannya dan menatap Bella dengan tajam.

“Jangan salah paham Tuan. Aku suka makanan ini, aku merindukan rasa ini.” jawabnya jujur dan Bella kembali memotong sosis dan mencocolkan dengan smash avocado. Bella juga mencoba campuran smash potato, egg dan mayo. Dia benar-benar menyukai makanan ini membuatnya teringat pada sesuatu.

“Makanan yang kau suka katamu?” tanya Dante penasaran.

“Iya.” jawab Bella sambil mengganggukkan kepala. “Dulu aku pernah memakan hidangan seperti ini dulu. Enak sekali, sudah lama aku tidak merasakannya dan aku selalu merindukan rasa ini.”

“Kau bisa dapatkan makanan seperti ini dimana saja.” Dante tersenyum tipis.

“Tidak. Ini berbeda. Aku masih ingat rasanya sangat mirip, bisa dibilang hampir sama.” dengan sedikit bingung dia menjawab tapi sebenarnya dia merasakan kalau rasa makananan itu sama seperti yang dulu pernah dia makan, Bella pun tersenyum.

“Lihatlah kau bahkan berhenti bergetar setelah mengingatnya.” ujar Dante yang mengamati tangan dan tubuh Bella. Pria itu lalu menyandarkan tubuhnya disandaran kursi. Matanya memindai gadis dihadapannya, memperhatikan setiap gerak gerik gadis itu.

“Aku memang pernah makan hidangan seperti ini.” jelas Bella tanpa diminta.

“Oh begitu. Apakah kau menyukainya?”

Bella menggangguk sebagai jawaban. “tapi aku tidak pernah lagi menemukan rasa yang sama dari makanan ini, hanya satu kali.”

“Satu kali?” tanya Dante lagi tapi ada rasa sejuk didalam hatinya.

“Iya hanya satu kali dan besoknya adalah hari yang sangat menyedihkan. Makanya aku selalu ingat rasa makanan itu bak rasa nikmat sebelum rasa sakit menyiksa.” jawab Bella tersenyum sinis lalu mengusap airmatanya. Bella tidak menyadari jika Dante juga merasakan hal yang sama. Pria itu tak kalah menderita hatinya mengingat hari yang sama.

“Maafkan aku Tuan karena aku tidak bisa mengendalikan diri tanpa obat yang biasa kuminum.” kata Bella kembali menghapus airmatanya.

“Mulai sekarang belajarlah tanpa obat itu. Kau harus merubah hidupmu. Dokter akan membantumu, dia akan datang kesini dan dia akan memberitahumu apa yang harus kau lakukan!”

“Terimakasih. Tadinya aku mengira akan meninggal dalam keadaan overdosis.” ujar Bella masih dengan senyum mengembang diwajahnya.

“Habiskan makananmu jika kau memang menyukai makananmu.”

Bella tersenyum dan langsung menyantap kembali makananya hingga ludes.

“Kau mau tambah?” tanya Dante melihat Bella sudah menghabiskan makanannya.

“Anda tidak mau” tanya Bella dengan wajah yang tergiur melihat makanan dipiring pria itu.

“Makanlah!” Dante berdiri lalu mengambil piring Bella dan menaruh makanannya yang baru dia makan tiga suap.

“Kalau kau menyukai makanan ini, Mengapa kau tidak membuat sendiri?”

“Aku tidak bisa masak.” jawab Bella jujur.

“Sangat mudah membuatnya.”

“Apakah anda yang memasak ini, Tuan?” tanya Bella lagi sambil terus mengunyah makanannya.

“Bukan. Aku tidak bisa masak.” jawab Dante melirik sekilas.

“Oh wajar!” ucap Bella menimpali.

“Kau bisa mencari resep dan cara memasaknya di internet.” ujar Dante.

“Tidak mau.” kata Bella sambil menggelengkan kepala.

“Maksudmu?”

“Kalau aku masaknya sendiri pasti tidak enak dan membuatku berpikir kalau makanan itu tidak enak. Sedangkan saat pertama kali aku memakan makanan ini, rasanya sangat enak ya seenak ini! Aku tidak ingin merubah memoriku.” jawab Bella.

“Baguslah kalau kau menyukainya. Habiskan makananmu.”

Dreettt dreeettttt dreeeeeetttt

Ponsel Dante berdering membuatna agak cemas dan segera mengangkatnya.

“Iya sayang. Ada apa?”

Saat Bella mendengar ucapan ‘sayang’ dari bibir pria itu membuat Bella bertanya-tanya sia yang menelepon. Apakah istri atau kekasihnya? Tapi dia tetap fokus pada makanannya.

“Sayang, ini sudah jam tujuh pagi dan kau belum juga pulang kerumah. Apa kau akan pulang pagi ini?” tanya Tatiana.

“Akan kuusahakan. Masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan. Ada apa sayang?”

Sedangkan Bella mencuri dengar pembicaraan pria itu ditelepon. Dia tersenyum sinis ‘Haaa….pria ini mencari alasan pasti istrinya yang menelepon. Pasti wanita itu menyuruhnya pulang.” gumamnya.

“Alex mencarimu, dia marah-marah karena sarapan paginya tidak sesuai seleranya. Dia bahkan kembali mengacuhkanku dan melemoarkan gelas padaku, aku lelah membujuknya terus.” ucap Tatiana.

“Katakan saja padanya aku akan segera kembali.”

“Baiklah akan kukatakan padanya. Aku tunggu dirumah ya, hati-hati dijalan.”

“Terimakasih sayang.”

“Aku selalu mencintaimu, sayang.” ucap Tatiana memutuskan sambungan telepon.

“Aku harus pergi sekarang. Urus dirimu sendiri disini dan tak perlu membersihkan rumah ini. Segera naik keatas kalau kau masih ingin beristirahat.”

“Terimakasih Tuan Dante tapi bisakah aku minta tolong padamu?” tanya Bella memberanikan diri.

1
Nami chan
Dejavu ama ant man 🙈 tp beda
Nami chan
Hah? Kok jadi cerita superhero?
Fredy: ada hulk ga?
total 1 replies
Nami chan
Kan dante udah dikasih tau nick? atau siapa ya yg bilang udh dikepung, makanya kalo fiserang suruh semua penghuni masuk bunker
Nami chan
Paa secara ga langsung mau kasih info ke anna biar ga bingung. Tp knp mesti muter2 sih, ga langsung ngomong. Kan cm ada manuel doank, dan lagi udh dikasih tau dante dia bukan bella
Nami chan
Kan barrack udah tau bukan bella, seingetku dante pernah ngomong
Nami chan
Yg heran itu kok bs mimpin lama.. Pdhl perasaan tiap perang banyak pasukan federal yg mati.
Mmg robert sll kambing hitamin org tiap ada gagal perang. Tp kan ttp dibawah kepemimpinan robert intinya.
Anggep ada yg backing org kuat. Tp kalo presidennya bener harusnya ttp curiga. Kecuali presiden jg iblis
Nami chan
Bukannya rudal udah diganti target ke arah gudang senjata yg dikepung federal?
Nami chan
Disuruh jangan sebut nama padahal
Nami chan
Aku ga paham maksudnya robert kane ngrencanain apa?
Nami chan
kan haizzz pengacau emg bocil kematian ini. kok emosi aku
Fredy: sabar mba..sabar jgn emosi, cukup hajarrrr..pukulll..tendangg 😂😂😂
total 1 replies
Nami chan
malah jd beban si sarah itu. Jd kebagi konden dante
Nami chan
Ga paham dante skrg udah sampe dimana? Maksudnya sarah ikut ke tempat transaksi?
Nami chan
Apa ga seharisnya bilang ya walau mgkn anthony pun ga akan langsung percaya.
Tp kalo ga bilang ada kemungkinan anthony bakal lindungi robert.
Walaupun udh tau bukan anaknya tp pasti merasa udh dirawat. Krn blm tau sifat asli robert
Nami chan
Noel kenapa manggilnya masih tuan aja 🤣 masih sungkan kah?
Nami chan
nah udah kuduga.. aku ketar ketir takut pas dante tlp malah sibuk gr2 nick lg tlp ed. Harusnya mereka punya hp sebanyak jumlah temennya gasih ? 🤣
Nami chan
Tp duduk manispun otaknya bekerja lbh berat drps yg lain. Biasanya pemimpin lelah di otak
Nami chan
Maksud belinda mungkin dunia dante CS itu bahaya. Belinda udh mmg biasa ada di sikon bahaya jd biar dia aja yg udah terlanjur masuk. Jangan sarah juga.
Lagipula dante tipe setia, barrack tipe suka jajan. Mgkn itu yg jadi pertimbangan
Nami chan
Ya karna waktu belinda hamil itu yg belinda rasain, makanya nurun ke janin. Lagian jg belinda takut gelap gara2 kau dante
Nami chan
Maksudnya ini 1 arah? trs kuarnya gimana? Berarti tiap kesana harus 2 org. Apa itu untuk penjara apa gmn
Nami chan
Wkwkwkk grogi sampe dante gagal romantis.
Ada cjncin berlian ditaroh di atas spon cuci piring 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!