NovelToon NovelToon
Missing The Youngest

Missing The Youngest

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College / Kaya Raya
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Seorang anak yang harus berpisah dengan keluarga kandungnya akibat ketidaksukaan seseorang terhadap ibunya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya, yuk intip dan baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Saat Adelia ingin menyentuh wajahnya, Azka langsung melangkah mundur. Mereka semua yang melihatnya terkejut. Tapi mereka juga tidak bisa menyalahkan Azka.

"Maafkan Bibi sayang. Maafkan Bibi. Bibi benar-benar menyesal telah memisahkanmu dengan keluarga kandungmu sehingga membuat hidupmu menderita."

"Apa dengan anda meminta maaf padaku semuanya akan kembali normal? Apa dengan anda meminta maaf padaku rasa sakit di kepalaku ini akan hilang? Apa dengan anda meminta maaf padaku, aku bisa tinggal lagi selamanya dengan keluarga kandungku?" tanya Azka dengan air matanya yang mengalir membasahi wajah tampannya.

Adelia hanya bisa diam dan dirinya tidak tahu harus menjawab apa.

"Kenapa anda diam? Apa anda sudah kehabisan kata-kata, hah?!" teriak Nayazka.

"Azka. Jangan bersikap seperti itu pada Mami. Mami sudah meminta maaf padamu dan Mami sudah menceritakan semuanya. Jadi kakak mohon maafkanlah Mami," ucap Randy.

"Kakak mohon, Nayazka! Maafkan Mami," ucap Pandy.

Azka menatap tajam kearah Randy dan Pandy. "Aku akan memaafkan kesalahan Mami kalian, asal kalian semua menjauh dari kehidupanku. Jangan ada satu dari keluarga Hanendra mengusik kehidupan. Aku Azka Ahza Adhinatha. Akan selama akan menjadi Azka Ahza Adhinatha. Jangan pernah memanggilku dengan sebutan Aka atau pun Nayazka Sadana Hanendra!"

"Tidak!" teriak Aryan.

Aryan menghampiri Nayazka adiknya lalu memegang kedua bahunya. "Apa kau sudah gila, hah?! Itu tidak akan mungkin terjadi Nayazka. Kau adalah Nayazka Sadana Hanendra. Margamu adalah Hanendra. Kau adalah putra kandung Bagas Sadana Hanendra dan Karina Agnia Hanendra. Kau tidak akan bisa semudah itu melepaskan margamu atau melupakan keluarga kandungmu!" bentak Aryan disertai tangisannya.

Semua mahasiswa dan mahasiswi yang melihatnya ikut merasakan kesedihan. Begitu juga dengan Andrew, Harris, Diaz Zayan dan kelompok BRAINER.

"Aryan. Jangan seperti ini. Itu sama saja kau menyakiti adikmu sendiri," ucap Alfan. Alfan berusaha menenangkan Aryan.

Azka dengan kasarnya menepis kedua tangan Aryan yang berada di bahunya lalu mendorong tubuh Aryan sehingga tubuh Aryan sedikit terhuyung ke belakang.

"Itu dulu. Sekarang aku bukan bagian dari keluarga Hanendra lagi. Setelah kalian mencampakkanku, aku bukan bagian keluarga kalian lagi. Enyahlah kalian dari kehidupanku!" teriak Azka.

"Tapi kami ti.........!!" Ucapan Aryan terhenti saat melihat gerak gerik aneh dari Azka.

Azka merasakan sakit di kepalanya. Bahkan rasa sakit dua kali lipat dari yang biasanya.

"Aakkkhhh!" Azka meringis kesakitan sembari memegang kepalanya.

"Azka, kau tidak apa-apa?" Arga menatap Azka khawatir. "Kita ke unit kesehatan ya," bujuk Arga.

Arga pun membantu Azka untuk menuju unit kesehatan. Dirinya saat ini benar-benar khawatir akan kondisi Azka.

Sedangkan yang lainnya menatap Arga heran dan juga bingung. Mereka melihat perubahan drastis Arga. Arga tiba-tiba menjadi baik dan peduli dengan Azka.

Tidak bisa dipungkiri oleh mereka semua. Mereka sangat bahagia melihat Arga yang sekarang.

Saat baru beberapa langkah Arga dan Azka meninggalkan Adelia dan yang lainnya. Tubuh Azka pun akhirnya jatuh dan tak sadarkan diri.

BRUUKK!!

Arga yang menahan tubuh Azka pun ikut terjatuh. Dan Azka jatuh diatas tubuhnya.

"Azka!" teriak mereka semua dan menghampiri Azka.

^^^

[Unit Kesehatan]

Kini mereka semua telah berada di ruang kesehatan dengan Azka yang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang. Mereka menatap khawatir Azka.

Mereka secara bergantian mengelus lembut rambut Azka dan mencium keningnya.

"Aka.. hiks," lirih dan isak Aryan. "Maafkan kakak."

"Bagaimana keadaan adik kami, Dokter?" tanya Alfan.

"Keadaannya tidak bisa dikatakan baik-baik saja saat ini. Kemungkinan sakit di kepalanya makin parah dari biasanya. Saran saya, ada baiknya Azka dibawa ke rumah sakit. Azka butuh perawatan. Ditambah lagi kesehatannya sedikit menurun," jawab sang Dokter.

"Ya, sudah. Tunggu apa lagi. Kita bawa Azka ke rumah sakit sekarang!" seru Diaz.

"Angkat Azka dan naikkan ke punggungku," ucap Alfan.

Andrew, Arga dan Randy mengangkat tubuh Azka dan menaikkannya keatas punggung Alfan. Dan mereka semua pergi ke rumah sakit.

***

[PLADYS HOSPITAL]

Saat ini mereka telah di rumah sakit, termasuk anggota keluarga Adhinatha dan anggota keluarga Hanendra. Bahkan sanak keluarga dari dua keluarga pun telah hadir di rumah sakit.

Kenapa anggota keluarga Adhinatha dan anggota keluarga Hanendra beserta sanak saudara kedua keluarga sudah berada di rumah sakit?? Itu dikarenakan Aryan, Arga, Andrew telah menghubungi mereka semua. Dan mengatakan bahwa Azka masuk ke rumah sakit.

Dan Darius sebagai Dokter pribadi Azka telah mengetahui tentang jati diri Azka yang sebenarnya. Dan Darius juga sudah tahu perihal keluarga kandung dari Azka. Dhava selaku sahabatnya yang telah menceritakan semuanya padanya.

Mereka semua kini tengah menunggu didepan ruang UGD. Menunggu dengan pikiran kacau, panik dan khawatir. Dan kini yang kesekian kalinya kesayangan mereka masuk ke rumah sakit.

Saat mereka semua sedang memikirkan kesayangan manis mereka. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara pintu ruangan UGD dibuka.

CKLEK!!

Mereka semua menatap sang Dokter dengan tatapan khawatir dan juga berharap tidak terjadi sesuatu pada kesayangan mereka Azka.

"Bagaimana keadaan putraku, Darius?" tanya Dhava.

"Azka harus segera di Operasi, Dhava! Dan kali ini tidak bisa dibatalkan lagi. Sudah cukup selama ini kita menunda operasinya hanya karena ketakutan Azka terhadap rumah sakit dan juga Dokter. Azka selalu menolak dirawat di rumah sakit jika dirinya sedang sakit. Azka juga tidak ingin bertemu dan diperiksa oleh Dokter manapun. Kalau pun Azka berhasil dirawat di rumah sakit, itupun karena Azka tidak sadar atau paksaan dari kita." Darius berucap sembari menjelaskan kondisi Azka.

"Apa sudah separah itu, Darius?" tanya Adelard.

"Iya, kak Adelard. Pembekuan darah di kepala Azka sudah semakin parah. Itu dikarenakan kita selama ini terus menunda operasinya. Sejak kecelakaan yang menimpanya saat dirinya masih kecil dulu. Azka sudah sering mengeluh sakit di bagian kepala. Bahkan rasa sakit itu terus muncul sampai Azka tumbuh dewasa dan memasuki kuliah," jawab Darius.

"Baiklah, Dokter. Lakukan yang terbaik untuk putra kami. Lakukan operasi itu sekarang juga," sahut Bagas selaku Ayah kandung dari Azka atau Nayazka. Dirinya saat ini benar-benar mengkhawatirkan putra bungsunya itu.

"Lakukanlah, Darius! Selamat putraku," ucap Dhava.

"Baiklah. Aku akan berusaha semaksimal mungkin," balas Darius.

Saat Darius ingin melangkah pergi, tiba-tiba Aryan memanggilnya. "Tunggu, Dokter!"

Darius seketika menghentikan langkahnya dan melihat kearah Aryan. Mereka semua melihat kearah Aryan.

"Iya. Ada apa??" tanya Darius.

"Apa akan ada efek sampingnya saat setelah operasi itu dilakukan?" tanya Aryan.

Mereka semua yang mendengar pertanyaan dari Aryan, tiba-tiba merasa ketakutan dalam diri mereka masing-masing.

"Maksud anda apa?" Darius pura-pura bertanya seolah-olah dirinya tidak mengerti dari pertanyaan Aryan.

"Dokter pasti tahu maksud dari pertanyaanku. Dan Dokter tidak usah berpura-pura tidak mengerti dari pertanyaanku ini" sahut Aryan.

"Hah, Baiklah! Kau memang pintar dalam membaca isi pikiranku. Ya! Akan ada efek sampingnya saat setelah Azka selesai operasi." Darius langsung menjawab pertanyaan dari Aryan.

Darius sengaja tidak membahas masalah tersebut di depan anggota keluarga Azka. Terutama di depan Dhava sahabatnya. Dirinya tidak mau membuat sahabatnya itu sedih.

"Apa efek sampingnya, Darius? Katakan padaku," ucap dan tanya Dhava.

"Efek sampingnya adalah......" Darius menghentikan ucapannya sejenak dan menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya pelan. Mereka semua terus memperhatikan Darius.

"Azka akan mengalami hilang ingatan permanen. Dengan kata lain Azka akan melupakan jati dirinya dan kita semua," jawab Darius.

Sontak mereka semua terkejut dan geleng-geleng kepala saat mendengar penuturan dari Darius. Tubuh mereka seakan mati rasa saat Darius mengatakan hal itu. Dunia mereka semua seakan-akan runtuh. Terutama untuk keluarga Hanendra. Mereka baru saja bertemu dengan kesayangan mereka selama bertahun-tahun berpisah. Bahkan hubungan mereka belum membaik sama sekali. Tapi sekarang mereka harus merasakan kehilangan kesayangan mereka dengan cara kesayangan mereka melupakan mereka semua.

Saat melihat wajah panik dari anggota keluarga Hanendra dan anggota keluarga Adhinatha. Darius berusaha untuk meyakinkan semuanya. Kalau semuanya akan baik-baik saja.

"Kalian tidak perlu khawatir masalah itu. Sekalipun Azka kehilangan ingatannya. Kalian bisa membuat ingatan baru untuknya. Kalian bisa membuatnya untuk ingat kembali. Lagian kan itu hanya prediksiku saja sebagai seorang Dokter. Ditambah lagi aku ini hanya manusia biasa. Yang menentukan semuanya adalah Tuhan. Semoga Tuhan memberikan kesembuhan pada Azka. Semoga prediksiku itu tidak benar," ucap Darius.

Setelah mengatakan hal itu, Darius pun langsung pergi meninggalkan mereka semua untuk menyiapkan dan melakukan operasi.

1
whiteblack✴️
Bentar aku lupa alur ini....coba kubaca ulang lagi...karna fokusku alihkan ke cerita Darel,Darren dan Naufal 😁..jadi ini agak asing bagiku
Himme
Akhirnyaa... jadi tidak sabar reunian dgn lainnya. Berharap tidak ada masalah lain jikapun ada cukup dari orang luar tanpa memiliki hubungan darah atau persahabatan/Smile/
Himme
Aku harap Hendrik tidak kabur-kaburan takutnya nanti malah jadi balas dendam😐
whiteblack✴️
makanya jangan berbuat jahat😑... ..
hukum masih berlaku...
whiteblack✴️
akhirnya Nayazka berdamai dg hatinya...lupakan rasa sakitnya.. ..?

btw kak aku lupa jalan cerita ini,ku ulang lagi.. agar paham kembali.
whiteblack✴️
rasakan ..enak tidak...kebenaran menghantam dirimu..😏makanya jangan Buta Dendam...😤
whiteblack✴️
akhirnya terungkap kejahatan Elisya buta dendam tuw😑...
Cahaya Nilam
sering2 update ya ka soalnya ga enak klo ngegantung nya kelamaan 😀
chacha95💜🐇
kaka ini visual y siapa
whiteblack✴️
hanya salah paham bisa menimbulkan masalah rumit penuh gregetan ku tau ya azka sie hama itu masih mengganggumu karna sie hama pengen dirimu tidak ada di dunia ini. paham kah azka
whiteblack✴️
kenapa enggak di bunuh saja hendru tuw!! bikin ulah lagi apa lagi ciwi tikus sya tuw biang kerok nya😡... mereka mau rebut apa lagi? azka harus tau masalah ini
whiteblack✴️
hmmm aku suka idemu azka
whiteblack✴️
kak cerita ini seru bikin gregetan ama antagonisnya😤. aku masih baca tahap demi tahap agar tau jalan ceritanya.🤗💐😎
whiteblack✴️
wow cerita ini seru banget, aku suka,🤗 aku perlu mengingat nama" pemeran utama,pendamping dll
Glastor Roy
up
R1v4Ldo_
Ceritanya bagus. Lanjut
Ryo gunawan
dabel uplah thor
Sandra Yandra
Diusahakan sampai selesai
Ryo gunawan
semoga aja ceritanya gk berhenti di tengah jalan kaya yang uda2🤭
Ryo gunawan
yang di tunggu2 ahkirnya up juga,dabel up lah thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!