NovelToon NovelToon
Dia Adalah Aku

Dia Adalah Aku

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Chicklit / Tamat
Popularitas:78.3k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Jenita Claudia Andini, gadis berusia 24 tahun. Diharuskan untuk kembali ke kota C, demi memenuhi wasiat sang eyang.

Jenita yang sejak kecil besar dan tumbuh bersama mamanya. Terpaksa menutupi identitas dirinya di kota S. Disana dirinya dikenal sebagai Ceo Claudia. Seorang Ceo yang terkenal tegas dan dingin. Berbeda jauh dengan sifat nya sebagai Jenita yang lemah lembut.
Misteri kematian sang papa yang menjadi semangat nya untuk tetap bertahan di kota C. Bahkan dirinya masih harus dihadapkan dengan perjodohan yang baru diketahuinya setelah dirinya kembali ke kota C.
Bagaimana kisah Jenita Claudia yang mempunyai peran berbeda?
Bagaimana juga dengan perjalanan cintanya dengan sang tunangan yang lebih memilih dirinya sebagai Claudia bukan sebagai Jenita?
Mampukah dirinya bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Lain Claudia dan Alex lain pula Andrian dan Dira. Keduanya sedang dipusingkan dengan banyaknya pesanan. Pesanan online yang tentu saja diterima oleh ruko tempat produksi milik Jenita sedang membludak. Bukan hanya bolu tapi, tetapi pesanan untuk kue kering selama seminggu kedepan pun sudah membuat mereka sangat repot.

"Aku membutuhkan beberapa tenaga bantuan untuk produksi di toko. Bagaimana kalau sebagian tenaga yang berada disini membantuku di sana?" Dira berucap sedikit frustasi.

Asalnya, pesanan bolu yang paling laris saat ini adalah bolu dengan resep terbaru dan juga Jenita lah yang paling mahir akan hal itu. Namun untuk menolak pun mereka tak punya keberanian untuk itu.

"Tidak bisa mbak. Selama seminggu ke depan pesanan online kita juga sedang menumpuk. Kita semua disini pun sedang berunding untuk menambah tenaga bantu. Kalau sebagian dari mereka malah dibawa ke toko maka yang disini akan mengalami kerepotan besar." Marni sekali lagi memperlihatkan semua pesanan yang sudah direkapnya.

Andrian yang sedari tadi hanya diam menyimak perdebatan keduanya hanya menghela nafas. Dia sedang berpikir untuk mencari jalan keluar tercepat agar semuanya bisa terkejar sampai waktunya.

Disaat seperti ini, Chef tampan tersebut mengingat kinerja otak Jenita. Disaat dirinya saja belum menemukan solusi, maka gadis itu akan datang dengan ide ide yang membuatnya takjub. Namun sekarang, dirinya pun harus mati matian berusaha menutupi keberadaan Jenita agar tak ada orang yang tau keberadaan nya.

Bersama Alex, Andrian telah menyusun rencana, Namun tak disangka dirinya malah terjebak dalam situasi sulit begini. Andrian kemudian melangkah kearah depan, dihalaman tepat disamping pos satpam tak sengaja dirinya melihat sebuah motor yang sedang terparkir. Mengingat bentukan motor dan juga warna nya Andrian berusaha mengingat plat nomer yang terpampang disana.

"Mas, boleh minta tolong?" Andrian kini berada didepan pos satpam. Wajah yang selalu ramah kepada siapapun itu tersenyum menatap seorang pemuda yang berada disana.

"Eh, mas Andri. Boleh mas, minta tolong apa ya?" Ucap security yang buru buru keluar dari posnya.

"Saya pengen minum es degan, kira kira tempatnya jauh tidak dari sini mas." Andrian nyengir dan menggusap tengkuknya.

"Ada mas, biar saya yang carikan. Butuh satu kan?"

"Beli buat semua orang dong mas, masa iya saya minum sendiri." Andrian tergelak melihat sangat security mendelik karena kaget.

"Kalau gitu ya mending tukang es degannya aja yang disuruh kemari, mas. Biar ndak repot ambilnya."

"Ya begitu juga bagus mas, bisa ditolong kan ya?"

Security suami Marni itu tersenyum dan mengangguk kan kepalanya. Kemudian melangkah kembali masuk ke dalam pos satpam ketika melihat Andrian telah berlalu. Tak lama kemudian Andrian melihat security nya keluar bersama dengan pemuda yang membawa motor tadi.

"Udah ke 3 kalinya aku melihat motor itu. Tapi anehnya disaat motor itu ada maka orang yang mengikuti ku tak kurasakan keberadaan nya. Apa mereka orang yang sama ya?" Andrian membatin seraya mencatat plat nomer motor tadi agar tak lupa.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Kembalinya Claudia beraktivitas bukan berarti dirinya bebas menjalani harinya seperti dulu. Tentu saja semua masih dalam aturan Alex. Lelaki tampan itu tak pernah mengijinkan Claudia berada di daerah lain tanpa pengawasan darinya.

Rendi bahkan menjadi bayangan gadis itu disaat Alex harus menghadiri meeting di kantornya. Awalnya Claudia merasa keberatan dan sedikit terganggu ketika dirinya menyadari beberapa orang sedang mengawasi nya. Namun lama kelamaan Claudia terbiasa bahkan merasa bersyukur dengan segala bentuk perhatian yang diberikan Alex padanya.

Rasa kesal yang dirasakannya di awal mereka jumpa seakan menguap kini. Bahkan terkadang Claudia merasakan rindu kala lelaki pemarah tersebut tak menemuinya. Seperti saat ini, ketika dirinya telah pulang dari kantor dan kembali ke apartemen. Ternyata Alex belum kembali ke sana, tak lama ponselnya berdenting menandakan ada pesan yang masuk disana.

Dengan senyum yang mengembang di bukanya pesan dari lelaki yang baru saja menghiasi pikirannya. Namun sedetik kemudian Claudia cemberut setelah membaca pesan Alex. Lelaki itu bahkan menyuruhnya untuk istirahat terlebih dahulu, itu artinya, Alex akan pulang larut malam ini.

Berada di apartemen yang sama walau dengan batas batas yang ada, membuat keduanya seakan saling tergantung. Baik Alex maupun Claudia akan merasa ada yang kurang jika salah satu diantara mereka tak ada.

"Ish padahal aku ingin mengajaknya makan bebek panggang." Gerutunya kesal. Sejak beberapa hari lalu Claudia ingin makan itu, namun Alex selalu sibuk karena memang pekerjaan kantornya sedikit terbengkalai saat lelaki tersebut harus mengurus perusahaan Claudia juga mengurus Claudia sendiri.

Awal pertemuan yang membuat keduanya saling membenci walau lebih banyak Alex lah yang dominan secara langsung mengatakan nya. Namun keadaan berbanding terbalik untuk saat ini.

"Sin, tak bisakah kamu datang kemari?" Tak ada kegiatan di apartemen membuat Claudia jenuh.

"Kamu tau aturan nya, jika kita nekat nanti tuan pemarah itu pasti akan meledak. Dan aku tak mau menjadi santapannya." Sinta sedikit bergidik membayangkan bagaimana menggilanya Alex waktu itu.

Dia yang menyaksikan sendiri bagaimana seorang Alex ketika murka dihadapan para petinggi perusahaan kala itu sampai menggigil karena takut. Wajah tampan Alex berubah seperti monster yang menakutkan baginya. Hingga dia bertekat untuk tak akan melakukan kesalahan sekecil apapun demi kebaikan kinerja jantungnya.

"Aku bosan!!" Sudah beberapa kali bahkan ratusan kali Claudia mengatakan kalimat tersebut. Namun nyatanya tak ada akses yang memperbolehkan dirinya keluar tanpa sepengetahuan Alex.

"Aku menjadi seperti tahanan disini. Kamu tau, Sin."

"Aku tahu itu. Tapi setidaknya ini semua adalah demi kebaikan dirimu sendiri. Kita tidak tahu apa yang direncanakan mereka di belakang kita. Bahkan siapa mereka pun kita belum mendapatkan petunjuknya. Jadi bersabarlah untuk sementara waktu. Percayakan semua pada tunanganmu itu."

"Kalian memang sama saja!!"

Claudia memutuskan hubungan sepihak. Dia yang memang terlanjur bosan merasa tak nyaman.

"Apa bedanya dengan waktu aku diculik? to sama saja dimana-mana ada pengawal." Gumamnya sambil melongok ke luar apartemen melalui dinding kaca yang terpasang disisinya.

Alex tersenyum kecil, dia yang masuk 20 menit lalu tersebut hanya diam sambil mendengarkan gadis nya menggerutu. Mengenal Claudia lebih dekat dan melihat keseharian nya membuat Alex menggelengkan kepalanya. Jauh sekali dengan penampilan Claudia yang nampak tegas dan berani disaat duduk di kursi nya dikantor.

"Siapa yang sedang kamu umpat?" Alex segera melingkarkan lengannya di perut Claudia. Disandarkan dagunya di pundak gadis itu demi dapat memejamkan matanya sejenak.

Rasa lelahnya terasa hilang menguap bersama angin yang berhembus meninggalkan aroma tubuh Claudia yang menenangkan. Padahal, satu jam yang lalu Alex harus mengeraskan rahangnya demi mencari petunjuk pelaku penculikan Claudia.

Sebuah bukti baru ditemukan oleh beberapa anak buah Rendi. Mobil hitam yang pernah mereka lihat keluar dari rumah, dimana mereka menyelamatkan Claudia di temukan melintas di daerah tersebut. Rasa ingin meledak harus ditagannya kini mana kala dirinya mengetahui siapa pemilik mobil hitam itu.

Tak ada bukti yang kuat membuat langkah Alex sedikit tersendat. Namun tak ada yang bisa menggoyahkan tekat lelaki tersebut. Alex sempat mampir ke rumah Lidia, dimana wanita baya yang merupakan mama Claudia. Berharap ada petunjuk yang bisa membuatnya maju.

*

*

*

TO BE CONTINUE

1
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺OnyAchmad
Cerita yang menarik dan luar biasa 👍
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
Begitu banyak duka dan luka. Demangat Thor 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼 Terima kasih 🙏
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
Wow, dah end 😁
ᵇᵃˢᵉ™
Akhirnya happy ending, makasih k ry 🤗
ㅤㅤ💥爱你的钥匙 Serra࿐: sama"🤗terimakasih sudah ngikuti cerita ini sampai tamat🙏
total 1 replies
Nuraini Aini Aza
ternyata banyak misteri yang belum terungkap,tetap semangat thor
𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Ony👏❁︎⃞⃟ʂ E𝆯⃟🚀
Sukses selalu untuk karya2nya kak thor
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
memberikanku bukan membrikan ku
kulupakan bukan ku lupakan.
Semangat Thor 😁😁😁
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
awowok buat Hermawan 🤣🤣🤣
Nuraini Aini Aza
masih penasaran sebenarnya yg jahat itu Dira atau papanya sih??
🦁R14n@
segitiga sama kaki wkwkwkkwk
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
weh sudi yak bukan sudih 😁
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
ramah tamah ya 😁
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
weh keren Rya. 👍🏼👍🏼👍🏼💪🏽💪🏽💪🏽💪🏽
Lely Su
disekap slm puluhan thun disiksa,itu sh bukn prbuatan manusia lg, tp binatang yg sadis...jgn smp ujung nya cm dipnjra 1,2 thn doang si hermawan..di rajang tubuhnya pun blm setimpal dgn apa yg adh dilakukan pda ikbar,,bner bner biadab,,awas sj kl hkumanya cm pnjra tnp mndptln siksaan spt yg diterima ikbar slm puluhan thun,,
Lely Su
psti dkang slma ini hermawan

dn ayu hg dira ga tau ttg rahasia hermawan,, psti ayah jenita msih hidup dn di sekap slm brtahun thun
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
Wkwkwk keluarga toxid. Nggak bapak, nggak ibu, nggak anak semua minta dipenjara 🤣🤣
Lely Su
bukanya anggia njatuhkn sesuatu,,apa jenita ga mlhat
Lely Su
menuritku musuh dlm selimut adlh paman hermansah si angkat nenek sulastri
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
Knp gak ada yg komen yak pdhal ini kisahnya menarik lho 😁😁😁
Semangat Rya 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
Kelamaan dalam sangkar ntar karatan lho 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!