Setelah mati di tangan suami tercintanya, Vano. Xena tiba-tiba terbangun tepat 4 tahun sebelum kematiannya dan setahun sebelum Olive Meninggal.
Banyak keanehan yang terjadi pada dirinya, ia merasa dirinya memiliki jiwa yang lain di dalam tubuhnya.
Memasak, Meretas dan hal lainnya. Yang dulu tidak bisa ia lakukan, justru terlihat mudah ia kuasai dengan ingatan lain di kepalanya.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Xena? Ingatan siapa yang ada di kepalanya?
Banyak sekali pertanyaan yang terngiang di kepalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiindy ArAs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Jangan membuat obatmu terbuang sia-sia
Di tempat syuting iklan setelah selesai pemotretan dan pengambilan gambar iklan. sutradara Rio tertawa senang saat syuting mereka berjalan dengan lancar, bahkan melebihi ekspektasinya.
Ini sebuah gebrakan dalam karir keartisan Ray, Karena efek yang di munculkan sesuai dengan Tema yang klien inginkan.
Awalnya sutradara Rio sedikit ragu mengajak Ray, karena adegan banyak sekali skinship. Namun ia tetap pada pendiriannya menggunakan Ray sebagai model pria.
Untuk adegan skinship bisa di edit secara khusus agar terlihat nyata tanpa harus lama bersentuhan, yang terpenting Ray mampu menguasai akting dengan cepat jadi tidak memerlukan take adegan yang berulang.
Namun sutradara Rio terkejut melihat sosok Xena yang memang sesuai kriteria pemeran wanita. Dan yang lebih mengejutkan, Ray tidak mempermasalahkan untuk melakukan skinship dengan Xena, bahkan tidak ragu memeluk nya.
"Indah sekali melihat anak muda jatuh cinta" ucap Sutradara Rio dalam hati.
Tentu dirinya sangat paham, ia sudah pernah merasakan jatuh cinta, ia juga pernah muda. Jadi ia paham jika tumbuh benih cinta itu di hati Ray untuk Xena.
"Okeh, pekerjaan kita selesai dengan sangat baik dan cepat. Saya harap ini akan menjadi iklan terlaris dan terpopuler tahun ini, persiapkan bonus besar menanti kawan. Terimakasih atas kerja keras kalian semua" ucap Sutradara Rio tersenyum puas setelah menyelesaikan syuting mereka.
"Terimakasih sutradara Rio" ucap kru yang lain.
"Ray dan Nona Xena terimakasih sudah bekerja sama dengan sangat baik. Aku harap akan ada kerja sama lain di masa depan" ucap Sutradara Rio pada Xena dan Ray.
"Terimakasih Sutradara Rio, kami harap juga demikian" ucao Ray dan Xena bersamaan. Rio pergi setelahnya dengan hati yang senang.
"Hah, ternyata cukup melelahkan menjadi model, Ah... makasih Galang" ucap Xena duduk di bangku lipat dan berterima kasih saat Galang menyodorkan minuman dingin padanya.
Ray terkekeh mendengar ucapan Xena, tapi memang benar. Menjadi artis tidak semudah yang di bayangkan orang-orang. Mereka kadang kurang tidur apalagi jika kejar jam tayang.
"Apa kamu kapok jadi model, Xe?" tanya Ray terkekeh
"Tidak juga, aku pikir itu cukup menyenangkan kalau hanya di lakukan sesekali" ucap Xena
"Tapi kamu sangat hebat untuk jadi model pemula" ucap Galang
"Galang benar, kamu sangat hebat. Bahkan aku mengagumi bakat terpendam mu itu" ucap Ray.
"Itu karena bantuan kalian berdua juga. Kalau tidak, mana mungkin aku bisa melakukannya dengan baik. Terimakasih ya" ucap Xena tersenyum
"Sama-sama" balas Ray dan Galang bersamaan.
....
Hari sudah sore, namun Xena tidak mau kembali ke Villa Vano. Ia sedang tidak ingin melihat wajah orang yang pernah ia sayangi itu.
Ray yang melihat Xena melamun di sofa bergegas menghampirinya.
"Kenapa melamun?" tanya Ray duduk di samping Xena.
"Ah Ray, aku kira siapa" ucap Xena terkejut
"Kamu nggak kembali ke teman-teman mu?" tanya Ray.
"Oohh, jadi Kamu usir aku nih ceritanya? Ya udah deh aku pulang" ucap Xena berdiri dari posisi duduknya.
Sontak itu membuat Ray terkejut dan reflek memegang tangan Xena.
"Aku tidak mengusirmu, aku cuma bertanya" ucap Ray panik
"Ha-ha wajahmu panik sekali, aku cuma bercanda Ray, jangan terlalu serius" ucap Xena yang duduk kembali.
"Ternyata kamu jahil juga ya" ucap Ray gemas dan lega jika itu hanya candaan.
"Baru tahu?" tanya Xena
"Ya, soalnya yang aku tahu, Xena itu cewe yang jutek dan juga dingin" ucap Ray
Xena terdiam sejenak, ia memang menjadi pribadi yang 180 derajat berubah setelah reinkarnasi nya. Tapi meskipun begitu, Xena sebenarnya seseorang yang hangat dan ceria. Tapi rasa trauma masa lalunya kadang membuatnya takut berdekatan dengan orang lain. Apalagi dengan orang yang tidak ia kenal.
"Ya, mungkin karena saat itu aku belum mengenalmu Ray" ucap Xena
"Aku bisa jadi teman kamu kok, aku siap mendengar semua keluhan dan juga berbagi masalah denganmu" ucap Ray tiba-tiba menatap Xena.
Selama beberapa saat mereka saling berpandangan, sebelum Xena memutuskan kontak mata mereka.
"Makasih Ray, kamu dengar apa saja saat itu?" tanya Xena merujuk kepada kejadian tadi malam.
"Semuanya..." aku Ray
"Apa aku terlihat buruk?" tanya Xena lagi
"Tidak, jangan terlalu jauh memikirkannya, Xe" ucap Ray.
"Cerita lah jika kau ingin, mungkin dengan begitu beban di hati kamu sedikit terangkat" ucap Ray lagi.
"Dia pria pertama yang aku cintai" ucap Xena.
Ray tahu jika dia yang di maksud Xena adalah Vano. Ada rasa sakit mendengar itu di hatinya, namun ia tetap mendengarkan Xena.
"Namun sesuatu terjadi dan membuatku justru takut dan perasaan ku padanya memudar seiring waktu. Aku sudah memutuskan untuk tidak lagi mencintainya, sangat sulit memang. Tapi aku tidak ingin kembali ke masa itu. Masa dimana membuatku terluka sangat dalam, baik Fisik maupun batinku" ucap Xena yang tertunduk sembari memainkan jemarinya.
"Kalau begitu jangan kembali" ucap Ray
Xena mendongakkan kepalanya dan menatap Ray. Ray hanya tersenyum lembut dan mengalihkan pandangannya ke depan.
"Jika tidak ingin kembali karena itu terlalu menyakitkan dan membuatmu terluka. Maka jangan kembali! Masih banyak kebahagiaan yang menunggumu di depan dengan cara lain. Jangan mau terbelenggu oleh masa lalu yang kelam, itu hanya membuatmu semakin terluka nantinya" ucap Ray
"Apa aku bisa?" ucap Xena lirih
"Tentu, kata tidak bisa hanya untuk orang yang tidak ingin mengubah hidupnya dan selalu berkubang di lumpur yang sama. Sulit sudah pasti, karena semuanya membutuhkan proses. Waktu adalah obat paling mujarab untuk menyembuhkan luka. Jadi jangan membuat obatmu terbuang sia-sia jika kau ingin segera sembuh" ucap Ray
"Aku mengerti, terimakasih" ucap Xena tulus.
"Apa kau ingin pulang ke Vila? Atau ke ibukota?" tanya Ray.
"Bisakah kau mengantarku pulang ke ibukota? Setidaknya saat ini aku butuh waktu untuk menenangkan diri" ucap Xena.
"Tentu, Kita pulang sekarang. Tapi bagaimana dengan barangmu?" tanya Ray.
"Biarkan saja, aku bisa membeli pakaian dan peralatan baru di ibukota" ucap Xena
"Oke... Aku akan memanggil Galang kita pulang sekarang" ucap Ray.
Xena mengangguk dan tersenyum, entah mengapa ia merasa nyaman dan lega. Apa mungkin ia memang butuh teman untuk berbagi keluh kesah.
Galang dan Ray kembali beberapa saat kemudian membawa tas besar mereka. Mereka bertiga kemudian berjalan keluar dan naik mobil, meninggalkan Villa menuju ke ibukota.
Xena mengirim pesan ke Olive, jika dirinya pulang lebih dulu. Ia kemudian diam menatap jalan.
Ia berpikir setidaknya ada jalan cerita yang berubah. Saat ini ia adegan ketumpahan kopi dan insiden terjebur kolam tidak terjadi. Itu karena ia menjaga jarak dengan Yani.
Namun tingkah Vano yang berubah justru membuatnya tidak nyaman. Jadi untuk sementara ia bisa menghindarinya terlebih dulu.
Ia akan menyusun rencana agar kejadian buruk di masa lalu tidak terulang. Terutama menyelamatkan Olive dari bencana itu.
...•••••...
apa kabar saya yang tingginya cuma 150 😄😄😄😄
nanti deh kubaca kalau kakanya udah lanjut.
Mon maaf ya Thor 🙏🏼
aku baca 23 Maret 2025