NovelToon NovelToon
Cinta Seorang Psycho

Cinta Seorang Psycho

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / CEO / Tamat
Popularitas:284.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayuza

Warning!! sebelum membaca usahakan untuk membaca terlebih dahulu "ISTRI UNTUK TUAN MUDA PSYCHOPATH"
supaya kalian tau alur ceritanya.
🌹🌹🌹🌹

Erlon yang mabuk berat membuat dirinya kehilangan kendali, sehingga tanpa sadar ia melakukan pelecehan terhadap Briana. Yang membuat Kenzo sang daddy harus rela melihatnya menikah dengan anak dari musuhnya, dari situlah kisah perjalanan cinta mereka akan dimulai.

Siapakah yang akan terlebih dahulu jauh cinta? Apakah Erlon atau Briana?
🍃🍃🍃🍃

Eeetsss!! disini juga bakal ada kisah cinta Erlan dan juga Aurora lho, penasaran seperti apa kisah mereka. Cus dibaca saja bestie. Tapi sebelum kalian baca usahakan berikan Ayuza yang mental patungan ini dukungan ya ... .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertahan Atau Harus Pergi

"Opa mana Aurora?" tanya Oma Daniar yang hanya melihat Aurora sedang duduk di sebelah Erlan yang sudah sadar.

"Oma, kata Opa tadi, dia mau menemui Erlon." Aurora berkata jujur, karena Opa Hercules yang memberitahunya. "Kebetulan ada Oma, Oma bisa, 'kan nemenin Erlan dulu. Soalnya aku mau ke dapur sebentar."

"Jangan pergi, kamu cukup nemenin aku disini. Biar pelayan yang akan masak untuk kita," ucap Erlan yang memegang tangan Aurora. Sepertinya dia tahu apa maksud Aurora ingin pergi ke dapur.

"Tapi, 'kan … ."

"Sudah Aurora, benar apa kata suamimu," sahut Oma Daniar yang tahu Erlan sudah mulai menaruh rasa pada Aurora. "Oma tinggal dulu, kamu jaga Erlan dengan baik ya, Aurora."

"Tanpa Oma minta, aku pasti akan menjaga Erlan dengan sepenuh hati." Aurora tersenyum saat mengatakan itu.

Oma Daniar merasa senang mendengar Aurora berkata begitu, ia rasa Aurora juga sudah mulai bisa menerima Erlan sebagai suaminya. "Semoga cinta kalian sampai ajal menjemput."

"Seperti mommy dan daddy," lirih Erlan yang kembali teringat kepada kedua orang tuanya. "Bahwa cinta mereka kekal abadi."

Oma Daniar mengalih pembicaraan. "Kamu mau makan buah? Biar Oma ambilkan sebentar, ya." Oma Daniar berbalik ia langsung mengusap air matanya yang menetes, saat mengingat bagaimana Zizi dan Kenzo begitu baik padanya.

Aurora sempat melihat Oma Daniar mengusap air matanya. "Oma, apa sebaiknya kita menyusul Opa?" Sepertinya Aurora tahu jika berada di rumah Zizi akan semakin membuat mereka akan terus-menerus merasa sedih. "Kita bisa tinggal di mansion untuk sementara waktu. Apa Oma setuju?"

"Tidak Aurora, aku tidak setuju." Erlan menolak ajakan Aurora untuk tinggal di Mansion meski itu hanya sementara. "Kita tidak akan pergi kemana-mana."

*

*

"Ternyata kata-kata yang keluar dari mulutnya hanya kalimat penenang, supaya aku mau menyerahkan tubuhku dengan sukarela," kata Ana yang terus saja berlari. "Kenapa aku begitu bodoh, percaya padanya begitu saja." Ana sudah tidak mau memanggil Erlon tuan, karena hatinya saat ini benar-benar terluka. Oleh perkataan Erlon yang ingin memberinya sejumlah uang supaya dirinya pergi dari kehidupannya.

Jangan pernah tinggalkan Erlon dalam keadaan apapun, meski dia sendiri yang memintanya, kata Zizi yang saat ini terngiang-ngiang di kedua pendengaran Ana. "Mom, maafkan Ana, ucapan Erlon seperti pisau yang menancap di jantung ini." Ana masih terus saja berlari, hingga ia tidak sadar bahwa dirinya sudah sampai di tengah hutan. Suara jangkrik serta hewan buas lainnya membuat Ana berhenti dan mulai melihat sekelilingnya, ia terlihat mulai panik ternyata ia sudah berlari jauh meninggalkan mansion. "Tuhan, sekarang aku tersesat." Ana kini mencoba mencari jalan keluar ia kemudian memberi tanda menggunakan kayu yang ia tancapkan di tanah sebagai tanda.

Tapi hasilnya sama saja ia hanya muter-muter di lokasi tersebut, bukannya menemukan jalan keluar Ana malah merasa pusing. "Jika hewan buas memakan aku disini, maka orang-orang tidak akan ada yang tahu." Ana kembali mendengar suara. "Suara serigala, bukan itu suara harimau. Itu semua sura hewan buas. Tuhan, apa hidupku hanya sampai di sini." Ana melihat ada sesuatu yang bergerak di balik semak ia perlahan mundur sambil menutup matanya. "Tuhan, tolong selamatkan aku," lirih Ana. Hingga ia tidak tahu kalau di belakangnya ada seseorang yang sudah berdiri di sana sejak tadi.

"Sini Boy!!" seru seseorang yang ada di belakang Ana.

"Sepertinya aku mengenal, suara siapa itu," gumam Ana yang membuka matanya secara perlahan, sambil berbalik melihat siapa pemilik suara yang terdengar tidak asing di telinganya.

"Mau kemana? Apa kamu ingin menjual tubuh mu ke laki-laki lain." Erlon seolah-olah sedang meledek Ana. "Kamu tinggal sebut sejumlah uang dan kamu tidak perlu melakukan itu. Kamu bisa hidup tenang bergelimang harta tanpa harus bersusah payah bekerja dengan cara mengobral tubuhmu."

"Bukankah Anda sendiri yang menyuruh saya pergi, lalu kenapa Anda malah mencari saya!!" Bibir Ana bergetar. "Meski saya menjual tubuh ini, lalu apa hubungannya dengan Anda. Bukankah Anda akan menceriakan saya itu artinya kita tidak akan memiliki hubungan lagi." Dada Ana kembali terasa sesak, perkataannya keluar begitu saja dari mulutnya meski ia tahu Erlon tidak suka mendengarnya. "Urus saja diri Anda." Ana pergi meninggalkan Erlon meski ia hanya bermodal nekat. Namun, langkahnya terhenti.

"Pergilah, supaya hewan peliharaan ku tidak kelaparan lagi." Erlon ternyata memiliki hewan peliharaan yang tadi ia beri nama Boy, ternyata itu adalah seekor Macan putih. "Boy, saatnya berburu!" seru Erlon sehingga Macan putih itu keluar dari semak-semak yang tadi. "Makan malammu sudah ada di depan, kucing lucu." Erlon menunjuk Ana. "Makan dia sekarang." Macan putih itu pun perlahan mulai mendekati Ana.

"Erlon, hentikan!!" Opa Hercules terlihat marah. "Mau kamu apakan istrimu, dan kamu Boy. Pulang, masuk ke kandang mu!" Macan itu menuruti perkataan Opa Hercules karena Macan itu dulu adalah miliknya, sebelum ia berikan kepada Erlon.

"Opa, kenapa datang di waktu yang tidak tepat," kata Erlon yang tidak terima Opa Hercules menggagalkan rencananya.

"Ana, ayo ikut Opa, biarkan saja Erlon sendiri di sini." Opa Hercules bisa melihat tubuh Ana gemetaran. "Sudah, jangan takut. Opa akan selalu menjagamu."

Tuhan, apakah aku harus bertahan atau pergi, batin Ana. Yang melihat raut wajah Erlon.

"Dia tidak boleh pergi." Erlon memasukkan tangannya ke saku celananya. "Opa jangan ikut campur. Ini urusan rumah tangga Erlon."

Opa Hercules mengangkat tongkatnya, ia arahkan tongkat itu ke tangan Erlon. "Erlon, sampai kapan kamu begini." Opa Hercules lalu memukul Erlon dengan tongkatnya. "Apa kamu lupa, jika tidak ada perempuan kamu tidak akan ada didunia ini. Maka hargailah istrimu, sayangi dia seperti kamu menyayangi almarhum mommy mu."

"Almarhum, Opa salah sebut. Mommy masih hidup, Erlon akan membawanya pulang secepatnya," sergah Erlon, ia tidak mau Zizi di sebut almarhum meski kenyataanya begitu. "Sekarang kamu mau ikut siapa, aku atau Opa?"

Ana yang ditanya tidak tahu harus memilih siapa, untuk saat ini ia terlihat bingung.

"Sudahlah Erlon, Ana pasti akan memilih Opa." Opa Hercules begitu yakin.

"Oh, ya. Opa jangan terlalu berharap." Erlon menatap Ana. "Aku atau Opa?" tanya Erlon sekali lagi.

"Maaf Opa, Ana memilih … suami Ana," jawaban Ana membuat Erlon merasa puas. "Sekali lagi maaf Opa."

"Opa dengar sendiri, dia memilih siapa. Jadi lebih baik Opa pulang saja."

"Kamu tidak salah pilihkan Ana?" Opa Hercules tidak percaya Ana memilih Erlon meski tadi nyawanya sedang berada di ujung tanduk. Oleh perbuatan Erlon. "Dan kamu Erlon, kamu ngusir Opa?" Opa Hercules menunjuk dirinya.

"Erlon tidak merasa mengusir Opa, Erlon hanya menyuruh Opa pulang. Di dalam hutan malam-malam begini tidak baik untuk kulit Opa yang sudah keriput."

1
Sri Ayu
tisuku jadi habis gegara baca ini Thor😭
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau Jalang,Kenapa gak dari saat Mila kepergok wik wik dengan Firman waktu itu aja Erlon bunuh.. Firman juga kenapa masih dibiarkan dia hidup lagi? harusnya saat langsung bunuh aja,Bukan hanya motong tangannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waahhh ternyata udah MP aja nih..🤔🤔😄
Qaisaa Nazarudin
Yakin yg di kandung Mila anak mu,Orang tgah mabok mana bisa melakukan hal begituan,Bego .
Qaisaa Nazarudin
Ciihh kamu aja yg vepat tergoda,wong Ana pake baju gitu karena mau tampil di cafe,itu juga karena dia kerja..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Sebenarnya Erlon ini maunya apa sih? plin plan banget,Dia bisa berbuat sesukanya,Tapi marah saat Ana melakukan sesuatu yg dia suka..Bilang aja kalo kamu udah ada rasa sama Ana,Gengsi aja di gedein..
Qaisaa Nazarudin
Cuman Drama jebakan..Erlon gak sampe ngelakuin semua itu,Ini cuman akal licik nih Jalang buat ngejebak Erlon..
Qaisaa Nazarudin
Ckk dasar Jalang..
Qaisaa Nazarudin
FIRMAN..Nama tak seindah kelakuannya..sayang banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Waahh jahat Ternyata nih cewek..
Atma Inatun Nikhma
Lumayan
Erny
Kunjut dong thor mereka belum merasakan kebahagiaan hidup bersama
Erny
Benar - benar fantastis udah bikin tegang ternyata dapet kejutan yg luar biasa, lanjut thor
Erny
Lanjut thor jadi gak sabar pengen melihat pembalasan si Arlon
Erny
Sampai kapan thor kekejaman dlm cerita ini bikin jantung berdebar, begitu banyak orang yg akan menyakiti keluarga Tuan Hercules
Erny
Kalau bisa dua-duanya karena bikin penasaran thor, rupanya Erlan diam - diam mengikuti istri nya
Susi Susiyati
kok alra bngis bgt sifat sikp ya di bikin ngelawan ortunya perasaan dulu erlon g kasar2 amat sm kenzo zizi np jd Quin mafia.bar bar ngt.tp kelewat btas
Susi Susiyati
pisah kak.saat ini q masih nyesek sm kisah erlan.jd depresi bgtu😭😭😭😭
Susi Susiyati
nyesek bgt😢😢😢😭😭😭😭😭😭
Susi Susiyati
q g bisa berkata2 rasanya dunia runtuh,babang gntengku kehilangan ayang mbeb, takdir sang penulis bgtu kejam😢😢😭👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!