NovelToon NovelToon
First Sight

First Sight

Status: sedang berlangsung
Genre:Militer / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa-Teen school / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kehidupan Tentara / Persahabatan / Cintamanis / Romansa
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Intertwine

Cinta pada pandangan pertama? Sepertinya sudah biasa ya. Tapi bagaimana kalau sampe deja vu setelahnya? 😯😊

SINOPSIS

Nindy dan Hasan dipertemukan di sebuah event Paskibra. Dari pertemuan pertama mereka, Hasan sangat terkesima pada Nindy. Demikian juga dengan Nindy, dia penasaran siapa Hasan, yang bisa memandangnya sedemikian intensnya.

Dari kejadian itu juga yang membuat Nindy sampai mengalami mimpi selama 3 minggu berturut-turut secara berkelanjutan, yang membuat dia insomnia dan sempat mengalami gangguan belajar. Semua mimpinya tentang Hasan, lengkap seperti alur cerita, dan seperti kejadian nyata.

Ketika mereka bertemu kembali, Nindy seperti mengalami deja vu ketika bersama dengan Hasan. Dan ketika diingat-ingat, ternyata kejadian itu semua ada di dalam mimpinya.

Penasaran gak kira-kira bagaimana jalan cerita mereka? Apakah hubungan mereka berdua akan berakhir bahagia? Ataukah hanya sekadar bertemu, menjadi teman, dan berakhir disitu saja?

Simak terus kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intertwine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemilihan Pasukan

Hari Jumat yang ditunggu pun akhirnya datang. Yaitu hari pemilihan pasukan.

Siang ini Hasan kembali menjemputku, dan aku sudah mulai terbiasa dengan keberadaannya di rumah. Begitu juga dengan Nenek dan Mas Okta. Malah Mas Okta senang karena dia tidak harus mengantarku ke PPI.

Di jalan, Hasan tidak banyak bicara tentang hari yang akan kami lalui. Dia hanya berkata akan mendoakanku agar bisa menjadi pembawa baki.

Katanya jika aku bisa sebagai pembawa baki, dia akan semakin bangga kepadaku. Aku tak tau apa maksudnya.

Pemilihan itupun berjalan. Pertama-tama kami dibariskan sesuai dengan tinggi kami seperti biasanya. Selanjutnya kami diuji PBB dasar baku yang sudah diajarkan oleh senior dan juga pembina dari Kepolisian dan TNI.

Kemudian kami mulai dipisah-pisah menjadi beberapa banjar sehingga lebih mudah penyeleksiannya. Dalam beberapa banjar, kami juga diuji dengan PBB di tempat dan pindah tempat.

Dalam hal ini aku hanya bisa berusaha sebaik mungkin. Aku terbayang-bayang oleh semuanya. Mulai dari kepercayaan teman-teman dan pelatihku, bayangan orang tuaku yang selalu mendukungku, pengorbananku latihan setiap hari Jumat dan Minggu. Panas ataupun hujan, capek ataupun lapar, kulit menghitam, dan semuanya. Belum lagi biaya pribadi walaupun sedikit untuk menunjang ini semua.

Semua alasan itu aku simpan dalam hati, membuatku bangkit dan bersemangat.

Disaat kami harus diuji dengan PBB yang semakin sulit, yaitu kami harus diuji tingkat konsentrasi, keseimbangan tubuh, dan ketahanan tubuh, alasan-alasan tadi memberiku tenaga tiada batas.

Dalam hati aku bersyukur jika mendapat posisi yang terbaik. Namun bagiku semua sama saja, aku bisa berdiri disini pun sudah menjadi kebanggaan tersendiri buat semuanya.

Maka akupun pasrah, namun tetap menunjukkan yang terbaik yang aku bisa.

Setelah semua tahap pengujian, setelah sangat lama kami dibiarkan dalam posisi berdiri saja, setelah lama para senior dan pembina masuk ke dalam untuk memutuskan, maka akhirnya kami disuruh untuk menutup mata. Kami akan digerakkan oleh para senior ke posisi kami masing-masing.

Dalam hati aku hanya bisa berdoa yang terbaik selama tubuhku digerakkan kesana-kemari.

Setelah aku ditempatkan dalam sebuah posisi, aku mulai menajamkan inderaku. Di belakangku sepertinya ada seorang lagi, namun di depan dan di samping kanan dan kiriku tidak ada siapa-siapa.

Disaat aku menyadari semua itu, aku mendengar seseorang lagi ditambahkan di belakangku. Jika dilihat dari suara tubuhnya, sepertinya dia cowok yang tinggi gagah. Kan tidak mungkin dia berada di belakangku. Seharusnya dia di depanku, jika berdasarkan pada tinggi badan.

Aku tak bisa mengira-ngira aku ditempatkan di pasukan berapa. Apakah 17, 8, atau 45. Aku hanya bisa berharap bisa ditempatkan di posisi yang terbaik.

Setelah beberapa saat, ada seseorang yang berkata.

“Silahkan kalian semua membuka mata dalam hitungan ketiga, untuk mengetahui posisi kalian."

"Namun sebelumnya, kami dari pihak panitia, yaitu Paskab gabungan 2009 dan 2010, serta pembina dari pihak Kepolisian dan TNI, ingin menyampaikan kepada kalian bahwa apapun keputusan kami bersifat mutlak."

"Kami harap kalian bisa menerimanya, karena kami juga memperhatikan dari berbagai kondisi dan sebab. Baiklah, dalam hitungan ketiga silahkan buka mata. Satu...”

Hatiku mulai dag dig dug.

“Dua...”

Hatiku semakin tak karuan.

Dan...

“Tiga.”

Aku tak mampu membuka mata. Aku tak siap!!

Sampai banyak sorakan dan celotehan dari teman-teman karena berhasil ditempatkan pada posisi sesuai keinginan mereka. Namun ada juga yang mengeluh karena tidak ditempatkan sesuai dengan keinginan mereka.

Aku tetap tak berani membuka mata, sampai seseorang di belakangku menepukku dan berkata.

“Selamat Nindy. Aku tau kamu pasti bisa!”

Aku tak menjawab, namun aku mengenali suara itu. Itu suara Hasan!!

Lalu aku pun membuka mata dan menoleh. Aku mendapatinya tersenyum cerah yang menyiratkan isi hatinya bahwa dia sangat senang melihatku bisa berada di posisiku sekarang.

“Selamat!! Kamu berhasil sebagai pembawa baki. Apa aku bilang... Kamu pasti bisa kan.” Katanya dengan tersenyum menawan.

Pembawa baki?? Bagaimana mungkin aku bisa berhasil? Berarti kalau aku pembawa baki, Hasan sebagai...

Aku mulai menatap sekelilingku. Dan mendapati celah di kanan kiriku, yang nantinya akan diisi oleh anggota TNI sebagai ganti Paspampres jika di Istana Merdeka.

Di belakangku juga ada satu lagi cewek yang mengisi, yaitu temanku yang tingginya hampir sama denganku, Riana.

Aku menoleh kembali ke belakang dan mendapati Hasan sebagai pengibar, bersama dengan 2 orang lainnya di sisi kanan dan kirinya yang aku tau tingginya pun hampir sama dengannya, yaitu Tegar dan Aldo.

Dua temanku itu juga punya kharisma tersendiri yang jika digabungkan dengan Hasan sangatlah cocok. Seakan Hasan menjadi pusat dari tata surya penarik perhatian mereka.

Belum sempat aku berkata apapun kepada mereka bertiga, suara tadi yang menyuruh kami membuka mata kembali terdengar.

Aku memutar badan kembali ke depan dan memperhatikan ternyata tadi yang bersuara adalah Bang Defian, ketua panitia Paskab 2011 ini.

“Saya sangat bangga kepada kalian semua, atas usaha dan kerjasamanya selama ini." Pandangnya menyeluruh ke semua adik Capaskanya.

"Saya harap keputusan kami ini tidak salah kepada kalian semua, karena kami menempatkan kalian disini juga atas berdasar pada keadaan kalian di lapangan dan beberapa pertimbangan lain."

"Jadi sementara posisi kalian ini adalah yang terbaik yang bisa kami berikan kepada kalian. Sejauh ini apakah ada yang keberatan, atau ingin bertukar posisi mungkin?”

Kami pun serentak menjawab “Tidak”.

Karena kami tau bahwa ini adalah keputusan yang mutlak, tidak mungkin kami bisa seenaknya bertukar posisi karena perhitungan tinggi dan juga postur tubuh.

“Baiklah kalau begitu, saya sebagai ketua panitia disini yang mewakili seluruh panitia dan pembina, mengucapkan terima kasih dan selamat. Terutama kepada Nindy sebagai pembawa baki dan kepada Hasan, Tegar, dan Aldo sebagai pengibar, dan kepada teman-teman yang lain juga."

"Untuk kedepannya, saya harap keprofesionalan dari kalian, karena mulai pertemuan selanjutnya kita sudah beranjak ke formasi seperti ini."

"Demikian sambutan dari saya, kalian bisa langsung pulang untuk segera beristirahat. Terima kasih, dan Salam Merah Putih”.

“Jaya!!” Lalu kami dibubarkan.

Kemudian Ridan dan Desi menghampiriku dan Hasan.

Ridan sendiri sebagai danton pasukan 17, karena posturnya yang paling tinggi di antara kami semua. Dan Desi di pasukan 45A saf pertama.

Dalam hal ini Desi yang paling kurang beruntung diantara kami, karena seperti yang kami ketahui juga bahwa kekuatan fisiknya yang kurang mendukung.

Namun dia sama sekali tidak putus asa, malah dia sangat bangga kepadaku karena aku berhasil mengemban amanah banyak orang.

Sisa hari itu berlangsung damai antara aku dan Hasan. Karena kami sama-sama tau bahwa posisi kami adalah yang terbaik di antara teman-teman kami, bisa dibilang seperti itu.

Kami lebih banyak berpandangan atau sama-sama tertangkap basah saling curi pandang satu sama lain.

Dalam pandangan itu tak ada kata-kata apapun yang terucap di antara kami. Hanya senyum. Namun dari senyum dan pandangan itu, bisa mewakili semua apa yang sedang kami rasakan berdua.

Detik ini, aku bersyukur bisa kenal dengannya. Dan aku akan berharap terus bisa menjadi bagian dari dirinya. Entah sebagai teman, atau mungkin jadi orang lain yang bisa terus melihat senyumnya yang indah itu.

Di lain sisi, tanpa aku ketahui, Hasan sendiri sedang sangat kesulitan menahan keinginannya untuk memelukku. Karena dia sangat bangga kepadaku.

Aku bisa menjadi sosok apapun yang dia butuhkan. Aku bisa menjadi sosok ibu karena sifat penyayangku, aku bisa menjadi sosok teman karena kebaikanku, dan aku bisa menjadi sosok istimewa dalam dirinya, sekaligus penghibur hatinya, karena sifat manja dan menjengkelkanku.

Semua hal dari diriku sangat disukainya. Andai aku tau waktu itu kalau dia sudah memujaku...

Dan ketika dia mengantarku pulang sore itu, dia banyak bercerita kepada Nenek bagaimana kehebatanku saat PBB.

Walaupun agaknya 90% Nenek tidak mengerti apa maksud dari kata-kata Hasan, namun kelihatannya Nenek menangkap apa yang ingin disampaikan Hasan, yaitu bahwa saat ini dia sangatlah bangga kepadaku.

Hanya satu yang ingin aku sampaikan kepadanya saat ini jika aku sanggup berkata.

"Aku juga bangga padamu, Hasan...”

1
TripleAdorable
Aku belum bisa move on dari bab sebelumnya.. tapi aku nungguin bab baru.. gimana dong..
Intertwine: Author usahakan bisa update lebih sering ya kak...
Terima kasih sudah menyukai First Sight, tunggu update.an kisah selanjutnya ya...
XOXO :)
total 1 replies
Devy Faiz Chalik
ManTap Thor👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!