Zhao Jian adalah Hakim paling tak bisa disuap. Dia memiliki semboyan Keadilan Mutlak, dengan Kitab Keadilan di tangannya—sehingga para penjahat di seluruh Kerajaan Zhao sangat takut padanya.
Apakah Zhao Jian berhasil mewujudkan Keadilan Mutlak itu? atau justru ia malah menjadi incaran kekuatan besar yang tersinggung oleh ulahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Basis Kultivasi Zhao Jian Naik Lagi
Zhao Jian berkultivasi di salah satu dahan Pohon Gunung Kun Lun hingga menjelang malam dan ia langsung terkejut karena basis Kultivasi-nya kini berada di Ranah Penempaan Tubuh Tahap Tian Tingkat Tiga, naik beberapa tingkat sekaligus.
Zhao Jian sangat senang, karena dirinya kini sudah setara dengan rekan jenius dari satu alumni Akademi Kerajaan Zhao-nya.
“Ternyata cerita Leluhur Sekte Underworld itu benar, kalau ada beberapa orang beruntung di Dunia ini yang tiba-tiba menjadi kuat setelah mendapatkan artefak kuno, bimbingan dari jiwa ahli beladiri hebat di masa lalu—yang biasanya hidup di sebuah cincin atau kalung dan reinkarnasi yang tiba-tiba ingatan masa lalunya muncul lagi. He-he-he... kalau begini, menjadi Hakim Penegak Keadilan Mutlak tinggal beberapa langkah lagi akan terwujud!” Zhao Jian mengepal tangannya.
Kemudian Zhao Jian kembali ke bekas sumur tua dan melompat ke dalam.
Sipir Penjara bawah tanah yang membiarkan Zhao Jian pergi ke Gunung Kun Lun langsung bernafas lega, karena ia menyangka Zhao Jian akan kabur dan bila itu menjadi kenyataan maka dirinya akan dihukum berat oleh Kepala Sipir Penjara.
“Semua berhenti bekerja, ayo kembali ke ruang tahanan masing-masing dan jangan lupa ambil bekal makan malam kalian di dapur!” seru Sipir sembari mendekati Zhao Jian. “Apakah perburuan tuan muda... eh, tuan basis Kultivasi tuan muda Jian telah meningkat!” Dia sangat terkejut.
Zhao Jian tersenyum bahagia dan berkata, “Aku sebenarnya akan menerobos dari awal, makanya aku meminta izin pergi ke Gunung Kun Lun!” Dia berkilah. “Oh, ya, katakan pada Paman Kepala Sipir untuk menambahkan sekeranjang buah setiap hari untukku. Mulai besok aku akan fokus berkultivasi saja dan tak akan berkeliaran lagi!”
“Tenang saja tuan muda Jian, permintaan Anda pasti akan dipenuhi!” sahut Sipir tersebut dengan senyum cerah, karena ini adalah kesempatan menyenangkan salah tuan muda Klan Zhao-nya, karena di masa depan mungkin saja Zhao Jian yang akan menjadi bosnya dan saat itu terjadi maka ia pasti akan mendapatkan keberuntungan, sebab begitulah sistem dunia bekerja.
...***...
Patriark Klan Lin sangat kesal pada Lin Tao yang tidak mengatakan kalau ada Beasts yang muncul di Gunung Kun Lun, begitu juga dengan Patriark Klan Gu yang langsung memarahi Gu Chang'an. Mereka menduga Klan Zhao pasti menikmati Beasts Piton Hitam sendirian dan sengaja mengirim kabar palsu kalau ada pihak misterius yang telah membunuhnya lebih dulu.
Liu Ruxu berlatih dengan giat di halaman Kediaman Klan Liu, karena ia merasa dirinya terlalu lemah—padahal dulu ia sangat bangga menjadi murid terbaik Akademi Kerajaan Zhao. Namun, saat dihadapan Beasts Piton Hitam, dirinya seperti anak ayam lemah yang tak bisa berbuat apa-apa, untung saja ada Pemuda misterius yang menyelamatkan dirinya.
“Hei, Putriku... apakah kamu masih memikirkan Pemuda itu? Dia mungkin anggota Sekte Underworld, sehingga kalian tak mungkin berjodoh. Lebih baik kamu menentukan tuan muda mana yang akan menjadi suamimu!” Wanita cantik berkata pada Liu Ruxu dengan senyuman hangat.
“Ibuuuuuuuu! Sudah berulang kali kukatakan, kalau aku tak tertarik membaca profil Pria yang ibu suguhkan. Lagi pula aku akan menikah dua bulan lagi, sekarang aku ingin fokus berlatih beladiri saja. Masalah Pria itu sih gampang, tinggal pilih salah satu, beres!” sahut Liu Ruxu dengan ekspresi wajah masam.
Ibunya hanya menggeleng pelan, karena Putrinya terlalu terobsesi dengan beladiri—sehingga melupakan masalah cinta, padahal salah memilih pendamping hidup itu—bisa berakibat fatal, bahkan dapat membahayakan keselamatannya.
Di istana Kerajaan Zhao, Raja Zhao Tian terkejut membaca laporan dari Penjara bawah tanah yang menulis kalau basis kultivasi Zhao Jian meningkat sangat pesat—padahal semua orang di Klan Zhao tahu kalau dia tidak berbakat dalam beladiri.
Raja Zhao Tian menjadi curiga ada ahli beladiri hebat yang diam-diam mengajarinya dan Kitab Keadilan tersebut juga merupakan warisan dari ahli beladiri tersebut. Namun, ia tak pernah mendengar dalam sejarah Kerajaan Zhao ada catatan tentang Kitab Keadilan tersebut.
sik..sik...kok agak anu ini rasanya...🤔
jd lbih mudah diingat..
lanjoʻuuttss..
mengingatkan kali ya bang?
Jian mah kismin terus yang ada 🤣🤣🤣
pakaian mertuanya aja diembat...
ini nih pengkhianatnya
punya sistem lagi
terimakasih Thor....