Malam itu Alea terbangun setelah menangis sepanjang hari karena Rey, sang kekasih yang tak datang ke acara pernikahan mereka. Alea berharap semuanya adalah mimpi buruk namun siapa sangka saat ia bangun dan membuka mata, itu lebih dari mimpi buruk
" Aku suamimu!" Begitu terkejutnya Alea dengan pria yang sedang duduk manis menampilkan senyum smirk yang menyebalkan untuk Alea, ia merasa kunang-kunang berputar dikepalanya
Bagaimana bisa presdir baru ditempatnya bekerja kini menjadi suaminya? Apa yang harus Alea lakukan dengan pria yang pernah menjadi cinta satu malamnya itu?
Ikuti kisahnya ➡️
Jangan tinggalkan jejak, like, rate dan vote
Salam hangat Author 🌞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengenal lebih dekat
🍃🍃🍃🍃
Danish menghisap lidah itu dengan kuat, ia terlalu gemas pada Alea, wanita itu memejamkan mata dan kedua tangannya tak henti menjambak rambut belakang Danish yang meninndih tubuhnya diatas kasur, mengacak-ngacak rambut itu demi menahan gelenyar aneh yang menjalari setiap saraf ditubuhnya yang mana berpusat dipangkal paha
Cukup lama pria itu mengeksplor bibir dan rongga mulut Alea, merasa sudah puas bibirnya mulai turun kebawah pada dagu, menggigitnya pelan
" Uhhhmm Pak." Danish tersenyum manis mendengar lenguhan itu, ia mengangkat wajahnya menatapi Alea. Dalam keremangan lampu tidur, Danish melihat wajah itu masih pucat, ia menyentuh bibir Alea yang masih basah karena ulahnya. Rasa tak tega muncul mendadak, Alea masih sakit dan dirinya tak mungkin membuat Alea kelelahan
Merasa Danish tak melakukan apapun lagi, Alea membuka kedua matanya. Tatapan Alea bertemu dengan tatapan Danish yang seperti ingin menerkamnya
" Selamat malam." Bisik Danish melepaskan kedua tangan Alea dari rambutnya lalu berguling kesamping tubuh Alea. Wanita itu menoleh pada Danish yang langsung memejamkan kedua matanya, Alea tidak tahu bahwa kini pria itu sedang menahan diri untuk tak melanjutkan ke hal yang lebih panas
Tapi detik berikutnya Danish membuka mata, ia beringus bangun dan turun dari ranjang." Kau belum meminum obatmu." Ucap Danish membuat Alea ikut bangun dan duduk diatas kasur
Danish segera mengambil beberapa pil obat yang telah diresepkan Keyla, kemudian meraih segelas air yang memang sudah tersedia disana sejak tadi. Ia memberikan keduanya pada Alea yang saat itu juga menerimanya
" Terima kasih." Ucap Alea dengan senyum lembutnya dan mencoba memberanikan diri menatap Danish yang juga memperhatikannya. Kedua pipi Alea merona mengingat ciuman panas mereka tadi
" Tidurlah, ini sudah malam." Perintah Danish, Alea menuruti pria itu, ia merebahkan tubuhnya lagi dan menarik selimut tebal mereka. Danish mengusap puncak kepala itu membuat hati Alea menghangat, perhatian-perhatian kecil itu mulai mempengaruhi pikiran Alea
Paginya Alea terbangun lebih dulu, hal pertama yang ia lihat adalah wajah Danish. Bibir Alea tersenyum begitu manis, entah sejak kapan Danish memeluknya saat tidur, yang pasti kini kepala Alea tidur dibahu pria itu, jujur saja pelukan Danish yang paling terasa nyaman untuk Alea bahkan dibandingkan dengan Rey sekalipun, Alea merasa heran ia belum tahu jawabannya kenapa Danish sangat berbeda dibanding pria lain di mata Alea
Jemari Alea nakal membelai dada Danish, ia terkikik dalam hati saat bibir pria itu mengeluarkan suara desisan pelan. Alea semakin menempelkan tubuhnya pada Danish, kini kepalanya ia letakan didada Danish
" Apa itu." gumam Alea ketika kedua matanya tak sengaja menangkap sesuatu yang membuatnya terpaku, wajah Alea merona merah, ia jadi merasa malu sendiri dan menggigit jemarinya
Dibawah sana dibalik celana piyama Danish, burung yang dulu membuat Alea menjerit kesakitan itu nampak bangun hingga celana sang pemilik mengembung besar
" Emmmh." Alea memekik pelan, ia terkejut karena tiba-tiba saja lengan yang sedang merengkuh tubuhnya itu mendarat menyentuh kening Alea
" Demamnya sudah turun." Begitulah suara Danish yang masih serak terdengar ditelinga Alea. Alea spontan menutup kedua matanya lagi, ia benar-benar akan malu saat ini
" Kau sudah bangun?" tanya Danish memiringkan wajahnya untuk melihat Alea namun ia juga tak sengaja melihat sang adik yang bangun, bukan karena bernaffsu tiba-tiba pada Alea melainkan itu kegiatan sang adik setiap pagi saat ia bangun, mungkin tak hanya dirinya tapi hampir semua laki-laki mengalami hal yang sama
" Belum bangun?" Gumam Danish lalu melepaskan dirinya dari Alea, ia memindahkan kepala itu pada bantal lalu berlalu kekamar mandi
Tapi Alea tidak tahu bahwa Danish pergi kekamar mandi untuk main solo agar spermma yang terasa sudah diujung itu keluar dan sang adik tidur kembali
Dua puluh menit sudah berlangsung dan ketika itu Danish keluar dari walk in closet dengan setelan kerja yang sudah rapi. Alea pura-pura menggeliyatkan tubuhnya dan baru bangun, wajahnya polos tanpa make up memandang Danish yang sedang berkaca didepan cermin merapihkan tatanan rambutnya
" Pak." Panggilnya membuat Danish menatap dari cermin
" Apa sekarang lebih baik?"
Alea mengangguk pelan lalu turun dari kasur, mendekati Danish dan berdiri disampingnya
" Kenapa? kau lapar? kemarin makanmu hanya sedikit." Ucap Danish menoleh pada Alea untuk sejenak
Alea menggelengkan kepalanya lalu duduk diatas meja rias, menatapi suaminya yang dimatanya sangat tampan. Setidaknya ketampanan dan kekayaan pria itu menghibur Alea yang harus terpaksa menikahinya
" Semalam, emmmh."
" Maaf, aku tidak bisa menahannya!" saut Danish
" Aku!" Alea terbata lalu menggigit ujung bibirnya
" Apa itu termasuk memaksamu?" tanya Danish mendekat dan mencondongkan tubuhnya mengurung Alea dengan kedua tangannya. Alea gugup dan menggelengkan kepala dengan cepat
" Kau menginginkannya?" tanya Danish
" Sebenarnya aku ingin mengenalmu lebih jauh sebelum kita melakukan-"
" Katakan dengan jelas Alea." Desak Danish memotong ucapan Alea dan kian mengikis jarak hingga Alea bisa mencium aroma mint dari mulut Danish
" Aku tidak mau terlalu cepat, aku takut!" Danish membelai pipi Alea
" Dalam sebulan ini, kau sungguh belum mengenalku?" Alea menggelengkan kepalanya
" Baiklah kita saling mengenal pelan-pelan, menurutmu apa yang harus kita lakukan agar saling mengenal?" Alea menundukan wajahnya
" Berpacaran!"sautnya pelan
" Apa kau tahu gaya berpacaranku seperti apa?"
" Saling menghubungi setiap malam, berkencan, berciuman-"
" Sejauh mana hubunganmu dan Rey?"
" Aku tidak pernah melampaui batas."
" Tidak mungkin!"
" Ya sudah kalau tidak percaya!" Alea mengerucutkan bibir dan bersedekap dada
Danish tersenyum melihat itu lalu mendekat untuk mencium pipi Alea
Cuuuuup
" Ini tidak termasuk gaya pacaranku!" bisiknya menggelitik kulit pipi Alea
" Lalu seperti bagaimana?" tanya Alea polos
Seringai tampak dibibir Danish
" Aku akan memberitahumu, tapi tidak untuk kali ini. Aku sudah terlambat!" Danish menegapkan tubuhnya kembali dan merapihkan tampilannya untuk sesaat
" Benny sudah memesan sarapan pagi untukmu!" Ucap Danish lalu meninggalkan Alea yang terpaku
Saat Danish sudah luput dari pandangannya Alea segera keluar. Ia segera mengejar Danish, pria itu sangat cepat dan sudah keluar dari rumah. Tapi Alea tak gentar terus mengejarnya dengan berlari
" Pak." Panggilnya setengah berteriak membuat Danish yang ternyata bersama Benny menoleh. Alea berlari mendekat dan langsung meraih jemari Danish, ia tiba-tiba mencium punggung jemari Danish dengan begitu lembut
" Ini gaya pacaranku!" Ucapnya dengan senyum manis
Jantung Danish terasa berdebar kencang saat ini juga, pria itu mematung karena tingkah Alea
-
-
bener2 lho. nasib perempuan dibuat rendah banget di novel. hanya dijadikan istri yg tersakiti. capedeee
terinspirasi ikan terbang banget blm lagi penuh dgn pelakor. seakan masalah rumahtangga selalu peremuan terobsesi.
Aku mampir
Salam kenal 💐❤️