Kanaya merupakan seorang gadis penulis novel terkenal di kota Bandung, semua orang mengenal Kanaya, siapa yang tidak mengenalnya seorang gadis yang sedang populer di kota Bandung.
Tapi karena hanya sebuah novel yang harus Kanaya buat di sebuah desa membuatnya kehilangan nyawa dengan sangat tragis.
Sampai dia kembali terbangun di tubuh seorang gadis yang umurnya hanya selisih satu tahun dengan dirinya.
"Siapa kau?"
"Aku pemilik tubuh, yang kau tempati sekarang, nama ku Dara"
"Ohh tidak, jadi gue transmigrasi gitu? dan kenapa tubuh lu culun banget sih?"
Bagaimana cara Kanaya menjalani hidup barunya?
Dari pada penasaran mending baca
Follow instagram: @Ilmanadia26
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesalahan pahaman di masa lalu
"Baiklah panji, sepertinya ada salah paham diantara kau dengan Arka" ucap Kanaya pada Panji, tapi Panji hanya menyeritkan dahinya tanda tidak mengerti.
"Aku tau kau sahabat Arka saat SMA, tapi di saat kau sangat tidak ingin berpisah dari Arka, Arka meninggalkanmu begitu saja, benar begitu bukan?"
"Apa urusannya denganmu" ucap Panji dia hendak meninggalkan Kanaya tapi lagi-lagi ditahan oleh Kanaya.
"Kau semasa SMA jarang sekali belajar, selalu mengandalkan Arka" kata-kata Kanaya barusan mampu membuat Panji menahan langkahnya.
"Karena hal ini orang tua lu menjadi khawatir untuk masa depan lu yang selalu saja mengandalkan Arka tanpa mau berusaha, orang tua lu tidak ingin melihat anaknya menjadi orang yang tidak berguna maka dari itu mereka menyuruh Arka pergi dari kehidupanmu yang dulu, dan kebutuhan saat itu Arka harus pulang hidup kembali bersama Ayahnya, Arka sebenarnya ingin berpamitan dengan lu tapi dia sudah menepati janji pada kedua orang tua lu agar tidak menemui lu lagi, sampai lu benar-benar berubah, siapa sangka kau malah menjadi seperti ini" ucap Kanaya merendahkan Panji.
Panji yang mendengar penjelasan Kanaya hanya bisa mematung di tempat, bagaimana Kanaya bisa tau semua ini.
"Jadi Panji kau sudah dewasa, dan ini semua terjadi karena kesalahpahaman lu dengan Arka di masa lalu"
Panji yang sudah tidak tahan lagi meninggalkan Kanaya begitu saja dengan tangisnya penyesalannya. Dendam di masa lalunya membuat Panji buta akan kebenaran. "Jadi perbaikilah semuanya sebelum terlambat" terika Kanaya sebelum Panji benar-benar menjauh dari tempat itu.
Zega dan Arka yang sedari tadi memperhatikan Kanaya hanya menyerit haran bagaimana Kanaya bisa tauh semuanya.
"Kak" panggil Zega.
Tiba-tiba saja empat orang datang menyusul Arka, Kanaya dan Zega yang sudah datang tepat waktu.
"Maaf terlambat" ucap Bayu tidak enak.
"Sans Bay, tapi kenapa kalian bertempat bisa bareng gini?" tanya Arka.
"Tadi kebetulan ketemu di depan" Septa menjawab dengan cuek.
"Kenapa lu Sep? bot mot gitu kayaknya" Kanaya menjadi penasaran, setelah lama Kanaya mengenal Septa ini untuk pertama kalinya dia melihat Septa yang periang menjadi cuek.
"Ini gara-gara si Bayu" Tania mengeluarkan suara. "Kok jadi gue, dia yang duluan" ucap Bayu tidak terima.
"Udah gak usah ribut kita kesini mau bantu Arka, bukan mau ribut" lerai Bagas.
"Jadi gimana selanjutnya Ar?" tanya Bagas, tapi bukanya menjawab Arka malah menatap Kanaya begitu pun sebaliknya, mata keduanya sepertinya mengisyaratkan dari mana lu tau semua ini sedangkan mata Dara mengisyaratkan lu haru jelasin sama kita semua.
"Gini aja deh, dari pada disini mending kita masuk ke dalam sambil nyanyi dan main gitar" usul Zega.
"Hei, bocil kita kesini mau menyelesaikan masalah bukan mau senang-senang" ucap Bagas.
"Makanya bang datang jangan suka telat jadi ketinggalan berita kan" Bagas sudah kalah dengan Zega.
Akhirnya Arka menyetujui usulan Zega.
Saat sudah berada di dalam restoran Arka mulai menceritakan pada semuanya tanpa terkecuali, dia juga menceritakan apa yang terjadi sebelum Bayu dan yang lainnya datang.
"Sekarang giliran lu Dar, jadi gimana lu bisa tau ini semua?" tanya Arka, kini semua mata tertuju pada Kanaya.
Kanaya yang ditatap begitu oleh mereka semua sedikit gugup, kemudian dia berdehem agar bisa menghilangkan rasa gugupnya.
"Hemm" dehem Kanaya tapi semua temannya penasaran dengan jawaban Kanaya menjadi tidak peduli.
"Dara apa sih yang gak tau" ucap Kanaya akhirnya.
"Mulai narsis lu sekarang ya, ketularan siapa lu?" celetuk Septa.
"Siapa lagi kalau bukan si Arka" sahut Bagas. Sepertinya keberuntungan memihak kepada Kanaya setelah berganti topik tidak ada lagi yang menanyakan diri mana Dara tau semua itu, tapi tidak bisa dipungkiri sekarang Kanaya dan Arka menjadi bahan godaan para teman-temannya.
"Serasa nyamuk gue disini" semua orang menatap Zega yang baru saja membuka suara.
"Kenapa kakak-kakak semua liatin Zega gitu?" tanyanya pura-pura polos.
"Gini deh dari pada liatin Zega mending kita nyanyi sambil gitaran, kasih gitarnya nganggur dari tadi" usal Zega.
Mereka semua kembali setuju dengan usulan Zega.
Arka yang memegang gitar sedangkan yang lain bernyanyi. Arka mulai memetik gitarnya sambil mengeluarkan suara mulai bernyanyi begitu juga dengan yang lain.
Memandang wajahmu cerah
Membuatku tersenyum senang
Indah dunia
Tentu saja kita pernah
Mengalami perbedaan
Kita lalui
Tapi aku merasa
Jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi
Selamanya
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu oh
Sampai nanti akan selalu
Bersama dirimu
Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia
Dalam pelukmu
Tapi aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi
Selamanya oh
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu oh
Sampai nanti akan selalu
Bersama dirimu
Seperti yang kau katakan
Kau akan selalu ada (kau akan selalu ada)
Menjaga memeluk diriku dengan cintamu
Dengan cintamu
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu oh
Sampai nanti
Akan selalu
Bersama dirimu
Saat bersamamu kasih ku merasa bahagia
Dalam pelukmu.
Selama mereka terus bernyanyi Arka diam-diam memperhatikan wajah Dara atau Kanaya dengan mengembangkan senyum, Zega yang tidak sengaja melihat momen langkah itu tentu saja mengabadikannya dengan diam-diam memotret Arka dan Dara yang duduk bersebelahan tanpa ada yang menyadarinya tentu saja.
Di saat yang sama Kanaya tidak sengaja memegang tangan Bagas, dan dia mengetahui rahasia Arka selama ini, Kanaya yang kaget langsung kembali ikut bernyanyi.
Memandang wajahmu cerah
Membuatku tersenyum senang
Indah dunia.
"Kak udah malem ayo pulang" ajak Zega saat mereka sudah menyelesaikan satu lagu. "Entar dicariin mama, papa" ucap Zega lagi.
"Oke, kalau gitu gue sama Zega duluan ya" pamit Kanaya pada semuanya.
Mereka menangguk. "Hati-hati dijalan Dar" ucap Arka tanpa sadar.
"Cie… cie, babang sombong udah ngebuka hati nih ceritanya?" celetuk Septa. "Apa emang ada yang salah?" Arka berusaha menutupi rasa malunya.
***
Keesokan harinya Panji kembali menemui Arka di restoran milik Arka, kebetulan Arka semalam karena kesalahan menginap disitu.
"Ar gue mau minta maaf" ucap Panji merasa bersalah sambil menyerahkan semua yang telah dia ambil dari restoran Arka. " Dan gue janji tidak akan mengganggu kehidupan lu lagi, maaf karena dendam gue sama lu di masa lalu dan kesalahpahaman di masa lalu jadi begini" tambah Panji lagi dia benar-benar menyesali perbuatannya.
"Gue juga minta maaf" akhirnya Arka yang sedari tadi diam mengeluarkan suara juga.
"Boleh gue peluk lu sebelum gue kembali ke Batam?" dengan senang hati Arka memberikan pelukan persahabatan pada Panji.
Batam merupakan tanah kelahiran Panji, dan tempat Arka menimba ilmu semasa SMA.
kbnyakan monolog nya