NovelToon NovelToon
Tempat Terakhir

Tempat Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Della camilla

Pernikahan seorang wanita bernama Adila Dilara dengan sahabat kakaknya. Pada awalnya pinangan itu ditolak mentah-mentah oleh Adila, karena Adila mengalami trauma. Trauma apa yang dialaminya?

Lalu mampukah Adila menjalankan komitmen pernikahan dengan pria itu?

Apa yang membuat Adila secara tiba tiba menerima pinangan yang berakhir menyedihkan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della camilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manisnya Keluarga Ku 1

Sore ini Zulfikar kembali kerumah, ia mendapati maminya, serta istrinya sedang bercengkrama di sofa ruang keluarga. "Assalamualaikum, hallo mami ku tersayang, apa kabar? Bagaimana Sedney?" Zulfikar memeluk serta mencium pipi maminya. "Emh.. anak mami selalu saja begini, gak malu ya di lihat istri." Zulfikar hanya tersenyum, begitu pula Adila yang ada di sebelahnya. "Kak, kamu mau minum apa?" Adila menawari suaminya yang masih terlihat berantakan sehabis bekerja. Zulfikar merengkuh pinggang Adila dan mencium pipinya juga. "Gak usah sayang, saya mau langsung bersih-bersih, kamu sediakan baju saya saja." Mami Vena menaikan alisnya, "Hei... masa istri disuruh siapin pakaian kamu, kamu ambil sendiri dong manja banget." "Gak apa lah mi, Adila itu selalu memenuhi kebutuhan ku, jadi ya... begitulah."

Mereka berlalu dari ruang keluarga, Adila menyiapkan baju suaminya itu. Zulfikar yang keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah serta hanya mengenakan handuk, mengagetkan Adila dari belakang dengan memeluknya. "Kak!!! biasa banget deh, basah tau, baju Dila." Dengan spontan Dila memajukan bibirnya, "Biasa juga dong bibirnya, mau dihukum emang?"

Adila bersikap biasa lagi, dan Zulfikar membalikan badan sang istri agar menatapnya. "I Love you..." perkataan itu membuat Adila tertawa, dan menutup mulutnya dengan tangan. "Gombal, dasar laki-laki semuanya sama."

Zulfikar mencumi Adila dalam pelukannya, dahi, kedua pipi, terus begitu sampai wajah Adila memerah. "Jangan bilang semua laki-laki sama, Saya berbeda, saya rela menunggu kamu demi apapun, saya gak akan pernah rela para perempuan di bawah naungan saya menderita, ingat sayang, saya tidak seperti mereka." Cup. Adila membungkam mulut sang suami dengan kecupan kilatnya.

Zulfikar terdiam mengamati wajah sang istri yang begitu cantik, dan semuanya terpatahkan ketika sanga mami datang tanpa permisi membuka pintu. "Aduh... maaf sayang mami gak tau kalau..." Jebret...

Adila melepas pelukannya, Zulfikar tertawa.

"Cuma mami kok, gak usah malu gitu kali."

Adila mencubit lengan suaminya yang masih telanjang.

"Ih... Kak Zul kalau mami ngira kita macem-macem awas aja, pakai bajunya sana." Adila pergi meninggalkan suaminya itu.

"Yah istri ku, baru mami, lagian juga mami ngerti kok, apa lagi kalau mami tau kita baru melakukan malam pertama kemarin malam, jelas mami akan mengerti kalau aku sedang menggoda kamu lagi, lagi pula kita kan sudah halal, mau apapun yang kita lakukan mami juga pasti dukung." Zulfikar tertawa dan bergurau sendiri sambil mengenakan baju.

Mami Vena dan Adila sedang menyiapkan makan malam untuk hari ini, semua makanan kesukaan sang pria kesayangan siapa lagi kalau bukan Zulfikar Malik Arafi.

Zulfikar mengendus bau masakan dari ruang kluarga yang posisinya memang dekat dengan dapur dan ruang makan. "Kalau di dunia ini ada yang lebih bahagia dari Fikar sekarang, pastilah hanya gurauan saja, Fikar jauh lebih bahagia dari siapapun hari ini, mami ku tercinta dan istri ku tersayang menyediakan makanan faforit ku." Zulfikar meracau di depan kulkas sambil meminum jus jambu buatan Adila tadi siang, Zulfikar memang selalu meminta di sediakan jus setiap harinya, bahkan buah-buahannya dia yang pesan ke toko untuk diantar ke rumah.

"Fikar, mami dan Adila pastilah lebih bahagia jika kamu bisa menghabiskan semuanya sendiri." Mami Vena tersenyum melihat Fikar yang sedang berfikir untuk menghabiskan semuanya sendiri. "Mami, mulai deh, mana bisa mi, Fikar habiskan semua, Fikar juga harus berbagi dengan mami, Adila, Pak Ari (tukang kebun/penjaga rumah), terus sama mbak Darmi (ART) mereka kan juga pasti ingin makan." Mbak Darmi hanya tersenyum mendengar kicauan tuannya itu. "Aduhh... memang deh Tuan muda ini paling baik sedunia, perhatian sekali dengan saya dan pak Ari." ucap mbak Darmi yang sedang membersihkan peralatan bekas masak.

"Oh ya, mi, bagaimana Kak Jefrin? Bagaimana juga keadaan Luna sekarang?" Mami Vena hanya diam ketika mendengar pertanyaan Fikar. Adila yang tau keadaan hati Maminya segera mengalihkan pembicaraan.

"Ayo kak, makan dulu, ceritanya nanti saja sebentar lagi waktu Isya, nanti juga makanannya keburu dingin." Adila tersenyum ramah pada suaminya, yang sudah di sediakan sepiring nasi berikut lauk pauk yang ada. Mami Vena hanya tersenym dan menelus punggung tangan menantunya, Adila membalasnya dengan senyum yang sangat menenangkan.

Setelah solat Isya mami Vena berbincang di ruang keluarga, gurauan kecil mampu memecah keheningan malam ini, setidaknya beliau bisa melupakan sejenak masalah yang terjadi pada putri tertuanya itu Jefrina Maysara.

1
Adeyan Simamaora
cantik
mizuki
ini cerita apa sih...suami istri kok kaku banget, gak segitunya juga kali😕😕
Winarni Soekarno
kok kaku bgt yaa..usah suami istri masih pake "saya"
Winarni Soekarno
hehee..kalo nga halangan bisa dooong🤭🤭🤭🧕
Winarni Soekarno
🥰🥰🥰
Winarni Soekarno
wiih.. gentle bgt yaa babang Zul
Winarni Soekarno
ibu cantik 🥰🥰🥰🧕
Un: 𝚘𝚎𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕
total 2 replies
Meilia Ra
egois lw dila spt itu mau dimengerti tp tak mengerti suaminta huhhhh bngke li dilla
Meilia Ra
egois lw dila spt itu mau dimengerti tp tak mengerti suaminta huhhhh bngke li dila
Meilia Ra
huhhhhh gr banget lo dila
Meilia Ra
sholeha apanya nolak seseorang spt itu huhhh g pnya tatakrama baik smaa sekali
Meilia Ra
sombong ama si dila nolak spt itu huhhh percuma pake jilbab geh
Gustoe Doel
aku cantik
Nila Nila
ah Thor kenapa harus ada kematian
Wina wiwin
Novel....yang sedikit konflik, apik penataanya....adem rasanya....terima kasih author
Novianty Sugeng
Sdh punya anak masih aja panggil saya diganti dongThoor ga enak baca nya, kesannya kaku banget
Novianty Sugeng
Masyaallah jika para suami semua seperti ini betapa bahagia nya kehidupan berumah tangga 🤗🤗
Novita Ningrum
kok sad ending x thor,
gak suka sama aroma bombay yg kuat😭
Hafista
aduh thor knp sih adila meninggal aku sedih bgt thor, kasihan zul thor tak ada pendapingnya lg, kshan bgt klrg yg harmonis hrs terpisah oleh kematian,😭😭😭
Violet
cara menolak y terkesan kasar ga sopan cara bicara y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!