Semuanya berawal dari suatu hari sebuah mobil mewah ngak sengaja menyerempet seorang gadis cantik yang sedang mengendarai motor saat jalan pulang.
"Mas kalau bawa mobil bisa hati hati ngak, lihat orang sebesar ini aja mau di tabrak" Maki seorang gadis pada pengendara mobil itu.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka apa akan terus musuhan atau tidak,,?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss el, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 22
Selesai makan bersama kami memutuskan bersantai saja karna Vano dan El ngak balik lagi ke kantor apalagi Vano yang masih over sama Caca bahkan kemana Caca melangkah selalu diikuti walau ke kamar mandi pasti di tungguin didepan pintu.
"Ngak sekalian masuk juga lo kekamar mandinya temenin Caca bang, over banget sih," Cibir Lili dengan senyum kemenangan.
"Diam lo dek, ini semua juga gara gara lo," Bantah Vano yang masih kesel sama adiknya itu.
"Katanya ngak bucin eh malah kemakan omongan sendiri juga," Ucap Lili sambil melihat kesembarang arah.
"Lihat saja lo dek gue cariin juga El cewek lain biar lo nangis bombai lagi," Eh Vano ngancem balik lagi.
"Kalau dia mau berarti ngak sayang aku lagi,aku bisa apa coba paling lanjutin kuliah di tempat paman,,kan disana banyak bule bang," Kata Lili cuek padahal dalam hati pengen nangis.
"Ngak bisa gitu sayang jangan dengerin kata Vano ya, cuma kamu satu satunya bukan salah satunya jadi kamu ngak perlu khawatir ok,mas ngak akan tergoda sama yang lain apalagi mendapatkan kamu susahnya minta ampun ngak mungkin dilepas begitu saja," Penuturan El membuat Lili serasa terbang melayang.
"Dengerin tu bang wlek," Lili meledek Vano karna mendapat pembelaan dari El.
"Do lo kenapa diam diaman saja sama Cici lagi berantem apalagi sariawan," Tanya El yang melihat mereka cuma jadi penonton.
"Gue lagi seru nonton drama El jadi makanya gue diam saja apalagi dramanya dibikin film pasti seru kali ya," Celetuk Rido ngasal.
Setelah berkumpul cukup lama membicarakan hal penting sampai hal hal ngak penting pun dibahas.mereka memutuskan membubarkan diri Caca diajak Vano pergi dan malamnya nginap dirumah karna orang tuanya dinas luar kota dengan alasan Vano takut terjadi apa apa. Cici sama Rido dan Lili sama El yang mengajak jalan jalan mumpung dia lagi ngak sibuk makanya kami menghabiskan waktu berdua saja.
"Kita mau kemana mas,?" Tanya Lili saat dalam perjalanan Karna El belum memberitah kemana arah akan pergi.
"Kamu maunya kemana sayang,, mas akan ikut saja," El ngasih Lili kesempatan untuk tempat tujuan.
"Aku lagi pengen nonton mas mumpung ada waktu apalagi ada film baru," Ucap Lili memberitahu selama mereka menjalin hubungan belum pernah nonton bersama.
"Ok kita pergi nonton habis itu temenin mas kekantor bentar masih ada sedikit pekerjaan lagi," Jawab El menyetujui permintaan Lili.
"Apa ngak bisa di kerjakan besok saja mas, parah banget sih bosnya harus selesai sekarang," Penuturan Lili dengan polos dan El cuma tersenyum.
"Ngak bisa gitu sayang kalau ada kerjaan itu harus sampai selesai jangan setengah setengah," Tutur El seolah olah membela bosnya.
"Bos seperti itu saja masih mas bela, sudahlah malas bahasnya nanti aku temenin deh siapa tahu nanti aku minat juga kerja kantoran," Balas Lili yang ngak mau berdebat.
"Itu baru sayangnya mas," El merusak tatanan rambut Lili sudah mulai jadi kebiasaannya.
Sampainya disebuah mall terbesar dikota ini El memakirkan mobil dan mereka masuk ke dalam menuju sebuah bioskop lalu El memesan tiket tidak lupa membeli cemilan.
Selesai nonton El mengajak makan tapi Lili tolak karna masih kenyang akhirnya mereka menuju kantor El untuk nemenin dia menyelesaikan perkerjaan. Sampai kantor kami masuk menuju lift, memencet lantai tertinggi lalu lift bergerak naik,, ting lift terbuka kami keluar menuju ruangannya mas El saat di depan pintu aku melihat tulisan di atasa pintu bertuliskan CEO, seketika Lili rasanya malu selama ini Lili ngak tau kalau El bosnya Vano.
"Mas kok ngak bilang sih kalau mas bosnya," Kata Lili sedikit malu saat mereka sudah masuk ruangan.
"Kamu kan ngak nanya sayang," Jawab El memegang tangan Lili.
"Ih nyebelin bikin aku malu saja tadi sudah mengatai mas," Ucap Lili menunduk menahan malu.
"Kenapa malu coba,mas suka apalagi sudah lama ngak dengerin bawelan kamu," El paling bisa menenangkan.
"Kamu duduk disofa dulu,kalau haus ada minuman di lemari es,mas kerja bentar kok," lanjut El menuntun Lili kesofa dan dia menuju meja untuk bekerja.
Lili cuma memainkan sosmed nya sambil sesekali melirik El bekerja.Lili ngak nyangka saja kalau Lili bakalan punya kekasih CEO apalagi dia bos abang nya sendiri. Kenapa selama ini Lili ngak tahu karna Lili orangnya ngak peduli sama kerjaan orang lain yang penting dia nyaman dan ngak mengganggu. Ia lihat El nampak asik dengan laptopnya kayaknya asik juga kerja kantoran fikirku.
"Mas kayaknya asik juga kerja kantoran ya," Lili mencoba memecahkan keheningan yang sedari tadi.
"Kenapa sayang mau kerja kantoran juga, " Tanya El masih fakus sama laptop tanpa menoleh.
"Rencananya iya sih mas tapi masih mikir dulu," Jawab Lili karna belum mantap mau kerja kantoran.
"Kalau kamu mau jadi sekretaris mas saja," Tawar El supaya bisa kerja bareng.
"Kalau ngak di kantor mas boleh ngak,?" Goda Lili ,,, Lili tau pasti ngak dibolehin dia kan beda tipis sama Vano.
"Lebih baik ngak usah kerja kalau bukan disini" Sanggah El langsung tanpa bantahan.
"Kalau aku ngak kerja trus mau beli apapun ngak bisa dong," Jawab Lili cemberut.
"Mas bisa membelikan apa saja yang kamu mau," Ucapannya kayak seorang suami saja.
"Ngak bisa gitu mas kalau minta pacar itu harga diri kecuali sama suami sendiri," Lili bicara seolah minta dinikahi saja.
"Oh jadi kamu ngode minta dinikahi ya," Goda El lagi.
"Ngak siapa yang minta dinikahi aku masih kecil belum ada rencana nikah muda," Muka Lili sudah memerah saja.
"Yakin nih," El mendekat sambil memojokkan ku disofa.
"Ma mas mau apa jangan macam macam deh," Ucap Lili gelagapan karna dipojokan.
"Cuma satu macam saja untuk bisa menikahi mu," Bisiknya sambil meniup telinga Lili dan maksudnya apa coba.
"Haha," Respon Lili kayak orang bodoh.
"Ha ha ha kamu lucu banget sih sayang," Eh dianya malah ketawa setelah mengerjai Lili.
"Ngak lucu," Ucap Lili sambil memanyunkan bibir dan cup.
"Aaahhh,,, bibirku tidak suci lagi,, mas El jahat hiks hiks," Lili nangis karna kehilangan ciuman pertamanya.
"Sayang itu cuma kecupan loh dan jangan bilang itu,,",, "ucapan El menggantung dan Lili cuma mengaangguk kan kepala.
Mikhael pov🎇🎇🎇
*Astaga sayang cuma kehilangan ciuman pertama saja sudah seperti kehilangan p*****n saja apalagi kalau itu, sungguh tidak bisa aku bayangkan.
🎆🎆🎆*
"Maaf sayang mas ngak sengaja abisnya kamu bikin gemas sih," Ujar El lembut membelai kepala Lili.
"Lupakan saja mas,,sudah terjadi juga,sudah selesai belum kerjaannya,?" Tanya Lili mencoba tenang.
"Sudah yuk balik,besok mas mau bilang sama Rido mau narik kamu kekantor mas,,"
"Ngak bisa gitu dong mas aku kan belum setuju apalagi aku belum ada pengalaman kerja kantoran," Jawab Lili supaya ngak keluar dari tempat Rido.
"Nanti mas bisa ajarin,, yuk," Ucap El ngak bisa dibantah sambil menggandeng Lili keluar untuk mengantar pulang karna hari sudah mulai sore.
🍁🍁🍁🍁
Mohon masukannya karna masih belajar jadi maaf kalau ada typo🙏🙏🙏
mampir juga yuk ke ceritaku
"Jiwa baru Zhuge Liying"
"Apa aku seorang pangeran?"
bukannya el udah tau lili, dan dia tau nya si lili itu pacarnya vano, tapi kok isi bilg gak tau nyarik kemana.
dan bukannya si rido itu bos nya lili dkk yah, kok isi nnya lagi sama vano waktu lili lagi ngambilin minum.
aku mampir bawa boom like rate 5 dan fav jangan lupa mampir ya...
Jangan lupa mampir di cerita saya yang berjudul Cinta Abdinegara dan Putih Abu-Abu di tunggu feedback nya 🤗🤗🤗
Terimakasih 🙏🙏🙏
Aq mampir lagi😉 ...
Bawain like👍👍👍😘...
keep support thor💪😊😍...
Aq tnggu feendback nya🙏😉😊...
~Thanks~
Jangan bosen untuk mampir lagi ya😊
jangan lupa mampir di crku yang Possesive Jung Jaehyun dan like juga ya kak