Hidup seorang gadis bernama Hanin terpaksa terikat dengan pria yang merenggut kehormatannya, Setelah di satukan dengan pernikahan kontrak hidup Hanin penuh penderitaan
Namun semua itu harus dia tahan demi menyekolahkan adiknya, Karena sikap Tristan yang begitu keterlaluan membuat Hanin beberapa kali mencoba kabur meskipun selalu bisa kembali di temukan
Hidup mereka Damai hingga anak dan anak angkatnya tumbuh dewasa, namun setelah kebeneran tentang masa lalu anak angkatnya terungkap (Olivia) anak kandungnya (Kenzo) kembali mengulang sejarah lama ayah dan ibunya juga karena dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ai laelasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luis vs Tristan
Hanin bekerja seperti biasa dan lagi lagi dia menjadi bulan bulanan Tristan setiap laporan Hanin selalu saja di salahkan tapi Tristan menyuruhnya menyelesaikan dengan cepat Hanin bolak balik ke ruangan Tristan untuk kesekian kalinya dia berhenti sejenak di depan pintu sebelum masuk untuk menghela nafas
"Ini aku harap yang terakhir aku lelah" Hanin menyerahkan laporannya
Lembar demi lembar Tristan buka dan membaca dengan perlahan Hanin memutar bola matanya jengah dia tahu Tristan pasti sengaja melakukannya untuk mengerjai Hanin
"Aku tunggu di ruanganku, kalau ada salah telepon saja kakiku pegal" ucap Hanin melangkah pergi
"Tunggu siapa yang menyuruhmu pergi? kemari" panggil Tristan
"Mau apa lagi? " kesal Hanin berjalan ke arah Tristan
"Duduk disini jika kau merasa pegal" Tristan menarik tangan Hanin yang berdiri di sampingnya hingga duduk di pangkuannya
"Ini di kantor Tristan jaga sikapmu, apa kau tidak puas bermain dengan kekasihmu? " hardik Hanin
"Ya.. aku lebih suka bermain denganmu sangat sempit" bisiknya seraya menjilat telinga Hanin
"Dasar brengsek" Hanin menyikut dada Tristan lalu berlari keluar
"Jika kau tidak merasa sakit hati maka kau harus mati karena kesal" gumam Tristan
......🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂......
Vio dan Delina sedang berjalan sambil tertawa berdua mereka melihat kerumunan siswa di mading
"Hei kesana yuk" Vio menarik tangan Delina
"Waahh lomba bernyanyi tapi harus berpasangan, kau mau menjadi partnerku? " tanya Vio pada Delina
"Tidak... tidak suaraku sangat buruk"
"Hmm padahal aku ingin ikut, suaraku juga sebenarnya tidak bagus tapi aku ingin coba" lirih Vio
"Mending gak usah lah daripada kalah sebelum pentas haha" ledek Delina
"Kau ini tidak mendukungku sama sekali" Vio memberangus
"Kau sendiri tidak yakin"
"Iya juga, tapi aku ingin merasakan pentas di sekolah ini" lirih Vio
"Udahlah ayo " Delina membawa Vio menjauh dari sana
Sashi mendekati Andrew yang sedang berbincang dengan teman lelakinya dia duduk begitu saja di dekat Andrew membuatnya risih
"Andrew ada lomba nyanyi pasangan gitu di sekolah, kau mau ikut atau tidak? " tanya Sashi
"Aku tidak tertarik" jawab Andrew dingin
"Tapi kau bisa memainkan berbagai macam alat musik, aku ingin kau menemaniku" pintanya
"Tidak, aku tidak akan ikut" ucap Andrew lalu pergi
Andrew berjalan ke kantin untuk membeli minum
dia melihat Vio dan Delina dan menyapa mereka Andrew dapat mencuri dengar saat melewati mereka Vio masih membujuk Delina untuk ikut lomba bernyanyi
"Aku tidak mau Vio aku malu"
"Ahh kau tidak setia kawan"
"Aku akan membantu apapun tapi jangan yang ini"
Andrew tersenyum mendengar Vio merengek pada Delina dia berpikir mungkin bisa membantu Vio untuk memenuhi ke inginannya setelah pulang sekolah Vio dan Delina berpisah karena arah pulangnya berbeda arah
Vio sedang berjalan menuju halte bus namun di tengah jalan dia di cegat sebuah mobil, mobil itu berhenti di depan Vio hampir saja menabraknya
"Apa yang kau lakukan" pekik Vio saat orang tersebut keluar
"Pegang dia" titah Sashi pada temannya
"Sihir apa yang kau gunakan hingga Andrew begitu menyukaimu? hari ini dia menolakku mengikuti lomba menyanyi tapi dia malah ikut lomba itu bersamamu"
"Apa yang kau katakan? bahkan aku tidak mengikuti lomba apapun" ucap Vio yang memang tidak mengikuti lomba tersebut
"Kau lihat kau bisa lihat? atau kau perlu kacamata besarmu? disini tertulis namamu dan nama Andrew" Sashi menunjukkan poto daftar nama peserta lomba
"Aku tidak tau soal itu"
"Pembohong"
Kedua temannya memegangi Vio dan Sashi langsung menampar wajah Vio bolak balik wajah Vio berpaling rambutnya menutupi wajah, Vio mengangkat wajahnya dengan senyum menyeringai
"Kau pikir aku takut dengan kau begitu? " teriak Sashi
Tanpa menjawab Vio mundur beberapa langkah dan menarik kedua teman Sashi hingga beradu lalu dia mendorongnya ke arah Sashi hingga ketiganya tersungkur Vio mendekati Sashi lalu memegangi dagunya dan mengangkat wajahnya
Plak plak
Vio membalas tamparan Sashi sekeras mungkin begitu pun kedua temannya lalu pergi meninggalkan mereka ketiga orang itu tercengang dengan keberanian dan kekuatan Vio
"Si culun itu benar benar bersembunyi di wajah polosnya" geram Sashi memegangi wajahnya
Sesampainya di halte bus disana sudah ada Andrew yang juga sedang menunggu bus Vio duduk disana berjauhan dengan Andrew namun Andrew yang melihat Vio langsung mendekatinya
"Vio kau juga naik bus? " sapa Andrew
"Iya kau juga sama? aku pikir kau naik kendaraan pribadi" jawab Vio
"Vio kenapa wajahmu? " Andrew menangkup bagi Vio dan menyibak wajahnya
"Tidak apa apa, ini gara gara kau? "
"Kenapa aku? "
"Sashi tidak Terima ada daftar namaku dan dirimu di lomba menyanyi itu"
"Astaga aku tidak tahu akan seperti ini, maafkan aku" lirih Andrew
" Tidak apa apa lagi pula aku memang ingin mengikuti lomba itu, aku mengajak Delina tapi dia tidak mau"
"Aku mendengar kau membujuk Delina jadi aku berinisiatif mendaftarkan namamu bersamaku, jika kau keberatan aku akan batalkan" ucap Andrew
"Tidak.. aku sangat senang"
"Baguslah nanti kita latihan"
"Oke"
...ππππππππππππππππ...
Tristan melihat Hanin sedang berbincang dengan seseorang sepulang dari Kantor Tristan dengan geram melangkah dengan langkah besarnya
"Kau sejak kapan berada disini?" tanya Hanin pada Luis
"Aku menunggumu dari jam 4" jawabnya
"Ya ampun sudah dua jam"
"Kenapa pulang terlambat apa suamimu menyusahkanmu? " tanyanya
"Tidak tidak... sebaiknya ayo kita pulang sebelum dia datang" ucap Hanin
Saat Luis membuka pintu untuk Hanin dan Hanin sudah melangkahkan kakinya sebuah tangan menariknya kebelakang membuat Hanin yang tidak siap jatuh di pelukannya
"Jauhi istriku" ucap Tristan dengan tatapan membunuh
"Kau tidak menjaganya dengan benar, sudah aku katakan aku bisa membawanya pergi kapan saja"
"Jangan mimpi, kau tidak tahu malu mengejar ngejar istri orang"
"Dan kau lebih tidak tahu malu sudah punya istri tapi membawa wanita lain ke apartemen" ucap Luis membuat keduanya tercengang
"Kau tau dari mana? " tanya Hanin
"Berarti benar bukan? "
"Kau memata matai istriku? " geram Tristan
"Lebih tepatnya aku ingin melindunginya, lepaskan Hanin jika kau tidak mencintainya"
Dengan geram Tristan mencengkram kerah baju Luis pertengkaran diantara mereka tidak terelakkan Hanin berteriak berusaha memisahkan perkelahian mereka tapi tidak berhasil
Seseorang menuntun tangan Hanin menjauh dari disana Hanin menatap pria itu terheran heran
"Bayu kenapa kau tidak memisahkan mereka? " tanya Hanin
"Biarkan saja mereka sudah dewasa, aku hanya perlu menjauhkan mu dari bahaya ayo pulang" Bayu mengantar Hanin pulang
Dan dua pria itu selesai berkelahi kelabakan mencari Hanin yang tidak ada disana Luis dan Tristan yang memperebutkan Hanin tapi bayu yang dapat
pelakor akan dibuat menjijikan, murahan, tidak ada baik2 sama sekali, dilaknat, dihinakan, dipermalukan, dan akhirnya dibinasakan, tidak maaf dan ampun
pebinor akan dispesialkan melebihi pemeran utama pria, cinta akan dianggap tulus, semua perbuatannya dibenarkan, kalaupun salah akan semudah dimaafkan, tidak boleh terlalu disakiti, perasaan dijaga dan kejahatan nya akan dibela karena cinta
novelis nya wanita, pelakor wanita
begitu wanita (karena sudut pandang author terfokus pada pemeran utama wanita) jadi wanita lain yang suka suami akan dilaknat dan dibinasakan tapi semua lelaki lain yang suka pada nya akan dihargai perasannya, akan kebaperan dengan kebaikan pria lain dan selalu mecoba mengerti perasaan pria lain itu, tidak boleh dibinasakan dan disakiti
kalau kalian novelis sejati kalian pasti akan melaknat pelakor dan pebinor sama porsinya
kalau kalian novelis sejati, jika kalian beri lelaki lain yang baik pada sang istri kalian juga harus berjiwa besar memberi wanita lain yang baik pada sang suami
baru jadi novel adil