Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEKTE KUNO 25
Angin sore yang sejuk berhembus lembut melintasi kebun obat di belakang paviliun pribadi milik Tianchen. Bau wangi dedaunan herbal bercampur dengan aroma Bunga Hati yang mekar sempurna menciptakan atmosfer yang sangat menenangkan.
Tianchen melangkah perlahan, jubah putihnya melambai anggun menyapu rumput hijau. Pandangannya tertuju pada sosok anggun yang sedang berjongkok di dekat bangku batu. Yuanling, dengan jubah biru mudanya yang bersulam benang emas, tampak sangat tekun mengusap lembut seekor makhluk mungil.
Rupanya, Yuanling sedang memberi makan seekor kucing berbulu putih bersih. Kucing itu memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, namun di bagian paha kirinya terdapat balutan kain kassa tipis yang ternoda sedikit darah. Saat mengambil tanaman obat tadi pagi, Yuanling menemukan makhluk kecil ini tergeletak lemas di semak-semak dan langsung membawanya pulang.
Tianchen menghentikan langkahnya tepat tiga langkah di belakang istrinya. Matanya yang tajam bak elang memindai sosok kucing putih itu. Ada sesuatu yang sangat asing, sebuah riak energi kuno yang tersembunyi jauh di balik lapisan daging dan tulang mungil tersebut. Sesuatu yang jelas tidak mungkin dimiliki oleh seekor binatang peliharaan biasa. Namun, Tianchen hanya menyipitkan matanya tipis. Ia memilih untuk tidak ambil pusing. Selama makhluk itu tidak membahayakan Yuanling, ia tidak berniat membuat keributan.
Lagipula, perhatian Tianchen lebih tertuju pada fluktuasi qi di sekujur tubuh istrinya. Hanya dalam hitungan jam setelah memasuki Ruang Kultivasi Khusus, Yuanling sudah berhasil menyerap dan menguasai teknik dasar Jurus Embun Suci. Aura di sekitar tubuh Yuanling kini terasa sangat sejuk, murni, dan selaras dengan alam.
Sementara itu, kucing putih yang sedang mengunyah potongan daging halus di dalam mangkuk kecil mendadak menghentikan kunyahannya. Manik matanya yang berwarna biru jernih melirik ke arah Yuanling, lalu beralih penuh kewaspadaan pada Tianchen yang berdiri di belakangnya...
Aahh... Andai saja aku tidak sedang terluka parah, mana sudi aku diam di pelukan wanita manusia ini! Dipeluk-peluk dan diusap seperti barang mainan! gerutu kucing itu di dalam batinnya. Matanya berkilat penuh harga diri yang terluka. Aku ini adalah Ratu Rubah Ekor Sembilan! Penguasa Pegunungan Es Kelam yang ditakuti jutaan monster! Cih, gara-gara serangan musuh jahat itu, aku terpaksa menyegel wujud asliku dan menyamar menjadi binatang kecil hina ini!
"Yuanling," panggil Tianchen lembut, memecah keheningan kebun.
Yuanling terperanjat pelan, lalu mendongak. Senyuman manis seketika terbit di wajahnya yang elok. "Suami? Kau sudah selesai bermeditasi?"
"Sudah," sahut Tianchen sembari melangkah mendekat dan berdiri di samping istrinya. Ia menatap ke arah kucing putih yang kini menghentikan kegiatannya dan menatap Tianchen dengan pandangan menantang yang disembunyikan di balik kedipan polos. "Kamu ingin memelihara kucing itu?"
Yuanling mengangguk antusias. Matanya berbinar-binar bagaikan bintang di malam hari. "Iya, Suamiku... Apakah boleh? Aku menemukannya di kebun obat tadi pagi saat sedang terluka. Kasihan sekali dia, dadanya naik-turun dan paha kirinya berdarah. Lagipula, dia sangat lucu dan menggemaskan, bukan?"
Yuanling mengangkat kucing itu dengan kedua tangannya, membawanya sejajar dengan dadanya. Kucing putih itu terbelalak, berusaha memberontak tipis namun langsung menahannya karena takut lukanya terbuka kembali.
Tianchen menatap riang di mata istrinya. Hatinya yang dingin melunak seketika. "Lakukan apa saja yang kamu inginkan, Istriku. Selama itu membuatmu bahagia, sekte ini cukup luas untuk menampung seekor kucing."
Tianchen kemudian merogoh bagian dalam jubah putihnya. Jemarinya menarik keluar sebuah botol giok kecil, lalu mengeluarkan sebuah pil berukuran sebesar biji jarak. Pil itu berwarna merah muda berkilau dan memancarkan aroma herbal yang sangat harum. Tanpa banyak bicara, Tianchen mengulurkan tangannya dan meletakkan pil itu di depan hidung sang kucing.
Kucing putih itu tertegun. Bau pil ini... sangat murni!
Nyam... nyam... nyam...
Tanpa ragu sedikit pun, sang Ratu Rubah langsung menyambar pil tersebut dari jemari Tianchen dan menelannya bulat-bulat. Begitu pil itu sampai di perutnya, sebuah gelombang kehangatan yang sangat dahsyat mengalir deras ke seluruh pembuluh darahnya. Rasa sakit membakar di paha kirinya seketika sirnah, digantikan oleh sensasi sejuk yang menyembuhkan jaringan dagingnya secara instan!
Ooh... Ternyata pria ini sangat baik! Dan pil ini... luar biasa! Ini adalah Pil Pemulih Sumsum Tingkat Murni! batin Ratu Rubah dengan mata berbinar kaget. Hanya dengan memakan pil ini, sisa racun di dalam tubuhku bisa ditekan hingga lima puluh persen! Ternyata berada di sekte yang tampak terbengkalai dan sepi ini cukup aman. Tidak ada ahli luar yang akan mencariku di tempat terpencil seperti ini, setidaknya sampai lukaku benar-benar sembuh total. Aku harus menyembunyikan wujud asliku sebagai Ratu Rubah dengan sangat rapat.
Yuanling yang tidak menyadari pertarungan batin sang Ratu Rubah mendadak menyadari perubahan pada raut wajah suaminya. Meskipun Tianchen berusaha bersikap tenang, ada guratan keresahan yang tertahan di balik keningnya yang sedikit berkerut.
Yuanling menurunkan sang kucing kembali ke atas pangkuannya, lalu menggenggam tangan Tianchen dengan lembut. "Suami... Ada apa? Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat. Apakah ada masalah dengan pemuda dari Keluarga Liu itu? Atau... Ziyan membuat masalah lagi?"
Tianchen menghela nafas halus, mengusap balik jemari Yuanling yang halus. "Bukan mereka berdua, Yuanling. Ini tentang dunia luar. Baru saja aku menerima sebuah surat undangan resmi dari Aliansi Benua."
Tianchen menceritakan secara rinci tentang Turnamen Seratus Tahunan Daratan Zhuisan yang akan diadakan di Puncak Gunung Surgawi. Ia menjelaskan tentang besarnya skala turnamen tersebut, hadiah Senjata Sakti Tingkat Dewa, hingga syarat wajib mengirimkan minimal lima orang murid perwakilan dengan tingkat kultivasi di atas Ranah Fondasi.
"Sekte Pedang Langit kita saat ini hanya memiliki Ziyan sebagai murid resmi," ujar Tianchen dengan nada berat. "Meskipun Ziyan sudah menembus Ranah Pencerahan setelah keluar dari Menara Sepuluh Waktu, kita masih kekurangan empat orang murid lagi untuk memenuhi kuota pendaftaran."
Mendengar hal tersebut, bukannya cemas atau bingung, mata Yuanling justru berkilat terang oleh rasa semangat yang membara! Ia menggenggam kedua tangan Tianchen lebih erat, menatap suaminya dengan penuh keyakinan.
"Suami! Ini adalah kesempatan emas!" seru Yuanling dengan suara yang renyah dan penuh energi. "Andai saja aku tidak mendengar ini darimu, aku pasti tidak tahu betapa besarnya ajang ini! Kenapa Suami harus pusing? Menurutku, ini adalah saatnya Suami turun gunung untuk mencari murid-murid baru!"
Tianchen mengedipkan matanya, sedikit terkejut dengan reaksi antusias istrinya. "Turun gunung mencari murid?"
"Benar, Suami!" tegas Yuanling. "Sudah saatnya Sekte Pedang Langit kita bangkit dari kesunyian ini! Kita harus menunjukkan kepada seluruh benua bahwa sekte kita tidak kalah, bahkan jauh lebih unggul dibanding sekte-sekte besar lainnya! Bukankah sekte kita memiliki banyak harta karun, ribuan kitab ilmu tingkat langit di Perpustakaan Agung, dan menara kultivasi luar biasa seperti Menara Sepuluh Waktu? Mengapa kita harus bersembunyi?"
Yuanling tersenyum lebar, menatap Tianchen dengan penuh rasa bangga. "Jika Suami turun gunung dan membuka pendaftaran atau mencari jenius tersembunyi, aku yakin dalam waktu singkat kita bisa menemukan empat murid berbakat lainnya! Aku akan menjaga sekte ini bersama Ziyan selama Suami pergi."
Tianchen menatap binar mata istrinya yang begitu jujur dan penuh harapan. Keresahan di dadanya perlahan mencair. Kebangkitan sekte memang sudah lama menjadi tanggung jawabnya, dan dorongan dari Yuanling adalah percikan api yang ia butuhkan.
Tianchen tersenyum tipis, mengusap pipi Yuanling dengan penuh kasih sayang. "Baiklah. Karena ini adalah saran dari Istriku tercinta, maka aku akan mengikutinya. Aku akan turun gunung untuk merekrut murid-murid perwakilan."
Sementara pasangan suami-istri itu saling bertukar senyuman hangat, kucing putih di pangkuan Yuanling mendengus sangat pelan melalui hidungnya. Matanya menyipit penuh kecaman.
Cihhh! Sekte sepi dan terbengkalai seperti ini bagaimana mau bangkit?! Hanya mimpi di siang bolong! sindir Ratu Rubah dengan sangat tajam di dalam batinnya. Hanya karena memiliki satu menara waktu dan beberapa pil bagus, mereka pikir bisa menyaingi sekte raksasa benua? Dilihat dari sudut mana pun, tempat ini hanyalah bukit terisolasi dengan tiga orang penghuni! Benar-benar pasangan yang terlalu percaya diri!
Yuanling yang sama sekali tidak mendengar cemoohan batin sang Ratu Rubah mendadak teringat sesuatu. Ia mengangkat kucing putih itu tinggi-tinggi, menatap wajah sang kucing yang cemberut.
"Oh iya, Suami," panggil Yuanling gembira. "Kucing ini mau kamu beri nama apa?"
Tianchen melirik kucing itu sekilas. "Terserah padamu. Kau yang menemukannya."
Yuanling tertawa pelan. Ia menggesekkan hidungnya ke hidung sang kucing, lalu mengelus-elus bulu putihnya yang lembut dengan sangat gemas. "Karena dia sangat lucu, menggemaskan, dan mungil... Aku akan menamainya Lingling saja!"
Yuanling mengunyel-unyel tubuh dan bulu sang kucing, memeluknya erat-erat ke dadanya.
Kucing putih itu membeku seketika. Seluruh bulunya berdiri tegak akibat rasa syok yang luar biasa!
APA?! LINGLING?! raung Ratu Rubah di dalam pikirannya. Wajah kucingnya mengernyit hebat karena rasa hina yang menembus jiwanya. Nama sampah dan kekanak-kanakan seperti itu tidak cocok untuk Ratu Agung sepertiku! Namaku adalah Valeska! Valeska! Nama yang bermakna agung, hebat, dan berkuasa! Bagaimana bisa aku, penguasa jutaan iblis, dipanggil 'Lingling' seperti nama anak anjing pasar?! Wanita ini benar-benar tidak punya selera!
Meskipun dalam hatinya memaki habis-habisan, Valeska, sang Ratu Rubah, tidak bisa melakukan apa-apa selain pasrah saat tubuhnya terus dikeloni dan diunyel-unyel oleh Yuanling yang terperangkap dalam kegemasan.
nahh tuhhh jgn cemburu ziyann.. km tetep istimewa bt guru mu🤣
bisa jadi dia cuma manfaatin doang