NovelToon NovelToon
Zizi

Zizi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cinta Beda Dunia / Pusaka Ajaib / Fantasi Wanita / Mata Batin / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Zizi adalah seorang gadis yang memiliki kekuatan supranatural karena darah para leluhurnya.

Bukan hanya menjadi pewaris pusaka sang leluhur, namun nyatanya takdir cinta Zizi juga mengikuti jejak para leluhurnya yang harus bertemu dengan mahluk yang berbeda.

Akankah Zizi bisa menjadi pewaris yang baik dari leluhurnya?

Dan akankah Zizi bisa benar-benar bersama sosok yang ia cintai meski mereka berbeda?

yuk ndongeng...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Zizi Cerewet

Zizi menghela nafas begitu Meri akhirnya menyelesaikan pidatonya yang panjang sampai satu bab.

Mbak Pocong malah sampai ngantuk sambil nyender di dinding sampai hampir ngiler.

"Jadi Shilba Dolores tadinya suka sama Kakek Zizi? Dia bucin tapi ngga mau bilang, trus dia patah hati."

Gumam Zizi.

Meri mengangguk.

Zizi kemudian selonjorin kaki.

"Tapi kalau dipikir-pikir desa-desa peri kalian ini memang pantas dikutuk, salah sendiri suka ngatain Shilba jelek, rasain kan kalian."

Zizi malah ngomelin Meri.

Ali sampai merem-merem mendengar Zizi mengomeli nenek sihir bernama Meri itu.

Meri terkekeh, memang anak manusia yang satu ini sepertinya bukan anak manusia sembarangan.

Mungkin dia percampuran darah kucing oyen.

"Kalau Zizi jadi Shilba juga pasti bukan hanya aku kutuk desa kalian, tapi Zizi musnahkan dengan mendatangkan Naga biar kalian disembur."

Kata Zizi lagi.

Belle yang mendengar Zizi kurang ajar pada Neneknya jadi panas dingin, tapi melihat Shane yang mengawal Zizi, rasanya Belle jadi menciut, belum apa-apa laki-laki tinggi, gagah dan rambutnya gondrong itu menatapnya dan menunjukkan gigi taringnya yang sepertinya bisa merobek kulit siapapun.

Zizi menyandarkan tubuhnya, ia menatap Ali, Shane dan hantu Maria yang sudah macam Bibi sekaligus penasehat istana buat Zizi.

"Gimana gaes, perlu ditolong nggak ini desa para peri ngga ada akhlak, kutukan hasil doyan nggunjing ini apa perlu dipatahkan atau bagaimana."

Kata Zizi.

"Kalau kalian ingin pulang, tentu saja kalian harus melakukannya."

Ujar Meri.

Lori yang berdiri tak jauh dari Neneknya mencuri pandang pada Ali, sungguh Lori suka menatap wajah Ali yang sangat tampan.

Zizi menghela nafas.

"Heran aku baru kali ini mau nolongin mahluk rasanya enggak ikhlas, hahaha."

Zizi malah tertawa, dia sangat santai sekarang.

Ali kemudian terlihat ambil posisi.

"Apa yang harus kami lakukan untuk mematahkan kutukan Shilba Dolores, tentu selain harus melukainya, karena benar kata Kak Zizi semua yang dilalukan Shilba adalah akibat kalian sendiri."

Ali mengatakannya dengan gaya mirip Bapaknya.

Matanya menghujam Meri, dan sekilas menatap Lori yang sedari tadi menatap Ali dari tempat ia berdiri.

Lori demi menyembunyikan rasa malunya karena ketahuan menatap Ali, ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Kalian pergilah ke istana Oracle yang kini ditempati Shilba, sejak ia berada di sana kekuatannya semakin besar, tongkat sakti milik Oracle, ambilkan itu untuk kami agar bisa kami berikan pada Oracle."

Zizi mengerutkan kening.

"Cuma itu? Kenapa kalian tidak melakukannya sendiri, jarimu bukannya bisa melakukan apapun, geser kursi, nutup pintu, ganti dinding. Aaah, bisa gantiin kostum mbak pocong nggak tuh, kasihan dia, hahaha..."

Zizi tertawa lagi.

Mbak pocong yang lagi ngantuk jadi melek.

"Apa nih, kuping aku nguing nguing."

Kata Mbak pocong.

"Nguing nguing mah kamu ngga pernah bersihin kotoran kuping."

Sahut Maria.

"Aah kasihan kalau dibersihin, nanti belatung ngga bisa konser."

"Hidiiiih... Belatung."

Maria bergidik.

Meri terdengar terkekeh lagi, saking gelinya membayangkan belatung konser musik rock, gigi palsu Meri copot dan nyaris mengenai kaki Zizi, untungnya Zizi sigap, jadi langsung menghindar dan menendangnya.

Belle yang selalu menjadi cucu yang baik, melompat cepat ke arah gigi palsu nenek nya terpental.

Belle menangkapnya dengan tepat, seperti kipper tim Jerman yang jarang sekali kemasukan gol lawan, yeah siapa lagi jika buka Mister Oliver Kahn.

"Kami bangsa Peri kekuatannya tak berfungsi jika masuk istana Oracle, apalagi jika harus berhadapan dengan tongkat saktinya. Istana itu juga dipenuhi para raksasa, yang kapan saja bisa memakan kami."

Ujar Meri.

Belle memberikan gigi palsu Meri dan kemudian dipasangnya.

"Hmm begitu rupanya."

Zizi mantuk-mantuk.

"Raksasa yang kalian maksud apakah mahluk besar dengan tubuh gempal seperti kendi?"

Tanya Zizi pada Meri dan kemudian menatap Lori yang kembali mencuri pandang pada Ali.

Zizi melirik Ali yang terlihat tak peduli dengan kehadiran Lori.

Zizi terlihat mesem tipis.

Zizi yakin Lori menyukai adik sepupunya itu.

"Ya, raksasa itu mahluk berbadan gempal."

Sahut Belle mewakili Meri.

"Tadi dia nyaris memakan mbak Pocong, kami terpaksa membunuhnya satu."

Kata Zizi.

Belle, Lori dan Meri langsung membelalakan mata.

"Ka... Kalian sudah bisa membunuh satu raksasa? Kapan?"

Tanya mereka antusias.

Zizi yang merasa raksasa itu biasa saja terlihat sangat santai.

"Tadi, pas baru sampai sini, olahraga sedikitlah."

Kata Zizi.

"Waaah keren."

Belle bersorak kagum.

Lori mendekat ke arah Zizi, lalu duduk di samping Zizi.

Ia mengulurkan telunjuknya pada wajah Zizi.

Zizi jelas saja langsung menabok tangan Lori.

"Apa mau colek colek? Tuh Ali aja colek."

Kata Zizi malah menarik tangan Lori untuk ditempelkan pada wajah Ali yang langsung menghindar mendekat ke arah Shane.

Lori jelas saja wajahnya langsung memerah karena malu.

"Aku hanya penasaran, kenapa ada manusia sepertimu."

Kata Lori.

"Kau sepertinya berbeda dengan kebanyakan manusia lain, benar kan Kak Zizi?"

Tanya Lori.

Ali menghela nafas.

"Dia cucu salah satu Naga tertua di muka bumi."

Kata Ali.

Lori menatap Ali, begitu juga Belle dan Meri.

Setelah menatap Ali, mereka beralih menatap Zizi lagi.

"Be... Benarkah?"

Tanya Mereka.

Zizi menunjuk Shane, pengawal pribadinya yang ganteng dan setia.

"Mungkin ngga aku manusia biasa jika pengawalku Kak Seng adalah vampire dan penasehatku Aunty Maria adalah hantu jaman penjajahan?"

Tanya Zizi.

"Kalau aku apa Nona?"

Tanya mbak pocong.

"Kamu penari latar."

Jawab Zizi.

Haiiish, dia juga mulut nya pedas, tapi marahin Meri karena buli Shilba Dolores.

"Ah, baiklah, aku ngga bisa lama-lama di dunia ini, makan cuka kue madu seperti ini mana kenyang aku. Ayo kita bereskan saja, lalu kita pulang, aku pengin makan nasi."

Kata Zizi kemudian yang berdiri dari posisinya.

Meri juga ikut berdiri.

"Lori, tunjukkan telapak tanganmu."

Kata Meri.

Lori kemudian mengulurkan tangannya, dan membuka telapak tangannya yang kemudian mengeluarkan seperti batu kecil berkilauan yang sempat ia tunjukkan pada Ali saat mereka pertama bertemu.

"Batu itu adalah milik Oracle, dia akan menuntun di mana tongkat dengan batu sakti milik oracle disimpan Shilba Dolores. Ia tak akan membawa tongkat itu ke mana-mana lagi, ia pasti menyimpannya agar tak sampai jatuh ke tangan siapapun lagi.

Ujar Meri.

"Jadi aku harus ikut ke istana Oracle, Meri?"

Tanya Lori.

"Tentu saja, kaulah yang membawa kuncinya."

Ujar Meri.

Lori menghela nafas, kini ia berdiri bersebelahan dengan Zizi.

"Kalian berempat, benar, yah, benar kata Oracle, pasangan berbeda alam, Lori dan Ali, serta Nona Zizi dan Tuan Shane. Tentu saja, ini adalah takdir, dan memang sudah keharusan anda berdua yang menyelesaikan masalah di dunia peri ini kan Nona Zizi dan Tuan Ali?"

Meri terkekeh.

"Haiish, yang jatuh cinta siapa, yang susah siapa. Makanya kalian para peri kalau jatuh cinta ngomong, jangan diem bae, giliran patah hati main kutuk-kutukan, susah kan akunya."

Zizi mengomel lagi.

"Cepat nek buka pintu rumahnya, lagian pintu pake diilangin, udah kayak barang bukti saja diilangin."

Kata Zizi.

Maria cekikikan melihat Zizi mengomeli nenek-nenek.

Dasar naga kecil tak ada akhlak.

**-----------**

1
therez
sukasukasuka
Lisa Yacoub
ceritanya bener² bagus, thor...nggak bosen bacanya,
aku sdh berapa kali ngulang baca, dari "Zia" sampe " putri vampir terkhir"...
kapan lanjutannya, thor?.
sehat selalu yaa..
Cila Mici: hehehe maturnuwun... belum tau mau dilanjut kapan, tapi inshaAllah nnti kalo ada banyak waktu aku lanjut ya...
total 1 replies
Satri Eka Yandri
Luar biasa
Satri Eka Yandri
Lumayan
Jeissi
lah...zizi malah protes 🤣
Suharnani
Itu lah kenapa aku tidak pernah pajang lukisan atau foto f
di dinding. buat tempat para jin
Foto aku simpen album saja
momi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣dasar zizi
momi
Luar biasa
Wini Hilal
gesrek nih cerita gak ada serem seremnya wlw penuh tokoh makhluk halus
Niswah
toooooop
🥀princes_novel❤️🥀
saya mantan anggota jaranan kepang tapi saya hanya menari tidak ada minat untuk menjadi sintren sprti ibu saya pda jaman a😊😊suami saya juga anggota jaranan kami penari jaranan... kami masih menjalankan budaya dan mmprkenalkn budaya pda anak2 dan slalu mncintai budaya kita...
Mearly Early Mey
keren ceritanya
Bobi Kampus
Mantap sekali thor cerita ini, sdh lama sekali aku baca novel bisa tertawa sendiri. Aku suka sekali dgn karya2mu thor. Alur cerita menarik dan penuh humor. Sukses selalu dgn karya2 lainnya.
Cila Mici: aamiin... maturnuwun maturnuwun hehe
total 1 replies
panji_anom
seharusnya bisa diperluas deskripsinya karena nenek Retnoasih masih didalam dunia peri penyrlamatkan Zizi dari energi negatif tapi tiba tiba sudah menemui Zia, padahal itu bisa menjadi adegan atau dialog yg lebih panjang menambah alur cerita
Cila Mici: iya aku jg merasa harusnya begitu, sori kurang memuaskan jadinya 🙏
total 1 replies
ic
ada yg merah gak.. wkwkwkwkw
Cila Mici: wkwkkwkw
total 1 replies
ic
shamponya pake apa..? shampoo mobil..? 😀😃😄😁😆😅😅😂
Cila Mici: wkwkwkk... sampo kucing
total 1 replies
ic
lah pengawal apa gitu aja lngsng pingsan
ic
santui..
ic
gas trus.. rem blong.. ttp okehh..
ic
sama aja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!