NovelToon NovelToon
The Second Life

The Second Life

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Time Travel / Mengubah Takdir / Mengubah sejarah / Tamat
Popularitas:909.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nojaelin

Charlotte Mikaela Vanhoiren, yang ditetapkan sebagai Ratu dari Kaisar Vanhoiren ke-XX, dieksekusi gantung oleh Kaisar yang adalah suaminya sendiri dan dicap sebagai pengkhianat.

Saat berpikir tidak ada lagi kesempatan bagi Charlotte untuk membalaskan dendamnya, dia malah kembali ke saat di mana dia belum menjadi seorang Ratu.

Season 2:

Setelah Charlotte berhasil naik takhta menjadi seorang Kaisarina Vanhoiren I, Charlotte pun memulai rencananya untuk menyatukan keempat wilayah, termasuk Vanhoiren.

Selain itu, Charlotte juga harus mencari cara untuk menyatukan hubungannya bersama dengan Lucas. Berhasilkah Charlotte menggapai rencananya? Apakah Charlotte dan Lucas bisa bersama?

Rilis : Dua hari sekali (Sesuai kondisi author)

Cerita original Nojaelin
Cover The Second Life hanyalah visualisasi dan bukan milik Nojaelin

Kata per Chapter (kecuali Prolog dan Epilog) : 1000 - 1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nojaelin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

XXII - Hari Pemburuan (I)

Aku bangun dari tidurku ketika mencium aroma wangi teh melati. Chloe berdiri di sampingku sambil menunduk. Isla tidak ada di mana pun. Tadi malam aku ingat jika dia minta ijin untuk berpatroli di sekitar Istana Perunggu.

“Apakah Nona Winston tidur dengan nyenyak?” tanya Chloe.

“Ya, Chloe.”

“Saya sudah menyiapkan air mandi untuk Nona Winston,” kata Chloe.

Aku pun beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Kumasukan tanganku ke dalam bak mandi berisi air. Hangatnya pas. Chloe membantuku membuka piama yang kupakai lalu aku pun masuk ke dalam bak mandi. Selagi aku berendam air yang sudah ditambahkan dengan cairan mawar, punggungku digosok oleh Chloe.

“Chloe, berapa umurmu?” tanyaku basa basi. Aku tidak ingin ada kecanggungan di antara kami.

“Aku empat belas tahun Nona Winston,” jawab Chloe. Sangat muda.

“Begitu, ya. Untuk anak seusiamu, kau sangatlah kuat dan rajin, Chloe,” kataku padanya.

“Terima kasih, Nona Winston.”

Tidak ada lagi percakapan di antara kami. Setelah mandi, aku dibantu dipakaikan pakaian dan zirah yang sudah diantarkan oleh perancangnya sebelum aku bangun. Ya, aku masih bisa bergerak dengan bebas saat memakai zirah ini. Tak lupa kupakai liontin pemberian Ava dan menyembunyikannya di balik zirahku sebelum ketahuan oleh Holly atau Chloe.

“Nona Winston, Yang Mulia Putra Mahkota telah menunggu di depan istana,” ucap Holly yang baru saja kembali.

“Baiklah.” Aku berjalan ke bawah bersama Isla yang membawa pedang dan pisauku.

Di depan istana, Idris berdiri di samping kereta kuda dengan memakai zirahnya. Dia lebih gagah dari biasanya. Jika sekarang adalah aku di masa lalu, mungkin saja aku sudah terlena dengan pesonanya.

Idris memanglah tampan, tapi masa lalunya yang membuatku tidak dibutakan lagi oleh sebuah cinta.

“Kau tampak selalu cantik dengan model pakaian apa pun,” puji Idris saat melihatku. “Ayo, naik.”

Aku mengangguk dan Idris pun menuntunku masuk ke dalam kereta yang disusul olehnya dan juga Isla. Kami bersama-sama pergi menuju hutan wilayah Beck yang jauh dari pusat kota Vanhoiren. Butuh waktu satu jam untuk bisa sampai di sana.

Zirah ini membuatku kesulitan untuk duduk dengan santai dan juga memaksaku untuk tetap duduk tegap. Idris memang bersikap seperti biasanya karena sudah terbiasa memakai zirah seperti ini. Fisikku yang sekarang kembali tidak terbiasa pada hal yang sudah kulakukan berkali-kali di masa lalu.

Tiba-tiba aku ingin gaunku kembali.

“Apakah kau tidak nyaman dengan zirahmu?” tanya Idris. Aku mengangguk. “Tahanlah, Charlotte. Untuk pemakaian pertama memang seperti itu. Apalagi saat menunggangi kuda.”

“Ya, aku akan berusaha, Idris,” kataku menyemangati diri sendiri.

Sejam kemudian, sampailah kami ke tempat perkumpulan. Banyak sekali tenda-tenda yang didirikan oleh para bangsawan untuk peristirahatannya sebelum dan sesudah pemburuan. Kuda-kuda yang akan ditunggangi pun diikat di luar tenda.

Di Kediamanku, aku memiliki seekor kuda. Tapi karena sering berkutat dengan pekerjaan di atas meja, aku jadi tidak bisa meluangkan waktuku dengan kuda milikku.

Aku, Idris, dan Isla akhirnya turun dari kereta dan berjalan menuju tenda kami. Tapi sebelum itu, kami harus menghadap Kaisar dan Ratu yang sudah duduk di dalam tenda khususnya. Isla hanya menunggu di luar tenda karena memang tidak akan diizinkan masuk.

“Semoga Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Ratu diberkati Dewi Kebajikan,” hormatku bersama Idris berbarengan. Kami berlutut dengan satu kaki bertumpu di tanah. Layaknya seorang kesatria.

“Semoga Putra Mahkota dan pasangannya Nona Winston, diberkati Dewi Kebajikan,” ucap Kaisar. “Kalian harus membuatku bangga dengan hasil buruan kali ini. Semuanya demi Dewi Kebajikan dan juga rakyat Vanhoiren.”

“Jangan sampai terbunuh sampai hari pernikahan dan pelatikanmu, Putra Mahkota,” tambah Ratu tanpa enggan melirikku.

“Terima kasih, Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Ratu.”

Setelah berkata seperti itu, kami pun pergi menuju tenda kami untuk menunggu arahan selanjutnya dari Jack selaku pihak penyelenggara.

“Sampai menunggu, ayo kita sarapan dulu,” ucap Idris. “Aku tahu kau sama sekali belum menyentuh makanan apa pun sebelum ke sini.”

Aku mengangguk. “Kau benar.”

Para pelayan yang memiliki tendanya sendiri untuk menyiapkan makanan pun membawakan kami sarapan dengan sigap. Aku dan Idris menikmati sarapan kami tanpa berkata apa pun. Lebih baik aku menghabiskan makananku secepat mungki ketimbang berbicara akrab bersama Idris.

Terompet tanda Hari Pemburuan akan dimulai berbunyi bertepatan saat kami telah selesai sarapan dan duduk sedikit sambil minum teh. Semuanya keluar dari dalam tenda dan berkumpul di tengah. Idris terus menggenggam tanganku. Mungkin takut jikalau aku terpisah darinya.

Kaisar naik ke podium dan tersenyum kepada semua bangsawan. Aku sempat lihat jika Rose juga ikut. Mungkin hanya menonton karena pakaiannya yang masih berupa gaun.

“Para bangsawan terhormat, Hari Pemburuan adalah hari di mana kita membagi kebahagiaan yang diberikan oleh Dewi Kebajikan bersama dengan rakyat,” ucap Kaisar. “Itu adalah bentuk kasih. Dan di hari ini, semuanya bersaing untuk mendapatkan yang terbaik. Kuharap Dewi Kebajikan melindungi kalian. Jangan sampai terluka. Sebelum matahari terbenam, kalian harus sudah keluar dari hutan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.”

Setelah berkata seperti itu, kami pun kembali ke tenda kami dan memasang perlengkapan berburu. Aku memasang pedang dan pisauku ke ikat pinggang sambil menghela napas. Kuregangkan tubuhku agar tidak tegang saat di dalam hutan.

Idris menepuk bahuku dan aku pun menoleh ke belakang. “Apakah kau mau menunggangi kuda denganku?” tanya Idris.

“Mari kita lihat kudaku terlebih dahulu,” jawabku padanya.

Kami akhirnya keluar dari tenda dan berjalan menuju ke belakang tenda untuk melihat dua kuda yang sudah dipersiapkan untukku dan Idris. Kuda hitam yang besar dan kuat diberi nama Stone. Dan kuda putih yang besar dan juga kuat, namun terlihat anggun diberi nama ... Pegasus. Ini adalah kudaku di masa lalu.

Hadiah ...

“Ini hadiahku untukmu,” bisik Idris di telingaku. Geli. “Namanya Pegasus.”

“Terima kasih, Idris.” Aku membelai wajah Pegasus dan dia terlihat menyukainya. “Aku akan menunggangi Pegasus.”

“Oh, Yang Mulia dan Nona Charlotte.” Kami menoleh ke belakang dan mendapati Rose yang menghampiri kami. “Tidak kusangka Nona Charlotte benar-benar menjadi pasangan Yang Mulia Putra Mahkota. Padahal dulu Nona Charlotte marah saat aku mendukung hubungan kalian.”

Kejadian di Kediaman Duchess Harriston, ya. Aku marah karena memang tidak suka dan sebelum dibawa ke Avnevous. Ucapan Rose memang tidak salah.

“Sepertinya Nona Hindley baru pertama kali menonton perayaan Hari Pemburuan. Nona Hindley harus tetap berada di tenda sampai kami kembali dari pemburuan nantinya,” kata Idris disertai teguran halus.

Sekarang, wajah Rose malah terlihat merah padam. Dia kesal.

1
@Biru791
yah hiatus
Ni Ketut Patmiari
ceritanya bagus, sayang like nya dikit
Ni Ketut Patmiari
ayok tetap kuat ratu.... singkirkan semua penjahat
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Auriliya Mawadah
semangatku ada di like eps mu Thorrr. mangattt
Auriliya Mawadah
Masya Allahhh
Sulati Cus
oh apakah di king jg di hidupkan kembali
Sulati Cus
ibu Ratu terlalu pede keknya😂tanpa jd ratu dr anakmu, Charlotte udah calon ratu negeri lain
Sulati Cus
oh y ampun narzis nya kambuh
Sulati Cus
pasti si rambut cabe merah😂
Sulati Cus
kyknya rose klan penyihir
Dewi
Masih penasaran siapa yang memberi pengulangan waktu kepada Charlotte, apa mungkin perwujudan dari Hawa, atau mungkin saja Dewi
Dewi
Kayaknya ada yang memberi tuduhan palsu, direkayasa seakan nyata
est
kayaknya rose anak selir tu dech yg punya ilmu hitam utk nguasai kerajaan
est
yg punya ilmu hitam jangan2 rose krn katanya perempuan
est
apa bisa ndak usah menikah ma idris ndak rela
Linda Lie
Sangat ditunggu lanjutannya thor.. Semangat
Linda Lie
kok Idris matinya enak2 aja ya
Linda Lie
Kapan sih Idris dicampakan sm Charlotte,, udh jijik bgt liat raja sialan itu
Linda Lie
Kaisar sialan, jalang trs yg diurusin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!