NovelToon NovelToon
Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:866.9k
Nilai: 5
Nama Author: adek siska

Harap bijak dalam memilih bacaan.

Nona muda menikahi dokter muda yang tampan. Dia melakukan segala hal untuk bisa lepas dari pernikahannya. tapi tidak berhasil membuat Juno si dokter muda menyerah, dia membalas kelakuan nona muda dengan tingkah konyolnya, akankah nona muda bisa mencintai dokter muda.

Tidak di sarankan bagi kalian yg penganut jiwa mafia...😌😂👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adek siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Bersama

Di rumah Dona kembali mencari Amora yang kembali ke kamarnya. Dia mendapati anaknya sudah kembali tidur.

"Amora!" Pekik Dona kembali kesal. Dia benar-benar di buat naik darah karna ulah Amora yang selalu seperti tidak mengerti keadaan.

Amora menoleh dan duduk di ranjangnya seraya mengucek matanya yang masih mengantuk.

"Siap-siap lagi. Pagi ini neneknya Juno pulang dari rumah sakit," perintah ibunya.

"Aku udah bilang sama Juno tadi, aku nggak enak badan jadi malas mau kemana-mana. Mama sama papa aja lah. Paling aku di sana juga diem-dieman kayak pajangan nggak penting," tutur Amora lalu kembali menarik selimutnya bersiap kembali dengan tidurnya. Tapi baru saja Amora mencoba memejamkan matanya dia kembali di teriaki ibunya.

"Amora! Kamu ini ya lama-lama nggak ada sopan-sopannya Mama lihat. Itu nenek mertuamu, kamu bisa kan lebih segan. Kalo kamu berulah Mama lagi yang di marahin papa kamu, kamu ngerti nggak!" rutuk ibunya mulai kesal. Tapi Amora tetap bergeming. Dia tetap dengan tidurnya.

"Resiko Juno kenapa paksa aku nikah sama dia," ujar Amora cuek.

Malas berdebat Dona pun meninggalkan Amora di kamarnya seraya geleng-geleng kepala.

***

Pagi ini Juno harus bersiap akan kepulangan neneknya dari rumah sakit, karena keadaan neneknya yang sudah membaik jadi sudah di perbolehkan untuk pulang.

Setelah selesai prakteknya Juno menjenguk nenek di ruangannya. Tampak nenek yang tersenyum sumringah menyambut kedatangan Juno. Ia tengah bersama ibu dan ayah Amora, mereka sedang mengobrol. Saat melihat kedatangan Juno semua menatapnya.

"Nek!" sapa Juno seraya menyalami nenek nya dengan mencium tangan beliau dan kedua mertuanya.

"Kamu sudah selesai jam prakteknya?" tanya neneknya seraya mengelus bahu Juno.

"Sudah, Nek. Sekarang nenek sudah boleh pulang, aku sudah urus semuanya," ujar Juno sambil beres-beres.

Dengan telaten Juno mengurus semua bersama ayah Amora. Mereka terlihat kompak dan akrab, sehingga membuat neneknya merasa senang.

"Kalian ini kenapa? Selalu seperti ini, selau kompak berdua. Seperti ayah dan anak saja," kekeh nenek Juno. Ayah Amora pun tersenyum.

"Iya, aku selalu ingin menjadikan dia anakku, tapi sekarang dia sudah menjadi anak menantu kesayanganku, buk" ujar ayah Amora seraya tertawa terbahak, dan di sambut tawa oleh yang lain.

Setelah selesai, mereka pun segera menuju mobil yang sudah siap. Amora tidak datang karena sedang di rumah dengan alasan tidak enak badan setelah kembali dari Swiss kemaren.

Juno tahu betul itu hanya alasan Amora. Karena dia tidak melihat jika Amora benar-benar dalam keadaan sakit tadi pagi. Juno memaklumi tingkah Amora itu.

***

Setelah ayah dan ibu Amora pulang, Juno masih menjaga neneknya di rumahnya. Di rumah memang sudah ada suster yang di sewa untuk merawat neneknya. Tapi, Juno tetap saja kurang tenang jika meninggalkan neneknya di rumah sebesar itu sendirian.

"Nenek tidak apa-apa. Kamu pulang saja. Kamu dan Amora kan baru nikah, apalagi sekarang dia juga lagi tidak enak badan. Lebih baik kamu lihat keadaan dia di rumah. Nenek kan sudah sembuh, juga ada suster yang sama nenek. Ada mbok Darsih juga. Jadi kamu tidak usah khawatir," ujar neneknya.

"Malam ini Juno nginap di sini, ya. Amora di rumah juga nggak apa-apa, di rumah sudah ada Papa sama Mama nya juga yang jagain. Nenek kan juga masih lemah habis dari rumah sakit. Jadi, nenek jauh lebih butuh perawatan di bandingkan Amora," ujar Juno.

Nenek Juno tidak bisa membantah lagi, akhirnya Juno pun menginap di sana malam itu.

***

Di sisi lain, di rumah Amora tengah gelisah karena Juno belum juga pulang. Berkali-kali dia melihat keluar jendela untuk melihat apakah Juno sudah pulang atau belum. Tapi Juno masih juga belum datang. Hingga jam menunjukkan pukul 11 malam, Amora yang terjaga dari tidurnya melihat ke samping ternyata Juno masih belum pulang juga.

"Nih laki setan kenapa nggak ngasih kabar lagi, sih!" rutuk Amora kesal. Dia menghempaskan tubuhnya kembali keranjangnya sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Lalu ia berteriak-teriak dan menendang-nendang selimut itu untuk meluahkan kekesalannya.

"JUNO!!!" Pekik Amora di dalam selimut.

***

Di sisi lain Juno yang tengah minum air di dapur tiba-tiba ia tersedak karena merasakan firasat sesuatu. Ia memuncratkan air di dalam mulutnya hingga pakaiannya jadi sedikit basah.

"Kenapa rasanya kayak ada yang manggil, ya!" gumam Juno bingung seraya kembali menaruh botol minuman tersebut ke atas meja dengan expresi bingung. Juno memang sengaja tidak memberi kabar karena kesal dengan Amora yang pura-pura sakit saat di ajak menjenguk neneknya tadi pagi.

Setelah itu ia pun menutup pintu kulkasnya dan baru saja ia bersiap akan kembali ke kamar nya untuk tidur tiba-tiba Sinta datang, dia sepertinya juga haus karena dia menuju kulkas untuk mengambil minum juga, melihat pakaian Juno yang basah membuat Sinta heran.

Sinta yang baru datang kaget saat melihat Juno tengah terbatuk-batuk.

"Kamu kenapa?" tanya Sinta khawatir.

"Nggak, cuman ke sedak," ujar Juno yang masih tampak terbatuk-batuk seraya meminum airnya kembali.

"Eh, kamu sama Amora itu gimana, sih? Baru nikah tapi sering banget kamu tinggal, emang nggak apa-apa, ya?" tanya Sinta serius.

"Biarin lah, dia juga ngeselin. Aku sibuk sekarang. Nenek sakit, di rumah sakit aku juga sibuk, kalo harus di suruh hadapin tingkah dia terus yang ada aku sama dia malah bisa berantem beneran nanti. Kalo sama Amora itu aku harus punya tenaga ketenangan pikiran extra, kalo nggak aku bisa kebablasan nanti bisa jadi masalah," ujar Juno. Sinta menatap Juno.

"Kamu sebenarnya yakin nggak sih sama pernikahan kamu ini? Kamu itu kadang kayak nggak serius, Jun. Amora kayak gitu dan kamu juga kayak nggak ada niat buat memperbaiki atau usaha apa gitu," tanya Sinta.

"Nggak tau, liat lah dia maunya apa. Aku mau urus nenek dulu. Dia nanti aja," ujar Juno mulai malas membahasnya, Sinta walau masih penasaran dia mutuskan untuk berhenti bertanya lagi. Sedangkan Juno sudah berjalan kembali menuju kamarnya.

***

Keesokan hari nya Sinta dan Juno berangkat kerja bersama. Di mobil mereka tampak tengah mengobrol.

"Eh, kamu udah hubungin dia belum, sih?" tanya Sinta masih tampak penasaran dengan hubungan Amora dan Juno.

"Dia nggak akan nungguin aku, Sint. Di telpon pun juga percuma. Palingan di ajaknya aku ribut lagi. Ini aja udah berminggu-minggu dia nggak mau keluar kamar, tiduran aja. Kadang mandi pun dia 3 hari sekali. Dia lagi sengaja cari masalah. Jadi, biarin ajalah dia sama maunya sampe dia puas. Aku capek ribut sama dia terus," tutur Juno.

"Kamu cinta nggak sih sama dia?" tanya Sinta. Juno menoleh pada Sinta dan tersenyum tanpa jawaban. Sinta hanya bisa mengernyitkan keningnya tak paham.

"Cinta nggak?" tanya Sinta lagi.

"Nggak tau ah," ujar Juno mulai malas melanjutkannya lagi dan Sinta hanya geleng-geleng kepala dengan sahabatku ini.

BERSAMBUNG...

1
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian Juno yg ditinggal neneknya
Nur Syamsi
Saudah cocokmitu, klaw amorah tinggal dirumah nenek Juno, spya Junonya Tdk Tdk kepikiran kalaw Amorah tinggal dirumah mamamnya
Nur Syamsi
klaw bisa Amora ma Juno tinggal dirumah nenek dulu, untuk ketenangan Juno dan Amora yg hamil mudah
Nur Syamsi
akhirnya ketahuan tu simertua arogan
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
nenangin diri dulu dirumah nenek Juno, ntar Amoranya mrsa kehilangan pasti dia mencarimu dan klaw sudah baikan tinggal sja dulu dirumah nenekmu dmi menghindari mama mertuamu
Nur Syamsi
ya balik dulu ke rumah nenekmu Juno untuk nenangin diri.....biar Amorahnya sadar diri....
Nur Syamsi
bagaimna Amira maw bersikap layaknya seorang istri klaw mamanya yg mendukungnya, kecuali Ros dan pelayan lainnya
Nur Syamsi
makanya jgn permainkan pernikahan, pa lgi yg kau harap ada istri dan anaknya yg menanti,
Nur Syamsi
jaga sikap Sinta, walaupun pernikahan dr Juno didasari dg perjodohan berarti itu sdah jodonya dr Juna, makanya nenek Widya selalu menekankan cari laki, Krn mgkin nenek Widya tau bahwa Sinta ada hati ma Juno
Nur Syamsi
mama mertua matre papa .....
ReeNo AdiIrwansyaah
semua mental orang itu emang berbeda beda tapi juno memiliki mental yg tipis yg sabar junn jangan ikutan tren budir
Dandelion Kecil: itu yg saya maksud karakternya masih lemah, karna penjabaran konflik masih sangat minim. itu di sebabkan dulu saya di kejar target up. jika harus revisi banyak sekali yg harus saya rombak. ini bukan karya terbaik saya tapi malah terlanjur rame yg baca 🙏
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
Mng Icut
istri tak tau sopan santun,harusnya di buang aja,masik banyak cewe yng bisa menghargai suami
Hadimulya Mulya
menyerah katanya,tapi msh di pertahan kan rumah ttg nya,berarti kan munafik
Suhar Suharsoyo
kurang greget,seharusnya kasih Amora pelajaran sampai semenyesal mgkn,biar betul2 kapok dia,kasihan kunonya SPT lelaki pecundang aja
Dandelion Kecil: banyak yg bilang gitu. kayaknya iya. Karakter Juno terlalu lemah.
total 1 replies
Lisa Icha
kayaknya ceritamu ini seru Thor n aku mampir ya
Dandelion Kecil: 👍😘😘😘😘
total 1 replies
tististis
asyek kayak nya bang Juno.
Lea Octa
Lanjut baca ...bikin penasaran alur ceritanya
Dandelion Kecil: 🤗🤗🤗😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!