NovelToon NovelToon
Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:91.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aryn_khan

Mertua yang sungguh kejam dan hanya memikirkan harta dunia. Betapa tidak kejam? Baru tiga bulan suaminya meninggal, sang mertua menyuruh Tara melakukan pernikahan turun ranjang. Tara disuruh menikah dengan iparnya sendiri yaitu saudara kembar suaminya.

Tara tahu mertuanya tidak ingin semua harta milik suaminya jatuh ke tangan Tara dan anaknya. Apalagi papa mertuanya telah menyerahkan 60% kekayaannya untuk Aryan suami Tara. Mereka hanya berdalih jika semua itu demi kebaikan keluarga dan juga Tara, agar anak yang ada dalam kandungannya tidak akan kehilangan sosok papa-nya.

Ipar Tara bisa dikatakan sebagai penyebab kematian suaminya, lalu bagaimana mungkin Tara bisa menikah dengannya. Tara tidak mau menuruti keinginan mertuanya itu, apalagi saudara ipar Tara pernah melukai harga dirinya sebagai wanita baik-baik.

Bagaimanakah kisah detailnya? Langsung saja check this out 👍
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dukungan.
Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryn_khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23_Terulang Kembali

Ada lebah, hati-hati biar tidak tersengat

Nikmat madunya sakit sengatannya

Reader, tolong berikan author semangat

Tambahkan favorit, jempol, hadiah dan komentarnya

Reader yang memberikan dukungan, semoga rejekinya melimpah. Aamiin.

Jangan lupa bahagia

.........

Tanpa menunggu lama mereka pun akhirnya mengambil foto bersama. Pertanyaan-pertanyaan masih tersimpan di benak mereka, sebenarnya apa yang akan dilakukan Tara dengan foto meraka berenam. Bukankah dengan foto berenam malah semakin menimbulkan kontroversi.

"Tara, apa yang akan kamu lakukan dengan foto kita berenam?" Tanya Anand penasaran.

"Tugas mas Anand jadi model dadakan sudah selesai. Tunggu aja dua hari lagi! Pasti mas akan tahu apa yang aku lakukan." Tara masih belum mau menjelaskan rencananya.

Anand menawarkan bantuan, "Aku akan bantu take down berita-berita di sosmed yang nggak jelas itu, kamu tenang aja."

"No! Tidak semudah itu take down berita atau postingan orang. Lebih baik mas Anand cari tahu saja siapa pemilik akun yang menyebarkan berita itu. Aku rasa itu lebih membantu." Tara menjelaskan.

Ahsan datang bagaikan pahlawan, "Asistenku sudah screenshot semua bukti di media, termasuk komentar-komentar yang tidak bagus. Jadi tinggal melacak akun itu punya siapa, banyak sekali akun fake yang komentar. Jika kamu berniat membawa ke jalur hukum, aku siap membantu."

Karan pun tidak tinggal diam, "Aku juga siap membantumu, Tara."

"Aku tahu kalian semua siap membantuku, namun untuk saat ini cukup kumpulkan bukti saja. Gala dan teamnya pasti sudah melacak siapa yang bertanggung-jawab dengan berita itu." Tara berbicara sambil menatap Gala.

"Apa kamu tidak berniat take down berita? Itu semua menyakitimu lagi." Aryan melirik ke arah Anand, namun yang dilirik pura-pura tidak tahu.

Gala menyela, "Tidak perlu take down, masih ada yang percaya dan membela Tara. Foto itu justru membuat netizen penasaran."

"Meskipun naik daun karena kontroversi itu tidak baik, tapi tak mengapa, liat saja dua hari lagi." Tara tersenyum.

"Mas Anand dan mas Aryan pulang saja, aku sedang ingin menenangkan diri. Terima kasih sudah membantu jadi model dadakan" Pinta Tara.

"Okay, aku pulang, tapi lain waktu kamu harus membayar aku karena jadi model dadakan." Anand meminta bayarannya pada Tara.

"Jadi kamu tidak iklhas membantu Tara? Biar aku saja yang bayar buat Tara." Aryan marah pada Anand.

"Aku berbicara dengan Tara, jangan memotong." Tukas Anand.

"Kamu harus makan malam denganku untuk bayaran pemotretan hari ini. Apa kamu setuju, Tara?" Anand negosiasi dengan Tara.

"Okay, tak apa jika hanya makan malam, terserah mas Anand mau makan dimana. Kabari saja nanti!" Mau tak mau Tara mengabulkan permintaan Anand.

"Makan malam? Kalau begitu kenapa tidak semuanya aja bareng-bareng?" Celetuk Karan yang tidak terima jika Anand makan malam berdua dengan Tara.

"No! Aku hanya ingin makan malam dengan Tara. Bukan dengan kalian semua!" Anand menegaskan.

Tara pun menengahi sebelum perdebatan makin panjang. "Iya, Tara mau kok, nanti mas Anand kabarin lagi aja."

"Okay, aku pulang dulu, bye cantik... " Anand berlalu pergi meninggalkan mereka.

"Tara, kamu pulang denganku saja." Aryan mengajak Tara pulang bersamanya.

"Maaf mas, aku mau pulang sama Gala aja. Aku lagi nggak mood." Tara menolak diantar oleh Aryan.

"Ya sudah, aku pamit. Kalau ada apa-apa kabari mas ya! Jaga kesehatan!" Jemari Aryan mengusap hidung Tara dengan lembut.

"Iya, hati-hati ya mas." Tara tersenyum lembut.

Aryan beranjak pergi, Ahsan pun memberikan kode padanya hingga Aryan terus memikirkan soal kedekatan Tara dan Gala.

Para kru masih membereskan peralatan dan baju-baju yang dipakai pemotretan. Ahsan dan Karan pun masih setia bersama Tara disitu.

"Gala, ayo kita pulang, aku sudah lelah," Tara mengajak pulang.

"Okay, biar yang disini diurusi Frans dan yang lain." Gala pun bersiap-siap pulang. Namun tiba-tiba Frans mendatanginya dan berbisik-bisik pada Gala, mereka seperti merahasiakan sesuatu.

"Frans, ada apa? tanya Tara penasaran.

"Tidak ada apa-apa, baiklah aku permisi beres-beres." Frans segera pergi karena takut diinterogasi oleh Tara.

"Gala, apa yang dibicarakan Frans sampai bisik-bisik seperti itu?" Tara masih penasaran.

"Tidak ada apa-apa, ayo kita pulang."

"Ahsan, Karan, kami pamit pulang duluan ya. Kalian tidak apa-apa 'kan ditinggal?"

"Tentu tidak mengapa, pulanglah dan beristirahat." Ahsan tahu Tara sedang lelah dan sedih karena komentar buruk beberapa netizen.

"Iya, pulanglah dan segera istirahat, lain waktu kita bisa bertemu lagi." Karan pun ikut menjawab.

"Okay, terima kasih atas bantuannya teman-teman, aku pamit pulang dulu. Ayo Gala!" Tara mengajak Gala untuk segera pulang.

Tara menggandeng tangan Gala seperti biasanya. Sepertinya Tara telah lupa bahwa dua minggu ini mereka telah berusaha menjaga jarak.

.........

Malam ini bulan sembunyi di balik awan, cahayanya temaram membawa kesedihan. Tara duduk termenung di balkon kamarnya, sesekali menyesap kopinya yang mulai mendingin dan matanya jauh menerawang menggambarkan kesedihan.

Tiba-tiba Gala datang memanjat ke balkon kamar Tara. "Kenapa kamu melamun disini? Bahkan kamu tidak tahu dari tadi aku mengetuk pintu kamarmu."

Lamunan Tara buyar, "Gala, kok Kamu bisa disini?"

"Dari tadi kamu tidak mendengarkan aku mengetuk pintu, makanya aku manjat ke balkon. Aku takut kamu kenapa-kenapa." Gala masih mengkhawatirkan Tara.

"Maaf, sepertinya aku tidak mendengar kamu mengetuk pintu." Tara beranjak mendekati Gala yang berdiri di pinggir balkon.

"Apa kamu sudah menemukan pelaku yang mengambil foto kita diam-diam? Apa yang Frans katakan padamu tadi?"

"Di CCTV tidak terlihat jelas siapa yang mengambil foto," Gala menutupi kenyataan.

"Apa kamu berusaha menutupi sesuatu?" Tara merasa Gala tidak jujur padanya.

"Tidak, mana mungkin? Aku tak pernah berbohong atau menutupi apapun dari kamu." Gala membela diri.

"Tapi sekarang kamu sedang menutupi sesuatu dan aku tahu itu." Tara memainkan jemarinya di bahu Gala.

"Aku belum bisa memberitahu kamu sekarang."

"Kamu tidak pernah seperti ini padaku. Baiklah aku akan cari tahu sendiri, masih ada mas Aryan, mas Anand, Ahsan atau Karan yang siap membantuku." Tara mengeluarkan kata-kata yang membuat Gala berkata jujur.

"Tara, bukan seperti itu maksudku! Aku hanya tidak ingin menambah beban pikiranmu saja. Aku belum yakin orang itu yang mengambil foto kita." Gala mencoba memberi penjelasan.

"Apa aku mengenal orang itu? Atau kamu mengenalnya? Hingga kamu ingin menyembunyikannya dariku." Tebak Tara.

"Selama ini kamu selalu percaya apa yang aku lakukan. Sekarang Aku mohon percayalah padaku! Tenangkan hatimu terlebih dahulu, aku pasti akan memberi tahu kamu semuanya, tapi tidak sekarang." Gala hanya tidak ingin Tara tambah terluka.

"Aku tidak mau menunggu. Aku mau kamu katakan kebenarannya sekarang! Terlalu lama menunggu justru membuatku penasaran dan cemas."

"Tapi aku masih menyelidiki pemilik akun yang pertama kali upload foto kita. Masih belum jelas apakah orang itu sama dengan orang yang aku curigai."

"Katakan saja! Siapa yang kamu curigai?" Tara mulai tidak sabar.

"Berjanjilah kamu tidak akan terpuruk dalam kekecewaan jika aku mengatakan siapa yang terlihat di CCTV." Pinta Gala.

"Maksudnya?" Tara bingung.

"Benar katamu, kita berdua mengenal tersangkanya." Gala menatap Tara sendu.

"Siapa?" Tara yang tidak sabar menarik tangan Gala.

"Ingatlah! Aku akan selalu ada buat kamu. Jika kamu tak percaya siapapun, cukup percaya padaku saja. Aku tak akan pernah mengkhianati kamu." Gala mencoba meyakinkan Tara dan memberikan dukungan padanya.

"Gala, katakan siapa?" Tara memohon.

"Rani…" Gala berkata lirih, namun Tara masih bisa mendengarnya.

Tara terdiam, pasalnya Rani adalah temannya yang cukup dekat. Dia adalah temannya dari kecil seperti Gala. Tara tidak menangis tapi kekecewaan terpancar jelas di matanya.

Tara memeluk Gala. "Kenapa harus terulang kembali, dipermalukan oleh teman sendiri. Gala, apa aku pernah tanpa sengaja menyakiti Rani?"

"Aku yang menyakiti dia, aku yang salah, Tara."

"Apa maksudmu?" Kebingungan jelas terpancar di wajah Tara.

"Aku menolak cintanya. Aku tidak bisa menerima cintanya. Kamu tahu sendiri apa alasanku 'kan?" Gala mengaku.

Tara membisu dan semakin erat memeluk Gala. Cinta terkadang memang dapat membutakan seseorang. Gala bingung kenapa tiba-tiba Tara memeluknya dengan erat, seperti orang yang takut kehilangan.

.................

Yuk ditunggu jempolnya, komentarnya dan dukungannya. Terima kasih, matur suwun.

1
Anonim
Capek ceritanya ga jelas. Cabut deh aku. Makasih ya.
Aryn_Khan: hahahaha oke kak makasih sdh mampir, ini memang cuma cerita ngk jelas orang belajar nulis 😁😭
total 1 replies
Akun Lima
pake bahasa ingeis sampah anjink
Aryn_Khan: hehehe, maaf kak, itu cm lagu jg sih 🙏🏼 terima kasih sudah mampir baca
total 1 replies
ririn
mampir thor....
ririn
mampir thor
Umi Abi
duh jadi dag dig dug gimana jadi nya
Umi Abi
kalau masih cinta ngomong aja
Umi Abi
emang ada sih mak yang kayak gitu pilih "
Umi Abi
tuh kan indi sama pacarnya kali
Umi Abi
aku nangis kasihan aryan😭😭😭
Umi Abi
siapa ya, paling indi kalau ga rani
Umi Abi
aw mau dong satu aja kaya babang gala
Umi Abi
kecewa pasti iya dan juga sakit
Umi Abi
betullll
Umi Abi
semangat gala
Umi Abi
kasihan gala😭😭😭
Umi Abi
lagu nya aja shah rukh Khan asyek
Umi Abi
terus gimana sama gala dong, patah hati 💔 deh
Umi Abi
wih mantap thor lagunya rathan lambaiyan
Aryn_Khan: lagunya film terbaru perjuangan seorang tentara, author suka banget sama lagu ini
total 1 replies
Umi Abi
ha ha 😂😂 dasar PHP tara
Umi Abi
kasihan ya gala sama tara, sama" suka tapi ya begitu, gara" orang tua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!