Bijak-bijak memilih bacaan! Karena ini banyak cerita panas serta adegan yang tak terduga.
Nama aku Marsya Aulia, aku hanya anak dari keluarga yang kurang mampu. Ibu aku sedang sakit kanker paru-paru stadium akhir.
Suatu hari ibuku jatuh sakit dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan jika sebaiknya ibuku harus melakukan operasi pengangkatan kanker.
Aku tidak punya biaya sama sekali, hingga aku berjumpa dengan seorang wanita yang amat sangat cantik. Ia memberi sebuah bon pembayaran rumah sakit beserta uang.
Aku yang lagi bingung dengan senang hati menerima pemberian wanita tersebut.
Namun aku pikir dia ikhlas membantu, ternyata semua ada timbal baliknya.
Inilah kisah ku..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jumpa Fans
Part 23
_______
...Jumpa Fans....
...🤗...
“Wardani! Wardani! Wardani!”
Terdengar suara ramai orang bersorak memanggil Wardani saat jumpa fans di sebuah Mall.
Tap!
Tap!
Tap!
Wardani melangkahkan kakinya berjalan di atas karpet merah dengan senyum yang terpancar dari bibirnya, tangan kanan melambai ke arah fans yang sedari tadi menunggunya.
“Wardani kamu sangat cantik. Aku menyukai kamu.” Terdengar suara teriakan pria dari beberapa fans dari batas sekat yang sudah di buat.
“Ayo siapa lagi yang ingin meminta tanda tangan Wardani Ningsih, jika ada silahkan maju mendekati meja.” Ucap para penjaga yang menjaga keamanan di sekitar.
“Saya. Saya mau naik ke atas.” Terdengar suara teriakan wanita dari balik ramainya orang yang hadir.
Wanita itu pun naik ke atas pentas berjalan mendekati Wardani dan berhenti tepat di depan meja sambil memberikan satu buah foto Wardani ke hadapan Wardani dan berkata. “Saya sangat menyukai Anda dan saya salut dengan perjuangan Anda menghadapi suami yang berselingkuh dengan Sekretaris nya.”
Wardani hanya tersenyum sambil memberi tanda tangan di atas potret foto milik dirinya.
Setelah melakukan jumpa fans, Wardani dan 2 orang penjaganya pergi meninggalkan tempat jumpa fans. Wardani terus berjalan keluar dari Mall di kawal 2 orang penjaga sampai mendekati parkiran mobilnya.
Ckret!
Ckret!
Ramai awak media memotret Wardani yang berjalan masuk ke dalam mobil. Bukan itu saja, ada juga yang bertanya kepada Wardani tentang perihal keretakan rumah tangga mereka.
“Wardani. Apa benar suami Anda yaitu Agung Laksmana berselingkuh di belakang Anda dengan Sekretaris barunya itu?” Tanya salah satu awak media wanita sambil memberikan alat rekaman ke arah Wardani.
“Iya, apa benar seperti itu.” Sahut awak media lainnya kepada Wardani.
Mendengar perkataan itu Wardani tiba-tiba menangis. Ia menurunkan kaca mobilnya, air mata buaya terlihat jelas membasahi pipi kilat yang tertutup Mack up.
“Hiks! Hiks! Saya di sini hanya menggelar jumpa fans, tapi kenapa kalian para awak media tiba-tiba menanyakan suatu pernyataan yang harus saya ingat dan membuat hati saya pilu.” Wardani menghapus jejak air matanya.
Sambil mengacungkan alat rekaman para awak media bertanya kembali. “Maaf. Tapi ini kesempatan langkah untuk bertemu dengan Anda, sekarang kami butuh jawaban dari Anda nona Wardani.”
"Hentikan pertanyaan konyol kalian. Kalian sudah menyinggung hati nona Wardani." Tegas penjaga yang berusaha menjauhkan awak media dari mobil Wardani.
“Saya cuman sedih melihat mantan suami saya yang ingin berpisah dengan cara yang tidak baik. Jika memang tidak suka dan sudah tidak cinta lagi, sebaiknya langsung katakan tidak perlu menduakan saya seperti ini." Wardani menutup perlahan kaca mobilnya. "Saya harap kalian tidak terlalu banyak bertanya lagi karena jawaban ini sudah cukup buat kalian dan tidak perlu bertanya kepada mantan suami saya."
“Anda bukan hanya Aktris yang hebat, tapi Anda juga seorang wanita yang kuat dalam menghadapi situasi seperti ini.” Teriak salah satu awak media wanita kepada Wardani.
Wardani melambaikan tangannya di atas pintu kaca mobil yang hampir tertutup penuh. Sedangkan para penjaga melajukan perlahan mobil Wardani keluar dari ramainya awak media yang sedang berkumpul.
Mobil Wardani sudah melaju kencang meninggalkan Mall. Sepanjang perjalanan Wardani membersihkan mack up yang sudah luntur terkena air mata buaya miliknya.
Penjaga yang mengemudikan mobil Wardani melirik dari kaca tengah dalam mobil. “Apakah nona ingin langsung kami antar ke rumah?”
“Tidak perlu, antar saya ke sebuah Villa yang tak jauh dari kota "B".” Sahut Wardani singkat. Wardani mengambil ponsel dalam tasnya, mengirim pesan singkat kepada Surya.
...Villa Surya Handoko...
...😡...
Beft!
Beft!
Ponsel Surya bergetar di atas meja.
Terdengar suara manja wanita dari ruang tamu. “Akh. Sayang, kamu begitu bersemangat sekali.”
Surya Handoko sedang beradu kasih dengan seorang wanita selain Wardani disebuah Villa milik dirinya sendiri.
Surya mencium seorang wanita yang sedang duduk di atas pangkuannya, ciuman penuh kehangatan dengan tangan yang membelai lembut rambut belakang wanita tersebut. “Kamu sangat cantik, rambutmu begitu indah aku sangat ingin memakan kamu sekarang.” Surya mendaratkan bibirnya tepat di jenjang leher wanita tersebut.
Wanita itu pun bereaksi, kedua tangan mendorong tubuh Surya hingga ia terbaring di sofa. Wanita itu langsung menindih Surya dengan tangan yang mulai aktif bermain di atas tubuh Surya. “Aku sangat merindukan kamu Surya.”
Surya dan wanita tersebut beradu kasih dengan gesitnya mereka saling tukar tempat posisi seperti sedang bermain kuda-kudaan.
Terdengar suara lembut yang khas keluar dari masing-masing mulut mereka yang sedang aktif memainkan perannya masing-masing.
Setelah mereka terlalu larut dalam berperang dan rudal telah meluncurkan isi pelurunya, Surya berdiri mengambil baju yang tergelatak di atas lantai.
Wanita itu tersenyum manis dengan tubuh yang masih terbaring di atas sofa, tubuh yang di tutupi oleh baju wanita itu sendiri. “Kamu membuat aku tidak berdaya Surya. Aku ingin merasakannya kembali.”
Surya duduk di samping wanita tersebut sambil memberikan tisu. “Kamu cepatlah memakai baju, aku tidak ingin tubuh wanitaku di lihat oleh orang lain selain diriku.”
Wanita itu bangkit kemudian memakai bajunya dan duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahu Surya. “Aku lapar, apa kita bisa pergi makan.” Wanita itu menatap dengan wajah yang sangat manja.
Surya bangkit. “Baiklah, mari kita pergi setelah itu aku akan antar kamu pulang.” Surya mengambil ponselnya kemudian ia melihat ada pesan dari Wardani.
'Kenapa aku tidak tahu jika Wardani mengirim pesan, sudah 1 jam ia mengirim pesan singkat. Apa dia mau kemari, jika ia aku harus segera mengantarkan pulang wanita ini.' Batin Surya melirik wanita yang sedang merangkul tangannya.
“Kamu kenapa dan siapa yang sedang mengirimkan kamu pesan singkat.” Tanya wanita itu menatap curiga.
Dengan gugup Surya menjawab. “Wiwik, ini bukan apa-apa. Sekarang mari kita pergi.” Belum lagi mandi Surya langsung mengajak Wiwik yang belum memakai sehelai benang.
Surya menggendong tubuh Wiwik, berjalan keluar Villa menuju mobil yang terparkir di depan Villa miliknya. Dengan cepat Surya membuka pintu mobil, mendudukkan Wiwik di samping kursi penumpang bagian depan.
"Kamu pakai baju di sini saja ya? Aku lupa jika ada orang lain yang sedang mencariku. Aku harus segera menghindar." Keluh Surya naik dan menghidupkan mesin mobil melajukan mobilnya keluar dari Villa.
Setelah 5 menit Surya keluar dari Villa, mobil Wardani pun datang masuk dengan arah yang berbeda. Mobil Wardani terparkir di depan halaman Villa milik Surya.
Wardani turun di halaman Villa milik Surya, ia berdiri di samping pintu mobil kursi kemudi. “Juanda, kamu boleh tinggalkan saya sendiri di sini. Jika saya ingin pulang, saya akan mengabari kamu dan kamu bisa pergi sekarang.”
“Baik nona.” Juanda menaikkan kaca mobilnya memutar arah dan pergi meninggalkan Wardani yang sedang berdiri di halaman Villa milik Surya.
Saat Wardani melangkahkan kakinya berjalan menuju Villa Surya terdengar suara klakson mobil dari belakang.
Tin!
Tin!
Suara klakson mobil milik Surya. Surya menghentikan mobilnya di samping Wardani, menurunkan kaca mobilnya. “Sayang. Kenapa kamu jauh-jauh datang kemari, apa terjadi sesuatu dengan wanitaku yang cantik ini.”
Surya turun dari mobil, tangan kanan mengambil tangan kanan Wardani. Surya menatap wajah Wardani yang terlihat cemberut. "Kamu kenapa sayang." Ucap gemas Surya memegang dagu Wardani.
Wardani luluh melihat sikap manis Surya. “Apa tidak boleh mendatangi tempat kekasihnya sendiri.” Wardani mendekatkan wajahnya. Saat Wardani mendekatkan wajahnya tercium aroma yang begitu familiar, tangan Surya langsung di tepis oleh Wardani. “Kamu habis dari mana dan sama siapa kamu dari tadi.” Dengan tatapan yang penuh curiga menatap Surya.
Surya berjalan mendekati bagasi mobilnya, membuka bagasi mobil. “Aku membelikan kamu sesuatu dan lihat barangnya ada di dalam sini.” Surya mengalihkan pembicaraan dengan mengambil beberapa barang belanjaan dan memberikannya kepada Wardani.
Wardani memalingkan wajahnya dengan wajah yang cemberut. “Tubuh kamu kenapa wangi parfum wanita dan wangi yang sangat khas begitu menyengat bercampur dengan aroma parfum. Apa kamu berselingkuh di belakang aku.” Teriak Wardani berbalik badan.
Surya mendekat memeluk tubuh Wardani dari belakang. “Kenapa aku harus menduakan wanita secantik kamu, sudahlah berhenti mencurigai kekasih gelap kamu ini. Apa kamu ingin kita berdebat di luar hanya gara-gara wangi parfum yang berbeda.”
Wardani menundukkan kepalanya, ia luluh dengan ucapan Surya yang terlihat lembut dan sedikit sedih. “Baiklah kita masuk saja, aku pingin istirahat di dalam."
...Bersambung.......
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu