Angga dijodohkan orang tuanya dengan Jesica tapi tepat pada hari pernikahan mereka Jesica mengetahui bahwa Vivi sahabatnya adalah kekasih Angga calon suaminya.
Apakah Jesica akan tetap menikah dengan Angga?? atau mengikhlaskan Vivi untuk menggantikannya?
yuk baca novelnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Sesampainya di rumah, Jesica dan Angga saling berpegangan tangan. Mereka disambut oleh orang tua masing-masing.
"kita langsung makan aja ya" ucap Mama Farah
"Iya-iya" ucap Mama Sonya
Mereka pun langsung menyantap makan malam dengan lahap dengan obrol-obrolan.
Setelah makan malam mereka duduk di ruang keluarga.
"Oh nak, kalian nginap di sini ya" ucap Mama Farah
Angga dan Jesica saling menatap.
"Iya nak, nginaplah di sini malam ini" ucap Papa Haris
"Ya nak ya. Ibu Sonya sama Pak Hartawan nginap di sini juga kalau nggak keberatan" ucap Mama Farah
"Oh iya dong tidak keberatan. Ya kan pa" ucap Mama Sonya
"Iya, kapan lagi kita ngumpul seperti ini" ucap Papa Hartawan
"Iya ma" ucap Jesica
Kalau nginap berarti aku dan dia sekamar dong. Dia pasti senang. Batin Angga
"Kamu mau kan?" tanya Mama Sonya sama Angga
"Iya ma" jawab Angga
"Puas kamu?" bisik Angga sama Jesica
"Hmm" Jesica mengangguk
Dasaaaar..batin Angga
"Kenapa? Kamu keberatan? Bilang aja sendiri kalau kamu keberatan" bisik Jesica
"Awas kamu ya" ucap Angga
"Nggak berani kan" ledek Jesica
"Oh ya, udah 1 bulan pernikahan kalian kamu belum merasakan apa-apa nak?? Mual atau apa gitu?" tanya Mama Sonya
Angga dan Jesica saling menatap.
"Kalian berdua sudah periksa kesehatan? Walaupun kelihatan sehat-sehat tapi kan kita nggak tahu. Lebih baik diperiksa sama yang lebih tahu" tanya Mama Farah
"Belum ma" jawab Jesica
"Loh kok belum sih, Angga besok kamu harus ajak Jesica untuk periksa kesehatan ya. Luangkan waktu di sela-sela kesibukan mu." ucap Mama Sonya
"Iya, ma" ucap Angga
"Nah gitu dong. Kamu tahu sendiri kan kalau kita berdua sudah tidak sabar menimang cucu, iya kan Bu Farah?" ucap Mama Sonya
"Iya benar" ucap Mama Farah
Mereka berdua pun tertawa bersama.
"Mmm aku istirahat duluan, ya ma, pa." ucap Angga
"Iya, nak" ucap Mama Sonya
"Sayang, temani suami kamu." ucap Mama Farah
Jesica dan Angga pergi ke kamar Jesica.
Ceklek......
"Ini kamar kamu?" tanya Angga
"Hmm. Barang-barang lain udah mama keluarin" jawab Jesica lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Trus aku tidur di mana? Sofa saja nggak ada" tanya Angga
"Yaa diranjang bersamaku. Jika kamu nggak mau tidur aja di lantai. Nggak mungkin dong aku tidur di lantai" jawab Jesica
"Kamu jangan mengambil kesempatan ya" ucap Angga
"Siapa juga yang mau ambil kesempatan. Kamu tuh" ucap Jesica
"Awas saja kalau kamu banyak gerak dan menggangguku" ucap Angga
"Hmm hmm hmm nggak akan. Aku ke kamar mandi dulu" ucap Jesica tapi sebelum ke kamar mandi dia melihat pakaian tidur di lemarinya.
"Oh My God" ucap Jesica kaget karena pakaian tidur yang ada di lemarinya tidak ada, hanya lingerie saja dan baju tidur satu untuk Angga
"Ini pasti kerjaan mama" ucap Jesica
"Kenapa?" tanya Angga lalu melihat isi lemari Jesica
"Apa kamu akan memakainya?" tanya Angga setelah melihatnya
"Kenapa?? Kamu takut tidak akan tahan?" tanya balik Jesica
"Nggak kok. Kamu pasti mau menggodaku kan?? Pakai baju ini saja, tidak perlu ganti baju" ucap Angga
"Nggak nyaman lah pakai dress gini. Ini baju tidur buat kamu. Aku ke kamar mandi dulu" ucap Jesica lalu mengambil salah satu lingerie yang ada.
"Kamu beneran mau pakai itu?" tanya Angga
"Hmm. Kamu jangan geer. Jika aku keluar kamu harus menutup mata." jawab Jesica lalu ia masuk ke dalam kamar mandi
Astagaaaa dia benar-benar ya. Apa juniorku akan baik-baik saja?? Angga.....tahan ya. Batin Angga
Ceklek....
Pintu kamar mandi terbuka tapi Jesica belum keluar.
"Tutup matamu, aku akan keluar" ucap Jesica
"Iya-iya. Sekarang keluarlah, aku sudah menutup mataku" ucap Angga
Kenapa juga aku harus tutup mata?? Bukankah halal aku melihatnya?? Dia pasti sering memakai pakaian seperti itu, dia kan tinggal lama di luar negeri. Batin Angga
"Oke, sudah. Buka mata kamu" ucap Jesica yang sudah berada dibalik selimut
Giliran Angga yang ke kamar mandi dan membawa baju tidurnya.
Ceklek....
Angga keluar dari kamar mandi dan melihat bagian atas Jesica dengan balutan yang membuatnya menelan air liur.
"Angga....kamu kenapa langsung keluar seperti itu sih" ucap Jesica kaget lalu menutupi bagian atas miliknya dengan selimut
"Kamu sengaja ya?" tanya Angga
"Kalau aku sengaja, aku pasti sudah beridiri di depan kamar mandi bukan di sini" jawab Jesica
"Udah tidurlah. Aku capek." ucap Angga
Angga memberi batas dengan bantal guling antara dia dan Jesica
"Jangan sampai melewati batas." ucap Angga
"Ya aku tahu. Justru aku yang khawatir padamu" ucap Jesica
"Dasaaaar...." Ucap Angga
Kamu harus tahan Angga. Kamu pasti bisa. Batin Angga jika bagian atas yang dilihat tadi terlintas di pikirannya.
30 menit berlalu tapi Angga belum bisa tidur, sementara Jesica sudah memejamkan matanya dengan perasaan bahagia akhirnya menunggu waktu 1 bulan bisa tidur seranjang dengan suaminya sendiri.
1 jam berlalu, Jesica bergerak menghadap Angga dengan selimut yang melorot ke bawah. Sehingga bagian atasnya terpampang nyata di depan Angga.
Glekkkkkk
Angga menelan air liurnya.
Apa dia sengaja?? Apa dia bisa tidur dalam keadaan seperti ini? Dia nggak khawatir kalau dia memakai pakaian yang bisa membuat pria ingin memangsanya. Batin Angga
Lagi-lagi Jesica bergerak sehingga bantal pembatas turun ke bawah lalu Jesica memeluk Angga.
Astagaaaa ujian ini sungguh berat. batin Angga
Angga perlahan-lahan menutupi Jesica dengan selimut dan menyingkirkan tangannya dari perutnya. Tapi apa yang dilakukan Angga sia-sia, Jesica justru meletakan kakinya di kaki Angga
Baju tidur yang digunakan Angga hanya celana pendek membuat kaki mulus Jesica sangat dia rasakan.
Aku sudah tahan lagi. Batin Angga
"Jes...Jes....Jesica...." Panggil Angga sambil menyentuh tangan Jesica
"Jesica bangun dan menjauhlah dariku. Apa kamu sengaja ha?? Aku ini pria normal. Jes....Jes...bangun" ucap Angga
"Ada apa?? Mm? Aku mengantuk sekalu" ucap Jesica tanpa membuka matanya
"Iya aku tahu, tapi kamu harus menjauh dariku. Tuh tempatmu sangat luas dan malah bersempitan dengan ku" Ucap Angga
Bisa-bisa juniorku bangun kalau begini. Batin Angga
Angga menatap Jesica sangat dekat.
Dia cantik juga. Batin Angga
Lalu mata Angga turun di bib*r, leh*r, lalu dibawahnya lagi dan...
Oh juniorku tersayang. Aku mohon tidurlah, kamu nggak boleh bangun. Batin Angga
"Jesica.....lepaskan tangan mu atau aku akan mendorong mu" ucap Angga
Jesica membuka matanya dan menatap wajah Angga dengan tersenyum.
"Aku sangat bahagia Angga. Butuh waktu 1 bulan agar aku bisa tidur seranjang dengan suamiku sendiri" ucap Jesica dengan berkaca-kaca
"Hmm aku tahu. Sekarang menjauhlah dariku" ucap Angga dan berpaling dari Jesica
"Angga...." Orang Jesica
"Ada apa?" tanya Angga tanpa menatap Jesica
"Tatap aku" ucap Jesica
Angga pun menatap Jesica.
"Apa kamu tidak mau mengabulkan permintaan orang tua kita?" tanya Jesica
"Kamu tahu kan hubungan kita seperti apa. Tidak mung....." Angga tidak melanjutkan ucapannya karena bibirnya dibungkam Jesica
Kecupan yang diberikan Jesica cukup lama membuat Angga tidak bisa berbuat apa-apa.
Perlahan-lahan kecupan diubah Jesica menjadi ciuman lalu tangannya mulai memasuki dan bergerak dibalik baju Angga.
Angga belum membalas ciuman Jesica.
Jesica turun ke bawah dan mengecup leh** Angga.
"Jes....aku...ah....kamu jangan seperti ini" ucap Angga
"Kenapa?? Aku mencintai mu Erlangga" ucap Jesica lalu tangan Jesica turun ke bawah
"Jes....." Angga menahan tangan Jesica sebelum menyentuh juniornya.
"Kenapa??" tanya Jesica
"Kamu yang mau ya" Jawab Angga lalu langsung menindih Jesica
Kec*pan, ciu*an, lalu menelusuri setiap inci tubuh Jesica dengan lembut. Sehingga suara merdu dari Jesica mulai keluar.
Suara nafas dan ******* mereka berdua mulai beradu memenuhi kamar itu.
Saat junior ingin memasuki tempatnya, namun terasa sangat sempit.
"Apa kamu??" tanya Angga
"Hmm. Aku akan memberikan pada pria yang aku cintai. Ini hadiah pernikahan kita Angga" jawab Jesica
"Apa kamus sudah siap?" tanya Angga lalu dibalas dengan anggukan Jesica.
setelah beberapa kali dorongan akhirnya sang junior masuk dengan sempurna pada tempatnya.
suara merdu keluar dari mulut mereka
.
.
Setelah pelepasan berlalu, Angga dan Jesica istirahat sambil berpelukan.
"Terimakasih sudah memberikannya padaku" ucap Angga
"Hmm" Jesica mengangguk dengan air mata di pipinya.
"Sakit??" tanya Angga sambil mengusap air mata Jesica
"Hmm dan juga air mata ini bukan karena rasa sakit, tapi air mata bahagia" jawab Jesica
CUP......Angga mengecup kening Jesica.
"Maaf dan terimakasih" ucap Angga
Mereka pun tertidur sambil berpelukan.
❤🤍❤🤍❤🤍
Apakah Angga tidak menyesal setelah melakukan kewajibannya sebagai seorang suami pada istri yang dia tidak cintai??
Apakah karena ***** Angga melakukan itu?? Lalu bagaimana dengan Vivi??
.
Maaf ya aku Up nya lama. sebenarnya udah dari kemarin pagi tapi ditolak terus karena ada adegan 21+ makanya adegan 21+ aku hapus supaya lulus review.
.
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Rasain semua org pergi meninggalkanmu