Enoa Akita merupakan orang biasa yang selalu bermain game VRMMORPG, hari ini merupakan penutupan server untuk game yang bernama Infinite World. Di sana ia bermain dengan karakter game yang bernama Lexus Lexander atau yang sering di panggil Maou (Raja Iblis). Tapi saat malam terakhir game tersebut, tiba-tiba saja Akita terseret ke dunia lain, terlebih lagi dirinya berubah menjadi Lexander, karakter game yang ia mainkan, akankah Akita mengikuti jejak Lexander, ataukah sebaliknya, ikuti terus kisahnya di dunia barunya ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raza Alfz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23 : Destroyer
Chapter 23 : Destroyer
Para petualang yang melihat kami, merekapun membicarakan tentang kami.
..................
"Mereka benar-benar kuat, apa lagi pemimpin mereka, kalau tidak salah namanya Ducan ya?."
"Benar, ia dengan mudahnya mematahkan serangan musuh, tapi gadis kecil berambut merah juga tidak kalah hebatnya, ia menahan bola hitam itu dengan mudahnya."
"Sihir yang di keluarkan oleh Elf itu juga sangat besar, ku dengar ras Elf menyembunyikan keberadaanya, dan belum ada yang pernah melihat istana kerajaan para Elf."
"Ya, mereka adalah makhluk yang abadi, dan salah satu Ras yang spesial, mungkin itu yang membuat mereka tidak ingin terlalu banyak berurusan dengan manusia."
"Pelindung yang di buat oleh gadis berambut putih juga sangat kuat, mungkin ini adalah sihir pelindung terkuat."
"Benar, baru pertama kali aku melihat sihir pelindung sekuat ini."
"Tapi, iblis itu sangat berbahaya, mungkin dia masih mempunyai sihir yang sangat besar."
"Kita hanya bisa menonton, kalau kita ikut campur, itu hanya membebani mereka."
"Kau benar."
.................
"Cih, iblis itu melindungi manusia?, jangan bercanda!, tapi, iblis itu sangat mengerikan, aku tidak boleh lengah sedikitpun." Ia dengan mudahnya membelah dan memantulkan sihirku, dalam wujud manusia saja sudah sekuat itu, bagaimana kalau dia berubah ke wujud iblisnya?, aku tidak mau membayangkannya. Untuk sekarang aku harus menggunakan salah satu sihir terkuat ku.
"Demonic magic, waves of darkness."
..................
Iblis itu kembali mengeluarkan sihirnya, itu hampir sama seperti laser, tapi sihir ini sangat besar, mungkin kalau ku biarkan, itu akan menjadikan kawah di kerajaan ini yang sangat besar.
Wujud manusia ini sangat lemah, aku bisa saja menidurkan semua orang yang ada di sini, tapi, itu tidak ada artinya, aku ingin semua orang yang ada di sini menyaksikan pertarungan ku. Kalau begitu, aku akan menggunakan salah satu pedang terkuat ku.
"Kemarilah Pedang Iblis, Shamshir."
Aku memanggil pedang Iblis, pedang ini muncul dari dimensi kegelapan, ini adalah pedang yang membuat penggunanya kebal terhadap sihir apapun.
Sihir itu semakin dekat, benar-benar sihir yang sangat besar.
Aku akan terbang ke arah sihir itu, jika sihir itu mengenai ku, mungkin ledakannya akan lebih besar dari sihir sebelumnya.
Aku terbang menggunakan sihir terbang untuk mengurangi ledakan yang di timbulkan sihir itu, aku melesat ke arah sihir iblis itu.
Hanya beberapa meter lagi sihir itu mengenai ku.
..................
"Iblis yang sangat bodoh, ini adalah sihir berskala besar, Raja iblis sekalipun tidak mampu menahannya, walaupun berhasil menahannya, itu akan memberikan luka yang sangat besar!." Ucap Kyler.
"Begitu ya?." Ucapku.
Booom....!
Sihir itu mengenai ku, terjadilah ledakan yang amat dahsyat, dan gempa menyusulnya, gempa kali ini lumayan besar, dapat membuat rumah berantakan.
................
"Tuan Ducan....!." Elvina yang melihatnya, ia teriak histeris.
"Kak-Can....!." Ilona pun sama.
"Kalian tidak perlu khawatir." Ucap Felysia.
"Hah?, Apakah Tuan Ducan baik-baik saja?, itu ledakan yang sangat besar--."
"Lihat ke atas!." Ucap Felysia.
Asap yang menutupi ku, perlahan menghilang tertiup angin.
"Kau benar, Fely." Elvina tersenyum, ia sangat senang.
Sementara Ilona hanya tersenyum, dan menghapus sedikit air matanya.
.................
Kyler yang melihat ku baik-baik saja, ia pun terkejut.
"A-apa?!, Mimpi buruk macam apa ini, kau melewati hukum alam!, bahkan kau tidak terluka sedikitpun!."
"Hahaha, sihir sekecil itu, tidak cukup untuk mengalahkan ku!." Hmm, sepertinya itu sihir terakhirnya, energi sihir nya hanya tersisa sedikit.
"Si-Siapa kau sebenarnya?." Pedang itu sangat berbahaya, untuk sekarang aku harus mundur.
"Walaupun kau tahu siapa aku, itu tidak akan merubah apapun. Nah, apa yang akan kau lakukan sekarang?."
"Aku memang tidak bisa menggunakan sihir lagi, tapi aku akan kembali ke istana dan melaporkan kepada Tuan Raja Iblis!."
"Begitu ya, sana pulanglah, sampai kan pesan ku kepada majikan kau, ku tunggu kau di gunung Hell."
"Ya, akan aku sampaikan."
Iblis itu menghilang, ia terbang sangat cepat.
Aku kembali ke darat, semua orang bersorak, ada yang berterimakasih, dan masih banyak lagi.
Beberapa saat kemudian, aku di panggil oleh sang Raja kerajaan Veblas.
Setiap aku berjalan di kota, semua orang menyapaku, semua ras di kerajaan ini menghormati ku, dan hampir semua di kerajaan ini menyukai ku, itu sedikit membebani Felysia, aura membunuhnya sangat kuat.
"Fe-Felysia."
"Apa!."
"K-Kau masih marah padaku?."
"Tidak, aku hanya sedikit kesal."
"Be-Begitu ya." Ia selalu berwajah datar, tapi itulah yang membuatnya spesial.
Kami sampai di istana kerajaan Veblas, benar-benar istana yang megah, kami di sambut oleh para prajurit dan memasuki ruang tahta yang di tuntun oleh prajurit.
Kami berjalan di antara karpet merah, terlihat Raja yang duduk di singgasananya.
Kami tepat berada di depan sang Raja, tapi kami tidak bertekuk lutut kepada raja itu.
Salah satu bawahan sang Raja menegur kami.
"Berlututlah di hadapan Yang mulia!."
"Makhluk rendahan, kau tidak berhak berbicara di hadapan--."
"Felysia!."
"Ah, maafkan aku Lex, aku--."
"Ya, aku maafkan."
"Tidak apa, Ravo." Ucap sang Raja.
"Baik, yang mulia." Ucap Ravo, ia bawahan raja yang menegur kami.
"Jadi kalian ya, yang melindungi Kerajaan ini?."
"Ya begitulah."
"Ah, aku belum memperkenalkan diri, namaku Fernad Veblas, Raja ke 5 di kerajaan ini."
Memperkenalkan diri itu merepotkan.
"Namaku Ducan."
"Felysia."
"Elvina."
"Ilona."
Mereka sepertinya tidak nyaman berada di sini.
"Kalau ingin mengatakan sesuatu cepat katakanlah, waktuku tidak banyak." ucapku.
Raja itu memberikan penghargaan karena telah menyelamatkan sekaligus melindungi kerajaan ini, aku di beri seratus ribu koin emas, setelah itu, kami keluar dari istana, dan kembali ke guild.
"Tempat ini lebih nyaman di banding istana itu." Ucap Ilona.
"Haha, kau benar, adikku."
"Para orang-orang bodoh, hari ini aku traktir."
Semua orang terlihat sangat senang, kerajaan ini di penuhi oleh Demi-human, semua ras bersatu tanpa adanya konflik, mereka juga tidak mempersalahkan kehadiran manusia.
Malam itu, kami semua berpesta.
Oh ya, aku tidak melihat kelompok pahlawan dan The Lightning, mungkin mereka semua sudah pulang.
A. Sangat menarik
Di Kastil Raja Iblis Felix sang Destroyer.
"Tuan Raja Iblis, saya gagal menjalankan tugas saya."
"Apa!." Raja iblis itu seketika berdiri.
"Di sana ada iblis yang memihak manusia."
"Hah?, Beraninya dia."
"Ia mengatakan sesuatu, "Ku tunggu kau di gunung Hell"."
"Ho...., Iblis itu menantang ku duel?!, Kebetulan sekali, sudah lama aku tidak bertarung, apakah dia kuat?."
"Ya, dia sangat kuat, walaupun ia belum menggunakan semua kekuatannya."
"Sangat menarik, akan ku musnahkan dia!, Ha ha ha!." Raja Iblis Felix tertawa, itu terdengar mengerikan.
Aku akan menyaksikan pertarungan antara iblis dan Raja Iblis Felix, mungkin saja iblis yang aku lawan sebelumnya adalah Raja Iblis?, itu akan menjadi pertarungan yang sangat menarik.
Bersambung.......
kalau untuk lex gumana banh
🗿☕☕☕
srupp