"Ayo kita menikah."Ucap seorang pria bertubuh tegap dan tampan. Dia adalah seseorang yang tidak sengaja telah tidur bersamaku di malam itu.
Aku hanyalah seorang pelayan yang bekerja dengannya. Aku mana mungkin bisa menikahinya!
Tapi bagaimana dengan nasib anak yang ada di dalam kandunganku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEMINIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Rumah Nathan
Sesampai di rumah Nathan, Daisy tidak sadar jika dirinya tertidur.
"Daisy, bangun. Kita sudah sampai."Ucap Nathan sambil menepuk bahu Daisy dengan pelan.
"Hm? Ah! Saya ketiduran! Maaf Nathan..."Ucap Daisy kaget sekaligus panik.
"Haha, tidak apa...kau pasti lelah seharian ini...ayo kita turun."Ucap Nathan.
Nathan keluar dari pintu mobil dan membantu Daisy keluar dari sana.
Daisy melihat rumah Nathan yang besar itu. Seketika dia langsung mengingat seluruh kejadian dirinya disana.
Tidak apa-apa Daisy....kau akan baik-baik saja...
Daisy berusaha menguatkan hatinya dan memberanikan dirinya untuk bersikap normal di rumah itu.
Setelah masuk ke dalam rumah, Daisy melihat ruangannya yang tetap rapi dan bersih seperti biasa walaupun para pelayan tidak ada di tempat.
Ternyata benar apa yang Nathan katakan, para pelayan dan bu Helen tidak ada disini....
"Daisy, malam ini kau mau makan apa?"Tanya Nathan.
"Eh? Ah....Nathan tidak perlu repot-repot! Saya saja yang memasak...."Ucap Daisy merasa segan.
"Berhenti merasa segan Daisy. Kau itu calon ibu dari anakku. Jika kau menikah denganku, otomatis kau akan jadi bagian dari keluarga Rodriguez. Jadi kau tidak perlu merasa terbebani."Ucap Nathan.
Daisy hanya diam sambil menggenggam tangannya dengan kikuk.
"Aku tahu biasanya wanita yang sedang hamil pasti lagi ingin makan sesuatu. Aku tidak tahu apa yang membuatmu suka. Jadi katakan saja kau mau makan apa Daisy? Aku bebas bisa makan makanan apa saja."Ucap Nathan.
"Umm....kalau begitu saya mau makan yang tidak berbau amis. Misalnya seperti bau daging atau seafood. Saya akan mual saat mencium baunya..."Ucap Daisy sedikit malu-malu.
"Hmm, tidak bau amis ya...."
Nathan mulai berpikir makanan apa yang bisa mengenyangkan dan tidak berbau amis seperti daging maupun seafood.
"Ah! Gimana kalau kita makan spaghetti?"Ucap Nathan.
"Spaghetti? Hm, boleh...."Ucap Daisy.
Wah, aku belum pernah makan spaghetti sebelumnya...
"Oke, tunggu sebentar ya, biar ku masak dulu."Ucap Nathan.
Eh?
"Apa? Nathan bisa memasaknya?"Tanya Daisy kaget.
"Kenapa? Kau meremehkanku ya?"
"Tidak! Bukan begitu! Saya hanya..."
"Pfft, aku bercanda. Aku bisa masak sedikit dan spaghetti salah satu handalanku. Kau bisa percayakan padaku."Ucap Nathan.
"Oh b-baiklah..."
"Jika kau mau istirahat, kau bisa istirahat di sofa atau di kamar."Ucap Nathan terlihat santai.
Akh! Cukup Nathan! Cukup!
"Tidak, saya mau disini saja..."Ucap Daisy menolak.
"Kau yakin? Bukankah tadi kau terlihat lelah? Kau bahkan ketiduran di mobil tadi...."Tanya Nathan.
"Ah, karena tadi saya sudah sempat tidur, saya tidak merasa ngantuk lagi."Ucap Daisy.
"Baiklah, terserah kamu saja. Bilang padaku ya jika kau mau istirahat."
Daisy membalas dengan anggukan.
"Aku akan pergi ke atas untuk ganti baju dulu. Kau bisa duduk di sofa sambil menungguku. Kalau menonton TV juga boleh."Ucap Nathan.
"Ah, baik..."
Nathan segera naik ke atas untuk mengganti pakaiannya.
Saat Daisy sendirian disana, dia pun duduk di sofa ruang tengah dan melihat-lihat isi ruangan itu. Meskipun dia sudah sering melihat isi dari ruangan dalam rumah itu, tetap saja baginya rumah itu sangat cantik.
Beberapa menit kemudian, Nathan turun lagi dan Daisy melihat Nathan yang mengenakan pakaian santainya. Daisy sempat terpesona melihat Nathan yang mengenakan pakaian santai miliknya. Mau dilihat disisi mana pun, pria itu tetap sangat tampan.
"Daisy, apa kau mau melihatku memasak?"Tanya Nathan.
Daisy mengangguk dengan cepat dan langsung beranjak dari sofa. Dia mengikuti Nathan yang berjalan ke arah dapur.
Daisy memerhatikan Nathan yang mengenakan celemek. Daisy sempat menutup mulutnya ingin berteriak karena melihat ketampanan Nathan yang mengenakan celemek. Ini adalah momen langka yang Daisy lihat karena dia biasanya hanya melihat Nathan yang hanya mengenakan pakaian kantornya.
Astaga Daisy! Apa yang kau pikirkan?! Hilangkan pikiran kotor ini jauh-jauh!
Selanjutnya Nathan mulai menyiapkan bahan-bahan dan alat memasak. Dia mulai mengerjakan segala sesuatunya disana. Daisy tidak pernah tahu jika Nathan adalah orang yang seserius ini bahkan ketika memasak sekalipun. Tanpa sadar Daisy terus memandangnya karena terpesona oleh pria itu. Daisy sudah sadar akan perasaannya kalau dia sudah jatuh hati kepada pria itu.
Daisy....sepertinya kau memang sudah gila...
Daisy mencoba berjalan mendekat ke arah Nathan untuk melihat proses memasaknya. Aroma yang sedap mulai tercium dan Daisy langsung merasa perutnya yang lapar.
Wah....Nathan benar-benar orang yang handal...
"Sabar sedikit lagi ya Daisy, sebentar lagi mienya akan matang."Ucap Nathan.
Daisy hanya membalas dengan anggukan. Namun, Daisy merasa kaget saat Nathan tiba-tiba mengecup pipinya. Seketika jantung Daisy berdebar dengan kuat dan pipinya mulai tersipu merah.
"Daisy....aku memang tidak salah memilihmu. Kau sangat manis dan membuatku candu."Gumam Nathan sambil tersenyum lembut ke arah Daisy.
Dia kemudian mendekatkan dirinya ke arah Daisy. Daisy reflek mundur perlahan namun pinggangnya sudah di pegang oleh Nathan. Kini kedua wajah pasangan itu benar-benar dekat bahkan kedua napas mereka saling bertabrakan.
Daisy sudah tidak bisa mengontrol perasaannya lagi karena semuanya telah bercampur aduk. Ada rasa takut, rasa berdebar dan rasa panik yang menjadi satu. Namun entah kenapa Daisy tidak bisa mendorong tubuh Nathan yang kekar itu dihadapannya.
"Daisy....bolehkah aku menciummu?"Tanya Nathan lagi tiba-tiba.
Daisy kaget namun dia tidak bisa mengeluarkan suaranya untuk bicara. Namun suara masakan menyadarkan mereka berdua.
"Ah, Nathan spaghettinya!"Ucap Daisy panik saat melihat buih air rebusan mie sudah mendidih naik ke atas.
Nathan jadi ikut panik dan segera mematikan kompor. Nathan langsung bengong sejenak dan sempat menyesali perbuatannya.
"Ah, Daisy maafkan aku! Kau pasti ketakutan tadi ya? Maaf..."Ucap Nathan merasa bersalah.
Daisy menggeleng dengan cepat. "Tidak apa-apa Nathan...."Ucap Daisy.
"Entah kenapa saat aku melihatmu, aku tidak bisa mengendalikan diriku Daisy...bukankah itu gawat?"Ucap Nathan.
"Pfft..."Daisy berusaha menahan tawanya.
Nathan kemudian mulai menyiapkan saus tomat dan keju parut untuk topping spaghettinya.
"Nah, sudah selesai! Ayo kita makan!"Ucap Nathan setelah menyiapkannya.
Mereka berdua duduk di kursi makan. Daisy masih merasa segan karena dirinya duduk di kursi makan milik mantan majikannya. Mereka berdoa dulu sebelum makan kemudian langsung menyantap makanan itu.
"Daisy bagaimana rasanya?"Tanya Nathan meminta penilaian Daisy.
"Ini sangat enak. Nathan benar-benar jago memasaknya."Puji Daisy.
"Oh, baguslah! Apa kau pernah makan spaghetti sebelumnya?"Tanya Nathan.
Daisy menggeleng pelan sambil malu-malu.
"Oh, haha tidak apa-apa Daisy. Baguslah spaghetti pertamaku dicoba olehmu. Aku sangat menghargainya."Ucap Nathan.
Setelah selesai makan...
"Nathan, terima kasih atas makanannya. Biar saya saja yang mencuci piringnya."Ucap Daisy.
"Tidak, biar aku saja yang cuci Daisy. Kau hanya perlu istirahat. Kau kan sedang hamil."Ucap Nathan.
"Saya tidak mau Nathan. Tidak apa-apa, hanya cuci piring saja. Lagipula kamu sudah memasaknya tadi."
"Ah, baiklah..."
Nathan benar-benar baik. Yah, semoga saja kedepannya akan terus begitu...hari ini aku merasa cukup senang...
Next....
.. 👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣