Riko adalah seorang pemuda yang dianugerahi kemampuan di atas nalar manusia biasa oleh sang pencipta. ketika ia masih berumur sepuluh tahun, ia tak sengaja mendapatkan kekuatan dari sang ilahi melalui perantara tabib sakti yang kala itu sedang mengobati sakit kedua orang tua nya.
Setelah kejadian tersebut, anak yang bernama riko itu. hidup dengan cobaan hidup yang menyertai nya dan ia tak sendirian. ia memiliki pengawal gaib nya yang selalu menemani riko kemana pun pergi nya. sosok khodam penjaga itu adalah seorang perempuan cantik berjenis siluman yang suatu saat nanti akan menjadi istri nya riko kelak dikemudian hari. riko dan khodam penjaga nya di tugaskan oleh tabib sakti yang sekarang telah menjadi guru riko ketika anak itu telah dewasa. tugas itu adalah untuk berpetualang di alam gaib dan memecahkan misteri isi alam semesta ini dengan ilmu yang ia dapatkan dari yang maha kuasa dengan di dampingi perempuan cantik berjenis siluman yang bernama putri mustika ayu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikko Suwais, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KARMA
PERTARUNGAN Dua Sosok yang dinilai tidak seimbang dalam hal raga itu masih berlanjut. nenek tua yang bernama nyai sumringah itu hanya menangkis datangnya serangan dari lawan nya yang tergolong masih muda dibandingkan dengan dirinya yang sudah tua renta.
Pertarungan guru dan bekas murid itu tergolong seimbang dalam hal kanuragan. hanya saja mereka tidak menggunakan tenaga dalam sinar atau senjata tajam. bekas murid nyai sumringah yang bernama asli putri mustika ayu itu menyerang dengan pukulan dan tendangan yang sudah dialiri tenaga dalam ke arah bekas guru sesatnya secara bertubi-tubi tanpa memberikan celah kepada lawannya untuk menyerang.
Serangan demi serangan mematikan dilancarkan oleh putri kepada nyai sumringah. nenek tua itu selalu bisa menangkis pukulan dengan gerakan cepat tanpa meleset sedikit pun. meskipun gerak tipuan telah dilakukan oleh putri kepada nenek tua itu,
Mata tua yang masih jeli itu masih mampu melihat gerakan tipuan itu walau sesekali ia menghindar atau menangkisnya. merasa tidak ada perlawanan dari nenek tua itu alias myai sumringah, putri mulai melontarkan Suaranya sambil menyerang nenek tua itu.
"lawan aku Bbadab..!!, jangan hanya bisa menangkis dan menghindar saja kau guru sesat..!!"
"tutup mulut busukmu itu perempuan lacur..!! yang ku inginkan itu adalah tongkat pusaka itu..!! bukan nyawamu yang kotor dan menjijikan itu..!!" bentak nyai sumringah dengan jengkel karena dirinya tidak bisa memandang leluasa dimana pusaka itu berada. disela tangkisannya, sesekali mata tua yang jeli itu masih saja mencari-cari dimana letak pusaka tongkat trisula yang terlempar kala ia menyerang garong codet dengan pukulan tenaga dalam nya secara sembunyi-sembunyi tadi.
Disisi lain, garong codet yang tadi terlempar karena penyerang gelapnya, kini sudah babak belur dihajar oleh mantan gurunya dan hampir sekarat. ia hanya bisa terbaring lemas tak berdaya. ia sudah tidak memikirkan keadaan perguruannya yang sudah hancur terbakar akibat pukulan tenaga dalam ki sangkur palu kala ia menghindar.
Mantan guru garong codet yang bernama ki sangkur palu itu masih membiarkannya hidup dan kini telah meninggalkan murid murtadnya yang sudah tak berdaya dan terbaring lemah. karena menurut ki sangkur palu, tidak memungkinkan juga murid sesatnya untuk kabur dari situ. karena kemarahan ki sangkur palu masih tersisa atas perbuatan muridnya, perguruan yang separo terbakar itu ia hancurkan kembali memakai ilmu tenaga dalam sinar berwarna merah bara. seketika bangunan itu terbakar semua tanpa ada yang tersisa sedikit pun.
Hutan terlarang yang keadaan nya gelap karena rindangnya dedaunan dan pohon tinggi besar itu, kini menjadi terang benderang akibat luapan nyala api yang kian membesar karena tertiup angin.
nyala api berwarna merah bara itu membakar istana dan semua asrama perguruan dukun sakti tanpa meninggalkan satupun bangunan yang tersisa.
Kedua orang yang tadi masih bertarung tanpa ada perlawanan dari sang nenek tua itu kini telah terhenti. Karena putri sudah kelelahan gara-gara serangan nya selalu ditangkis dan tidak mengenai tubuh lawan. putri yang lengah itu akhirnya terhantam kepalan tinju berkekuatan tenaga dalam dari tangan kanan nyai sumringah.
begg..!! "hegg..!! aaahhh..!!" perempuan itu terlempar dengan menyedihkan dan menabrak batang pohoh besar yang bertonjolan.
Perut tubuh perempuan itu menghantam tonjolan bekas dahan patah seukuran paha manusia. ketika jatuh terpuruk perempuan itu pingsan dan tak sadarkan diri. nyai sumringah yang tadi memandang kejadian itu segera berseru bernada gertak ke arah putri yang telah pingsan.
"mampus kau bocah dungu..!! Itulah akibat melawan gurunya sendiri..!!" lalu nenek itu mendekati putri dan mencabut pedang perunggunya untuk memenggal kepala gadis yang tak sadarkan diri.
Mendengar suara seruan nenek itu, ki sangkur palu yang tadi masih membabi buta menghancurkan apa saja yang berkaitan dengan perguruan itu, segera berpaling dan berlari ingin menerjang nyai sumringah yang akan menebaskan pedangnya ke leher putri yang sudah tak berdaya.
Sebelum ki sangkur palu melakukan itu, seseorang telah menerjangnya terlebih dahulu. nenek tua itu terlempar dan masuk ke dalam kobaran api bangunan yang terbakar dan semakin berkobar-kobar ketika raga nenek itu masuk kedalamnya.
"aaaaa..aa..tolooong..to...tolong... to..lo..ng...akuu..!!"
suara jeritan meminta tolong dari nenek tua itu terdengar sangat menyedihkan sekali.
Hati ki sangkur palu yang masih memendam perasaan cinta semasa dirinya masih menjadi suami dari nenek itu, kini nekat ingin menyelamatkan mantan istrinya yang telah lama bercerai gara-gara berbeda pendapat akan aliran yang mereka pilih.
Padahal ki sangkur palu masih sayang kepada mantan istrinya itu. berbagai bujukan telah dilontarkan kepada nyai sumringah kala mereka masih menjadi sepasang suami istri semasa muda. akan tetapi, nyai sumringah tetap keras kepala dengan pendiriannya yang ingin masuk kedalam aliran hitam. karena ki sangkur palu tidak ingin memaksakan kehendak istrinya itu, maka ia hanya bisa pasrah menerima takdir dari yang maha kuasa.
Ketika ki sangkur palu ingin menolong mantan istrinya itu, ada tangan yang menahan pundaknya dari belakang. lalu terdengar suara yang sangat dikenali oleh ki sangkur palu.
"mantan istrimu itu telah mati ki. dia tidak akan bisa ditolong lagi. dirimu harus bisa merelakan kejadian ini dan mecoba mengiklaskan apa yang engkau rasa berat karena kehilangan nya.." ujar mbah rajak menenangkan teman masa mudanya itu.
Mbah rajak yang tadi hanya bersembunyi dan baru muncul dari persembunyian nya itu, kini telah menggenggam sebuah pusaka yang menjadi bahan incaran oleh tangan-tangan yang rakus akan kekuatan. ternyata yang menerjang nyai sumringah masuk kedalam kobaran api itu adalah mbah rajak. ilmu 'Rawarotek' yang biasa nya menjadi andalan bagi nyai sumringah menjadi tawar dan tak berguna jika mati nya terbakar oleh kobaran api. ilmu itu hanya bisa dipakai jika orang yang mati itu terkena air atau lumpur basah, maka orang itu akan bangkit lagi.
Ki Sangkur Palu yang sudah menenangkan dirinya dan mengetahui siapa yang menerjang mantan istrinya itu, kini bertanya kepada mbah rajak.
"kau dapat dari mana pusaka itu kang..?? seingatku tadi, ketika si galasoka terhempas akibat serangan dari si sumringah, tongkat yang terpental dari tangan si galasoka itu tiba-tiba menghilang entah kemana..?!" ucapnya dengan terheran-heran.
Mbah rajak menjelaskan akan keheranan ki sangkur.
"sebenarnya aku yang menyambar pusaka ini ketika tadi terlempar ki. ketika aku masih bersembunyi memantau yang sedang terjadi disini, aku melihat pasukan jin berpakaian rompi hitam sedang bersembunyi dibalik bukit cadas sebelah sana.." ucap mbah rajak sambil menunjuk bukit yang berada tak jauh dari tempat itu.
Mbah rajak melanjutkan ucapan nya lagi.
"kedatangan mereka kesini sebenarnya ingin merebut pusaka ini atas perintah tuan nya ki, makanya sebelum pusaka ini jatuh ke tangan mereka, aku segera menyambar dengan ilmu peringan tubuhku. hampir saja aku kalah cepat dengan mereka. mungkin karena kekecewaan mereka kalah cepat olehku, mereka nekat menyerangku dengan kekuatan gaibnya. tanpa sepengetahuanmu, aku melawan mereka dengan pusaka ini. dan alhasil mereka kabur karena tidak sanggup melawanku. mereka segera pergi melarikan diri menghadap tuan nya. dan aku tahu siapa yang memerintahkan mereka untuk merebut pusaka ini dari tangan ku.." ujar mbah rajak menceritakan kejadian yang telah di alaminya.
"lalu siapa kang yang menyuruh prajurit itu untuk merampas pusaka itu.??" tanya ki sangkur palu masih penasaran.
"siapa lagi kalau bukan raja jin if'rit yang disembah oleh murid sesatmu itu.." jawab mbah rajak kepada ki sangkur palu sambil menunjuk seonggok jasad yang sudah tak bernyawa lagi.
Ki Sangkur palu tersentak bukan karena mendengar nama raja jin yang belum ia ketahui sosoknya. ia tersentak karena tidak menyangka murid murtadnya yang ia hajar habis-habisan itu telah mati atau tak bernyawa.
"wahh..?! mati juga dia kang..?! padahal tadi aku hanya memberi nya pelajaran atas kelakuannya yang membuat malu harga diriku.." ujar ki sangkur palu kepada mbah rajak.
Mbah rajak hanya angkat bahu sambil tersenyum. lalu ia beranjak mendekati putri yang sejak tadi pingsan.
kemudian ki sangkur palu mendekati mayat muridnya itu dan menjinjing badan besar itu tanpa merasakan berat sedikit pun. tanpa kekuatan tenaga dalam, tubuh tua renta itu mustahil bisa menjinjing tubuh seberat karung beras satu ton dan melemparkan nya kedalam luapan api yang masih membakar bangunan perguruan itu dan tanpa perasaan sedih atau berduka.
Lalu ki sangkur membatin sambil menatap kobaran api didepan nya.
"Inilah Karma bagi kalian karena tidak menuruti nasehat dariku. kalian berdua telah mati penuh dengan berlumuran Dosa." ucap batin ki sangkur palu kepada arwah mantan istrinya yang bernama nyai sumringah dan mantan muridnya yang bernama galasoka yang berjuluk garong codet.
Lalu dirinya segera bergabung dengan mbah rajak. putri yang sudah berada dibahu mbah rajak dalam keadaan pingsan itu segera dibawa. dan mbah rajak menyuruh ki sangkur palu untuk memanggul anak laki-laki yang sudah lama pingsan itu. sosok laki-laki yang tadi bersebelahan dengan putri. kini dipanggul oleh ki sangkur palu. lalu mereka berdua pergi membawa kedua anak yang pingsan itu dan segera meninggalkan kobaran api yang masih membakar bangunan bekas perguruan sesat itu menuju pondok ki sangkur palu untuk merencanakan langkah yang akan mereka lakukan selanjutnya.