Aku satu-satunya manusia yang paling tidak beruntung di dunia ini,Aku ingin menyalahkan dunia, Karena nya seolah menyudutkan ku pada titik di mana aku tidak punya pilihan untuk tidak bertahan.
Aku ingin menyelamatkan orang berharga dalam hidupku, Meski ku jual tubuhku untuk nyawa itu.
Perbuatanku seratus persen salah, Aku sadar Namun aku tidak punya pilihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sona_udaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman,BUKAN HAL BURUK
Dalam diri Celine, Terdapat setan yang terpendam. Amarahnya meluap-luap jika pun mau mungkin sebentar lagi bisa meledak.
Dia begitu marah, Marah pada Arjuna dan Mahesa yang tak bisa memberi Arjuna pelajaran. Padahal Arjuna telah berani k*rang ajar padanya.
Bagi Celine Arjuna tak ada apa-apanya, Arjuna hanya anak angkat yang numpang hidup di keluarga Suaminya.
" Memangnya dia Siapa berani-beraninya dia sama gua." Tangan Celine mengepal, asap akibat kekesalannya mengepul di kepala.
Ceklekkk.. Mahesa masuk ke kamar Celine, Menghampiri sang istri. Seperti kebiasaannya Mahesa langsung memeluk Celine dari belakang. Bermanja seperti itu adalah hal paling nyaman yang Mahesa rasakan, Terlebih mereka sudah tak bertemu selama satu minggu.
" Mahesa lepasin ah..."Imbuh Celine, Hantinya masih bercocol kesal.
" Kamu kenapa sih?" Tanya Mahesa.
" Aku kesal padamu, Kenapa kau tak memarahi Juna, Dia sudah keterlaluan padaku." Ujar Celine, Dia meluapkan kekesalannya.
" Sayang... Jika aku memarahinya Mama sama papa akan lebih memarahiku, Aku tidak bisa memarahi Juna, Lagi pula Juna tidak bersalah, Yang dia ucapkan semua benar." Mahesa tak enak hati sebenarnya pada Celine, Namun memang benar kenyataanya Arjuna tidaklah bersalah.
" Jadi kamu lebih ngebela Juna dari pada aku, Juna sudah buat aku Malu Mahesa." Marah Celine.
" Sayang, Iya Aku tahu maaf tapi aku gak bisa marahin Juna gitu aja, Ku mohon kamu ngerti ya..."
" Terserah kamu saja lah,,, Heran, Kamu kan anak kandung tapi kamu yang gak bisa berbuat apapun. Kamu juga harus sadar dong Juna itu numpang idup di keluarga kamu.."
" Celine..." Sentak Mahesa.
Celine yang terkaget, Diam seketika.
" Apa yang kamu katakan sudah keterlaluan, Keluarga ku jelas sudah menganggap Juna juga keluarganya. Bagi papa dan mama Juna adalah anak mereka juga, Tak ada bedanya antara aku dan Juna, Kamu harus paham dong sampai batasanmu bicara hal buruk itu. Aku tak suka Celine." Ujar Mahesa dengan Marah.
Mendapat perlakuan itu, Celine terkaget. Mata Celine berbinar. tak biasa ia di bentak oleh Mahesa.
" Sayang... Maaf. Bukan aku bermaksud membentak mu, Maaf Celine aku minta maaf." Mahesa Menyesal, Ia melupakan satu hanji jika ia tidak akan memarahi Celine.
" Maaf sayang.." Lirih Mahesa.
Dia merengkuh tubuh Celine dalam dekapannya, Mahesa sungguh tidak bermaksud menyakiti Celine. Sementara Celine dengan Air mata buayanya. Dia tersenyum penuh, Sungguh Dia bisa menang dengan hanya menangis. Mahesa memang tidak bisa melihatnya menangis.
" Aku mau pulang Mahesa, Aku juga mau kamu pulang.." Ucap Celine.
" Iya sayang, Kita pulang ya ke jakarta."
Mahesa semakin mengeratkan pelukan,Dalam dirinya terdapat rasa menyesal,Menyesal telah menyakiti Celine.
.
.
.
Kopi sore itu menjadi teman bagi Mahesa, Dia duduk di kursi di belakang Villa, Sambil menatap hamparan nan Luas rumput hijau, yang sudah di jadikan lapangan golf oleh keluarga Arthur itu. Di seruputnya dalam, Keadaan tampak mendung, Hujan rintik-rintik pun turun, Suana menjadi lebih dingin di puncak kala itu.
Arjuna datang menghampiri Mahesa, Dengan secangkir Kopi juga di tangannya. Dia juga membawa rokok, Dia tawarkan pada Mahesa alih-alih juga Mahesa ingin merokok. Dengan senang Mahesa menerima rokok itu, Memetiknya korek api sampai mengepulkan asapnya keluar dari mulut.
" Ada apa, Kau ingin bicara apa?" Ujar Arjuna.
" Aku akan pulang ke jakarta, Aku akan menemani Celine. Kemungkin akan lama tidak datang ke sini. Jaga perempuan itu, Juga aku ingin minta sesuatu sama kamu." Ujar Mahesa tatapannya tetap pokus pada hamparan rumput sama seperti yang Arjuna lakukan. Keduanya sama-sama sedang menyesap rokok, Hitung-hitung menghangatkan tubuh mereka.
" Kau minta apa?" Tanya Arjuna.
" Jangan bilang ke mama jika Celine berkunjung ke sini. Juga bilang ke mereka kalau aku sangat sering berkunjung. "
" Jadi kau meminta ku berbohong pada mereka." Arjuna terkekeh pelan. Tak urung perasaannya ikut geli, Mahesa sudah seperti anak kecil saja, Pikirnya.
" Hanya kali ini, Tolong aku. Aku berada dalam posisi yang membingungkan. Aku tak enak pada Celine dan tak bisa terus meninggalkannya, Lagi pula melihat Celine datang dan memaafkan aku, Kau tahu betapa bahagianya aku." Jelas Mahesa.
Arjuna terangguk-angguk, Dia menatap Mahesa dengan serius.
" Bagaimana jika Lisa tak hamil dalam waktu Tiga bulan." Tanya Arjuna.
" Itu bahkan akan jauh lebih baik, Kami akan lebih cepat bercerai. Lagi pula jika dia tak hamil dia akan tetap mendapat konpensasi juga perawatan ayahnya akan tetap kita tanggung bukan?. Bahkan itu sudah lebih dari cukup untuk menggantikan semuanya." Ucap Mahesa dingin.
Arjuna terkekeh, Sungguh di hadapannya bukan lagi seperti Mahesa. di hadapannya adalah Mahesa yang tak punya perasaan.
" Bagimu cukup Mahesa, namun penderitaan yang kau berikan tidak bisa di gantikan oleh apapun." Ucap Arjuna.
" Jangan membela dia, Dia bukan siapa-siapa bagimu." Bantah Mahesa.
"Bahkan jika bukan siapa-siapa aku, Kau tak berhak membuat orang trauma, Kau tak pantas bahkan kau harusnya tahu hal itu."
" Aku tidak ingin debat dengan mu, Hanya itu yang mau aku katakan." Ucap Mahesa sembari beranjak.
" Mahesa.... Perempuan baik seperti Lisa taakan kau temukan dimana pun. Jika kau membuangnya dengan senang hati dia akan ku jadikan Milikku, Jangan sampai nanti kau menyesal." Teriak Arjuna.
Sesaat Mahesa menghentikan langkahnya saat Arjuna bicara, Lalu Mahesa kembali berjalan tanpa menoleh pada Arjuna lagi. Omongan macam apa yang Arjuna sampai kan padanya. Mahesa tidak ingin perduli. Celine segalanya, tidak ada wanita baik selain dirinya.
Malamnya, Mahesa dan juga Celine pulang ke jakarta. Di sana para pelayan berkumpul mengantarkan Mereka. Termasuk Lisa, Dia juga melihat Mahesa pergi.
" Aku butuh bicara dengan Lisa." Ucap Mahesa pada Celine.
" Untuk apa si yank." Celine tak suka.
" Please."
Dengan berat hati Celine mengizinkan Mahesa pergi berduaan dengan Lisa.
Perasaan Lisa takut, dia dengan hati-hati dan menunduk mengikuti Mahesa dari belakang menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Mahesa menutup pintu rapat-rapat dan menguncinya. Lisa sangat kaget dan dan tubuhnya bergetar ketakukan, Sungguh Tubuh Lisa merespon ketakutan atas apa yang pernah Mahesa lakukan padanya.
" Kau kenapa?, Takut padaku?" Selidik Mahesa.
Lisa menggeleng kepala namun tetap menunduk tak berani menatap Mahesa.
" Maaf kan saya atas kejadian kemarin, Saya begitu karena membencimu, Tapi sekarang saya lega karena istri saya sudah kembali, Jadi ku harap kita impas." Jelas Mahesa.
" Apa.." Lisa tak mengerti, Dia seperti orang bodoh.
" Ya saya minta maaf padamu, kau tak dengar saya minta maaf"
Lisa kembali menunduk, Mahesa kembali membentaknya. Mahesa memijit pelipisnya, Dia bingung harus bicara apa pada Lisa agar Lisa mengerti.
Mahesa dengan pelan menarik tubuh Lisa Mendekat dengan tubuhnya, Mengangkat dagu Lisa dan ******* bibir Lisa perlahan, Mahesa terus mengeksplore mulut Lisa tapi tidak dengan Lisa, Wanita itu diam karena terkejut.
.
.
.
next thor semangat
ahayy... Arjuna.... nasib kita sama, wkwkwk 🤣
berrrrgh... sebel banget liatnya pen nabok 🤭
ya Tuhan.....
speechless aku....
kau terlalu banyak mengupas bawang thor
huwaaa.... huhuhu 😭😭😭😭😭
sudah luka, disiram lagi dengan air garam
hiks... hiks... hiks...
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
waktu akan membalas ucapan mu Mahesa
sekarang menghina, besok lusa memuja
jangan gegabah dengan ucapan dan sikap mu, Ok
baguslah kalau ada celah yang bisa membuka mata Mahesa, bahwa Celine tidak sebaik dan sesempurna yang ia duga selama ini
komen dong komen... diam-diam bae 😀🤭
bagus ceritanya thor,
😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
sebetulnya kedua pihak adalah orang yang sama sama dalam keadaan rumit ya🤔🤔🤔
kalo pun balikan, pasti mentari tidak akan menerima begitu saja. sll akan menjadi duri nanti nya.
preett.... kalo cinta kenapa selingkuh, muak dengar nya.
bagus Lisa, wanita yang tangguh. benar kata mu, saat mencintaimu saja, dia sudah selingkuh apalagi jika suatu saat kadar cintanya berkurang. hufft 😤😤😤
tetap semangat ya Lisa, jangan putus asa