Masih dlam perbaikan, baik cerita dan lainnya. Tunggu sampai selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
[Chapter 22.]
[Start.]
Sisi Dart.
Dart memandang Ular yang lumayan besar. Lalu, Dart mengeluarkan pedangnya. Lalu, dia melesat ke arah Ular tersebut.
Ular yang melihat Dart mendekat, ia menatap tajam Dart. Lalu, mengayunkan Ekornya untuk menyerang Dart.
Dart menangkis dengan pedangnya, namun terpental ke samping dan menabrak dinding.
Boom.
“Sial, aku tidak melihat serangan itu.” Ucap Dart, lalu keluar dari dinding. Dart menatap ke arah Ular dengan sengit.
Sssttttttt.
Ular tersebut melesat cepat menuju ke arah Dart. Namun Dart menyambutnya dengan pedang. Ular menggunakan kepalanya dan menghantam Dart.
Buagghh.
Dart terlempar kembali ke dinding.
Boomm.
Tai Ho, Camilie, Gremio ingin membantu Dart.
“Jangan kesini, biar aku sendiri yang melawannya.” Ucap Dart, lalu menyeka darah dari mulutnya. Dart memandang Ular tersebut sambil tersenyum.
“Dragon Armor.” Ucap Dart, seketika tubuhnya muncul Api dan keluar sebuah Armor berwarna merah, lalu muncul penutup Kepala berwarna merah dengan tanduk ke belakang, Sayap di belakang muncul. Pedang yang biasa dia pakai berubah menjadi merah dan ada retakan yang memunculkan warna merah terang.
“Mari kira bertarung lagi, Ular.” Ucap Dart, melesat dengan cepat ke arah Ular tersebut. Dart mengayunkan Pedangnya. Pedang mengenai tepat tubuh Ular tersebut.
Dinggg.
Suara benturan, antara pedang dengan sisik. Ular terpental dan menabrak dinding.
Boommmm.
Dart tidak berhenti begitu saja. Mengumpulkan energi di tangannya lalu Dart menyebarkannya di udara. Seketika tercipta 10 pedang mengelilingi Dart.
“Ten Sword of Justice.” Ucap Dart, lalu sepuluh pedang tersebut terbakar lalu melesat ke arah Ular.
Ular yang merasakan bahaya, menyemburkan Nafasnya. Pedang yang menuju ke arah Ular, hilang seketika. Dart terkejut melihat hal tersebut.
Namun, Dart tidak menyerah lalu mengeluarkan Api dan membentuk Cincin besar dan melesatkannya menuju ke Ular.
“Flame Ring.” Ucap Dart. Ular yang melihat serangan datang, menyemburkan kembali racun. Api bertemu dengan racun. Api membesar lalu menghilang dalam sekejap.
“Ular ini. Racunnya sangat bahaya.” Ucap Dart, mengeluarkan pedangnya dan terkejut saat melihat Ular yang berada di depannya.
Ular tersebut berubah, kulit yang semula berwarna hitam kini menjadi Biru, Dart melihat hal itu mengernyitkan keningnya.
“Apa yang dia lakukan?.” Ucap Dart, lalu Dart melesat menyerang Ular tersebut. Ular merespon serangan tersebut hanya dengan ekornya.
Dinggg.
Ekor ular tersebut melemah, dan membuat Dart hilang pijakan. Lalu Ular mengibaskan ekornya kepada Dart.
Buaghhh.
Dart terlempar ke dinding kembali.
Boommm.
“Darttt.”Teriak Tai Ho, Camilie, Gremio.
“Ughh, sial sakit sangat serangannya.” Ucap Dart, keluar dari dinding. Lalu meludahkan darah ke samping.
“Aku tidak apa-apa.” Ucap Dart. Lalu menatap Ular yang menatapnya dengan remeh.
Dart tentu marah, lalu tanpa sengaja dia memasuki Mode ke 2. Dart mengeluarkan 2 pedangnya lalu melesat ke arah Ular. Ekor Ular melesat menyerang Dart.
Dingggggggg.
Ekor dan dua pedang berbenturan. Dart melompat dan mengeluarkan Api yang besar.
Ular tersebut merasakan panas dari Bola yang dipegang Dart.
“Selamat tinggal.” Ucap Dart, lalu melemparkan Bola tersebut menuju ke arah Ular.
Boooooommmmmmm.
Dart turun dan menghela nafas lega, namun sebuah bayangan hitam besar muncul di atas Shin.
Belum sempat, Dart bereaksi. Bayangan tersebut terlihat seperti Ular dan menyerang Dart dengan Ekornya.
Buagh
Dart terlempar dan menabrak dinding.
Boommm.
Ular tadi berteriak dengan keras.
Shhhhhhh.
Lalu, Ular tersebut berevolusi. Semula yang berwarna biru berubah menjadi merah, lalu terbentuk Mahkota di atas kepalanya. Ukurannya menjadi lebih besar dari sebelumnya.
Tai Ho, Camilie, Gremio melihat itu terkejut. Dart keluar dari dinding. Setelah itu menatap marah ke Ular yang menyerangnya.
Dart merasa tubuhnya menjadi kuat lalu ada energi besar yang masuk. Dart terbang lalu berubah, Armor yang semula kecil sekarang membesar , lalu muncul Sayap 6 di belekangnya. Lalu kepalanya dilapisi dengan sebuah pelindung yang berbentuk seperti naga, Kedua tangannya terdapat sebuah Pedang.
“Mari kita mulai.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.