NovelToon NovelToon
Aulia

Aulia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Romansa-Percintaan bebas / Amnesia
Popularitas:37k
Nilai: 4.9
Nama Author: Meyes

Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.

Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.

Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.

Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,

pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.

bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flasback 2

Suasana ruangan, dikamar inap Kakek Kusuma nampak menantikan siuman Kakek, mereka diberitahu jika Presdir Kusuma akan segera sadar.

tidak terlihat Andreas dan juga kedua Adik sepupuhnya, mereka sengaja membawa keliling sejenak Andreas agar, saat Kakek siuman bisa diberitahu dulu tentang kondisi Andreas terlebih dahulu.

terlihat Kakek Kusuma mengercapkan sesekalii matanya karena cahaya yang masuk dimatanya.

Semua orang yang ada nampak senang, oh yah author lupa menjelaskan dimana keberadaan Ayah Adrian (Bimo) dia tidak ikut ke Indonesia untuk melihat kondisi Ayah dan juga Keponakannya, dikarenakan disedang melakukan perjalan bisnis di dua tempat dan itu memakan waktu 3 minggu, hanya Bianca Ibu Adrian yang datang mewakili.

"andre, cucuku" ucap Kakek Kusuma parau yang masih setia dengan bantuan oksigen.

Mendengar Ayah mereka berucap membuat semuanya senang bercampur sedih. terlihat Anak bungsunya mendekat.

Baim duduk perlahan disamping Ayahnya dan memegang tangan Kusuma dengan wajah teduhnya.

"ayah sudah sadar, andre belum datang, mereka sedang mampir membeli makanan, bersama rian dan juga adit" ucap Baim kepada Kakek Kusuma.

Terlihat Kakek Kusuma menoleh kearah wajah-wajah anak dan juga menantunya, ia seakan kaget melihat dijauhan ada sosok yang selama ini ia rindukan, merasa tahu ia dilihat, Bima Ayah Andreas pun berjalan perlahan.

Nampak reaksi Kakek terlihat sedih bercampur bahagia, ia selama ini merasa bahwa anak tertuanya sangat membenci dirinya, sampai-sampai tidak pernah mau pulang ke Indonesia hanya untuk sekedar menyapanya.

Bima pun mendekat tetapi Baim masih stay ditempatnya menggenggam Ayah mereka, Bima hanya berdiri disamping Adinya, Kakek Kusuma pun menatap dalam kearah anak tertuanya itu.

"maaf yah, bima baru bisa menjengukmu disaat kondisi ayah dan juga anakku harus seperti ini" ucap Bima membungkukkan badannya.

Kakek Kusuma pun hanya bisa mengercapkan matanya, tanda dia bisa mengerti dengan kondisi anaknya.

Baim pun menjelaskan sedikit, maksud Kakaknya sebelum para anak mereka datang.

"yah, begini mungkin ini sedikit mendadak hanya saja kami harus memberi tahu ayah, andre memang sudah sehat kembali hanya saja.." ucap Baim menengok kearah Bima.

Bima pun melanjutkan

"setelah kecelakan parah yang menimpa andre, dia mengalami amnesia lakunar dan disosiatif yang hanya mengingat kenangan-kenangan baiknya, sedangkan kenangan yang sedari ibunya meninggal ia sama sekali tidak ingat" jelas Bima kepada Kakek Kusuma.

Kakek Kusuma nampak kaget mendengar penjelasan tentang Andreas, jadi ia hanya bisa membulatkan matanya.

Bima pun menjelaskan kembali, karena ia merasa Ayahnya paham.

"maka, jika andre datang ayah bisa..." ucapan Bima terputus karena kedatangan Andreas yang sudah ada didepan pintu.

Pintu pun terbuka, Andreas langsung berlari kearah ranjang pasien.

"kakek, apa kakek sudah sadar.?" ucap Andreas berlari kecil kearah berlawanan Paman dan juga Ayahnya.

Nampak Kakek tersenyum dibalik selang oksigennya, dia berusaha tersenyum ketika ia mengetahui Cucunya harua amnesia, mungkin kenangan yang menimpa ia selama sesudah ibunya meninggal adalah kenangan yang ia tidak inginkan dalam hidupnya.

Aditya dan juga Adrian masuk dan berdiri tidak jauh dari tempat tidur Kakek mereka.

"kakek, apakah terlalu sakit semua ini? jika kakek sudah sehat kita akan segera pulang, yah" ucap Andreas kembali sambil tersenyum memandang Kakeknya.

Kakek Kusuma hanya bisa tersenyum dan mengangguk.

Andreas memang lupa ingatan, tapi ia tahu jika Ibunya telah tiada, tapi Andreas menghapus kenangan dimana saat semua keluarganya saling membenci dan harus memisahkan diri masing-masing, dan hanya meninggal para Sepupuh Kusuma tersebut bersama Kakek mereka.

Dan disitu juga, ia harus bermusuhan bersama Adrian dan juga Kakeknya karena kejadian menjodohkan, mungkin itulah mengapa Andreas tidak ingin mengingat kenangan yang membuat ia harus menjadi orang yang tertutup dan dingin.

Padahal Andreas adalah Cucu sekaligus Abang yang sangat penyayang.

.....

Aulia mengercapkan matanya, ia merasa asing dengan langit-langit kamarnya, dia pun menengok kearah samping dia menemukan Abangnya terbaring disofa dan Angel dibibir ranjangnya, ia pun sadar saat melihat selang infus menusuk tangan mulusnya itu.

karena pergerakan yang dibuat oleh Aulia Angel pun bangun dibuatnya.

"kamu sudah bangun.?" tanya Angel mengucek matanya

"kita dirumah sakit, penyakit lambungmu kambuh lagi, lihat bang angga, dia benar-benar ketakutan saat kamu pingsan semalam" ucap Angel lagi

Aulia pun menatap lurus kearah Abangnya, Angel pun berjalan kearah wastafel untuk mencuci mukanya, selepas itu, ia pun membangunkan Angga.

"bang, lia sudah sadar" ucap pelan Angel sambil mengguncangkan badan Angga untuk bangun.

Angga pun terbangun, sebelumnya ia merenggangkan otot yang kelelahan semalaman, saat melihat kearah Aulia ia pun sontak langsung loncat menuju keranjang pasien.

Angga pun memeriksa seluruh tubuh Adik kesayangannya itu sekali lagi karena khawatir sambil bertanya-tanya kepada Adiknya.

"lia sayang, kamu uda sadar dek, apa masih ada yang sakit? haahh, biar abanh liat dimana hhmm" ucap Angga penuh dengan rasa khawatirnya.

Angel maupun Aulia yang melihat reaksi Abang mereka, hanya tersenyum, Angel pun permisi sebentar untuk membeli sarapan dibawah.

Angel pun pergi, Aulia yang sedari tadi ingin menangis karena mengingat kejadian semalaman yang ia harus mengancam Abangnya untuk ia bisa saja meninggalkan Abangnya sendiri.

"kok kamu nangis sayang, apa ada yang sakit?" ucap lembut Angga sambil membelai lembut puncak kepala Adiknya.

Angga pun duduk kursi samping ranjang Aulia.

Aulia hanya menggeleng dan masih bercucuran airmata.

"abang, maaf, maaf aulia harua berkata seperti semalam aulia bodoh karena di.." ucap Aulia sambil menggenggam erat tangan Abangnya.

Seakan tahu maksud Aulia, Angga hanya tersenyum sambil mencium puncak kepala Adiknya dengan rasa sayangnya, tidak pula ia mengusap air mata Aulia.

"jangan nangis lagi yah, kita enggak usa bahas yang sudah lewat, jika aulia sayang sama abang, maka aulia harus segera pulih dan kita bisa melanjutkan apa yang kamu mau sayang yah" ucap Angga menenangkan Adik kesayangannya itu.

Mendengar ucapan Angga, Aulia pun berhenti menangis dan tersenyum.

......

Kakek Kusuma sudah pulang kerumah kembali, Aditya baru saja berangkat kembali untuk melanjutkan tour solonya, Bima pun sudah menjelaskan semalaman tentang maksudnya untuk membawa Andreas bersamanya, sampai Andreas bisa mengingat kembali ingatannya.

Sebelumnya Kakek Kusuma tidak setuju, tetapi itu semua karena keinginan Andreas juga, yang ingin berkunjung kemakam Ibunya, dan ingin sekali berlibur, maka Kakek pun mengizinkan.

Paman dan juga Auntynya Orang tua dari Aditya sudah berangkat pulang ke Singapura, karena mereka memang sudah lama tinggal disana.

Begitu pun, dengan Ibu Adrian bersamaan dengan pulangnya Adik iparnya Bianca pun pulang, sebelumnya Andreaslah yang menahan agar lebih lama lagi untuk Bianca berada di Indonesia, sampai Andreas pergi.

Tetapi karena Ayah Adrian akan segera tiba 3 hari lagi dari perjalanan bisnisnya maka Bianca harus memberikan pengertian yang ekstra juga untuk Andreas agar bisa melepaskan Auntynya itu pulang.

Bahkan Adrian anaknya sendiri hanya tertawa dibuat oleh kelakukan Andreas yang nampak menggemaskan, karena ia tahu Andreas sudah menganggap Ibu Adrian seperti Ibunya sendiri.

Sebelum Andreas pulang, Ayahnya harus bertemu dengan beberapa Klien mereka yang berada di Indonesia dulu, itu akan memakan waktu 3 hari, maka Andreas yang merasa bosan memutuskan berjalan-jalan menghibur diri.

Ia bermaksud untuk mengunjungi Adrian dikantor, tetapi karena diperjalan ia merasa ingin mampir dulu, ia pun membelokkan arah laju mobilnya ke salah satu Mall milik keluarga mereka.

Andreas memarkirkan mobilnya, saat turun dari mobil ia merasa tidak tampak asing dengan Mall itu, tapi karena pikirannya bahwa itu adalah milik keluarga dia pun langsung masuk kedalam.

Andreas nampak berjalan-jalan santai sambil menikmati pemandangan orang-orang disekitarnya, ia memilih duduk di salah satu cafe yang ada disana.

Karena merasa sudah cukup, ia pun kembali berjalan, entah karena memang naluri atau sesuatu yang mengganjal, Andreas pun menaiki eskalator naik kewahan bermain, saat sampai ditempat itu, Andreas terpaku sejenak ia merasa seperti pernah kesana.

Karena berusaha mengingat alhasil Andreas sempat terhuyung tetapi ia dengan sigap langsung memegang dinding disana. ia pun memijat kasar keningnya, entah mengapa ia mendengar tawa yang ada dalam ingatannya, Andreas pun langsung berbalik kearah eskalator kembali untuk turun.

Sejenak ia duduk didepan Toko buku yang pernah ia datangi dan bertemh dengan Aulia disana, ia belum menyadari, ia masih pusing masih tertunduk sambil memijat keningnya, saat mendongakkan kepalanya, ia dapat lihat dengan jelas toko itu,

"mengapa aku seperti tidak asing dengan semua ini, siapa sebenarnya yang bersamaku saat itu" ucap Andreas sambil beranjak dari duduknya untuk masuk ke Toko buku tersebut.

Lama ia mengamati setiap rak yang berbaris rapi dengan buku-buku itu, dia terhenti dengan Buku yang bertuliskan novel ia ia pernah baca bersama Aulia, karena penasaran ia pun mengambilnya dan kembali ke kasir untuk membeli.

.....

Adrian tidak begitu sibuk, ia sedang menyelesaikan laporan keuangan perusahaan yang belum sempat ia periksa, karena sangkinh seriusnya ia tidak sadar dengan kedatangan Andreas.

Andreas sengaja tidak mengetuk pintu ruangan Adrian, ia langsung duduk disofa yang terdapat ditengah-tengah ruangan itu, karena sangking seriusnya Andreas pun berusaha bersuara.

"sibuk sekali yah.?" tanya Andreas sambil membuka beberapa makanan yang ia beli di cafe tadi.

Adrian yang serius langsung kaget dengan sosok yang menegurnya.

"astaga, sejak kapan kamu disitu?" ucap Adrian mengelus dadanya.

Adrian pun meletakkan kacamata miliknya dimeja kerja dan beranjak dari duduknya kearah sofa tunggal yang disamping Andreas untuk duduk.

"sejak tadi, belum lama juga sih!" ucap Andreas sambil meneguk minumannya.

"tumben ke kantor" ucap Adrian, Andreas hanyw mengernyitkan dahi tanda bertanya

"bukan, maksudku kenapa bisa ke kantor, ada apa?" elak Adrian

Adrian pun hampir saja keceplosan, dia pun meneguk minuman dingin dihadapannya dan memakan berberapa potong kuenya.

Andreas yang bermaksud bertanya langsung tidak jadi dan tersenyum lebar.

"hanya saja bosan dirumah terus, emang masalah yah kalau aku kesini, oh ya sampai lupa, kamu kan bos!" goda Andreas sambil terkekeh.

Adrian hanya terkekeh sambil tersenyum dibuat oleh Andreas, sebelum kecelakan dia tidak pernah melihat Andreas seakrab ini dengannya.

......

"lia, makan yah" ucap Angel sambil menyodorkan bubur kearah Aulia.

Aulia yang sedang termenung hanya melihat kearah Angel, dan ingin sekali menanyakan hal yang selalu terganjal dihatinya.

melihat Aulia yang hanya diam tidak bereaski, Angel pun mengelus lengan Aulia dengan tatapan penuh perhatian dan sayang.

"ada apa, apa kamu butuh sesuatu? atau pengen makanan dirumah, aku telepon pak tarjo yah, buat suruh bibi masakin makanan kesukaanmu?" tanya Angel mencoba membuat Aulia berbicara

Aulia pun hanya mengangguk terdiam, saat Angel mencoba menghubungi Pak Tarjo, Aulia mencoba berbaring membelakangi Angel, ia ingin mencoba mengingat kenangan bersamanya dengan lelaki yang ia cintai.

"halo pak tarjo, tolong bilang ke bibi buat siapain makanan kesukaannya non lia, tapi bilang jangan yang berminyak yah, kalau sudab siap segera bawa ke rumah sakit" Perintah Angel yang hanya di iyakan oleh Pak Tarjo supir pribadi Kelurga Wijaya itu.

Angel pun meletakan ponselnya dinakas samping tempat tidur Aulia, Angel yang sedari tado melihat tingkah Aulia, mencoba mengajak bicara Aulia kembali.

"lia, apa kamu sudah tidur?" ucap Angel sambil memegang lengan Aulia.

Aulia pun yang sedari tadi melamun, langsung berbalik kearah Angel mencoba menutupi apa yang ia rasakan, tapi bukan Angel namanya jika ia tidak mengetahui apa yang ia lihat sekarang.

"kamu kenapa? jika ini masih menyangkut lelaki itu, apa perlu aku telepon dia sekarang?" ucap Angel sambil mencari nama kontak Kusuma.

Aulia hanya geleng-geleng kepala untuk menghentikan Angel, tetapi Angel sudah terlanjur gemas melihat Aulia yang tidak mau memperhatikan dirinya sendiri demi seorang Andreas itu.

terdengar suara dering dari seberang, Angel mencoba menelepon Andreas tapi sudah tidak aktif, akhirnya ia menelepon Adrian untuk bertanya.

"halo, halo, rian, apa kamu disana? ada yang ingin saya bicarakan?" ucap Angel bertubi-tubi.

Adrian terlihat berbisik-bisik sambil menjawab Angel dari telepon itu.

"ia ngel, maaf aku sibuk sekali sekarang, maaf" ucap Adrian menyudahi dan menutup telepon kembali.

Angel malah dibuat geram oleh tindakan Adrian yang mematikan panggilannya seenaknya saja, Angel pun melihat kearah Aulia

"percuma ngel, sudah berkali-kali aku menanyakan lewat rian dan juga adit, tetapi tidak ada satupun yang mau menjawab pertanyaanku, seakan mereka ingin menghindariku, itu makanya aku makin gila dibuat lelaki itu, dia menghilang tanpa jejak" ucap Aulia parau menahan tangis.

Angel yang merasa bersalah, langsung memeluk Aulia dengan sayang, ia tidak ingin Aulia mengingat Andreas lagi, karena jika Angga tahu maka Angel yang akan dimarahi.

Angel melonggarkan pelukannya dan duduk kembali, nampak Angel tersenyum sambil mengusap air bening yang jatuh dari kelopak mata indah Aulia.

"uda, enggak usa diteruskan, kita coba untuk tidak mengingatnya lagi yah, walau itu akan sulit, ada aku yang akan selalu mendukungmu okey!" Angel menenangkan hati Aulia.

Aulia hanya membalas senyuman, tidak lama kemudian Dokter Tian masuk ingin memeriksa keadan Aulia.

"permisi nona angel dan aulia, saya akan memeriksa sebentar yah" ucap Dokter Tian penuh dengan wibawa.

terlihat Dokter Tian memeriksa kondisi Aulia, saat ia rasa cukup, Dokter pun nampak tersenyum dan berusaha mengingatkan kembali kepada Aulia agar selalu menjaga kondisinya.

"penyakit yang sempat kambuh, nampaknha sudah sembuh, hanya saja saya ingin mengingatkan sekali lagi pada nona untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan nona, karna jika nona sakit, tuan angga pasti akan sedih" ucap Dokter Tian yang sudah mengenal baik keluara Wijaya.

"baiklah, saya permisi dulu masih banyak pasien, oke nona jaga kesehatanmu" tambah Dokter Tian selepas pergi meninggalkan ruang rawat pasien.

telepon Angel berdering, terlihat Pak Tarjo memanggil.

"iya pak, oh oke saya kebawah sekarang" ucap Angel sambil menyimpan kembali ponselnya di nakas disamping kasur Aulia.

"aku ke bawah dulu yah, enggak apapakan aku tinggal sebentar" ucap Angel memastikan keadaan Aulia.

Aulia hanya menganggukkan kepalanya, Angel pun beranjak dari ruangan menuju tempat parkiran.

Aulia nampak sesekali menyelidik kearah ponsel milik Angel.

.....

diruangan Presdir nampak Andreas sedang asik memainkan iPad, terlihat Andreas sendiri, Adrian baru saja keluar dari ruangan untuk mengurus sesuatu hal.

Adrian yang terburu-buru lupa membawa ponselnya yang tertinggal di meja kerjanya. tidak lama setelah Adrian keluar ponsel itu berdering ada telepon masuk.

Andreas yang penasaran langsung beranjak menghampiri suara ponsel itu, ia dapat melihat dengan jelas nama sih penelepon.

"angel" gumam Andreas

Dia pun mencoba mengangkat untuk memberi tahu jika pemilik telepon ini sedang tidak ada ditempat, ia pun menyimpan dikupingnya untuk mendengar suara sebelum ia mengehla nafas.

"halo" ucap Andreas

tetapi ia tidak mendapat sapaan dari seberang telepon itu, ia pun bersuara kembali.

"halo, maaf pemiliknya sedang keluar, apa ada yang ingin disampaikan?" ucap Andreas kembali

karena tidak ada sahutan dari seberang, ia ingin mematikan panggilan itu, tapi sebelum beranjak dari kupingnya, terdengar suara diseberang menjawab dengan suara lirih.

"andre" ucap Aulia yang sedang menagkupkan tangannya dibibir untuk menahan tangisnya agar tidak keluar.

Andreas yang masih bisa mendengar suara itu walau kecil, ia pun mencoba bersuara, tetapi karena dia mendengar suara diluar ruangan itu menuju ruangan yang ia tempati maka ia pun langsung mematikan panggilan tersebut dan meletakkan kembali ponsel Adrian ditempat.

Adrian berjalan masuk ke ruangannya bersama dengan Sekretaris Mike, ia melihat Andreas masih stay ditempatnya memainkan iPad ditangannya.

tetapi karena Andreas berusaha mengingat suara tadi, ia bisa meraskan seperi tidak asing dengan suara orang dibalik panggilan tadi, karena sangking kerasnya ia ingin mengingat maka, sakit kepala yang sempat kambuh di Mall tadi terjadi lagi dan ia pun langsung kesakitan.

"aaahhhh., aaahhhh" keluh Andreas

Adrian yang baru saja duduk langsung berlari kearah Andreas yang terlihat kesakitan, Sekretaris Mike nampak khawatir.

"ndre, andre, sakit lagi yah, please jangan memaksakan dirimu, dimana obatmu hhhmm" ucap Adrian sambil memegang erat pundak Andreas dengan rasa khawatirnya.

Andreas hanya menunjuk kearah handbag yang ia bawa selalu, disana ada beberapa obat-obatan untuk pereda nyeri Andreas dan segalanya.

Adrian nampak mencoba untuk memaksa Andreas untuk minum, terlihat Sekretaris Mike memberikan gelas berisi air putih untuk Andreas kepada Adrian.

......

Setelah Aulia mendengar suara Andreas, ia nampak tidak percaya, tetapi ia dengar dengan jelas suara yang ia hafal betul itu adalah suara Andreas lelaki yang membuat ia jatuh sakit karena memikirkannya.

Aulia hanya bisa menangkupkan kedua tanganya mencoba untuk menahan tangisnya, tetapi air bening diujung kelopaknya itu denga bebas jatuh ke pipinya.

Ia tidak menyangka Andreas, seperti tidak mengenalinya, beberapa saat ia mencoba menatap ponsel Angel kembali berharap agar itu panggilan dari Andreas tapi nihil, ia tidak menerimanya.

Angel yang baru masuk, terpaku melihat kearah Aulia yang sedang menangis, Angel pun segera menghampiri Aulia tak lupa ia meletakkan rantang bawaan dari rumah yang dibawa oleh supir mereka.

"astaga, lia, kamu kenapa?" ucap Angel mencoba mencari tahu penyebab Aulia menangis.

Aulia nampak mengusap dengan kasar air bening yang jatuh disudut matanya itu, ia nampak menutupi dengan wajah yang tidak terbaca.

"enggak, enggak kenapa-napa kok, aku ke toilet dulu" ucap Aulia sambil beranjak dari tempt tidurnya menuju wc yang disediakan didalam ruangan tersebut.

......

Adrian nampak menunggu kesadaran Andreas, setelah Adrian berusaha membuat Andreas minum obat pereda nyerinya, nampak Andreas tertidur sejenak, tidak lama kemudian Andreas mengercap matanya nampak masih ada rasa sakit yang menjalar dikepalanga itu.

ia pun memegang keningnya dengan berusaha memijatnya, ia bangung dari baringnya yang masih disofa ruangan Adrian, ia sadar ada sosok mata yang sedang menunggunya dengan cemas.

melihat Andreas sadar, Adrian pun mengambil gelas berisi air putih untuk Andreas teguk.

"ini, minumlah sedikit" ucap Adrian merasa khawatir

Andreas nampak melihat sekilas kearah Adrian, dan langsung meneguk minuman tersebut.

melihat Andreas sudah sedikit mendingan, Adrian ingin bertanya soal kesakitannya tadi, tapi ia takut itu akan menimbulkan dampak negatif kepada Andreas lagi, urung ia niatkan, tetapi Andreas dapat melihat dengan jelas, ia juga ingin bertanya mengapa wanita itu mengetahui namanya.

"rian, siapa dia?" tanya Andreas dengan menyandarkan kepalanya disandaran sofa sambil memijat pelipisnya.

Adrian yang mendengar pertanyaan itu, hanya bisa mengernyitkan dahi dan bertanya kembali.

"maksudnya?" ucap Adrian penasaran.

Andreas pun membenarkan posisi duduknya menghadap kearah Adrian, ia ingin mendengar dan melihat langsung dari bibir Adrian.

"wanita yang ada dikontakmu itu, dia memanggil namaku, sepertinya dia mengenalku apa sebelum aku lupa ingatan, aku berhubungan dengan wanita?" tanya Andreas kembali dengan wajah seriusnya.

Adrian yang mendapatkan pertanyaan itu, hanya bisa terpaku dan membisu ia berpikir keras, yang akhirnya ia mengambil ponsel dimeja kerjanya dan memeriksa panggilan masuk saat Andreas menerima telepon.

ia melihat panggilan itu beratas nama Angel, ia sudah mengerti pasti Aulia yang menghubunginya, akhirnya ia mencari alibi untuk menyembunyikan semuanya, untuk Andreas tidak merasa kesakitan lagi.

"oh, angel ia teman kita, dia pasti mengenalmu, bukan apa-apa, pasti dia hanya membutuhkan sesuatu karena sebelumnya kami ada janjian" ucap Adrian menyembunyikan.

Andreas berusaha mengingat tapi ia tidak mau terlalu jauh, ia tahu bahwa dirinya hilang ingatan tetapi ia hanya mengingat sebagian saja ingatannya.

tetapi dibalik penjelasan yang diberikan Adrian, ia belum merasa yakin, tapi ia berusah menerima saja.

Adrian hanya terdiam dibalik meja kerjanya sambil duduk dimeja kerjanya kembali untuk membereskan pekerjaan, sesekali ia memandang Andreas.

"maafkan aku andre, apa kepetusanku untuk menyembunyikan aulia darimu adalah salah aku tidak tahu, hanya saj kesembuhan yang penting sekarang, agar kau bisa kembali normal lagi" gumam Adrian merasa bersalah.

......

Besok pagi Andreas akan berangkat bersama Ayahnya ke Amerika, dia membereskan sisa-sisa keperluannya, sebelumnya semuanya sudah diurus dan dirapikan oleh pelayan rumah mereka.

Andreas nampak memilih-milih beberapa buku dan kebutuhan lainnya, saat ia mengambil buku yang ada dibarisan rak atas, tiba-tiba saja semua buku itu berhamburan jatuh ke lantai, ia pun mengambil dan menaruhnya dikasur, tak lupa ada satu buku yang dulu pernah ia miliki sama dengan buku Aulia.

ia pun mengambil dan meletakkan didalam kopernya yang masih kosong.

sebelumnya Adrian dan juga Aditya sebelum Andreas sudah diperbolehkan pulang kerumah, Adrian dan juga Aditya menghapus jejak yang berhubungan dengan Aulia dan semua kenangan yang menyakitkan buat dia, baik itu kartu memori dan kartu ponsel milik Andreas, dan semua yang berhubungan dengan Aulia.

tetapi Adrian tidak membuangnya, ia menyimpan di sebuah kardus dan menyimpannya di kamar miliknya.

.......

Keesokan harinya, Aulia bertekad untuk melupakan sosok laki-laki yang sudah membuat ia jatuh, dan membekaskan luka yang teramat baginya.

bagaimana tidak, Andreas adalah cinta pertama untuknya, dia mengenal cinta lewat lelaki itu, tetapi semuanya seperti ditelan oleh bumi yang hilang tanpa meninggalkan pamit untuknya.

ia sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, ia dijemput oleh Abangnya, dan juga yang selalu setia bersamanya yaitu Angel.

lampu jalan berwarna merah semua kendaraan yang ingin lewat berhenti tidak lupa juga mobil yang ditumpangi Aulia.

Aulia sesekali memandang kearah luar jendela mobil, ia duduk dibarisan depan bersama sang Kakak. Saat ia melihat kearah kirinya, ia melihat dengan jelas orang yang ada dibalik mobil tersebut.

"andre" gumam Aulia

sekilas ia melihat Abangnya, yang direspon dengan senyum manis untuknya.

ia hati memberitahu Abangnya tapi ia takut, akhirnya saat ia melihat lagi, orang yang ada didalam mobil itu sekilas melihat kearahnya tetapi dengan wajah yang tidak kenal.

Aulia membalas tatapan itu dengan wajah sedih, bingung, marah, rindu bercampur menjadi satu.

lampu jalan berubah warna, yang artinya untuk kendaraan diperbolehkan berjalan kembali, kedua sosok mata itu masih saling melempar pandangan, yang satu heran dan bingung yang satunya sedih dan juga rindu, mobil mereka pun berjalan terpisah.

Terlihat mata Aulia sembab, ia pun berusaha agar tidak mengeluarkan airmatanya, ia duduk dalam diamnya dan bertanya-tanya mengapa lelaki itu seperti tidak mengenalnya.

......

sedangkan Andreas yang melihat sosok wanita dilampu merah tadi, merasa heran dan bingung sesekali ia memijat pelipisnya yang mulai sakit, melihat tingkah Andreas dibelakang seperti orang kebingungan, Adrian yang menyetir bersama sang Paman, hanya bisa saling lempar pandangan.

karena tidak tahan menahan sakit, ia pun berucap kepada kedua orang yang ada didepannya.

"kenapa akhir-akhir ini, sakit kepalaku makin parah" ucap Andreas sambil membenamkan wajahnya dikursi mobil.

Adrian yang sedang mengemudi hanya menghela nafas pelan, dalam pikirannya, alangkah lebih baiknya Andreas untuk mencari sesuatu yang baru, jika ingin kondisinya membaik, karna jika dipaksakan yang ada Keluarga Kusuma akan kehilangan Andreas.

Tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta Andreas dan Paman Bima sudah terlihat memasuki Antrian untuk diperiksa, tak lama dari situ mereka pun sudah berjalan meninggalkan bandara menuju pesawat, Adrian hanya melambaikan tangan dan tersenyum, sesekali ia merasa lega tetapi ia juga merasa apa semua ini akan baik-baik saja bagi Andreas dan Aulia atau tidak, ia benar-benar bimbang.

......

Aulia yang sudah masuk di dalam rumah, hanya melangkah dalam diam dan termenung, Angga yang menyadari sifat Aulia sedari tadi, memberi intruksi kepada Angel untuk membawa Aulia masuk untuk istirahat, jika tidak mungkin Angga akan meledak saat itu juga, bagi Angga sudah cukup Aulia harus memikirkan lelaki yang menurutnya sangat tidak penting lagi untuk kehidupan Adiknya itu.

terlihat Angel menuntun Aulia naik ke lantai atas menuju kamar miliknya, saat didalam kamar, Angel meletakan perlahan tas Aulia di lantai, Angel pun duduk perlahan dibibir ranjang sambil menatap raut wajah Aulia yang sama sekali tidak ada reaksi sedikit pun.

"lia, apa ada sesuatu?" ucap Angel memegang lengan Aulia.

Aulia yang sempat termenung kini beralih pandangan kearah Angel dan tersenyum memaksakan diri.

"enggak ada, mungkin aku terlalu lelah" ucap Aulia membenarkan diri kesandaran ranjangnya.

Angel pun berdiri dan memilih untuk meninggalkan kamar Aulia

"jika seperti itu, aku akan ke luar, kamu istirahatlah dulu" ucap Angel menuju pintu.

tetapi tangan Angel berhenti memutar hendel pintu tersebut saat Aulia memanggilnya lagi, dan berputar kearah Aulia.

"ngel, apa aku bisa melupakannya, aku tahu, kak angga sangat membenci lelaki itu, tapi terkadang bayangan akan dirinya membuat aku sedih" ucap Aulia sambil menatap kedua bola mata milik Angel dengan berkaca-kaca menahan tangisnya.

Angel yang mendengar langsung berjalan menuju Aulia dan memeluk wanita yang kini sedang rapuh ditinggalkan Kekasihnya yang tanpa pamit itu.

"jika ingin menangis, menangislah tetapi ini akan jadi tangisan terakhirmu untuknya" ucap Angel menenangkan sambil mengelus pundak Aulia dengan sayang.

Aulia pun meluapkan tangisnya didalam pelukan Angel dengan sejadi-jadinya. entah mungkin suara tangisnya didengar oleh orang rumah atau tidak ia sudah tidak kuat menahan bendungan airmata itu.

dibalik pintu kamar Aulia, Angga nampak menyimak dan mendengar percakapan Angel dan juga Aulia sampai pada titik Aulia menangis, Angga pun beranjak dari sana, ia bertekad untuk membuat Adiknya lupa akan lelaki yang sudah membuat Adiknya itu menderita karna dirinya.

.....

readers maaf jika flasbacknya agak singkat, maklum masih belajar, jika penasaran dengan semua cerita Aulia jangan lupa vote dan like yah.. 😉

1
n_jesika
lanjut thorr
Siti Shalehah Ctg
terimakasih telah kembali Thor...
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
n_jesika
tolong ini lanjutan nya mna 😫
Rupink Chiabella
nabrak mulu
Nia Kurniasih
lamjut...
Aisyah Ajja
kebiasaan deh lg serius2nya baca berhenti ga da lanjutan
Nia Kurniasih
lanjut..
Nia Kurniasih
lanjut...
Tika
semangat!!
Tika
aku mampir di sini...
Suyen Narti
aku suka aku suka ceritax bagus
Nia Kurniasih
lanjut....
milnau
keren 😍😍ceritanya bagus. Semangat thor nulisnya. Btw aku pendatang baru nih. Aku butuh masukan, kritik dan sarannya. untuk novelku "Gigi". Ditunggu ya kedatangannya. Makasih
RA💜<big><_
kak q mampir bawa boomlike dan bintang lima buat kakak, semangat

mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit

salam santun dariku Rija Annisa
Cokorda Swastika
tata naskahnya buat pusing... rapat2...
Dinda Fitrianingsih
seru kayaknya cerita anak sekolah,,
Kinan Adina
keren
Nita Ve
Keren ceritanya😍
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!