YOSHIDA HANA.Gadis 25 tahun , seorang cucu angkat dari seorang pemimpin mafia.
Gadis cantik dan kaya raya dengan berbagai bisnis dan berkemampuan khusus.
Hidupnya hancur dan bahkan menjadi pelakor. Kisah itu berawal dari masa lalunya yang memalukan.Hana diperkosa saat usia remaja dan selang beberapa tahun kemudian , Hana dijadikan budak seks oleh pamannya sendiri sampai Hana hamil dan terpaksa harus menikahinya.
Kisah yang berawal dari dendam dan berakhir menjadi cinta yang sulit untuk diuraikan.
Kecelakaan kedua orangtuanya semakin menambah pilunya nasib hidupnya.
Ini adalah novel pertamaku.Selamat membaca dan terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep .23 Makan malam bersama
Kediaman Ronald begitu sepi tanpa ada canda dan tawa dari Hana. Sekarang ini ia lebih pendiam dari sebelumnya. Mereka tengah asyik menikmati makan malam dalam diam.
Tadi Hana memesan banyak makanan, ada pizza, hamburger ,lasagna dan yang lain. Malam ini dia memilih makanan barat ,karena makanan-makanan itu mengingatkan Hana akan mamanya.
Carmen ,Wiji dan Hana mempunyai selera yang sama. Bahkan hampir sama, memudahkan mereka jika makan bersama ataupun pesan bersama. Mereka begitu menikmatinya, entah karena suka atau memang kelaparan .
Malam ini Hana melarang Bu Ros untuk masak karena memang tadi siang sudah memberitahukan kepadanya.
Setelah sekitar 30 menit makan bersama ,mereka berkumpul di ruang keluarga. Asyik berbincang dan juga membicarakan hal-hal seputar dunia lain mereka.
"Barengan saja kita pulangnya ." Hana membuka percakapan. Memandang Carmen, sahabatnya.
"Iya lagian akan lebih rame." Hana menambahkan.
"Pasar kali ramai."Wiji nyeletuk.
"Ogah ach keburu jamuran kelamaan disini."Carmen menjawab dengan asal.
Hana dan Wiji saling pandang dan tawa mereka pun pecah.
"Hahahahhaa Oh My God, Tuan Putri lagi kebelet. Awas awas hahaha." Hana ketawa renyah.Ia paham sekali maksud Carmen.
"Astaga Hana dasar kamu ya." Ikut ketawa karena ulah jahil sahabatnya itu.
"Wiji memangnya kamu tidak?" Tanya Carmen.
"Dasar otak kotor, enak saja kamu." Wiji melempar bantal sofa ke arahnya.
Hana yang melihat tak mampu menahan tawa. Riuh redam suasana malam ini.
"Hmmmmmm bagaimana dengannya, kita habisi dia disini atau kita bawa ke J?" Tanya Wiji.
"Cepat habisi dia Hana, akupun tak sabar melihat dia. Jadi mainan barumu." Carmen merasa sangat tidak suka dengan orang itu. Emosinya ikut keluar.
"Biarkan dia tersenyum untuk beberapa hari dulu, aku mau dia merasakan seperti apa yang mommy dan papaku alami sebentar lagi."
"Apa kakekmu dan Ben tahu akan hal ini Han?" Carmen bertanya.
"Mungkin. Tidak ada yang tidak diketahui oleh kakek akan diriku." Jawab Hana yakin.
"Berhati-hatilah Han Wij. Duniamu yang sebenarnya sudah bermula." Carmen memperingatkan mereka.
Hana dan Wiji saling pandang lalu dengan serentak," Siap Tuan Putri Carmen."
WKWKWKKKKKK
Tawa mereka pecah seketika.
➡️➡️➡️Hotel XXX
"Jaga donk sikap anakmu itu, semua bisa hancur gara-gara dia. Rahasia kita bisa saja terbongkar kalau seperti ini." Dengan emosi memperingatkan lelaki paruh baya itu.
"Sabar sayang ,jangan marah-marah terus,nanti hilang cantikmu huhhhhhhh." Menjawab lalu dengan santainya ia membuka lebar-lebar paha wanita itu dan mulai menindihnya.
"Aaahhhhhhhh. Kamu ini kebiasaan." Memberikan posisi terbaiknya, agar miliknya dapat masuk dengan sempurna.
"Ohhhhhhhhh nikmatnya Sar , sudah lama aku tidak merasakan punyamu Sar." Lanjutnya.
"Dasar nakal." Wajahnya manyun tetapi bagian bawahnya terus meminta. Sarah dengan senang hati melayaninya.
"Setidaknya aku sudah dapat banyak uang darinya, aku hanya perlu membuka pahaku untuknya." Batinnya sambil terus menggodanya. Lelaki itu dibuat tidak berdaya akan kemahiran Sarah di atas tempat tidur.
Malam itu Sarah baru saja selesai melayani pengusaha paruh baya itu. Sementara lelaki itu tertidur pulas karena aksi panasnya, Sarah segera berlari ke kamar mandi untuk menjawab panggilan.
"Hallo ada apa sayang?"
"Kamu dimana, aku akan ke tempatmu sekarang." Jawabnya.
"Aku masih diluar sayang. Masih ada kepentingan."
"Cepatlah pulang. Aku menunggumu!" Perintahnya.
TIT
"Ah bagaimana ini? sial sial." Umpatnya sambil bergegas memakai pakaian yang tadi. Ia tidak sempat membersihkan diri. Dengan terburu -buru Sarah menulis nota dan meletakkannya di atas nakas. Dengan sangat hati-hati dia meninggalkan tempat itu .
Malam itu akan menjadi malam yang panjang untuknya. Dan sudah dapat dipastikan dia akan meminta lebih mengingat dua-duanya mempunyai hasrat yang tinggi.
➡️➡️➡️➡️➡️
APARTEMEN SARAH.
CEKLEK
Sarah membuka pintu apartemennya dan mendapati Robert tengah duduk di ruang tamu. Ia sudah bertelanjang dada. Mukanya sangat kusut dan kesal.
"Darimana saja kamu huhhhh?" Memandang Sarah dengan kesal.
Sarah melepas sepatunya dan menaruh tasnya di atas meja. Mengatur nafas dengan baik lalu dengan santai menuju sofa dimana Robert duduk. Membelai rambut Robert yang berantakan dan memainkan jari-jemarinya ke dada bidang kekasihnya itu.
Robert menoleh dan menatapnya," Bagaimana apakah kau sudah dapat data-datanya.?" Sambil memegang paha Sarah.
"Tentu saja sayang." Sarah berbisik ke telinga Robert.
"Bagaimana dengan si tua bangka itu?" Robert bertanya lagi sambil meremas bukit kembarnya.
"Dia sudah aku taklukkan jangan kuatir." Sarah dengan senang hati membuka kemejanya, agar Robert leluasa bermain di dalam.
"Bagus sayangku." Tangannya beralih ke bawah. Sementara tangannya keluar masuk gawang Sarah, Membuat Sarah menggelinjang hebat.Robert dengan rakusnya ******* bibir Sarah. Mereka saling berpagut dan ********** seakan tak akan terlepas. Sarah yang memang mahir , dia bahkan meminta lebih tanpa rasa malu sekalipun.
"Cepatlah, jangan membuatku gila sayang."
Tiba-tiba ada panggilan dari Reita. Sontak mengagetkan mereka berdua. Sarah dengan tubuh polosnya, sempat meradang melihat siapa yang menelepon kekasihnya itu. Ia lalu menghentikan aksinya dan berlalu ke kamar. Membanting pintu dengan keras .
"Dasar tidak tahu diri." Umpatnya menuju kamar mandi.
Robert dengan tanpa bersalah menjawab panggilan tersebut. Dirinya masih sempat bercanda dengannya. Meski hanya sebuah bohongan semata. Ia tidak boleh kehilangan Reita ,setidaknya untuk saat ini. Selang beberapa menit , ia mengakhiri panggilan tersebut.
Ia menyadari jika juniornya masih menegang hebat. Dengan segera ia mencari Sarah di kamar. Pintu kamar tidak terkunci begitupun juga dengan pintu kamar mandi.Memudahkan dirinya masuk tanpa ada kegaduhan. Robert melihat Sarah sedang berendam di bathtub ,dengan menyandarkan kepalanya.Dengan pelan Robert ikut masuk kedalam dan berendam bersama. Sarah kaget dan langsung berbalik badan. Ia berencana bangkit dan meninggalkan Robert, tapi tangannya ditahan.
"Please." Memohon .
Dengan kesal Sarah menggandeng tangan Robert, Mereka menuju ke sofa yang ada di dalam kamar. Dan menuntaskan hasrat yang sempat tertunda tadi. Robert yang suka bermain kasar membuat Sarah kelimpungan.
"Jangan cuba-cuba menolak ." Berbisik lalu menghisap leher Sarah dengan lembutnya.Sementara juniornya mengaduk-aduk milik Sarah tanpa henti. Tanpa Sarah sadari ,ia sangat menyukainya. Robert tersenyum puas dibuatnya.
Hampir sampai pagi ,mereka berkali-kali melakukannya. Dan malam ini Robert menginap di apartemen Sarah.
Robert masih terlelap saat Sarah sudah rapi dengan baju kantornya. Hari ini ada meeting penting dan dia tidak boleh terlambat.
"Maaf sayang ,aku pergi dulu. Semua yang kamu perlukan ada di dalam laci. Ambillah!"
Seperti itulah kurang lebih pesan yang sarah tinggalkan. Ia lalu bergegas berangkat menuju kantor .
sukses
semangat
mksh
salam dari Cinta Satu Malam Ceo 🤗
mampir juga ya ke karya aku ( Ayah dari calon anak sambungku )
Terimakasih 🙏