NovelToon NovelToon
Gadis Mr. Elan

Gadis Mr. Elan

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:700k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rati Tiwi

Gadis Bellova yang terjebak di rumah mewah milik pria yang baru dikenalnya, Elan Ferdiand Bocelli. Tempat di mana membawanya terjerumus ke dalam masalah besar hingga akhirnya Gadis Bellova menjadi tahanan oleh pria tersebut. Namun tidak disangka ada sesuatu yang tersembunyi diantara mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rati Tiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi Dan Kembali

"Bagaimana tawaran Paman, El? Kamu sudah memutuskannya?" tanya paman Marcel yang tiba-tiba masuk ke ruangan kerja Elan yang sedang santai.

Elan tidak menjawab pertanyaan paman Marcel, dia hanya duduk menyandarkan kepalanya ke sofa dan mendonggak ke atas langit-langit di ruang kerjanya.

"Apa kau tidak merindukan istrimu?  Bagaimana keadaannya sekarang, apakah dia baik-baik saja atau malah sebaliknya, dan apa mungkin dia mencari kebahagiaan bersama pria lain diluar sana, atau istrimu itu sedang sekarat, apa kamu tidak takut itu terjadi?" paman Marcel mencoba menakut-nakuti Elan dengan pertanyaan yang asal bicara.

"Cukup Paman! Kau jangan memancing amarahku dengan mengatakan keburukan tentang istriku. Gara-gara Paman, aku meninggalkan Gadis selama 3 bulan ini. Kau puas, bukan?" Elan menegakkan kepalanya lurus ke arah paman Marcel dan menatapnya tajam.

"Itu kesalahanmu sendiri yang telah menikahinya. Andai kau tidak menikahinya, kau begitu mudah untuk mengambil keputusanmu, bukan? Tapi Paman bersyukur karena kau menikahinya. Dengan begitu Paman bisa mengancammu lewat istrimu yang cantik itu. Kau sama seperti papamu, menikahi wanita indonesia yang beragama muslim. Semoga akal pikiranmu tidak sejalan dengan papamu yang bodoh itu," paman Marcel menyinggung dan menyudutkan Elan.

"Yang pastinya, papaku adalah orang yang tidak berambisi dan serakah seperti Paman," tegas Elan menekan dan membuat paman Marcel sedikit emosi.

"Kau ... anak kurang ajar, aku membantumu agar kau menjadi orang hebat dan ditakuti orang-orang tapi malah kau menjelek-jelekan aku. Terserah kau saja, jika kau ingin istrimu selamat kau harus datang ke markas Paman jam 11 malam, akan ada transaksi ilegal malam nanti dan kau harus mengetahui semua itu. Paman harap kau datang, jika kau ingin bertemu dengan istrimu itu," ancam paman dengan sungguh-sungguh dan berlalu pergi meninggalkan Elan.

"Dasar parasit tua sialan! Apa yang harus aku lakukan?" Elan mendesah panjang sembari menarik rambutnya dengan kesal.

Di kediamannya, Elan tampak bingung dan mondar-mandir tak tenang di dalam kamarnya. Bagaimana pun juga dia terpaksa harus menerima tawaran dari pamannya jika dia ingin bersama kembali dengan Gadis. Apapun akan Elan lakukan untuk bersama Gadis. Elan akan menghadapi tawaran itu sebagai tantangan baginya.

Elan mengambil jaket hitamnya di dalam lemari dan bergegas pergi menuju markas pamannya sebelum jam 11 malam. Elan sudah memantapkan hatinya untuk pergi ke sana dengan pikirannya yang selalu tertuju pada Gadis. Gadis telah membuat hidup Elan tambah bersemangat saat pertemuannya yang mengingatkan Elan pada Bunga.

Elan telah sampai di markas paman Marcel, sungguh Elan begitu cemas dan sedikit ada rasa takut menyelimutinya. Elan tidak suka dengan pekerjaan ini. Elan memang telah banyak membunuh orang tapi itu adalah orang-orang yang selalu mengusiknya dan bukan untuk menjadi seorang mafia. Elan tidak tertarik di dunia mafia karena ada taruhan nyawa di dalamnya, apalagi menyangkut keluarga.

"Selamat datang Elan Ferdiand Bocelli, putraku. Pilihan yang tepat kau datang kesini, Nak. Paman akan mengajarkan banyak hal padamu di dunia mafia ini. Dan selamat bergabung di Black Eagle," ucap paman Marcel dengan bangga sedangkan Elan memalingkan pandangannya ke arah lain.

Prok...prok...prok...

Semua anggota Black Eagle di markas itu bertepuk tangan menyambut Elan. Saat ini Elan hanya menjalankan perannya sebagaimana yang sudah dia pikirkan sebelumnya. Elan menatap mereka semua dengan pandangan wajah datar, tak ada ekspresi bahagia sama sekali. Elan mencoba menetralkan suasana hatinya.

Paman Marcel mendekati Elan perlahan dan membisikkan sesuatu ke telinga Elan dengan jelas dan tegas.

"Elan, bulan depan kau bisa ke Indonesia bertemu dengan istrimu itu, tapi tidak untuk waktu yang lama, karena kau harus membantu Paman di sini, mengerti?" ujar paman dengan senyuman bahagianya sedangkan Elan hatinya bercampur aduk, antara bahagia akan bertemu kembali dengan Gadis dan berduka saat menjalankan misi yang akan dia jalankan bersama pamannya.

*****

Gadis sedang menyusun pakaian di dalam kopernya. Gadis ingin menenangkan pikirannya dan mencari suasana baru yang lebih baik agar dirinya fokus pada kelahirannya nanti.

"Apa kau yakin akan pergi dari sini, Gadis? Kakak takut kau akan sulit jika jauh dari Kakak," kata Devan yang belum bisa melepaskan Gadis untuk pergi darinya.

"Kakak sudah memberiku 2 orang pelayan, itu sudah cukup bagi Gadis. Jangan cemaskan Gadis. Gadis ingin menyendiri dulu, Kak," ucap Gadis tak goyah.

"Bagaimana jika suatu saat nanti Elan datang menjemputmu kemari?"

"Gadis sudah menulis surat ini untuk Kakak, nanti Kakak berikan saja pada Elan bila dia tidak percaya. Tolong Kakak buat seolah-olah Gadis pergi dari rumah tanpa sepengetahuan Kakak. Dan bilang saja kalau Gadis kabur dari rumah. Dan satu lagi, kakak jangan pernah bilang kalau Gadis sedang hamil," Gadis memberikan bukti sepucuk surat pada Devan karena Gadis telah merencanakan sesuatu atas kepergiaannya dengan baik.

"Kenapa begitu? Elan harus tahu jika kau mengandung anaknya," ujar Devan tidak setuju dengan rencana Gadis.

"Elan sudah meninggalkanku selama 3 bulan lebih tanpa kabar, Gadis nggak mau stres gara-gara mikirin Elan, Kak. Gadis harus memberi Elan pelajaran, Kak!" air mata Gadis jatuh saat mengingat Elan.

"Jangan menangis, Gadis. Kakak tahu perasaan kamu sekarang. Kakak akan dukung kamu apapun keputusannya. Tapi ingat, selalu kabari Kakak jika kamu butuh sesuatu, mengerti?"

"Pasti, Kak Dev."

Gadis telah bersiap untuk pergi ke Vila perumahan keluarga Mahendra peninggalan Papanya. Gadis berangkat dengan 2 orang pelayan dan seorang sopir kepercayaa Devan yang akan menjaga Gadis selama di Vila.

*******

3 hari setelah kepergian Gadis ke Vila keluarga Mahendra, Elan telah kembali ke Indonesia, dan sekarang dia berada di mobil dengan John yang menjemputnya di Bandara. Elan tersenyum-senyum sendiri saat melihat foto Gadis di ponselnya.

"Kita terlebih dahulu akan menuju ke mana, Tuan?" tanya John yang melihat wajah berseri Elan melalui kaca spion dalam di depannya.

"Kita ke rumah Devan. Saya tidak sabar ingin bertemu dengan Gadis. Saya akan menjemputnya sesuai dengan janji saya waktu itu," ucap Elan tersenyum bahagia sembari membayangkan wajah istrinya, Gadis.

"Baiklah Tuan!" sahut John yang ikut bahagia.

Apa yang akan terjadi bila Elan tahu bahwa Gadis tidak berada di rumah Devan? Apakah Elan akan percaya dengan rencana yang telah disusun oleh Gadis bersama Devan? Andai Elan lebih dulu menjemput Gadis sebelum kepergiannya ke Vila, pasti mereka akan bertemu kembali dan tak akan ada lagi hati yang tersakiti diantara keduanya.

"Hei, John cepat sedikit dong. Lama banget sih nyetirnya. Saya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Gadis!" perintah Elan dengan perasaan tegang.

"Iya, Tuan. Ini saya sudah ngebut kok," sahut John kesal.

Elan bergegas melangkah ke depan pintu kediaman Devan setelah mobil yang dikendarai John terparkir di halaman milik Devan. Langkah Elan sungguh begitu bersemangat sembari tersenyum lebar.

Tok...tok...tok...

"Gadis ... Gadis ...! Ini saya Elan!"

1
Rhmad Flash
tor jangan buat psh gds d ela.ng doong
Rati Tiwi: thanks dah mampir di novelku🤗
total 1 replies
Awan Sky
pasti ada maksudnya nih si paman
Pink Ky
bagus thor ceritanya
Matic Metallica
no Queen
Suwita Cheers
kerennya ceritanya ini
Tea Tea
seru si elan yang misterius kyk mafia
Deni Wong Jowo
mantul ceritanya😍
lanjutkan cerita cinta king dan jelita
Jordan Gue
keren, lanjutkan kak
Sajak Indah
keren ceritanya
Sajak Indah
aduh duh duh king mah the best 🥹👍
Mak Aqil
siapa bunga APA adik atau kekasih nya
Ori Orion
happy ending. seru ceritanya apalagi si king Ama jelita
Andara Zean
keren banget ceritanya
Enji Boring
keren cerita seru
Kikan Tuners
akhirnya happy ending. si king JD penyelamat keluarga Devan dan elan
Dewi Anjani
ceritanya si king Ama jelita bagus banget nih GK nyangka bisa nikah 😁
Lucky Lucifer
kirain mau beli bunga🤣🤣
Lucky Lucifer
nangis aku jadinya
Agatha Doank
😍😍😍😍😍😍😍
Pentol Goreng
seru bget asik ceritanya
suka deh Ama king
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!