NovelToon NovelToon
Retrouvailles

Retrouvailles

Status: tamat
Genre:Contest / Ketos / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Net Profit

📢📢 WELCOME DI AREA BAWANG GORENG😭😭

Kamiya Maulida harus merelakan kebahagiaan yang selama ini ia bangun hancur, demi mewujudkan wasiat terakhir sang ibu. Tahun ke tahun ia berusaha menghapus semua kenangan indah yang makin lama nampak semakin nyata. Bahkan sosok sempurna di depan matanya tak bisa menggantikan satu nama yang tetap tersimpan apik di hati.

"Gue nggak pernah pengen lu pergi, Mi. Tapi kalo lu nggak percaya sama kebahagiaan yang gue tawarin lu boleh pergi. pergilah, gue tetep di sini. tapi jika suatu saat lu kembali, gue pastiin perasaan ini bukan buat lu lagi. gue pastiin nggak akan ada 'kita' lagi." Ardi Rahardian.

"Aku dan kamu pernah bersama, bahagia. Berada di fase dunia milik berdua, yang lain ngontrak. Karena suatu hal aku pergi, membiarkanmu merasakan ditinggal pas sayang-sayangnya. Jika kini aku kembali, bisakah kamu dan aku menjadi kita?" Kamiya Maulida.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Satu

Pukul tujuh malam, di pintu kedatangan Yogyakarta International Airport seorang gadis berambut panjang dengan senyum merekah berjalan menyeret koper di tangan kanannya. Setelah perjalanan hampir sepuluh jam akhirnya ia bisa kembali menapakkan kaki di tanah kelahirannya. Di pandangnya sekeliling tempat dia berdiri, sudah banyak yang berubah. Ya, empat tahun berlalu mustahil jika tak ada yang berubah. Hidup itu tak stagnan bahkan pembagunan pun terus berlanjut. Terbukti dengan bandara yang semakin bagus dengan aneka fasilitas baru dan pelayanan yang semakin membaik.

Mungkin hanya perasaannya yang tak pernah berubah. Miya memilih melanjutkan jalannya, menaiki salah satu taksi yang berjajar di depan bandara. Rumah yang sudah empat tahun ia tinggalkan kini menjadi tujuan utamanya.

Lagi-lagi Miya di buat kagum dengan kota Jogja yang sudah jauh berbeda dari dulu. Dari jalan, lampu dan deretan gedung-gedung pencakar langit yang nampak baru di matanya.

“Sebagian kota ini bahkan sudah berubah, menjadi lebih indah. Ardi apa perasaan kamu juga sudah berubah? Sama seperti kota ini? Sama seperti kata-kata yang pernah kamu ucapin terakhir waktu itu? Jika memang perasaan kamu udah benar-benar bukan buat aku lagi, biarkan aku berusaha menjadikan kamu dan aku menjadi ‘kita’ lagi.” gumamnya.

“Biarkan aku berusaha memperjuangkan mu sekali lagi. Jika kita memang tidak ditakdirkan bersama setidaknya aku sudah berusaha, supaya tak ada lagi sesal jika harus memulai hidup baru dengan orang lain.” Batin Miya.

Taksi berhenti di depan rumah Miya, setelah membayar ongkos dia segera turun dan membuka gerbang rumah itu sendiri. Rumah yang sudah empat tahun ia tinggalkan masih bersih dan terawat. Tak satupun yang berubah. Dari mulai warna cat hingga penempatan parabot, persis seperti saat ia pergi.

Miya berjalan menuju suatu ruangan, bukan kamarnya melainkan kamar almarhum sang ibu. Ia merebahkan diri di ranjang, matanya menatap langit-langit yang putih bersih. “Ibu, aku pulang... aku kangen ibu...” ucapnya lirih.

Miya mengeluarkan ponsel dari tasnya kemudian menelpon Wildan mengabarkan jika dirinya sudah tiba dengan selamat di rumah. Hal yang sama juga ia lakukan pada tante Wilona. Kini tangannya beralih pada ponsel dengan case member Treasure. Ponsel yang sudah empat tahun tak ia aktifkan.

“Mari kembali ke masa itu.” ucap Miya setelah mematikan mode pesawat dan mengaktifkan data internet di ponsel tersebut.

“Semoga kartunya masih aktif. Empat tahun nggak di pake. Seharusnya masih aktif, kan selalu aku isi pulsa meskipun nggak diaktifin juga.” Gumam Miya.

Selang beberapa menit ribuan chat terlihat muncul saat dia membuka aplikasi WA. Dari mulai Freya, Ardi, Bunda Mira, Kak Arka, teman-teman kuliah hingga grup kelas SMK.

Hal pertama yang ia lakukan adalah membaca chat dari Ardi. Ratusan chat di awal berisi permohonan supaya ia kembali. Ratusan chat kedua berisi sumpah serapah untuk dirinya. Hampir setiap hari di awal tahun kepergiaannya chat dari Ardi masuk. Bahkan di hari jadian mereka yang ketiga tahun Ardi masih mengirim ucapan selamat anniversary meskipun status mereka sudah berakhir. Tapi di tahun berikutnya sudah tak ada lagi, kini bahkan Miya tak bisa melihat gambar dari pemilik kontak yang ia beri nama ‘Daddy Ardi’ itu. Miya memberanikan diri untuk mengirim pesan terlebih dulu.

Pesan pendek berisi satu huruf, “p” tapi hanya ceklis satu, nampaknya Ardi sudah memblokir kontaknya.

Selanjutnya untuk grup kelas dan SMK, Miya tak membacanya. Terlalu banyak dan chat itu berakhir sudah berakhir tiga tahun yang lalu. Terlihat diakhir ‘anda telah di keluarkan’

“Ya ampun di keluarin dari grup.” Ucap Miya sambil tertawa, tak lama ia terlelap dalam tidurnya.

Pagi harinya, hal pertama yang Miya lakukan adalah membereskan barang-barang bawaannya ke dalam lemari. Setelah selesai, dia turun ke bawah untuk membuat sarapan.

“Siapa?” tanya Miya pada wanita paruh baya yang sedang memasak di dapur.

“Eh Mbak Miya yah?” tanyanya kemudian mematikan kompor dan menghampiri Miya.

“Saya Bi Inah, Mbak. Seminggu lalu Mas Wildan mempekerjakan saya di sini, untuk bersih-bersih sama masak buat Mbak.” Lanjutnya.

“Oh gitu.”

“Iya Mbak. Tapi saya hanya datang pagi-pagi dan pulang sore hari. Nggak bisa nginep.” Ucapnya lagi.

“Iya nggak apa-apa Bi. Makasih udah mau kerja di sini.”

“Sama-sama Mbak. Silahkan sarapannya Mbak.”

Hal pertama yang Miya lakukan di pagi itu adalah mengunjungi makam sang ibu. Berjongkok sambil memegang nisan bernamakan Widia Maulida, bibirnya tak henti mengirim do’a untuk ibu tercinta.

“Ibu maafin aku yang belum bisa ngabulin keinginan terakhir ibu buat nikah sama Mas Wildan. Dia baik bu, tapi aku nggak cinta. Kata Mas Wildan ibu cuma mau aku bahagia meskipun nggak sama Mas Wildan. Ibu... Ibu tau Ardi kan?” ucapnya bermonolog seolah sang ibu yang terbaring di bawah sana bisa mendengarnya.

“Iya bu... Ardi yang itu, temen SMK aku. Yang fotonya ibu lihat di album perpisahan, aku sayang sama dia bu. Dia kebahagiaanku yang sesungguhnya. Ibu ngijinin kan kalo aku kembali ke Ardi? Kalo ibu kenal sama Ardi, aku jamin ibu nggak akan nyuruh mas Wildan buat jadi suami aku. Ardi baik bu, keluarganya juga juga udah nganggap aku bagian dari mereka.”

Setalah puas mencurahkan isi hatinya pada sang ibu, Miya beranjak meninggalkan pemakaman. Kini dirinya mengedarai mobil menuju rumah makan. Bagaimana pun itu adalah tanggung jawab yang harus ia emban. Lagi pula ia butuh menyibukkan diri supaya pikirannya tak terus tertuju pada Ardi yang tak tau kini ada dimana, nomernya saja diblokir.

Siang ini rumah makan itu begitu ramai dengan pengunjung yang sedang santap siang. Miya langsung menuju office untuk menemui manajer. Dia disambut dengan baik oleh semua staf, bahkan manajer itu langsung mengenalinya begitu ia datang. Sepertinya Mas Wildan benar-benar sudah mengatur semuanya, pikir Miya.

“Laba kita tiap tahun meningkat Mbak, apalagi cabang yang deket borobudur Mbak, di sana paling rame. Tempatnya bener-bener bagus.” Tutur si manajer.

“Yang kata mas Wildan sebagian pengunjungnya kaum muda? Yang bagus buat foto-foto itu yah?” tanya Miya.

“Iya Mbak. Cobain Mbak kesana, keren banget tempatnya. Tapi lebih bagus kalo kesananya malem Mbak. Soalnya di sana makin ramenya malem.” Usul manajer.

“Oh gitu. Oke deh ntar malem aku coba kesana Mas. Aku mau pelajari laporan-laporan usaha kita di cabang yang deket borobudur aja. Bisa kan kalo kita bahas di sana?” tanya Miya.

“Bisa Mbak. Gimana kalo sekalian saya kumpulin semua manajer cabang? Biar bisa kenalan sama Mbak Miya sekaligus bahas progres usaha kita?”

Miya mengangguk setuju. “Sampe ketemu di cabang deket borobudur nanti malem jam tujuhnya.” Ucap Miya kemudian berpamitan.

Pukul tujuh malam Miya benar-benar sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah makan yang lebih cocok di sebut cafe. Benar-benar tempat yang instagramable, setiap sudutnya apik dengan gaya klasik modern masa kini. Wajar saja jika sebagus ini secara Mas Wildan nya bukanlah Desainer interior yang kaleng-kaleng.

Tempat itu benar-benar ramai oleh pengunjung yang rata-rata masih muda. Mereka asik menikmati kudapan sambil berfoto. Miya mengikuti seorang pegawai yang akan membawanya ke ruang office, tapi beberapa meja yang di satukan di ujung dan terlihat ramai menyita perhatiannya, dari kejauhan ia bisa melihat punggung seseorang yang sangat ia kenali. Miya berhenti sejenak dan menunggu pemilik punggung itu menoleh untuk memastikan apakah dia adalah sosok yang begitu ia rindukan.

“Mbak Miya ayo! Sudah ditunggu.” Ucapan pegawai itu membuatnya beranjak dan kembali berjalan.

.

.

.

Jangan lupa like, komen dan favoritkan!

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jesi di suruh ke rmh tuh buat ngejelasin boar miya ga slh phm lg tp malah bikin huru hara baru, dasar somplakk.😆
Alfi Alfi
Luar biasa
Irni Yusnita
baru baca kayaknya bagus ceritanya Thor bukannya ceritamu selalu ok👍
Fina Fitriani
makinnn seruuuu... tp sayang harusnya aku bacanya urutan ya dr ortunya eh ini aku baca pas udh baca cerita Jesi sama anaknya ArMi... gak apa2 deh yg penting seruuuuu... lanjut ah baca kisah Ridwan dan renatha .....cus.....
Muliana
Luar biasa
N Wage
semua karya2 kak net gak ada yg gak bagus.
semuanya👍👍👍👍👍
N Wage
baca utk yg ke 2 kali
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
seson 3 ardi rahardian .kamiya.adik arkana .
Dina Marliana
Suami mana suami,......arghhhhhh😅🤭
Dina Marliana
lailahailaallah,....thorrrr nanggung panjangin dikit napah part nya wkwkwk😁🤭
Dina Marliana
yaa elahh thorrr lagi nanggung juga 😅😂🤭
Dina Marliana
tuh kn jadi🤭jadi ikutan seneng juga🤗
Dina Marliana
berharap cuma ngeprank ni si tante-tante😭😭
Dina Marliana
Mmm,... jodohnya Wildan datang😏
Dina Marliana
,👣👣👣👣👣👣😁
Dina Marliana
belum baca yg cerita nya Ardi sama miya gass keunnnn 👍👍😁
aisyah
kisah terberat yg ditulis kak net
aisyah: aq baca ulang semua cerita kak net
total 3 replies
aisyah
aku ikut mewek lagi😭
Fikha Clara
👍
Ratna Nanda Juwita
aku lebih dl bca kisahnya jesi dri pd kisah nya freya arka,miya ardi sama kaleng dirga...jd ky flas back jatohnya.tp ttp seru...lanjut lg kk othor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!