NovelToon NovelToon
Love And Possessive

Love And Possessive

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan
Popularitas:271.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Saki_chan

Menikahlah denganku......!!

Ayra Raiia, terpaksa menerima perjodohan karena keinginan orang tuanya...

Ayra perempuan cantik berumur 22 tahun harus mengakhiri kehidupan bebasnya demi menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah dengan seorang pria anak dari sahabat sang mama.

Akankah pernikahannya berjalan dengan bahagia......?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saki_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Dua..

Mobil Baikal sudah berhenti di depan butik milik Ayra . Ayra bersiap-siap akan segera turun . Jam sudah hampir pukul delapan , Ayra tidak mau Baikal sampai telat ke kantor . Kemaren saja Baikal sudah tidak masuk kerja ,jadi Ayra tidak mau Baikal sampai telat hari ini .

"Ay...."

Ayra kembali mendudukkan dirinya di kursi dan menoleh ke arah Baikal .

" Iya? " jawabnya , Ayra sangat terburu-buru sekarang .

" Biasakan pamitan dulu sama suami ."

Dengan segera Ayra meraih tangan Baikal dan mencium punggung tangannya . Selama menikah dengan Baikal Ayra belum pernah melakukan hal ini sebelumnya . Kalau saja Baikal tidak mengingatkannya mungkin Ayra juga tidak akan kepikiran .

Baikal tersenyum ketika Ayra dengan segera meraih tangannya dan menciumnya . Baikal sangat menyukai Ayra yang menurut seperti ini . Kemudian Baikal membalasnya dengan mencium kening Ayra lembut.

Setelah berpamitan dengan Baikal , Ayra kembali bersiap-siap untuk turun dari mobil lagi .

"Ay ..."

"Hm...," Ayra kembali mendudukkan dirinya.

" Apa lagi Bai ? nanti kamu bisa telat ke kantor lo ....ini sudah mau jam delapan," jawab Ayra sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya .

Ayra memang seperti ini . Dia selalu tepat waktu .Baikal kemudian menunjuk pipi kirinya dengan jarinya .

Ayra mengernyitkan dahinya . Dia tidak mengerti dengan maksud Baikal yang menunjuk sebelah pipinya .

"Apa ? pipi kamu kenapa ? , ada yang sakit ? " tanyanya sambil meraih pipi Baikal , mengeceknya dan melihatnya apakah ada yang sakit di pipinya.

Baikal sontak saja tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Ayra . Istrinya itu benar-benar sangat polos , bahkan hal seperti ini saja dia tidak paham . Baikal malah bersyukur sekali dengan hal itu . Istrinya benar-benar tersegel sangat rapi bahkan ciuman pun mungkin belum pernah , mungkin Baikal juga adalah ciuman pertamanya . Baikal harus lebih rajin untuk mengajari Ayra mulai sekarang .

"Tapi kenapa kalau urusan ranjang Ayra menjadi sangat paham sedangkan hal-hal kecil seperti ini Ayra tidak mengerti sama sekali ya?" batin Baikal yang tidak tau kalau sebelumnya Ayra sudah mendapat edukasi dari Mama Leylin.

Ayra langsung saja mencubit lengan Baikal karena telah menertawakannya .

"Aduh Ay...sakit...kamu kebiasaan banget deh." Ringis Baikal sambil mengusap pelan lengannya yang sebenarnya tidak sakit itu .

"Ya udah aku mau turun. "

"Tunggu ....!" secepat kilat Baikal menarik tangan Ayra untuk kembali duduk.

"Apalagi ...., pipinya tadi gak ada yang sakit kan? "

Baikal masih saja ingin tertawa lagi mendengar pertanyaan Ayra , tapi sebisa mungkin Baikal menahannya. Dia tidak mau kalau nanti Ayra sampai marah padanya. Tadi saja dia sudah dicubit.

"Enggak kok....pipi aku gak ada yang sakit sayang..."

"Terus kenapa ...? ini sudah mau jam delapan ya Bai....aku gak mau kalau kamu sampai telat . Kemaren saja kamu sudah gak masuk kerja," omel Ayra panjang lebar .

Baikal yang mendengarnya malah senyum-senyum sendiri.

"Ay ...kamu jangan ngomel-ngomel lagi ya , kamu tambah sexy kalau ngomel seperti ini . Aku jadi pengen sekarang ," ucap Baikal sensual di telinga Ayra .

Ayra sudah sangat kesal sekarang. Dia menghembuskan nafasnya kasar . Ayra meraih pintu mobil , dia akan turun sekarang juga . Ayra sudah sangat malas untuk maledeni Baikal yang ujung-ujungnya pasti akan bahas tentang hal itu.

"Sayang...jangan marah tadi aku cuma bercanda ," Baikal langsung saja turun dari mobil dan mengejar Ayra .

"Sayang jangan marah ya...," ucap Baikal ketika berhasil meraih tangan Ayra .

"Tadi maksutnya yang di pipi itu aku minta cium , tapi malah kamu kira ada yang sakit ya jelas aku tertawa kamu lucu banget tadi ."

Ayra masih saja tidak bergeming .Dia sangat malu sekarang hal seperti itu saja sampai dia tidak tau .

"Sayang ...." Baikal memanggilnya lagi sambil sedikit menggoyangkan tangannya.

"Hm..."

"Cium dulu ," Baikal kembali menunjuk pipinya , " aku butuh vitamin sebelum kerja ."

Ayra benar-benar dibuat melongo dengan permintaan Baikal. Pasalnya mereka sedang ada di tempat umum sekarang dan Baikal dengan tidak tau malunya memintanya untuk menciumnya.

"Gak mau.....udah sana berangkat kerja ."

Baikal masih tidak mau melepaskan tangan Ayra . Dia masih memegangnya erat dan tidak ada niatan untuk melepaskannya .

"Bai...." panggil Ayra sambil menggerakan matanya menatap tangan mereka yang masih berpegangan .

"Gak mau...."

Baikal benar-benar tidak bisa ditolak kalau dia sudah menginginkannya.

"Bai...kita di tempat umum aku malu ," ucap Ayra setengah frustrasi.

Baikal tersenyum mendengar ucapan Ayra . Dia kira Ayra memang tidak mau menciumnya tapi ternyata Ayra hanya malu karena mereka di tempat umum.

"Ya udah ...yuk ke mobil sebentar ." Ajak Baikal yang langsung menarik tangan Ayra .

Mereka berdua sudah kembali duduk di dalam mobil sekarang . Baikal mulai mendekatkan pipinya ke arah Ayra sehingga mau tak mau Ayra pun menciumnya .

Cup..

Hanya ciuman singkat yang diberikan Ayra.

"Sudah kan... sana berangkat kerja . Awas ya kalau sampai telat ," ancam Ayra .

Tapi Baikal benar-benar masih tidak puas kalau hanya dengan sekali kecupan seperti itu . Apalagi Ayra menciumnya sangat singkat sekali . Baikal mulai meraih wajah Ayra , menempelkan bibirnya pada bibir Ayra . Ayra sedikit terkejut tapi dia menerimanya . Membiarkan bibir Baikal ********** dan mengulum bibirnya , sangat lama sekali bahkan sampai Ayra kehabisan nafas baru Baikal melepaskannya .

Ayra meraup oksigen banyak-banyak dan menormalkan kembali nafasnya . Dia masih belum bisa mengatur nafasnya ketika berciuman .

"Kamu harus mulai sering berlatih berciuman denganku sayang , biar bisa mengatur nafas dan membalas ciumanku ."

Ayra sangat malu , ucapan Baikal seperti mengejeknya . Dia memang payah sekarang . Tapi lihat saja nanti , Ayra adalah orang yang cepat belajar . Pasti Ayra akan cepat menguasai dan membuat Baikal kuwalahan .

"Makasih ya sayang.... sekarang aku tambah semangat untuk bekerja ," ucapnya lagi sambil mengecup lembut kening Ayra .

"Nanti makan siang bareng ya..."

"Iya ," jawab Ayra kemudian dia keluar dari mobil Baikal dan masuk ke dalam butiknya .

__________________

Baikal sudah mendudukan dirinya di kursi yang ada di ruangannya dengan di sampingnya ada Devan yang sedang membacakan jadwalnya hari ini . Devan membacakan apa saja yang akan Baikal lakukan serta memberi tahu kalau nanti ada jadwal bertemu dengan klien pada jam makan siang .

"Ganti jadwalnya , jangan waktu makan siang ," ucap Baikal ketika mengetahui ada jadwal bertemu dengan klien ketika makan siang

"Kenapa Pak ? " tanya Devan . Devan memang bersikap formal ketika bekerja .

"Saya ada janji makan siang dengan istri saya ."

"Maaf Pak , tapi pihak klien hanya bisa bertemu ketika jam makan siang saja .Mereka akan terbang ke luar negeri jam tiga sore ."

"Apa tidak bisa di ajukan juga ?"

"Tidak bisa Pak .... mereka ada rapat penting di cabang perusahann mereka ."

Shit......

Baikal mengumpat pelan , dia kesal sekarang . Waktu makan siang yang seharusnya bertemu dengan istri tercintanya malah harus bertemu dengan klien.

"Apa jadwalnya benar-benar tidak bisa diganti Van?" tanyanya lagi . Baikal masih berharap kalau dia bisa makan siang dengan istrinya .

"Gak bisa Bai..."

"Tolong usahain lah ....aku mau makan siang dengan Ayra ."

"Gak bisa....besok-besok kan juga bisa makan siang bareng," jawab Devan dengan nada remehnya .

"Sialan..." umpat Baikal .

"Lo yang sialan ." Devan masih teringat kejadian kemaren waktu Baikal tidak masuk kerja . Pekerjaan dia sendiri saja sudah segunung ditambah lagi harus menghandle serluruh pekerjaan Baikal . Devan sampai harus lembur kerja kemaren.

___________________

Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak juga ya....

1
Apa Aja
novel ini emng GK adaklnjutannya
Yocky Zulkarnaen Nizar
kok gk diterusin critannya kak pdhal bagus lho...
Artati Sukreni
apa segampang itu ngancurin perusahaan punya baikal...nggaklah harusnya....
Artati Sukreni
kayaknya theo deh, soalnya felix dah pernah bilang sm baikal hati2 sm theo....
Artati Sukreni
rasain luu bai..emang enak ngegantung..
Artati Sukreni
ayra sdh tau apa yg bakal diomongin theo malah mau aja ...ga menghargai suaminya blas..
Artati Sukreni
ayra..ayra...ga ada ra sa syukurnya kamu punyai suami kaya baikal....
Artati Sukreni
ayra goblog....sebel aq bacanya....
Artati Sukreni
ayra bener2 deh ga inget suamiya posesif nih...
Artati Sukreni
ayra cari penyakit deh....
Artati Sukreni
ni kayaknya nanti ayra hamil tp suaminya meragukan deh...gara2 pergi sm theo dan bau parfumnya....
Artati Sukreni
ingat lo ayra..kamu tuh seorang istri.... jaga martabat sbg seorang istri...
Artati Sukreni
kenapa sih ayra ga terus terang sm suaminya....bs perang dunia ke 3 tuh kalau ketahuan...
Artati Sukreni
wah..bakal ada yg ngamuk.nih...sisuami posesif....
Artati Sukreni
hadeuuh....kasian sijomblo...
Artati Sukreni
bucinnyaaa....
Artati Sukreni
suami posesif bucin akut..hadeuuh...
Artati Sukreni
lo..katanya baikal blm pernah pacaran...kok ada mantan pacar2nya..gmn sih...
Artati Sukreni
gercep...
Artati Sukreni
baikal..gaspoolll....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!