NovelToon NovelToon
Kost Putri

Kost Putri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:701.2k
Nilai: 5
Nama Author: de'rini

Kost Putri menceritakan tentang kehidupan anak-anak perantauan yang menyewa sebuah rumah kost-kost-an milik Nyak Tatik.
Berbagai ragam sifat, sikap, budaya dan bahasa bersatu di rumah Kost Putri. Kisah asmara, lucu, sedih dan bahagia ada di Kost Putri.

Bagaimana ceritanya?

Welcome to Kost Putri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22# Jodoh kali ah..!

Pagi-pagi sekali Butet sudah bangun dan mandi. Ia tidak lupa sarapan lontong sayur yang ia titip kepada Cempaka yang tadi pergi membeli sarapan ke depan komplek.

Sri dan Butet sarapan bersama di ruang tamu. Butet membuatkan dua gelas teh hangat untuk dirinya dan Cempaka sebelum sarapan, yang sudah ia taruh di atas meja.

"Tet, jam berapa nanti berangkat ke Bandara?" Tanya Cempaka.

"Jam 8 pagi." Ucap Butet sambil mengunyah kerupuk.

"Naik apa ke Bandaranya Tet?" Tanya Cempaka lagi.

"Naik taksi lah. Masak bisa naik bajaj ke Bandara." Celetuk Butet.

"Bukan begitu atuh, kan bisa naik Bus. Murah lagi Tet, hanya 35.000 rupiah kamu teh sudah bisa sampai Bandara." Terang Cempaka.

"Iya nya? Murah kali." Ucap Butet.

"Iya Tet. Kamu kan bisa ngirit." Ucap Cempaka sambil membereskan mangkuknya.

"Iya lah, dekat nya pangkalan Bus nya?" Tanya Butet.

"Dekat Tet, kamu teh tinggal ke terminal aja. Disitu ada Bus khusus nganterin ke Bandara Tet."

"Ooo.. baru tau pulak aku." Ucap Butet sambil mengangguk paham.

"Sudah, buruan atuh makan nya Tet, nanti kamu teh ketinggalan pesawat." Ucap Cempaka.

"Eh, tapi macet gak naik Bus?" Tanya Butet.

"Enggak atuh Tet. Soal nya naik Tol."

"Oooo.. mantap kalo kek gitu." Ucap Butet sambil membereskan mangkuk nya dan meraih gelas teh nya.

Butet menenggak habis teh nya dan membawa mangkuk dan gelas kotornya ke dapur.

"Biar saya aja yang nyuci Tet. Kamu buruan berangkat deh." Ucap Cempaka.

"Betol gak papa?" Tanya Butet.

"Iya." Ucap Cempaka sambil tersenyum.

"Ih, baek kali kau memang." Ucap Butet sambil menatap Cempaka dengan kagum.

"Sudah sana atuh, ambil barang-barang mu.

Butet mengangguk dan beranjak ke kamarnya.

Butet menarik kopernya dan membawanya keluar. Cempaka sudah menunggu Butet di depan beranda. Butet pun menghampiri Cempaka dan hendak berpamitan dengan sahabatnya itu.

Mereka saling berpelukan dengan erat saat Butet berpamitan kepada Cempaka.

"Hati-hati ya Tet." Ucap Cempaka.

"Iya Cem, kau juga ya, hati-hati di rumah." Ucap Butet.

Cempaka mengangguk dan terlihat berat saat Butet mulai beranjak pergi meninggalkan dirinya sendiri di rumah kost itu.

"Tet!" Panggil Cempaka.

Butet menoleh dan menatap Cempaka yang berlari membawa jaket Butet yang ketinggalan di kursi ruang tamu.

"Oiya lupa aku. Makasi ya." Ucap Butet.

"Iya. Hati-hati Tet.!" Ucap Cempaka.

Butet mengangguk dan melambaikan tangannya.

Kini, Cempaka sendirian di rumah kost itu. Karena merasa sepi, Cempaka pun beranjak ke rumah Nyak Tatik.

Nyak Tatik yang sedang memasak, menyambut Cempaka dengan wajah yang sumringah.

"Eh elu."

"Nyak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Cempaka.

"Ya Allah, lu emang mantu idaman dah..! Kebetulan amat gue lagi masak. Lu bantu dah." Ucap Nyak Tatik.

Cempaka tersenyum dan mengangguk, lalu mengikuti Nyak Tatik ke dapur.

Rozi yang baru saja selesai mandi, keluar dari kamar mandi yang terletak di samping dapur. Rozi bertemu pandang dengan Cempaka.

Cempaka tersenyum kikuk saat melihat Rozi tersenyum padanya. Sedangkan Nyak Tatik memperhatikan gelagat dua muda mudi itu.

"Tidak kuliah Cem?" Tanya Rozi.

"Libur A'." Ucap Cempaka.

Rozi mengangguk paham.

"Yang lainnya kemana Cem?" Tanya Rozi sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

"Pada pulang ke Kampung A'."

"Loh, kamu tidak pulang?" Tanya Rozi.

"Saya teh masih ada urusan di kampus A'." Sahut Cempaka sambil memetik sayur bayam yang Nyak Tatik berikan kepadanya.

Rozi hanya mengangguk dan beranjak dari hadapan Cempaka dan Nyak Tatik.

Tak lama kemudian, Rozi kembali ke dapur dan berpamitan kepada Nyak Tatik, untuk bekerja.

Rozi terlihat sangat tampan pagi itu. Ia memakai kemeja nya yang tampak sangat rapi serta potongan rambut nya yang tampak berbeda model dari pada biasanya.

"Mau kerja A'." Ucap Cempaka berbasa-basi.

"Iya, saya pergi dulu ya." Ucap Rozi.

Cempaka tersenyum dan mengangguk.

Nyak Tatik terlihat sangat senang melihat keakraban antara Rozi dan Cempaka. Cempaka memang tipe menantu idaman Nyak Tatik. Cempaka sosok wanita yang kalem dan lembut. Cempaka juga tidak segan-segan membantu dan ramah dengan orang tua. Ditambah Rozi pernah mengatakan bila dirinya sangat menyukai Cempaka. Tentu saja hal itu membuat Nyak Tatik semakin menyukai Cempaka.

"Ya Allah, semoga gadis ini memang jodohnya Rozi." Do'a Nyak Tatik di dalam hatinya.

...

Butet baru saja sampai di terminal, ia langsung mencari Bus yang dimaksud oleh Cempaka. Setelah ia melihat Bus yang dimaksud Cempaka, ia pun bergegas naik kedalam Bus tersebut.

Cempaka menaruh kopernya di keranjang khusus koper yang ada di dalam Bus itu. Bus itu sudah hampir penuh oleh penumpang dan sudah siap untuk berangkat ke Bandara.

Butet memilih bangku yang masih kosong yang terletak di paling belakang badan Bus itu. Lalu, ia duduk dengan nyaman di sana, sambil mempersiapkan uang untuk ongkos Bus itu.

Bus sudah bergerak pelan, hendak meninggalkan area terminal. Tiba-tiba saja Bus itu berhenti dan pintu kembali terbuka.

"Makasi ya Bang."

Terdengar suara yang sangat di kenali Butet. Butet yang sedang mengirim pesan kepada orangtuanya, mengangkat wajahnya dan melihat ke sumber suara yang ia kenali itu.

Terlihat seorang lelaki tampan dengan potongan rambut yang rapi. Memakai kaos berwarna hitam dan celana jeans yang kekinian. Sepasang sepatu bermerk menghiasi kakinya yang jenjang. Lelaki itu menyandang tas kecil di bahunya dan menaruh tas kopernya di dalam keranjang khusus.

Lelaki itu berjalan kedalam Bus sambil berpegangan dengan kepala bangku. Bus itu kembali bergerak meninggalkan terminal menuju Bandara. Mata lelaki itu tampak mencari bangku kosong yang tersedia untuk ia duduki.

Akhirnya mata lelaki itu tertuju pada bangku kosong yang tepat berada di sebelah Butet. Lelaki itu pun beranjak menghampiri bangku itu. Hingga saat ia semakin mendekat, lelaki itu pun bertemu pandang dengan Butet.

"Butet?"

"Ha-ha-Halomoan?" Batin Butet.

Butet hampir tidak mengenali Halomoan yang kini tampak berbeda dari biasanya. Kali ini Halomoan tampak seperti orang yang berbeda dan terlihat sangat tampan. Lelaki itu juga terlihat bersih dan rapi.

Butet menghela napasnya, lalu membuang pandangannya ke luar jendela.

"Aku duduk disini ya. Gak ada bangku kosong lagi Tet." Ucap Halomoan.

Butet tidak mengizinkan ataupun tidak melarang Halomoan untuk duduk di sebelahnya.

Dengan ragu, Halomoan pun duduk disebelah Butet.

Suasana pertemuan mereka kali ini terasa sangat berbeda. Biasanya Butet selalu emosi saat melihat wajah Halomoan. Tetapi, tidak kali ini. Sosok Halomoan saat ini di mata Butet begitu mempesona, hingga Butet tidak mampu untuk berkata-kata, apa lagi untuk bertengkar dengan lelaki itu.

"Kok beda dia sekarang ya? Apa terantok kepala dia, makanya agak betol dia sikit." (Red-terantok- terantuk-kejedot-terbentur.)

Halomoan terlihat kikuk dengan pertemuan yang tidak disengaja ini. Sama seperti saat mereka sama-sama menunju Jakarta. Kali ini, mereka kembali sebangku untuk yang kedua kalinya.

"Jodoh kali ah..!" Batin Halomoan.

1
Coretan Hitam.Id
mendukung lu yee 🤣🤣
Coretan Hitam.Id
udeh lah beda O ama A di akhir doank 🤣🤣🤣
Coretan Hitam.Id
Ikutan Nyablak gue baca nya 🤣🤣
Shofiyyah
Sunda, jawa, medan, betawi bertemu lah suku suku ini 🤣🤣
Shofiyyah
Kesenjangan bahasa 🤣🤣😭😭
Virgo Girl
Astogeeee.... mau kencing aku liat mereka😭😭
Virgo Girl
Pilihan terakhir🤦‍♀️🤦‍♀️😭😭
Virgo Girl
Ga bs komen... ngakak terus sm cerita k Rini😂😂
Virgo Girl
Ngakak liat kelakuan Butet. Inget klo ke pasar Sambu Medan😂😂
Virgo Girl
Calon mantu ye Nyak 😃😃
Zevry JepJack Augusta
cerita nya bagus, nggak bertele tele, byk hikmah dari cerita ini, dengan keberagaman suku, dengan budaya yg berbeda, tentang arti hidup
terimakasih buat author /Pray//Pray/
Zevry JepJack Augusta
suka kali lah aku sama cerita kau ini tet, mksh ya tet utk ceritamu /Facepalm//Facepalm/
Maria Mangiwa
( ^^)
🍡
ehem, uhuk uhuk
Can Sikumbang
Butet kerang laut🤣🤣🤣🤣🤣
Risa Textile
bacanya sambil ngakak .
lihat kelakuan si Butet
Can Sikumbang
ribet orang Minang ya
Can Sikumbang
😂😂😂😂😂
Tri Sulistyowati
bagus bgt ceritanya
Marcelea ࿐༵
aduh butet2 bikin ngakak kali kau 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!