Athlantas Bright Satterle. Hidup dalam kemewahan membuat semua orang menganggap Keluarga mereka sempurna. Tanpa tahu kisah sebenarnya dalam Marga Satterle.
Bagi Athlas, dunia ada dalam genggamannya. Tapi tidak itu yang Athlas inginkan. Hanya memiliki Keluarga utuh yg selalu dirasakan saudaranya, Sandreas.
Juga tentang Calysta Anum Maghenzie. Adik kelas pindahan yang selalu merecoki hidup Athlantas. Atlit lari yang sialnya memiliki wajah sangat cantik.
_________________________________________
"Athlas tahu? Athlas gak bisa melihat dunia, terlalu fokus menggenggam tapi gk pernah merasakannya. Athlas kurang menikmati sisi lain hidup yang Tuhan kasih ke Athlas."
Athlas menoleh, " Lo tau apa ttg gue?"
"Calysta tau kok, Athlas cowok dingin yang terlapis kata sempurna. Cowok beku yg butuh kasih sayang dan perhatian, tpi gak pernah merengek meminta. Athlas itu beda, dan Calysta suka sama Athlas."
_______________________________
WELCOME ATHLAS STORY🦁💙. SELAMAT MEMBACA KISAH HIDUP ATHLAS YANG BELUM PERNAH KALIAN TEMUIN DI CERITA LAIN✨.
(@fiudsa_)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon azalsaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A22-Malam Paling Indah
...Athlas hanya butuh ini. Menjadi bagian dari keluarga kecil Ayah. -kata tokoh. ...
...⏩...
...👑Happy Reading👑...
"Kayaknya gue gak undang lo."
Resga yang baru saja membuka pintu untuk Calysta, merasa malas saat Athlas ikut kerumahnya.
"Emang engga."
Tanpa permisi, Athlas langsung masuk. Dia tak peduli Resga setuju atau tidak, tapi yang jelas ia hanya ingin bertemu Meira.
"Masuk aja Cal." Calysta mengangguk, dengan Lily di gendongannya ia melangkah masuk kedalam rumah.
"Tante Meira dimana Ga?"
"Ada ditaman belakang, biarin Athlas nemuin bunda dulu."
"Sini biar Lily gue gendong." Resga mengambil alih Lily, tapi Calysta melihat tanda yang sama dengan Athlas di pergelangan Resga.
"Ini.. apa?" Resga menunduk, melihat coretan tanda lahir ditangannya. "oh tanda lahir, kenapa?"
Dan Calysta hanya menggelengkan kepalanya, untuk saat ini biarlah dia berasumsi sendiri.
"Hari ini maaf ya gak bisa masak bareng bunda, tadi ada tamu bawa makanan banyak banget."
"iya gpapa."
Di taman belakang, Langkah Athlas terhenti. Disana, dikursi panjang dia melihat Tante Meira bersandar dibahu seorang laki-laki yang ia lihat itu Hans, ayahnya.
"Aku merindukan kita bersama." Meira mengangguk, dia menggenggam tangan Hans erat. "Apa Athlas tumbuh jadi anak baik? Dia anak spesial untukku."
Hans tentunya tersenyum. "Athlas tumbuh menjadi sosok kuat, sifatnya sangat baik tapi dia menutup itu semua untuk tidak terlihat lemah."
"Andai aku tidak melakukan kecerobohan waktu itu, mungkin keluarga kita tidak terpecah."
Meira menggosok tangan Hans pelan, menguatkan laki-laki disampingnya ini dengan lembut. "Tak apa Hans, itu sudah terjadi. Skrang kau memiliki 4 orang anak laki-laki dan satu perempuan kecil. Sayangi mereka ya."
Hans langsung mengangguk, "Aku capek Maisy, aku hanya ingin kita kembali menjadi keluarga."
"Aku belum siap bertemu Athlas, Hans--
"Kenapa?"
Hans dan Meira langsung menoleh, mereka berdiri dan terkejut saat melihat Athlantas ada dihadapan mereka. Anak mereka berdiri, menatap kedua orangtuanya dengan sendu.
"Bun--da.."
Athlas berjalan mundur selangkah, bahkan ia harus menahan semua kerinduan untuk sesosok wanita yang selama 2 tahun dia cari.
"Ini bunda, nak."
Saat Meira berjalan maju, Athlas justru semakin mundur. "Bunda Athlas Maisy, bukan Meira. Bunda Maisy gak bisa jauh dari Athlas, tpi Tante Meira gak pengen ketemu Athlas. Anda bukan bunda."
"Athlas kenapa kamu kesini?" Hans berbicara, dia masih terkejut dengan pertemuan ini.
"Apa gak boleh? Athlas cuman pengen tahu Bunda, tapi ternyata bunda gak pengen ketemu Athlas. Miris."
Athlas terkekeh sinis, bahkan sini sudut matanya berair. "Bunda gak kangen sama Athlas? Athlas sayang banget sama bunda."
Meira berlari, menubruk dada bidang anaknya dan memeluknya erat. Sebulir air mata lolos dimata Athlas, ini yang dia rindukan.
"Bukan begitu Athlas, bunda belum siap ketemu kamu karna bunda selalu salahin diri bunda yang gak bisa rawat kamu."
Athlas membalas pelukan Meira begitu erat, tangisnya pecah. Hatinya begitu lega karna wanita dipelukannya ini adalah bintangnya paling bersinar.
"Bunda.." lirih Athlas
"Maaf Athlas,maafin bunda yang gak bisa rawat kamu." Hans mendekat ikut memeluk mereka berdua. Bahkan kini matanya juga berair, merasa tak menyangka bisa memeluk keluarga kecilnya.
"Athlas janji akan satuin keluarga kita."
...🦁...
Resga membantu Calysta yang memindahkan begitu banyak makanan ke piring,menyajikan ke meja makan dengan begitu lehai membuat Resga tersenyum saat memperhatikannya.
"Bantuin Resga enggak liatin doang!" Resga hanya terkekeh, dia menaruh gelas-gelas pada tempatnya, disebelah piring. "ini tamu siapa sih Ga? Kok bawa makanan segini banyaknya, ada burger, ayam geprek, seafood, pizza dan minumannya juga banyak "
"Saya."
Aktivitas Calysta terhenti, ia menoleh dan terkejut saat Tuan Hans, Ayah Athlas ada dihadapannya. "Tu-tuan Satterle?"
"Kamu bisakan rahasiakan ini?"
Benar-benar dingin. Aura dari Hans begitu berwibawa dan tegas, tak ada raut menyenangkan. "Bi-bisa kok."
Meira mendekat, "santai aja Calysta, Hans memang begitu orangnya. bukannya Athlas juga?" Calysta tersenyum mengiyakan.
"Ayo makan, lily lapall bunda.."
Semuanya mengangguk setuju, duduk dimeja makan dengan Calysta berada diantara Athlas dan Resga.
"Jangan makan terlalu banyak daging Mas, gigimu udah gak sekuat dulu." Hans terkekeh, mencubit hidung Meira gemas dan mengangguk.
Sedangkan Athlas dan Resga hanya mendengus pelan, melihat adegan mesra yang harus mereka saksikan mulai saat ini. Calysta mengerjap tak percaya, apa ini?
"Meira adalah Maisy, bundanya Athlas. Jadi kamu bisa mengerti." Ah Calysta paham sekarang, "jadi apa Resga adalah saudara kandung Athlas? Ada tanda lahir yang sama dimereka." Hans justru tersenyum. "Saya suka kejelian mata kamu."
Calysta berpindah tempat duduk disamping Meira. Memangku Lily dan menyuapi gadis kecil itu. "Mkasih Kak Cal." Calytsa mencium pipi Lily gemas, "sama-sama sayang."
"Calysta menginaplah disini."
"Ya!"
"Gak!"
Jawaban berbeda diucapkan Resga dan Athlas. Resga tentu setuju jika semua menginap, itu termasuk Calysta bukan. Tapi Athlas tetap tidak! yang ditanya Calysta lohh:)
"Kenapa kalian yang jawab?" Meira terkekeh, "Calysta mau kan nginap disini?"
Semua mata tertuju pada gadis yang menopang pipinya didagu, "lain kali aja ya Tan, bsok Calysta masih sekolah dan belum ijin Ayah juga.lgian kalau ijin ayah pasti gak boleh:("
Meira mengangguk mengerti, "oke bunda tunggu lain kalinya."
"Bundaa, liat pilem yok.. Lily pengen liat pilem baleng-baleng." Meira mengacak rambut Lily gemas, "ayok."
Semuanya menurut, Lily tetap dalam gendongan Calysta. Hans dan Meira sudah masuk ke bioskop mini. Resga berjalan didepan Calysta, Athlas yang awalnya dibelakang kini mensejajarkan langkahnya dan mengambil alih Lily.
"Yee digendong Kak Athlas." Athlas tersenyum lebar tangan satunya menarik pinggang Calysta untuk berjalan disampingnya.
"Athlas malu.." Tapi Calysta juga tersenyum, ia suka. Athlas sudah lebih hangat kepadanya.
...🦁...
Pukul 23.10 Athlas baru kembali setelah memulangkan Calysta lebih dahulu. Dia menginap disini, tentunya karna ia tak mau menolak bundanya.
"Kalian tidur dikamar Resga ya, Bunda mau tidur dulu. Selamat malam anak Bunda."
"Malam Bunda. "
Kini diruang televisi hanya tinggal Resga dan Athlas, mereka saling diam merasa enggan memulai pembicaraan.
"Lo bahagia?" tanya Resga
Athlas jelas mengangguk, "Tapi gue kangen Kak Aga." Jari Resga yang bermain dengan handphonenya terhenti, dia memejamkan mata sebentar saat Athlas terus memanggilnya Kak Aga.
"Gue Resga." Athlas terkekeh sinis, "sampai kapan lo bohongin diri lo kalau lo juga rindu adik kecil lo ini.."
Pletak!
Resga memukul kepala Athlas dengan tangannya, "Lo udah gede!" Athlas mendengus malas, "Lo beneran benci gue kak? Tapi apa salah gue?"
"Gak ada seorang Kakak yang benci sama adeknya." Senyum Athlas merekah, "jadi apa ini sandiwara?"
Resga mengangguk, "ya, dan terpaksa Lo harus ikut!." Secepatnya Athlas ikut mengangguk, dia menarik tangan Resga untuk berdiri dan memeluk kembarannya begitu erat. "Gue sesek napas Athlas!"
"Athlas sayang Kak Aga."
Seperti inilah Athlas, dia sebenarnya pribadi yang hangat dan manja. Tapi dunia harus menuntut Athlas menjadi apa yang bukan dirinya.
"Mau tidur bareng bunda?"
"BUNDAAA..."
Meira membuka pintu kamarnya, dengan muka tersenyum dia melihat kedua anak tersayangnya. "udah baikan anak bunda?."
Keduanya kompak mengangguk, yah, mereka cukup paham dengan kode Meira. Bundanya tak pernah tidur sebelum jam1 pagi.
"Boleh tidur bareng bunda?" Meira mencubit pipi Athlas gemas, kenapa anaknya yg satu ini sungguh menggemaskan. "Dengan senang hati."
Resga berbaring di sisi kiri, kemudian Meira ditengah dan Athlas disebelah kanan. Mereka berdua kompak menghadap Meira dan memeluk bunda tersayangnya itu.
"Maafin Bunda ya Athlas. Kamu disana baik-baik aja kan sama Mamah Helen?"
Athlas menggeleng, kepalanya ia tundukkan ke lengan Meira. "Mamah Helen gak suka Athlas, tapi Athlas syang Sandreas."
Meira mengelus rambut hitam milik Athlas, dia tahu. Hans selalu laporan sikap Helen kepada Athlas selama ini.
"Athlas harus baik sama semua orang." Athlas mengangguk, "tapi Athlas punya cara baik sendiri."
"Anak Bunda kuat bund, kita janji akan saling menjaga." Ucapan Resga mampu menghangatkan hati Athlas.
Selama ini dia selalu menjaga semua orang, tak pernah ada yang menjaga dirinya. Tapi sosok Kak Aga sekarang ada dalam hidupnya, bukan Resga. Tapi ini Kakaknya.
"Athlas sayang kalian."
Mereka serentak memejamkan mata, tidur dengan tangan saling menggenggam satu sama lain. Mencari tempat kenyamanan dalam sosok seorang ibu.
"Terimakasih Allah, telah membawa Athlas pada Bunda."
⏩
...____________________________...
...Yeayyy Athlas updatee ✨❤️...
...Masih pada kuat kan puasanya? Harus dong!!❤️...
...Pernah gak sih kalian menjadi orang lain? Memerankan karakter yang bukan kalian bnget! Capek ya? Buna tahu kok, tapi percayalah setiap perjalanan yang kamu lalui ada pelajaran berharga disetiap incinya. ...
...Jadi apa? Kamu hanya terus berjalan. Sampai Tuhan berkata, 'Sudah cukup, Aku melihat usahamu jadi berhentilah dan nikmati setiap bahagia dari prosesmu." :) ...
...FYUHH, GIMANA SAMA PART INI? ...
...APA RESGA SAMA ATHLAS SAMA-SAMA TULUS PADA CALYSTA? ...
...KALIAN DIPIHAK SIAPA NI? 👉...
...JADWAL ATHLAS UPDATE SETIAP SEMINGGU2x JADI JANGAN LUPA JADWAL ATHLAS UP ✨💙🦁...
...JANGAN LUPA VOTE 🌟 DAN COMENT ✍️ DILAPAK ATHLAS ✨💙💙...
...SalaManisBuna...
...See you next update 👋...
^^^Dipublikasikan, 5-Mei-21^^^
^^^ttd/buna^^^
^^^@fiudsa_^^^
baper parahhhhh😭
walaupun Helen enggak dpt cinta Hans tapi Helen dpt cinta dari kedua anknya
semangat Thor
dan sandreas baik banget setelah tau semuanya bukan malah membenci tapi dia mau bantu buat satuin keluarga Atlas
semangat Thor