NovelToon NovelToon
Magic You

Magic You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:196.3k
Nilai: 5
Nama Author: GracyaValSa

Novel Roman.
Valentresia adalah seorang gadis remaja sama seperti gadis pada umumnya. Hidupnya berjalan normal seperti biasa.

Namun semua berubah secepat kejapan mata sesaat ketika dia menolong seorang wanita tua. Hidup Valen berubah drastis setelah menyadari wanita itu adalah peri.

Bagaimana jika peri yang kau harapkan untuk mengabulkan permintaanmu malah menjadi peri yang memintamu untuk mengabulkan permintaannya?

Inilah yang terjadi pada Valen sekarang.

Dimana permintaannya adalah membahagiakan seorang lelaki yang mempermalukan Valen di sekolah dengan menolak cinta Valen di depan umum.





Cerita di kutip dari imajinasi khayalan penulis asli, bukan dari hasil karya orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GracyaValSa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 22

Tok tok tok

"Non, non... Makan dulu non... Dari tadi siang non tidur mulu. Non..." Panggil bibi dari belakang pintu kamarku.

Ahr... Aku merenggangkan badanku baru terbangun dari tidurku, aku mendudukkan diriku dan beranjak ke pintu kamar dan membukanya. "Iya bi." Aku pun langsung berjalan ke meja makan di ikuti oleh bibi yang langsung menyediakan makanan di meja yang di hadapanku sekarang. "Ini non. Silahkan di makan."

Tak banyak bicara aku langsung makan.

"Non dari tadi bibi perhatikan kok lemes amat non? Sakit ya non?" Bibi kuatir akan keadaanku.

Aku melihat bibi sambil berusaha tersenyum. "Ngak bi, cuma kelelahan aja bi." Aku kembali memakan makananku. Setelah selesai aku kembali beranjak ke kamarku.

Tak dapat di pungkiri hari ini terasa sangat mengesalkan. Apa coba si Jessen?! Kenapa tiba-tiba ngajak putus? Masa cuma gara-gara salah ucap dia langsung begitu!

Kalau semakin kupikirkan rasanya semakin geram saja.

Aku menutup pintu kamarku.

Hus.. hembusan nafasku sangat dalam keluar.

Kuperhatikan sekeliling kamarku. Aku melihat ada beberapa kotak sepatu di bawah lemari bukuku, di sana aku menyimpan sendal jepit berbuluku. Bisanya aku menggunakannya saat aku kedinginan ataupun keadaan lingkungan hawanya dingin. Aku berjalan ke sana, membuka kotak sepatuku dan memperhatikan sendal yang berbulu ini. Gabut.

Pandanganku menjadi kabur dan terasa seperti melayang... Sepertinya aku tau akan kemana.

Blush

Aku berada di kamar Jessen. Dia menatapku dari bangku tempat dia belajar. Karena terbakar emosi aku melemparkan sendal yang kugenggam.

Pletak

Tepat mengenai wajahnya, aku tertawa puas. "Jessen! Kau pikir aku wanita apaan Huh?! Seenaknya kau memutuskanku! Dasar kurang ajar!"

Aku coba menahan emosiku yang dari tadi sudah terlanjur meledak.

"Kau tak bisa seenaknya memutuskanku!"

Dia tersenyum hambar. "Huh, kau masih nekat menjadi pacarku cuma karna agar kau dapat menyelesaikan misi bodohmu kan?"

Aku terdiam.

Kenapa aku begitu marah putus dengannya? Dan bahkan aku tak sama sekali berfikir untuk menyelesaikan misi. Aku marah pure karena aku tak terima putus dengannya.

"Beri aku alasan kenapa kita harus pacaran." Dia mengintimidasiku dengan tatapannya.

"Karena kau butuh aku!" Aku berdiri tegak dan mengepal kedua tanganku yakin.

Dia kembali tertawa hambar. "Begitu ya?" Dia kembali menulis di bukunya dengan cepat, mengoyakkan selembar kertas dan memberikannya padaku. "Selesaikan 10 soal ini. Kalau kau berhasil baru kita pacaran. Serahkan jawabannya ke aku besok di perpustakaan umum kota, tempat biasa aku duduk. Serahkan paling lambat jam 3."

Aku menarik kertas itu kasar. "Aku akan menyelesaikannya! Lihat saja!" Aku membalikkan badan dan keluar.

***

Setiap menit aku mengumpat karena soal yang diberikan Jessen. Aku bingung lihat si Jessen, ni orang suka banget dah sama matematika. Kepalanya ngak puyeng apa?!

Apa coba soalnya ini!

"Diberikan garis yang menghubungkan dua

titik (1, 2) dan (16, -8) dan parabola y^2\= 4x.

Ambil M sebagai titik potong garis dan sumbu simetri parabola. Tunjukkan bahwa jarak dari titik M ke puncak parabola adalah sama dengan panjang latus rektum.

Koordinat (x, y) dari suatu titik yang bergerak

diberikan oleh x \= 2 + t^2,y\= 4t.

A. Tentukan hubungan antara x dan y.

B. Jika digambar pada kertas grafik, berbentuk

apakah kurvanya?

C. tentukan puncak, fokus, dan panjang latus

rektumnya.

D. Tentukan persamaan Kartesian dari kurva

dengan persamaan parameterX\=t(t-2), y \= t +1

E. tentukan puncak, fokus, dan persamaan garis direktris kurva tersebut"

Kubaca soal pertama yang diberikan Jessen padaku. Udahlah soalnya sulit... Beranak lagi... Arh...

Aku memijat kepalaku pusing memikirkan ini.

***

Aku sungguh-sungguh dalam membahas soal ini, di kelas aku sangat diam sambil membuka balikan buku mencari cara menjawab setiap soal yang di berikan Jessen.

Jam istirahat pun demikian, sebenarnya ini bukanlah waktu yang tepat untuk belajar di kantin sekolah di waktu istirahat, tapi mau gimana lagi, batas waktu hari ini. Aku harus bisa jawab soal ini. Harus bisa!

Takk

Tessa menghenakkan meja makan di hadapanku. "Woy! Kau kenapa tiba-tiba rajin?"

Aku tetap fokus memandangi bukuku. "Ini menyangkut nyawa tes... Udah kau tenang aja." Aku menulis lagi ketika menemukan cara yang kurasa tepat untuk di soal.

"Yes!" Aku mengenggam tanganku dan menaikkannya ke atas. "Aku udah siap satu soal!" Aku menatap Tessa bangga.

Tessa yang masih terkaget karena jeritanku, dia memukul kepalaku. "Tenang woy! Aku juga punya jantung!"

Dia mengelus dadanya menenangkan detak jantungnya. Kemudian kembali bertanya. "Memangnya berapa soal lagi?"

"Hehe, 9 soal lagi."

Tessa mengangguk. "Hem."

"Ya udah, makan aja dulu. Besok kan bisa di lanjut." Sambung Tessa.

Kali ini aku yang menghentakkan meja. "Besok besok... Kumpul hari ini Pea, jam 3!"

"Eh buset... Cepetlah kerjakan. Sini-sini aku bantu." Tessa menawarkan bantuan.

Mataku berbinar melihat kebaikan Tessa. "Makasih tes."

Tessa membaca soalku. "Gila nih! Payah banget!" Tessa melihatku. "Siapa yang ngasih? Sulit Val!"

Tessa yang begitu pinter di kelas aja udah bilang gitu. Gimana lagi aku yang bego ini.

"Udah tes ngak usah di bahas siapa yang ngasih soal. Yang penting ini soal siap aja."

Tessa meraih ponselnya, mengetik-ngetik sesuatu. "Gila, soalnya ngak ada di Gugele cuy... Cuman yang nomor satu aku tau."

"Ya iya lah, dia aja nulis soalnya spontan dari otaknya." Kataku pasrah, aku kembali meraih soal dari tangannya Tessa." Udahlah aku jawab lagi aja." Aku kembali mencoba menjawab soal psiko ini.

***

Kepalaku sangat pusing sekarang. Aku masih bergumul dengan soal Jessen di perpus sekolah. Ini udah jadwal pulang sekolah, tapi aku masih di sini. Sambil mencari buku mana yang harus kucari rumus yang tepat menjawab soal ini.

Satu tangan memberiku minuman jus jeruk tepat di hadapan wajahku. "Ini untukmu." Aku mendongak ke arah atas. "Kak Rio!"

Dia tersenyum dan duduk di sebelahku. "Jangan terlalu di porsir, kamu bisa sakit."

Sangat terharu melihat kebaikan kak Rio. Aku beneran sangat lelah dan kepalaku beneran ngak sanggup lagi untuk berfikir.

Aku menahan air mataku yang mau tumpah. Gini banget hidupku. Berusaha harus membahagiakan seseorang yang bahkan tak mengharapkan kehadiranku.

"Aku akan menemanimu sampai selesai." Sambungnya sambil meletakkan tasnya di meja dan kembali menatapku. "Aku akan mendukungmu." Dia menyemangatiku. Rasa haru tak terkatakan. Aku pun menangis.

Dia memelukku. "Udah jangan nangis. Kalau belajar harus semangat dong."

Kenapa dia sangat baik padaku.

Tanpa aba-aba tangan ini pun membalas rangkulan kak Rio. Rasanya kekuatanku kembali.

1
Retno Palupi
masak rebutan sama adek sendiri?
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
ada cerita anak2 mereka g?
Retno Palupi
loh kok d tinggal, mending ikut ke sana aja yo
Retno Palupi
🤭🤭🤭
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
berarti usia pernikahan udah delapan tahun?
Retno Palupi
wow Rio sweet
Retno Palupi
lanjut kak
Retno Palupi
jadi pacar beneran
Retno Palupi
kasian Jessen, semoga g sakit parah
Retno Palupi
oh gitu awal jadian thesa?
Retno Palupi
😂😂😁 g kebayang KL jd beneran nikah
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
penasaran
Retno Palupi
pusing dg pilihan yang diberikan mamahnya Val
Retno Palupi
sweet
Retno Palupi
lucunya 🤣🤣🤣
Retno Palupi
wah Jessen 😂😂😂
Retno Palupi
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!