Hi readers ketemu lagi dengan aku dicerita kedua aku. Semoga kalian tidak ada kata bosan ya dan tetap setia....
Menceritakan tentang seorang Putri Tunggal seorang Mafia yg berkuasa. Di usianya yg dini ia sudah bertunangan dan akan menikah pada saat sekolahnya selesai demi mengembangkan sayap kekuasaan.
Banyaknya beban dan rintangan yg ia hadapi, menjadikan dia sosok yg dingin serta kuat. Sifatnya yg susah ditebak pun menjadikan dia tak memiliki seseorang yg dekat kecuali tunangannya yg selalu ada untuk dirinya.
Bisakah ia menyelesaikan setiap masalah kehidupan silih berganti yg menghampirinya? Mampukah ia menyelesaikan permusuhan yg Ayahnya lakukan terlebih terkait dengan masa lalu keluarganya yg juga datang untuk membalaskan dendam mereka terhadap Ayahnya.
Pilihan yg sulit untuk bertahan atau melepaskan yg bukan menjadi keinginan hati.
Kepo-in terus yuk, terlebih pada saat umur mereka 17 Tahun, dimana kekuasaan akan dialihkan kepada generasi berikutnya.
Salam Hangat Author... 🙏😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalah Selangkah, unggul selangkah
Queen yg baru tiba di rumah pun segera menangis. Tubuhnya bergetar hebat dan airmatanya sudah membasahi bantal nya.
Ia begitu kecewa dengan jawaban yg diberi Angga. Marah tentu saja dia marah saat ini, tapi apa boleh buat, rasa cinta lebih besar daripada rasa sakit yg ia rasakan.
"Gak, ini gak boleh terjadi. Aku gak akan membiarkan Angga jatuh ke tangan Calista. Calista kamu seharusnya mati bersama Ayah kamu. Kalian sama - sama pengganggu." Ucapnya setelah mendapatkan kesadaran untuk menguatkan dirinya. Matanya penuh dengan kobaran api yg siap kapan pun bisa meledak.
Dilihatnya boneka pemberian Angga dan ia pun segera memeluk boneka tersebut dan menangis kembali.
*******
Hari Weekend pun tiba, kini waktunya Sherlyn akan menghabiskan waktunya bersama Elang. Tempat dan Waktu sudah ditentukan, tapi seperti biasa Elang lah yg selalu menunggu kedatangan Sherlyn.
Mereka juga punya kesepakatan bersama agar ketika mereka kencan mereka akan melupakan siapa mereka. Mereka hanya boleh mengingat waktu kencan adalah waktu mereka berdua tanpa melihat hubungan mereka yg sebenarnya. Agar mereka bisa bersantai menikmati weekend seperti pasangan pada umumnya.
Detik pun berganti menit Elang begitu bosan menunggu sendirian di kursi taman. Sudah banyak orang lalu lalang yg di hitungnya guna membuang kejenuhannya yg ada.
"Ehem..." Deheman seseorang disamping Elang yg baru saja tiba.
Mata yg tadinya fokus kedepan, kini pun ternoleh ke samping arah suara.
"Maaf aku sedikit telat" Ucap Sherlyn tersenyum tanpa dosa dan segera duduk disamping Elang.
Elang yg melihat penampilan lain dari Sherlyn pun tak dapat memalingkan pandangannya, bahkan sedetik sekali pun. Ia terpesona melihat penampilan Sherlyn. Penampilan dewasa yg manis, beda dengan biasanya yg sering memakai pakaian formal serba hitam - hitam.
"Ehem..." Deheman kedua yg diberikan Sherlyn. "Gak usah tatap aku seperti itu, aku tau aku manis." Ucap Sherlyn yg diakhiri tawaan kecil.
Tanpa ia sadari itu membuat jantung Elang berdegub dengan cepat. "Eh ia kok, eh siapa juga yg lihatin kamu, jangan GR" Ucap Elang spontan dan memalingkan wajahnya menutupi dirinya yg malu ketahuan memandangi Sherlyn.
(Gila manis banget ni anak. Kenapa juga dengan jantung gue, semoga jantung gue tetap pada tempatnya) Batin Elang mengelus dadanya.
"Ya udah yuk, kita mau kemana?" Tanya Elang memecahkan suasana yg tiba - tiba canggung.
"Sarapan, aku belum sarapan tadi." Ucap Sherlyn polos.
"Trus dari tadi kamu ngapain aja sampai belum sarapan?" Hardik Elang
"Dandan" Hehehe
Elang pun tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat Sherlyn yg seperti itu.
"Baiklah, setelah itu kita akan memainkan wahana permainan." Ucap Elang dan segera berjalan kedepan arah Sherlyn.
Sherlyn pun tak menyangka jika Elang mau mengajaknya untuk bermain wahana. "Eh tunggu." Teriak kecil Sherlyn dan berlari mengejar Elang. Digandengnya tangan Elang dan senyum tercetak jelas pada wajah mereka.
Ditempat lain tak jauh dari mereka, ada seseorang yg tersenyum melihat kedekatan mereka.
Dretz.... dretz....
Suara getaran HP yg menotifikasikan banyak pesan masuk.
'Kerja Bagus, trus pantau. Aku akan mengirim upah kamu' Balasan yg terkirim setelah banyaknya foto yg ia dapatkan.
The King lihat saja aku akan menghancurkan kalian, sudah terlalu banyak kalian meresahkan diriku. Batin seseorang yg tidak suka dengan kehadiran Mafia The King
*******
Tak... tak... tak...
Suara pantulan bola basket yg terkena pantulan lantai. Tangan kekar dengan kaki yg menuntun memasukkan bola tersebut kedalam ring.
Plak....
Sasaran gagal...
Tak... tak... tak...
Hingga akhirnya bola tersebut terjatuh mengenai lantai lapangan. Dengan napas tersenggal - senggal kakinya pun diluruskan dan kedua tangannya dibuat kebelakang sebagai penyangga badannya.
Terik matahari membuat dirinya berjemur setelah selesai mandi keringat. Ditutupnya kedua matanya guna menikmati sinar matahari.
Pergerakan dikedua matanya yg tertutup pun perlahan akhirnya terbuka. Ia menyadari jika hari ini sangat cerah, tidak mungkin tiba - tiba menjadi mendung.
Senyum manis pun menyambut kedua matanya yg terbuka. Senyum pun terukir di wajahnya tak kalah tangannya meraih handuk kecil dan air mineral.
"Kamu pasti capek" Ucap Queen yg segera duduk disamping Angga.
"Kenapa kamu belum pulang?" Tanya Angga setelah menghabiskan minumannya.
"Biasanya diantar kamu, atau dijemput supir." Balas Queen dan itu membuat Angga tersenyum seolah - olah dirinya dibutuhkan oleh Queen.
"Baiklah, aku akan mandi dan berganti baju dulu. Kamu tunggu di loby saja." Pinta Angga dan segera berdiri hendak pergi.
Queen pun ikut berdiri setelah Angga berdiri.
"Angga maaf yg kemarin. Soal perasaan itu lupakan saja. Anggap saja aku tidak pernah mengucapkannya." Ucapnya dan segera pergi ke arah yg berbeda dari Angga.
Ada perasaan sakit yg dirasakan Angga pada saat Queen mengatakan kalimat tersebut. Perasaan yg tak rela seakan menghujani semua perasaannya. Dia pun tersenyum ketus 'Setidaknya itu lebih baik' katanya dan segera mandi.
Diperjalanan ke lobby ternyata Queen melihat Calista yg baru keluar dari perpustakaan yg hendak pulang juga.
"Ehem..." Dehemnya disaat Calista melewatinya.
"Tungggu!" Pintanya dan mereka pun membalikkan badan mereka sehingga saling berhadapan. Pandangan mereka pun terkunci antara satu dengan yg lainnya.
"Apa kelebihan yg kamu miliki? Sehingga Angga lebih tertarik kepada kamu ketimbang aku?" Tanyanya dengan nada pelan diakhir kalimat. Dia tidak memikirkan lagi status permusuhan mereka.
Musuh yg berasal dari kesalahan orangtua yg menjadi kebencian dalam hati mereka sejak anak - anak. Anak - anak yg seharusnya hidup dalam lindungan tapi malah terbalik menjadi ancaman bagi mereka sejak kanak - kanak.
"Sudah aku bilang, menyerahlah jika kamu tidak sanggup. Kamu tau kenapa kamu kalah Selangkah dan aku unggul selangkah?" Tanyanya sengaja tidak menjawab guna melihat expresi Queen.
"H.A.T.I" lanjutnya setelah melihat wajah Queen yg datar tapi sebenarnya hatinya sangat ingin tau.
"Percayalah jika hatimu bersih maka semua akan berjalan sesuai dengan rencanamu. Tapi jika tidak, maka semua akan menjadi bomerang bagi dirimu sendiri. Tapi aku takut, kamu tidak akan kuat jika perasaanmu rapuh"
Jawaban yg diberikan Calista seolah bagai petir yg menyambar dirinya. Otaknya seakan melumpuhkan dirinya untuk membungkam mulutnya. Dia tidak pernah menyangka jawaban yg sederhana tapi mampu menusuk ke dasar hati yg terdalam.
Calista pun berlalu setelah mendengar jika seseorang berjalan ke arah mereka.
"Aku lama ya" Ucap Angga yg telah berdiri dibelakang Queen.
Queen pun menganggukkan kepalanya. Angga merasa ada yg berbeda dengan Queen. Queen yg tadi ceria kini menjadi Queen pendiam.
"Ada apa?" Tanyanya untuk mengurangi rasa penasarannya.
"Tidak ada. Aku hanya berpikir kita tinggal 6 bulan lagi sekolah. Waktunya lama, tapi akan terasa cepat. Mengingat kita akan sibuk belajar, bimbel, dan ujian" Dusta Queen
Angga pun yg mengerti jika Queen tidak mau berbagi cerita hanya bisa mengiyakan apa yg dikatakan Queen saat ini. "Kamu benar dan kita harus tetap semangat" ucapnya tersenyum melihat Queen.
Happy Reading Guys.
Jangan Lupa Rate (⭐), Favorite (❤️), Like (👍), Komentar (💬) serta Votenya ya reader....
Salam hangat dari Author. Semoga kalian suka.... Terimakasih
mampir juga tempat ane../Coffee//Coffee//Coffee/
dapat salam dari arlen dan alexa, dlm ceritaku yg berjudul queen n king ceo 😁🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
Ditunggu novel terbarunya y thor