NovelToon NovelToon
Rasa Cinta Bidadari Surga

Rasa Cinta Bidadari Surga

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Diam-Diam Cinta / Pembantu / Suami ideal / Cinta Seiring Waktu / CEO / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sagita chn

Menikah karena terjebak keadaan,
Seorang Presdir muda yang lama-lama jatuh cinta dengan asisten pribadinya yang semula menurutnya jelek dan kampungan.
Kini ia berubah menjadi seorang wanita cantik dan baik yang ada di matanya,
Dengan kebaikan hatinya membuatnya terpana,
Terlebih dengan senyuman manis lesung pipinya mebuatnya tergiur saat memandangnya.., membuatnya semakin manis dan menawan saat ia semakin di pandang.

Kepedulian wanita tersebut juga membuatnya semakin jatuh cinta,ia tega melukai dirinya sendiri hanya demi melindungi majikannya.

Tapi karena kekayaan yang begitu banyak yang di miliki oleh suaminya mebuatnya minder dan menahan rasa cintanya,

Anggara berusaha keras untuk membongkar isi hati istrinya,apa dia benar-benar mencintaiku atau tidak,
Namun dengan sisi lain Anggara mengatakan apa aku harus miskin supaya dia mencintaiku?,
Tapi apakah cintanya tetap bersatu walaupun suaminya memang sudah di takdirkan untuk kaya raya, tapi perasaan sungguh susah untuk di tahan...!

Apa kalian penasaran dengan cerita pertamaku?
Yuk tengok!, Jangan lupa dukungannya yah!..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagita chn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke luar kota

Perjalanan jauh ke luar kota memang sangat melelahkan, melanjutkan perjalanan menuju hotel yang sudah di pesen Irfan.Mereka berempat terbaring di ranjang kamar mereka masing-masing.

huh, melelahkan sekali, tapi sungguh indah sekali tempat ini,inikah yang namanya hotel tak pernah terbayangkan aku bisa menginjakkan kaki di sini,baru kali ini juga aku tidur di ranjang seempuk ini... rasanya sangat nyaman, ternyata jadi orang kaya itu enak yah. gerutu Anisa

Anisa langsung menuju korden jendela dan membukanya pelan-pelan, begitu indahnya pemandangan kota yang terlihat dari atas, tampak di bawah hotel pun banyak orang yang sedang berenang dan menikmati keindahan sekitar.

Mendapati pintu kamar hotel Anisa yang tidak di kunci, Haris pun langsung masuk.

"apa yang sedang kau lihat?"Haris

"hah..pa Haris(Anisa kaget)mengapa anda di sini?"Anisa

"Lain kali kunci pintu kamarnya,apa kau tidak takut ada orang jahat masuk"Haris

"ohh iya pa,aku lupa"Anisa

"apa kau mau turun ke bawah, ayo ikutlah denganku"Haris

"ketempat indah itu pa?"Anisa

"iya tentu saja,hari ini kan hari yang melelahkan karena perjalanan jauh, sebaiknya kita bersenang senang di bawah"Haris

"tapi pa tuan muda?"Anisa

"sudah tenang saja, Anggara dan Irfan sudah turun ke bawah"Haris

"ohh gitu"Anisa

Mereka berdua menuju ke kolam renang.

Anggara yang sedang tiduran di kursi santai dan minum juz di bawah payung sambil memainkan ponselnya menikmati sore hari.

(wah indah sekali tempat ini,apa itu tuan muda,dan dia hanya memakai celana pendek ketat,ih memalukan,apa dia mau berenang) Batin Anisa

"Anggara aku datang"Haris

"Ayo cepatlah, lihat Irfan!,dia sudah berenang bolak balik 6 kali,kau kenapa lama sekali"Anggara

"iya sorry"Haris

(Pa Irfan jago sekali berenang,ih kenapa semua orang berpenampilan menyebalkan)

gerutu Anisa yang mendapati Irfan berpenampilan sama dengan celana ketatnya seperti tuan muda.

(ih sebaiknya aku kembali ke kamar saja, pemandangan yang sangat menyebalkan,aku tidak suka melihat penampilan orang-orang yang lagi berenang) Anisa langsung membalikkan badan untuk kembali ke kamarnya

"Anisa kamu mau kemana?"Haris pun ikut mencopot bajunya dan hanya memakai celana pendek

"aku mau kembali ke kamar saja pa"Anisa sambil memejamkan matanya.

"loh bukannya kamu mau di sini tadi"Haris

"iya pa, tapi ga jadi" Anisa berlari meninggalkan kolam renang

"kenapa dia menutup mata?"Anggara

"mungkin dia tidak pernah melihat lelaki bertelanjang dada"Haris

"cih bukanya orang berenang itu memang bertelanjang dada"Anggara

"iya Angga, tapi mungkin dia tidak pernah melihatnya"Haris

"Aneh"Anggara

sehabis berenang mereka semua kembali ke kamar masing-masing dan membersihkan badan.

malam pun tiba,kini saatnya makan malam bersama.

"Anisa apa di kampung mu tidak ada hotel?"Haris

"Hotel, tentu saja tidak pa, hotel hanya ada di kota saja"Anisa

" hah benarkah,sebenarnya bagaimana kehidupan di kampung itu,aku jadi penasaran"Haris

"apa kau ingin mencobanya?"Irfan

"iya, sepertinya menyenangkan"Haris

"tidak pa, lebih buruk dari yang anda bayangkan"Anisa

"hah, bagaimana bisa?"Haris

Anggara dan Irfan ikuti mendengarkan.

"kalo kehidupan di kampung itu tidak ada AC di dalam kamar pa,apa anda bisa tidur tanpa AC? Anisa

Haris membayangkannya

"tidak"Haris menggelengkan kepalanya

"lalu biasanya juga banyak nyamuk dan suara hewan berbunyi di malam hari,apa kira-kira bapa bisa tidur dengan nyenyak?"Anisa

Haris menggelengkan kepalanya lagi

"dan rata-rata satu rumah itu hanya memiliki satu kamar mandi,satu TV,satu sepeda motor,dan jarang yang mempunyai mobil, bahkan tidur pun biasanya bareng-bareng pa"Jelas Anisa

krik krik, semua terdiam.

"apa kau sedang berbohong?"Irfan

"tidak pa beneran,apa aku kelihatan berbohong?"Anisa

"semua itu benar?"Haris

"iyah, kalo bapa tidak percaya coba saja"Anisa

"Apa kau bisa hidup seperti itu?"Anggara yang mulai berbicara

"tentu saja tuan muda, hidup di kampung itu lebih menyenangkan"Anisa

(dia bilang lebih menyenangkan, bahkan penjelasannya saja membuatku tidak bisa membayangkannya) Batin Anggara

"lalu apa yang membuatmu lebih menyenangkan hidup di kampung?"Haris

"hidup di kampung itu pa tidak terasa sepi, mereka semua selalu bersamaan, saling tolong menolong dan saling menghormati, saling menyapa satu sama lain juga, bahkan paling seru jika nonton TV bareng, sambil menikmati makanan satu wadah untuk bareng-bareng,jika di kota kan,hidup menyendiri sama tetangga pun tidak saling kenal, bahkan saling acuh satu sama lain"Anisa

"iya iya sepertinya seru mendengarnya"Haris

(makan satu tempat bersama,mendengarkan penjelasannya saja aku sampai pusing dan rasanya aku tidak bisa mencobanya) Haris

"iya tapi betul juga apa katamu, hidup di kota memang lebih sering menyendiri dan tidak perduli satu sama lain, bagaimana ris apa kamu jadi mencobanya?"Irfan

"Aku coba pikirkan nanti,saya rasa mendengarnya saja pusing"Haris

"haha"Irfan

Suara ketukan pintu terdengar,Lisa yang sedang duduk santai melihat isi media sosialnya, langsung membuka pintu, betapa terkejutnya ia melihat beberapa orang yang datang ke kontrakannya.

"Malam nona, Tuan Mahendra ingin bertemu dengan anda!"salah satu pengawal

(Nona,Tuan Mahendra siapa lagi) Batinnya

tak lama kemudian Mahendra muncul dari belakang.

"Malam Lisa"Mahendra

"eh... tuan,saya kira tua Mahendra itu siapa, ternyata Anda yang bernama Mahendra,ya selamat malam juga tuan"Lisa

"apa saya boleh masuk"Mahendra

(kira-kira ini orang mau pada ngapain ya,ko aku jadi takut sih) pikirannya kemana-mana

"oh, tentu saja tuan,tapi kontrakan saya sempit dan jelek maaf"Lisa

"saya hanya perlu bicara sebentar denganmu, maaf mengganggu mu di waktu malam"Mahendra

"oh,iya ga papa tuan, silahkan duduk"Lisa yang hanya menelan ludah

(ada apa si ini,pake bawa-bawa pengawal segala) batinya.

"iya baiklah"Mahendra

"apa anda mau minum?"Lisa

"tidak usah, saya hanya sebentar"Mahendra

salah satu pengawal langsung memberikan sebuah bingkisan besar untuk Lisa.

"ini maksudnya apa ya tuan?"Lisa

"itu hanya makanan untukmu, sebagai ucapan terimakasih karena telah menerima kedatangan ku"Mahendra

"tapi tuan"Lisa

"sudahlah jangan menolak,aku kesini hanya ingin bertanya apa kau sahabat Anisa?"Mahendra

"Iyah tentu saja,saya sahabatnya dari kecil"Lisa

"apa kalian tinggal berdekatan"Mahendra

"iya tentu saja tuan,kami juga tetangga dekat"Lisa

(kenapa bawa-bawa tempat tinggal segala ada apa si ini) Lisa semakin bingung.

"siapa namanya ayahnya?"Mahendra

"namanya ayahnya Irawan tuan"Lisa

(kenapa aku memberitahunya,kalo ada apa-apa gimana) Lisa panik bercampur bingung

"kalo ibunya?"Mahendra

"ibunya namanya Sofia"Lisa

"apa dia juga mempunyai saudara? Mahendra

"dia mempunyai adik laki-laki bernama Fahmi tuan"Lisa

"oke baiklah, berikan alamat tempat tinggalmu !" Mahendra

(tuh kan minta alamat tempat tinggal segala, bagaimana nih)Lisa

"tapi tuan untuk apa yah, apakah ada masalah?"Lisa

"tidak, saya hanya ingin mengenal lebih dekat keluarga Anisa, tenang saja tidak ada masalah apapun tentang semua ini,tak usah khawatir, percayalah saya orang baik"Mahendra

"baiklah tuan saya percaya, ini alamat rumah saya*******,"Lisa memberikan alamat lengkap rumahnya

"oke baiklah,tapi ingat, jangan kau beri tahu siapapun tentang aku yang datang kemari"Mahendra

"ohh iya baiklah tuan"Lisa

(apa dia sedang mengancam) Lisa

"kalo gitu saya permisi" Mahendra

"iya tuan silahkan, terimakasih atas hadiahnya"Lisa

Mahendra menganggukkan kepalanya dan meninggalkan ruangan.

"pengawal sudah kau catat semuanya?"Mahendra

"tentu saja tuan,saya sudah mencatat semuanya"Pengawal.

"bagus, sebaiknya kita pulang sekarang"Mahendra

"baik tuan, silahkan"Pengawal membukakan pintu mobil.

(aduh gimana nih, ko pikiranku ga enak yah,apa aku kasih tau Anisa saja tentang tadi,tapi bukannya tuan tadi sudah melarangku untuk memberitahu kepada siapapun tentang kedatangannya kemari) pikiran Lisa yang mulai kacau.

(Apa aku telvon Anisa saja ya, siapa tahu ada masalah) Lisa

Suara ponsel berdering panggilan masuk, Anisa yang sudah berbaring istirahat di ranjang tempat tidurnya.

(Lisa tumben)

"Halo Lis?"Anisa

"Anisa,akhirnya kau mengangkat telvon ku juga"Lisa

"iya ada apa Lis, sepertinya dari bicaramu ada masalah?"Anisa

"justru itu, aku mau tanya apa kamu sedang ada masalah? Lisa

"tidak, aku baik-baik saja tidak ada masalah, bahkan aku sedang keluar kota bersama tuan muda"Anisa

"tapi kamu lagi baik-baik saja kan nis disitu?Lisa

"iya Lis,aku baik-baik saja,ada apa sih,ko kamu kayanya cemas banget? Anisa

"ohh...ga papa nis, aku khawatir aja sama kamu lama ga ngasih kabar"Lisa

"ohh gitu iya, maaf Lis, aku terlalu sibuk kadang lupa sampai gak megang HP"Anisa

"iya ga papa Nis,aku hanya ingin tau kabarmu saja, syukurlah kalo kamu baik-baik, ngomong-ngomong kamu keluar kota ngapain nis? Lisa

"biasa urusan kantor, kerjaan tuan muda"Anisa

"oohh ya udah kalo gitu nis, udah dulu ya selamat istirahat"Lisa

"ohh oke dah,kami juga Lis selamat istirahat ya, jangan tidur kemalaman"Anisa

"iya nis, tentang saja"Lisa

keduanya menutup panggilan telponnya.

(itu bingkisan apa lagi kenapa gede banget)

Lisa lalu mencoba membukanya

(wah gila,camilan banyak banget,mana abis aku segini) Lisa

1
Lili Iswari
Biasa
Sagita Chn: Terimakasih sudah mampir kakak. Terimakasih juga dukungannya. Author akan berusaha untuk menjadi yang luar biasa kedepannya. /Smile//Good/
total 1 replies
Lea
Knp Anisa monoton seharusnya mulai belajar jg di kantor jg ga hny duduk” menunggu perintah
Dony Krisna
bocah banget
jadi males bacanya
mana ada orang berumah tangga bego banget begitu
Nourma Riati
bahasa apa sih kata 'menyengkrut', baru pernah dengar.
Mayra Putri
slalu mantan....yg jdi masalah....pusing akoh....
Mayra Putri
modus teruuuus....tuh s tuan muda.....
Hafista
visualnya mana thour
Hafista
fantastis bgt karyamu thour, bkn aku baper kok aku ikut seneng bgt ya thour, sukses trs y thour👍👍👍👍👍
Masliha Bundanya Kembar
dasar si haris
Masliha Bundanya Kembar
heheheheeeeee...... awas kalah cpt loh si haris
Masliha Bundanya Kembar
dasar anggara, shrs nya dia yg ngutarakan cinta dn syg nya,msk hrs anisa yg prem dn jg pemalu
Kusmiati
tanda2 tu lanjut thor tetap semangat thor
Muliati Jamalia
suami jahat
Intan Sari
lanjut donk Thor
Yuli Yuli
lanjut thor🙏
gantung banget ceritanya
Upik Yupi
main peluk aja si haris....
Upik Yupi
waduh...pulang di suruh nikah
Upik Yupi
sifat haris ngk beda jauh ma anggara 11:12
Upik Yupi
irfan...irfan...bikin irena kesal aja
Upik Yupi
irena cemburu ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!